Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN MULTISENSORI PADA PEMBELAJARAN PAI DI TK SURYA KIDS BUKITTINGGI

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan Agama Islam - S2•14 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Tesis ini disusun oleh Yesi Ulandari, NIM 20124009, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026 dengan judul “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Multisensori pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi tersebut terlihat dari rendahnya kemampuan anak dalam mengamati, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta memberikan alasan sederhana terhadap informasi yang diperoleh selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan anak secara aktif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna, salah satunya melalui pendekatan multisensori. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi. Subjek penelitian berjumlah 20 orang anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan berpikir kritis anak. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penerapan pendekatan multisensori dilakukan dengan melibatkan berbagai indera anak melalui kegiatan melihat gambar, kartu bergambar, dan video pembelajaran Islami (visual), mendengarkan penjelasan guru, cerita keteladanan nabi, dan lagu-lagu Islami (auditori), melakukan permainan edukatif, praktik ibadah, dan kegiatan pembelajaran langsung (kinestetik), serta menggunakan media konkret yang dapat disentuh dan dimanipulasi anak (taktil). Melalui pengalaman belajar tersebut, anak didorong untuk mengamati, bertanya, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, serta memberikan alasan sederhana terhadap materi yang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multisensori mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Persentase kemampuan berpikir kritis anak pada tahap pra tindakan sebesar 40,28%, meningkat menjadi 61,91% pada Siklus I, dan meningkat kembali menjadi 76,06% pada Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan sebesar 75% telah tercapai. Peningkatan kemampuan berpikir kritis terlihat dari semakin aktifnya anak dalam mengamati, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan memberikan alasan sederhana terhadap materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi.

Kata kunci

Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Pendekatan Multisensori, Pendidikan Agama Islam, Anak Usia Dini.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN MULTISENSORI PADA PEMBELAJARAN PAI DI TK SURYA KIDS BUKITTINGGI2026 · oai:ais:skripsi:20135

Publikasi terkait