Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

56 hasil
Subjek: Berpikir Kritis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran TIK Kelas VIII di SMP Negeri 1 Hiliran Gumanti

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Miftahur Rahmi, 2522146, Skripsi, “Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran TIK Kelas VIII di SMP Negeri 1 Hiliran Gumanti”. Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini didorong oleh rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam aktivitas pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta penggunaan metode pengajaran yang masih tradisional sehingga tidak efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang dapat memperbaiki kemampuan berpikir kritis siswa, salah satunya melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Hiliran Gumanti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Hiliran Gumanti tahun ajaran 2026, dengan sampel sebanyak 50 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 25 siswa. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model Problem Based Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk pilihan ganda yang diberikan melalui pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan strategi Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji Independent Sample T-test yang memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,039 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Selain itu, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan selisih sebesar -9,960. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah berpengaruh secara signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASROOM TERHADAP KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM KELAS VIII DI SMP 2 SAWAHLUNTO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fadilatul Hasanah, (2122280): “Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Clasroom Terhadap Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Agama Islam Kelas VIII Di SMPN 2 Sawahlunto” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawahlunto. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model Flipped Classroom memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi sebelum pembelajaran di kelas, sehingga waktu di kelas dapat dimanfaatkan untuk diskusi, pemecahan masalah, dan aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawahlunto, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawahlunto. Yang dimana antara nilai pretest dan posttest sebesar -6,926. Nilai negatif tersebut menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest lebih tinggi dibandingkan nilai pretest, sehingga terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan. Selain itu, nilai standar deviasi sebesar 8,471 menunjukkan bahwa variasi selisih nilai antar peserta didik tergolong sedang, sedangkan nilai standard error mean sebesar 1,630 menunjukkan bahwa rata-rata selisih yang diperoleh memiliki tingkat ketelitian yang cukup baik. Hasil 95% Confidence Interval of the Difference berada pada rentang -10,277 hingga -3,575, yang seluruhnya bernilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan nilai yang terjadi bersifat konsisten dan perbedaan rata-rata tersebut benar-benar ada pada populasi. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Flipped Classroom memperoleh hasil kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Flipped Classroom dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

7 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MAN 2 Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menunjang pemahaman terhadap materi pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Kemampuan berpikir kritis diyakini dapat membantu siswa menginterpretasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan secara logis terhadap informasi yang diperoleh selama proses pembelajaran. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi Akidah Akhlak secara mendalam meskipun telah mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Bukittinggi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 2 Bukittinggi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari kemampuan berpikir kritis sebagai variabel bebas (X) dan pemahaman siswa sebagai variabel terikat (Y). Sampel penelitian berjumlah 107 peserta didik kelas XII B yang tersebar pada kelas XII B1, XII B2, XII B3, XII B4, dan XII B5. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kemampuan berpikir kritis dan teknik dokumentasi berupa nilai UAS mata pelajaran Akidah Akhlak, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan linearitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima, dengan persamaan regresi Ŷ = 38,779 + 0,473X. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,709 menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kemampuan berpikir kritis dengan pemahaman siswa, sedangkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,502 menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 50,2% terhadap pemahaman siswa, sedangkan sisanya sebesar 49,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Hal ini berarti semakin baik kemampuan berpikir kritis peserta didik, maka semakin tinggi pula pemahaman mereka pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman siswa kelas XII di MAN 2 Bukittinggi.

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH GENERATIVE AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) BERBASIS LARGE LANGUAGE MODELS (LLMs) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan oleh Vina Febriani (2621117), mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dengan judul “Pengaruh Generative AI (Artificial Intelligence) Berbasis Large Language Models (LLMs) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi”. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena adopsi platform AI yang berisiko menurunkan daya nalar analitis dan orisinalitas gagasan mahasiswa akibat ketergantungan jawaban instan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan AI terhadap kemampuan berpikir kritis secara parsial, kemampuan berpikir kreatif secara parsial, serta terhadap kedua variabel kemampuan berpikir tersebut secara simultan pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022–2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif melalui survei cross-sectional. Populasi berjumlah 562 orang, dengan sampel 234 responden melalui rumus Slovin dan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan via kuesioner skala Likert, lalu dianalisis menggunakan regresi linear Ordinary Least Squares (OLS) dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) berbantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk variabel penggunaan AI (102 orang), berpikir kritis (88 orang), dan berpikir kreatif (95 orang). Uji regresi OLS membuktikan pengaruh positif dan signifikan penggunaan AI terhadap berpikir kritis (t hitung) = 7,568 > (t tabel) = 1,970; p = 0,000; (R2) = 19,8%) dan berpikir kreatif (t hitung) = 18,418 > (t tabel) = 1,970; p = 0,000; (R2) = 59,4%). Selanjutnya, uji MANOVA melalui parameter Wilks' Lambda mengonfirmasi pengaruh signifikan secara simultan dari penggunaan AI terhadap kedua variabel tersebut secara serempak (Λ = 0,232; F = 4,720; df = 86; p = 0,000) dengan kontribusi ukuran efek multivariat sebesar 76,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian platform Artificial Intelligence (AI) secara tepat berkontribusi nyata dalam mengoptimalkan kapasitas berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi guna mengoptimalkan kapasitas kognitif mahasiswa

11 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Berdasarkan Graded Response Model Di Kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di SMK N 1 Payakumbuh, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menginterpretasi permasalahan, menganalisis informasi, mengevaluasi penyelesaian, dan menarik kesimpulan. Instrumen penelitian menggunakan soal uraian dengan rubrik penskoran yang menghasilkan data politomus sehingga diperlukan model analisis yang sesuai, yaitu Graded Response Model (GRM). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaiman kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh berdasarkan Graded Response Model (GRM). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh berdasarkan Graded Response Model (GRM). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh Tahun Ajaran 2025/2026 yang berjumlah 114 siswa dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan indikator Facione yamh dinilai menggunakan rubrik penskoran. Data analisis menggunakan Teori Respons Butir (Item Response Theory/IRT) dengan model Graded Response Model (GRM) dengan bantuan program R menggunakan paket mirt. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi unidimensi, estimasi parameter butir, estimasi kemampuan laten ( ), dan klasifikasi kemampuan siswa. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Graded Response Model (GRM), diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh berada pada kategori sedang. Hasil estimasi kemampuan laten menunjukkan rentang nilai dari -2,433 sampai 2,034. Berdasarkan hasil klasifikasi, sebanyak 10 siswa (8,77%) berada pada kategori tinggi, 87 siswa (76,32%) berada pada kategori sedang, dan 17 siswa (14,91%) berada pada kategori rendah. Hasil analisis parameter butir menunjukkan bahwa kedua butir soal memiliki kemampuan diskriminasi yang baik dalam membedakan siswa. Dengan demikian, Graded Response Model (GRM) dapat digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa berdasarkan respons pada setiap kategori.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kemampuan Critical Thinking Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MAN 4 Agam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Nur Azmita Putri NIM 2122044, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026, dengan judul “Pengaruh Kemampuan Critical Thinking Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MAN 4 Agam.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan critical thinking (berpikir kritis) dalam proses pembelajaran abad ke-21 untuk membantu peserta didik menganalisis dan memahami materi secara mendalam, khususnya pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Berdasarkan observasi awal di MAN 4 Agam, kemampuan berpikir kritis peserta didik masih beragam dan sebagian besar hasil belajar Akidah Akhlak belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan critical thinking terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 4 Agam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional/regresi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MAN 4 Agam tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 73 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampel jenuh), sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket sebanyak 20 butir untuk mengukur kemampuan critical thinking (variabel X) dan dokumentasi nilai akhir semester genap untuk mengukur hasil belajar Akidah Akhlak (variabel Y). Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas residual dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan critical thinking peserta didik kelas XI MAN 4 Agam sebagian besar berada pada kategori Sedang yaitu sebanyak 48 peserta didik (65,75%), kategori Tinggi sebanyak 13 peserta didik (17,81%), dan kategori Rendah sebanyak 12 peserta didik (16,44%). Hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik sebagian besar berada pada kategori Sedang yaitu sebanyak 50 peserta didik (68,49%), kategori Tinggi sebanyak 12 peserta didik (16,44%), dan kategori Rendah sebanyak 11 peserta didik (15,07%) dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 82,53. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan critical thinking terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 4 Agam. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,669 yang berada pada kategori hubungan kuat. Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh yaitu Y = 53,237 + 0,384X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu poin kemampuan critical thinking diikuti peningkatan hasil belajar sebesar 0,384 poin. pengujian hipotesis menghasilkan nilai t_"hitung" sebesar 7,581 dengan tingkat signifikansi 0,0000, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Adapun koefisien determinasi (R²) sebesar 0,448 menunjukkan bahwa kemampuan critical thinking memberikan pengaruh sebesar 44,8% terhadap hasil belajar peserta didik, sedangkan 55,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan analisis statistik, data terdistribusi secara normal (Asymp. Sig. 0,200 > 0,05) dan memiliki hubungan linear yang signifikan (Deviation from Linearity Sig. 0,949 > 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan critical thinking terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 4 Agam.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK MEMPREDIKSI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PTIK DI UIN SJECH M.DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi proses pembelajaran di perguruan tinggi. Kemampuan berpikir kritis mahasiswa dapat diidentifikasi melalui hasil penilaian presentasi yang mencerminkan kemampuan menganalisis, mengevaluasi, menyusun argumentasi, dan menyampaikan kesimpulan secara logis. Data hasil penilaian presentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai data historis untuk memprediksi distribusi tingkat kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menerapkan metode Simulasi Monte Carlo untuk memprediksi distribusi tingkat kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berdasarkan data historis hasil penilaian presentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitik berbasis pemodelan dan simulasi Monte Carlo. Populasi penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) angkatan 2023 dan 2024 sebanyak 537 mahasiswa dan sampel sebanyak 474 mahasiswa. Data penelitian berupa data historis hasil penilaian presentasi mahasiswa yang selanjutnya dikelompokkan ke dalam kategori kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah. Tahapan Simulasi Monte Carlo meliputi pembentukan distribusi probabilitas, distribusi probabilitas kumulatif, penentuan interval bilangan acak, pembangkitan bilangan acak menggunakan metode Linear Congruential Generator (LCG), serta pelaksanaan simulasi untuk menghasilkan prediksi distribusi kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Evaluasi hasil simulasi dilakukan menggunakan Historical Data Validation, Mean Absolute Error (MAE), tingkat akurasi, dan expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Simulasi Monte Carlo menghasilkan prediksi distribusi kategori kemampuan berpikir kritis berdasarkan data historis sebanyak 241 mahasiswa pada kategori tinggi, 213 mahasiswa pada kategori sedang, dan 20 mahasiswa pada kategori rendah dari total 474 mahasiswa. Berdasarkan hasil Historical Data Validation, diperoleh nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 4 dengan tingkat akurasi rata-rata sebesar 91,34%, sehingga distribusi hasil simulasi memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi terhadap distribusi data historis. Hasil validasi ahli (expert judgment) memperoleh persentase validitas sebesar 93,33%, yang menunjukkan bahwa metode Simulasi Monte Carlo, tahapan simulasi, serta penggunaan data historis untuk membentuk kategori kemampuan berpikir kritis berada pada kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, metode Simulasi Monte Carlo dinilai layak digunakan sebagai pendekatan dalam memprediksi distribusi kategori kemampuan berpikir kritis berdasarkan data historis hasil penilaian presentasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam Penggunaan AI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam Penggunaan AI” yang disusun oleh Indri Dwi Putri 2622134. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2023 di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dalam penggunaan ChatGPT dan Google Gemini dalam proses pembelajaran yang menimbulkan kekhawatiran akan menurunnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam penggunaan ChatGPT dan Google Gemini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 8 orang mahasiswa bimbingan konseling angkatan 2023 sebagai informan kunci dan 1 orang dosen bimbingan konseling sebagai informan pendukung. Teknik pengambilan sampel menggunakan Snowball Sampling yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dan Google Gemini memberikan dampak yang beragam pada enam indikator berpikir kritis, yaitu fokus, kemampuan menganalisis argumen, kemampuan menyimpulkan, situasi, kejelasan, dan pandangan menyeluruh. Secara positif, kedua teknologi ini membantu mahasiswa memahami materi, menyusun jawaban yang lebih terstruktur, serta memperluas sudut pandang. Namun, ditemukan pula dampak negatif berupa penurunan fokus, kecenderungan menerima informasi tanpa verifikasi, serta ketergantungan terhadap AI yang menghambat proses analisis mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa dampak ChatGPT dan Google Gemini terhadap kemampuan berpikir kritis bersifat ambivalen, yaitu dapat menjadi sarana yang mendukung sekaligus menghambat perkembangan berpikir kritis, tergantung pada cara mahasiswa memanfaatkan teknologi tersebut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ChatGPT dan Google Gemini memiliki peran ganda dalam pembelajaran mahasiswa, yaitu sebagai pendukung sekaligus penghambat kemampuan berpikir kritis. Penggunaan yang bijak, kritis, dan reflektif terbukti mampu meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, dan penyusunan argumen mahasiswa. Sebaliknya, penggunaan yang pasif dan instan cenderung menurunkan kemandirian berpikir dan daya analitis. Oleh karna itu, efektivitas pemanfaatan AI sangat bergantung pada cara mahasiswa menggunakannya.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Berpikir Kritis Pada Siswa Kelas VIII di SMP N 1 Ampek Angkek

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah, khususnya dalam menyelesaikan soal berbentuk essay yang menuntut proses interpretasi, analisis, transformasi, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan observasi awal di SMP N 1 Ampek Angkek, terdapat sebagian besar siswa kelas VIII mengalami kesulitan menyelesaikan soal berpikir kritis, sehingga guru kesulitan menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal berpikir kritis pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 30 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berpikir kritis matematis dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan prosedur Newman. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami kesalahan memahami masalah (80,83%), kesalahan transformasi (51,66%), kesalahan keterampilan proses (76,67%), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (83,33%), dengan kesalahan penulisan jawaban akhir sebagai jenis kesalahan paling dominan. Dapat disimpulkan bahwa kelemahan utama siswa terletak pada tahap pemahaman masalah dan penarikan kesimpulan akhir. Temuan ini berimplikasi pada perlunya guru merancang strategi pembelajaran yang menekankan latihan menuliskan kesimpulan jawaban secara lengkap guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN PENERAPAN DEEP LEARNING DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN INFORMATIKA DI SMPN 9 PARIAMAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Informatika di SMPN 9 Pariaman. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII yang masih menunjukkan kecenderungan menerima informasi secara pasif. Kondisi tersebut menjadi semakin penting untuk dikaji seiring dengan penerapan kebijakan pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mengarahkan pembelajaran mendalam melalui prinsip mindful, meaningful, dan joyful. Namun, kajian kuantitatif yang secara khusus mengukur hubungan antara penerapan pembelajaran mendalam dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Informatika masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMPN 9 Pariaman Tahun Ajaran 2025/2026 yang berjumlah 113 siswa. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling, sehingga diperoleh 53 siswa sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup menggunakan skala Likert. Sebelum digunakan, instrumen terlebih dahulu diuji melalui uji validitas dengan teknik korelasi Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Data penelitian selanjutnya dianalisis melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam memperoleh nilai rata-rata sebesar 94,75 dan termasuk dalam kategori baik. Kemampuan berpikir kritis siswa juga berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 100,47. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,848 dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05). Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat. Koefisien determinasi sebesar 71,91% menunjukkan besarnya kontribusi hubungan antara penerapan pembelajaran mendalam dan kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil tersebut, H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara penerapan Deep Learning dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Informatika di SMPN 9 Pariaman.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai Penguatan Kemampuan Berpikir Kritis di Kelas Unggulan SMPN 1 Candung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aldian Julianto, NIM 2122385 (2026). Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai Penguatan Kemampuan Berpikir Kritis di Kelas Unggulan SMPN 1 Candung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Pembimbing: Dr. Yulia Rahman, MA.Pd. Penelitian ini berangkat dari lemahnya budaya berpikir kritis pelajar di era digital, yang ditandai rendahnya kebiasaan memverifikasi informasi sebelum mempercayainya. Sebagai respons, SMPN 1 Candung menerapkan metode pembelajaran mandiri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas unggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran mandiri pada mata pelajaran PAI di kelas unggulan SMPN 1 Candung; dan (2) menganalisis dampak implementasi tersebut terhadap penguatan kemampuan berpikir kritis siswa.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Waka Kurikulum/Kesiswaan, guru PAI, dan peserta didik kelas unggulan . Analisis data dilakukan dengan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mandiri berlangsung secara terstruktur melalui tahap perencanaan (penyusunan modul ajar dan ATP yang memberi porsi besar pada aktivitas eksplorasi mandiri), pelaksanaan (kegiatan pembuka berupa pertanyaan pemantik, kegiatan inti berbasis lembar eksplorasi dengan guru berperan sebagai fasilitator dan pemberi scaffolding, serta kegiatan penutup berupa refleksi), dan evaluasi .Penelitian ini menggunakan indikator kemandirian berupa percaya diri, tanggung jawab, dan inisiatif terlihat berkembang positif pada siswa . Selanjutnya, implementasi tersebut berdampak pada penguatan kelima indikator berpikir kritis menurut Ennis (1985), yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut, serta strategi dan taktik . Siswa terbukti mulai mampu memfokuskan pertanyaan, menilai kredibilitas sumber, menarik kesimpulan deduktif-induktif, mengevaluasi pemahaman secara metakognitif, dan berargumentasi berbasis bukti dalam diskusi . Disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri pada mata pelajaran PAI di kelas unggulan SMPN 1 Candung berlangsung sistematis dan memberikan dampak positif terhadap penguatan kemampuan berpikir kritis siswa, sebagai hasil sinergi antara perencanaan yang matang, kompetensi pedagogis guru, lingkungan kelas unggulan yang kondusif, dan tingginya motivasi intrinsik siswa .

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perbandingan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Activ Deep Learner Experience (ADLX) Introflex dan Model Inquiry Based Learning pada Pembelajaran PAI di SDIT Cahaya Hati

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini disusun oleh Marta Novika, NIM. 20124007, mahasiswaProgram Studi Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek, Bukittinggi, dengan judul “Perbandingan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model Activ Deep Learner Experience (ADLX) Introflex dan Model Inquiry Based Learning pada Pembelajaran PAI di SDIT Cahaya Hati”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik di SDIT Cahaya Hati, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama dalam literasi baca soal HOTS, yang diduga dipengaruhi oleh penggunaan metode ajar yang belum bervariatif dan kemampuan memahami materi yang masih dangkal. Agar pembelajaran tidak monoton, guru harus menerapkan pendekatan pembelajaran kreatif yang dapat memicu motivasi intrinsik dan pemikiran nalar dengan menggunakan model pembelajaran ADLX INTROFLEX dan model Inquiry Based Learning. Penelitian ini dilandasi oleh teori berfikir kritis Ennis, desain pembelajaran ADLX INTROFLEX oleh Muhammad Bahgat, dan model Inquiry Based Learning oleh Brunner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dalam keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model Active Deep Learner Experience (ADLX) INTROFLEX dan model Inquiry Based Learning (IBL). Penelitian ini melihat interaksi antara kedua variabel tersebut dan kemampuan awal siswa (tinggi dan rendah). Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan quasi eksperimen dan dirancang dengan faktorial. Populasi penelitian adalah semua peserta didik di SDIT Cahaya Hati Bukittinggi, dengan sampel eksperimen kelas VI Arrayyan menggunakan model IBL dan kelas VI Azzakah menggunakan model ADLX INTROFLEX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model ADLX INTROFLEX lebih efektif daripada model IBL pada siswa berkemampuan awal tinggi, dengan hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,049 lebih kecil dari 0,05. (2) Model ADLX INTRFLEX lebih efektif pada siswa berkemampuan awal rendah, dengan hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,032 lebih kecil dari 0,05. (3) Siswa berkemampuan awal rendah menunjukkan hasil yang signifikan, dengan hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,040 lebih kecil dari 0,05, dan (4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan hasil pengujian Two Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,325 lebih besar dari 0,05. Studi ini menemukan bahwa model ADLX INTROFLEX secara konsisten lebih efektif dan unggul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI, baik untuk siswa dengan kemampuan awal rendah maupun tinggi. Keunggulannya terletak pada keterpaduan kurikulum Diknas dan kurikulum Terpadu dari JSIT, dengan tujuan capaian pembelajan SKL Dimensi Kelima SIT elemen cerdas dan bernalar kritis

12 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN MULTISENSORI PADA PEMBELAJARAN PAI DI TK SURYA KIDS BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini disusun oleh Yesi Ulandari, NIM 20124009, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026 dengan judul “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Multisensori pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi tersebut terlihat dari rendahnya kemampuan anak dalam mengamati, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta memberikan alasan sederhana terhadap informasi yang diperoleh selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan anak secara aktif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna, salah satunya melalui pendekatan multisensori. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi. Subjek penelitian berjumlah 20 orang anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan berpikir kritis anak. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penerapan pendekatan multisensori dilakukan dengan melibatkan berbagai indera anak melalui kegiatan melihat gambar, kartu bergambar, dan video pembelajaran Islami (visual), mendengarkan penjelasan guru, cerita keteladanan nabi, dan lagu-lagu Islami (auditori), melakukan permainan edukatif, praktik ibadah, dan kegiatan pembelajaran langsung (kinestetik), serta menggunakan media konkret yang dapat disentuh dan dimanipulasi anak (taktil). Melalui pengalaman belajar tersebut, anak didorong untuk mengamati, bertanya, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, serta memberikan alasan sederhana terhadap materi yang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multisensori mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Persentase kemampuan berpikir kritis anak pada tahap pra tindakan sebesar 40,28%, meningkat menjadi 61,91% pada Siklus I, dan meningkat kembali menjadi 76,06% pada Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan sebesar 75% telah tercapai. Peningkatan kemampuan berpikir kritis terlihat dari semakin aktifnya anak dalam mengamati, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan memberikan alasan sederhana terhadap materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi.

15 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PAI-BP DI UPTD SMPN 3 KECAMATAN HARAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FITRI J FATMI S, 20124054, Tesis “Perbandingan Kemampuan berpikir Kritis Menggunakan Model Think Pair Share Dan Problem Based Learning Pada Pembelajaran PAI-BP Di UPTD SMPN 3 Kecamatan Harau” Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Buktinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan berpikir kritis yang merupakan kompetensi esensial abad ke-21 dan tuntutan pembelajaran HOTS, namun realitas di UPTD SMPN 3 Kecamatan Harau menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII pada mata pelajaran PAI-BP masih rendah. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered) dan berbasis hafalan, sehingga siswa cenderung pasif. Sebagai solusi, diperlukan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa, seperti Think Pair Share (TPS) dan Problem Based Learning (PBL). Oleh karena itu, penelitian kuantitatif ini penting dilakukan untuk membandingkan dan memberikan bukti empiris mengenai model pembelajaran mana yang lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain Non-Equivalent Control Group Design di UPTD SMPN 3 Kecamatan Harau TA 2025/2026. Variabel penelitian terdiri atas model Think Pair Share (TPS) dan Problem Based Learning (PBL) sebagai variabel bebas, serta keterampilan berpikir kritis siswa sebagai variabel terikat. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes uraian, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene's statistic), uji Paired Sample T-test, dan uji Independent Sample T-test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa, dibuktikan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05; (2) penerapan model Problem Based Learning (PBL) juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05; dan (3) tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara penggunaan model TPS dan model PBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran PAI-BP, yang ditunjukkan oleh hasil uji Mann-Whitney U dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,274 > 0,05. Dengan demikian, kedua model pembelajaran inovatif ini sama-sama efektif dan dapat menjadi alternatif yang setara untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis peserta didik.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Literasi Digital dengan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rista Febrianti (NIM. 2122488). "Hubungan Literasi Digital dengan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh". Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada era digital, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menghadapkan siswa pada beragam informasi keagamaan dari sumber digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan signifikan serta seberapa besar hubungan literasi digital dengan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 134 siswa kelas XI jurusan kuliner SMKN 3 Payakumbuh, dengan sampel sebanyak 57 orang yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa angket literasi digital (24 item pernyataan) dan tes esai berpikir kritis (5 butir soal) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dengan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,988 yang termasuk dalam kategori sangat kuat dan bersifat searah; (2) Besarnya kontribusi literasi digital terhadap berpikir kritis siswa adalah 97,7% (R² = 0,977), sedangkan 2,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Tingkat literasi digital siswa berada pada kategori sangat tinggi (mean 83,79), sedangkan tingkat berpikir kritis siswa berada pada kategori tinggi (mean 14,79). Dengan demikian, H₁ diterima dan H₀ ditolak. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi digital, khususnya pada indikator evaluasi konten informasi, perlu menjadi prioritas dalam pembelajaran PAI untuk mengoptimalkan nalar kritis keagamaan siswa. Guru disarankan mengintegrasikan eksplorasi sumber digital dan latihan verifikasi informasi secara sistematis, sementara sekolah perlu memfasilitasi program literasi digital dan merevisi kurikulum PAI dengan memasukkan kompetensi literasi digital secara eksplisit guna membekali siswa menghadapi arus informasi keagamaan di era digital.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISKURSUS MULTY REPRECENTACY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS N 6 AGAM

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini disusun oleh Shinta Andrianti, Nim: 2121252. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. skripsi ini berjududl “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISKURSUS MULTY REPRECENTACY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs N 6 AGAM” Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terdapat di kelas VIII MTs N 6 Agam yaitu kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa karena proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Diantaranya Kesulitan siswa dalam memahami makna atau arti dari materi yang dipelajari dan Kesulitan siswa dalam memecahkan permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalah tersebut menggunakan model Diskursus Multy Reprecentacy. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh Model Pembelajaran Diskursus Multy Reprecentacy Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Mts N 6 Agam. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian Pretes Postest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTS N 6 Agam. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.7 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.8 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir Kritis berupa tes essay, dengan teknik analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis data tes kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan Paired Samples T-Test yang menunjukkan nilai signifikansi (p-value) .000. nilai ini jauh lebih kecil dari 0,05, yang menjadi dasar kuat untuk menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha) bahwa ada pengaruh signifikan. Kemudian uji Indepent Samples T-Test juga memperkuat kesimpulan ini dimana hasil 0,018 > 0,05 maka dinyatakan terdapat pengaruh pengunaan model Diskursus Multy Reprecentacy Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis siswa.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI SMKN 2 Padang Panjang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tiara Monika/2421072/2025 : “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI SMKN 2 Padang Panjang.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi oleh guru serta rendahnya keterlibatan aktif siswa, yang mengakibatkan kejenuhan dalam proses belajar matematika. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain The Static Group Comparison. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang yang terdiri dari enam kelas berjumlah 166 siswa. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak dua kelas, yaitu kelas XI RPL sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKJ 1 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis, dengan analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan uji analisis diperoleh data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf  = 0,05 dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai t_hitung>t_tabel yaitu 9,3403>1,673. Begitu juga dengan pengujian pada Software Minitab yang diperoleh p-value  = 0,05 yaitu p-value = 0,042 yang menyebabkan H_0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Baso

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siti Noor Diana / 2421079 / 2025: “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Baso” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Hal ini terlihat dari hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu menyelesaikan soal-soal matematika yang menuntut kemampuan berpikir kritis secara optimal. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Problem Posing. Model ini menuntut siswa untuk aktif mengajukan dan menyelesaikan masalah sehingga mampu melatih kemampuan berpikir kritisnya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apakah model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso? Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso. Hipotesis dalam penelitian adalah terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso”. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Baso yang terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling sehingga diperoleh kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dan X.3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis yang mencakup empat indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5% setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf nyata \alpha=0,05 dengan menggunakan uji-t, diperoleh t_{hitung}=3,371 dan t_{tabel}=1,667 dimana t_{hitung}>t_{tabel}. Sedangkan dengan menggunakan software minitab diperoleh {P-}_{value}=0,001 yang artinya {P-}_{value}\alpha dengan taraf nyata \alpha=0,05, sehingga berdasarkan hasil tersebut tolak H_0 dan terima H_1, serta hasil tersebut terdapat pengaruh yang signifikan. Karena adanya perbedaan tersebut, jadi dapat disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso”. Kata Kunci: Problem Posing, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Pembelajaran Matematika

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMSTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PELAJARAN PAI KELAS V SDI DARUL MAKMUR

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran Probing Prompting terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDI Darul Makmur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang teridentifikasi melalui observasi awal dan hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran konvensional, seperti ceramah, kurang efektif dalam merangsang pemikiran kritis siswa. Oleh karena itu, model Probing Prompting dipilih sebagai intervensi yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan dua kelompok: kelas eksperimen yang menerapkan model Probing Prompting dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji independent samples t-test untuk membandingkan hasil antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat penurunan skor rata-rata dari pretest ke posttest di kedua kelompok, analisis komparatif menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,044 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran Probing Prompting memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa PAI. Kelas eksperimen menunjukkan skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, menegaskan efektivitas model ini dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Probing Prompting dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembelajaran PAI, membantu siswa beralih dari pola berpikir hafalan menuju keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa keterbatasan, termasuk anomali dalam hasil skor dan generalisasi temuan. Oleh karena itu, saran diberikan untuk pengembangan profesional guru dan penelitian lebih lanjut yang dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Probing Prompting, Berpikir Kritis, Pendidikan Agama Islam, Siswa Sekolah Dasar.

7 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MANAJEMEN PEMBELAJARAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMPN 1 VII KOTO SUNGAI SARIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Tesis “Pengaruh Manajemen Pembelajaran Dan Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman” Tesis ini disusun oleh Muaddyl Akhyar NIM 10223011 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang manajemen pembelajaran PAI, efikasi diri siswa, dan kemampuan berpikir kritis siswa masih belum optimal. Kurikulum merdeka yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa sering kali tidak terlaksana sesuai harapan, dengan metode pengajaran monoton dan evaluasi yang berfokus pada hasil kuantitatif. Efikasi diri siswa juga rendah, ditandai dengan kurangnya semangat belajar, kepercayaan diri, dan kesadaran untuk belajar mandiri. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa masih minim, terlihat dari kurangnya keaktifan, kesulitan memahami inti materi, dan dominasi pembelajaran berbasis hafalan yang tidak aplikatif. Faktor-faktor ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam pendekatan pengajaran, dorongan untuk meningkatkan efikasi diri siswa, dan penerapan metode yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 424 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 196 orang siswa di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. Teknik analisis data prasyarat yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Kemudian Uji Hipotesis adalah analisis regresi linier berganda, uji F, dan Uji Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran guru berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, yang ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 14,297 lebih besar dari ttabel 1,653 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square sebesar 0,513 menunjukkan bahwa sebesar 51,3% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh manajemen pembelajaran guru. Selanjutnya, efikasi diri siswa juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, dengan nilai thitung sebesar 28,994 lebih besar dari ttabel 1,653 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square sebesar 0,812 mengindikasikan bahwa sebesar 81,2% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh efikasi diri. Secara simultan, manajemen pembelajaran guru dan efikasi diri siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai Fhitung sebesar 461,398 yang lebih besar dari Ftabel 3,13 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sementara itu, nilai R Square sebesar 0,827 menunjukkan bahwa sebesar 82,7% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama, sedangkan sisanya sebesar 17,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran guru dan efikasi diri siswa merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di tingkat sekolah menengah pertama.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail