ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di SMK N 1 Payakumbuh, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menginterpretasi permasalahan, menganalisis informasi, mengevaluasi penyelesaian, dan menarik kesimpulan. Instrumen penelitian menggunakan soal uraian dengan rubrik penskoran yang menghasilkan data politomus sehingga diperlukan model analisis yang sesuai, yaitu Graded Response Model (GRM). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaiman kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh berdasarkan Graded Response Model (GRM). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh berdasarkan Graded Response Model (GRM). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh Tahun Ajaran 2025/2026 yang berjumlah 114 siswa dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan indikator Facione yamh dinilai menggunakan rubrik penskoran. Data analisis menggunakan Teori Respons Butir (Item Response Theory/IRT) dengan model Graded Response Model (GRM) dengan bantuan program R menggunakan paket mirt. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi unidimensi, estimasi parameter butir, estimasi kemampuan laten ( ), dan klasifikasi kemampuan siswa. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Graded Response Model (GRM), diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X PM SMK N 1 Payakumbuh berada pada kategori sedang. Hasil estimasi kemampuan laten menunjukkan rentang nilai dari -2,433 sampai 2,034. Berdasarkan hasil klasifikasi, sebanyak 10 siswa (8,77%) berada pada kategori tinggi, 87 siswa (76,32%) berada pada kategori sedang, dan 17 siswa (14,91%) berada pada kategori rendah. Hasil analisis parameter butir menunjukkan bahwa kedua butir soal memiliki kemampuan diskriminasi yang baik dalam membedakan siswa. Dengan demikian, Graded Response Model (GRM) dapat digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa berdasarkan respons pada setiap kategori.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tiara Monika/2421072/2025 : “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI SMKN 2 Padang Panjang.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi oleh guru serta rendahnya keterlibatan aktif siswa, yang mengakibatkan kejenuhan dalam proses belajar matematika. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain The Static Group Comparison. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang yang terdiri dari enam kelas berjumlah 166 siswa. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak dua kelas, yaitu kelas XI RPL sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKJ 1 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis, dengan analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan uji analisis diperoleh data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf = 0,05 dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai t_hitung>t_tabel yaitu 9,3403>1,673. Begitu juga dengan pengujian pada Software Minitab yang diperoleh p-value = 0,05 yaitu p-value = 0,042 yang menyebabkan H_0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMKN 2 Padang Panjang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siti Noor Diana / 2421079 / 2025: “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Baso” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Hal ini terlihat dari hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu menyelesaikan soal-soal matematika yang menuntut kemampuan berpikir kritis secara optimal. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Problem Posing. Model ini menuntut siswa untuk aktif mengajukan dan menyelesaikan masalah sehingga mampu melatih kemampuan berpikir kritisnya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apakah model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso? Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso. Hipotesis dalam penelitian adalah terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso”. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Baso yang terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling sehingga diperoleh kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dan X.3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis yang mencakup empat indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5% setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf nyata \alpha=0,05 dengan menggunakan uji-t, diperoleh t_{hitung}=3,371 dan t_{tabel}=1,667 dimana t_{hitung}>t_{tabel}. Sedangkan dengan menggunakan software minitab diperoleh {P-}_{value}=0,001 yang artinya {P-}_{value}\alpha dengan taraf nyata \alpha=0,05, sehingga berdasarkan hasil tersebut tolak H_0 dan terima H_1, serta hasil tersebut terdapat pengaruh yang signifikan. Karena adanya perbedaan tersebut, jadi dapat disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso”. Kata Kunci: Problem Posing, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Pembelajaran Matematika
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi, berdasarkan hasil observasi dan rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Diduga hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan model yang diterapkan belum bervariasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah kemampuan belajar matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) lebih baik dari pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi yang berjumlah 9 kelas. Pengambilan sampel ditentukan secara acak terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII B kelas eksperimen dan siswa kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Data diolah menggunakan analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa diperoleh t_hitung=1,94>1,67=ttabel. Karena thitung>ttabel maka H0 ditolak. Hasil ini diperkuat juga oleh perhitungan menggunakan software minitab, diperoleh P value=0,03 0,05=α. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Reza Reski / 2420058 : “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahn yang terjadi di kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok, yaitu masih banyaknya siswa yang kurang memahami soal yang diberikan guru serta kemampuan berpikir kritisnya yang rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa disebabkan karena adanya tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematisnya. Hal ini dapat dilihat pada persentase nilai kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswwa kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XI Fase F1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Fase F3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang berupa soal essay. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf nyata dengan menggunakan uji-t, diperoleh dan dimana . Sedangkan dengan menggunakan Software Minitab diperoleh yang artinya dengan taraf nyata , sehingga berdasarkan hasil tersebut tolak dan terima , sehingga hasil tersebut terdapat perbedaan yang signifikan. Karena adanya perbedaan tersebut jadi dapat disimpulkan bahwa “Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Solving lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi di MTsN 11 Agam, berdasarkan hasil observasi masih banyak siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis diduga karena dipengaruhi oleh motivasi belajar matematika siswa. Hal ini terlihat dari siswa yang kurang aktif, malas, dan sedikitnya siswa yang memiliki harapan ingin berhasil dalam belajar matematika. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil rumusan masalah apakah terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII MTs N 11 Agam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTsN 11 Agam. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah “Terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTsN 11 Agam Tahun Ajaran 2023/2024.” Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto dengan jenis penelitian korelasi (causal research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 124 siswa di MTs N 11 Agam. Populasi dilakukan uji Normalitas dan Homogenitas terlebih dahulu sebelum penarikan sampel, setelah dilakukan uji tersebut didapatkan populasi bersdistribusi normal dan homogen. Sampel pada penelitian ini diambil secara acak atau Simple Random Sampling sebanyak 38 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar matematika dan soal tes kemampuan berpikir kritis matematis. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah Analisis Regresi Sederhana. Dari hasil analisis data menunjukkan persamaan regresi antara motivasi belajar matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTsN 11 Agam yaitu dengan korelasi sebesar 0,626 dan koefisien determinasi 39,2%. Hasil pengujian hipotesis diperoleh yaitu 4,819 > 2,028, serta hasil SPSS diperoleh signifikan 0,00 dan nilai , sehingga diperoleh . Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII MTsN 11 Agam Tahun Pelajaran 2023/2024.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nadira Safira (2419114) : Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Bukittinggi Penelitian ini dilatar belakangi karena permasalahan yang ditemukan di kelas VII SMP N 4 Bukittinggi bahwa rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa, hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai ulangan harian yang diberikan guru matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam pembelajaran matematika pada kelas VII SMP Negeri 4 Bukittinggi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 4 Bukittinggi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 4 Bukittinggi”. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 286 siswa SMP N 4 Bukittinggi. Sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah 43 siswa dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kecemasan matematika dan soal tes kemampuan berpikir kritis matematis .Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi serta regresi linier sederhana. Dalam penelitian ini untuk melakukan pengujian hipotesis sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji linearitas, selanjutnya peneliti menentukan koefesien korelasi, koefesien determinanasi dan menggunakan persamaan regresi sederhana dengan , yang artinya kecemasan matematika memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Dengan kekuatan hubungan kecemasan matematika dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang ditunjukkan oleh koefesien korelasi dengan taraf signifikan diperoleh koefesien determinasi sebesar . Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 4 Bukittinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas VIII MTsS Asy-Syarif Koto Laweh yaitu kurangnya media pembelajaran, LKPD yang digunakan belum melatih kemampuan berpikir kritis, LKPD yang ada di sekolah adalah LKPD yang dibuat oleh pendidik yang belum sesuai dengan pendekatan saintifik dan karakteristik peserta didik sehingga mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik hanya berkisar antara 31,57% sampai 44,45%. Mengatasi hal itu, maka peneliti mencoba mengembangkan media pembelajaran untuk membantu dalam melatih kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik. Salah satu media yang dikembangkan adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Pendekatan Saintifik untuk melatih kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis pendekatan saintifik untuk melatih kemampuan berpikir kritis matematis di kelas VIII MTsS Asy-Syarif Koto Laweh Tahun Pelajaran 2023/2024 yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Reseach and Develompment (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono. Uji validitas dilihat dari lembar validasi yang terdiri dari lima validator yaitu ahli materi, ahli teknologi pendidikan dan ahli bahasa, kemudian diperbaiki sesuai saran-saran validator. Uji praktikalitas dilihat dari angket respon peserta didik dan uji efektifitas dilihat dari hasil belajar peserta didik berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengemukakan hasil penelitian ini adalah 1) Analisis Data Validitas, 2) Analisis Praktikalitas, dan 3) Analisis Efektifitas. Berdasarkan penelitian pengembangan yang telah dilakukan maka diperoleh LKPD dengan tingkat kevalidan 84,2% berapa pada kriteria sangat valid, untuk tingkat kepraktisan yaitu 82,33% berada pada kriteria sangat praktis, dan untuk tingkat keefektifan yaitu 78,94% berada pada kriteria efektif. Dapat disimpulkan bahwa LKPD Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Matematis di Kelas VIII MTsS Asy-Syarif Koto Laweh Tahun Pelajaran 2023/2024 yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tuti Mardiati (2415.070): “Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Di Kelas VIII SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota”. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII di SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota, hal ini terlihat dari banyaknya rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada ulang harian 1 dibawah 62,5, dimana persentase kemampuan berpikir kritis siswa dibawah 62,5 berkisar 69,23% sampai 77,78%. Berdasarkan kategori persentase kemampuan berpikir kritis matematis adaptasi setyowati dalam jurnal karim rata-rata tersebut dikategorikan rendah. Hal ini diduga penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa adalah proses pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana siswa hanya sebagai pendengar tanpa mengeksplor kemampuan mereka. Sehingga kemampuan dan pola pikir siswa kurang terasah. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba melakukan penelitian dengan menerapkan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan pendekatan Pendidikan Matematika realistik (PMR) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII di SMPN 1 kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota. Hipotesis dari penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu The Statistic Group Comparison Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPN 1 kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 80 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII1 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil tes akhir dihitung menggunakan uji-t diperoleh thitung = 3,45 dan ttabel = 1,67 dimana t_(hitung )> t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa “Kemampuan Berpikir kritis Matematis siswa dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Kec. Gunuang Omeh Kab. Lima Puluh Kota”.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi peneliti pada tanggal 17 Mei 2018 di SMP N 1 Ampek Angkek. Peneliti mengamati bahwa siswa/i banyak yang bermain game online yaitu sebanyak 49,8% umumnya mereka melupakan tugas dan kewajiban mereka sebagai pelajar dan pada akhirnya membawa dampak buruk bagi siswa tersebut. Walaupun tidak sedikit dari mereka yang merupakan pemain game online tidak melupakan tugas sekolah mereka sebagai seorang pelajar. Bahkan siswa yang bermain game online masih mendapatkan nilai yang terbilang bagus dan memuaskan. Siswa yang bermain game online terkadang memiliki pikiran sendiri yang menyebabkan dia bisa mengambil suatu keputusan yang lebih tepat dan lebih berfikir kritis untuk menentukan suatu pilihan karena mereka sudah sering menggunakan beberapa strategi yang terdapat dalam game online yang dimainkannya. Karena itulah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan game online terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan signifikan game online terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP N 1 Ampek Angkek? Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan signifikan game online terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP N 1 Ampek Angkek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa yang bermain game online yaitu sebanyak 114 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 29 siswa atau 25% dari jumlah populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket dan uji tes kemampuan berpikir kritis yang digunakan untuk mengetahui hubungan game online terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh r_hitung = 0,0688 dengan t_hitung= 0,35844, maka diterima H_0 serta koefisien determinasi sebesar 0,47%. Dapat disimpulkan bahwa game online memiliki hubungan tapi tidak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Adapun tingkat hubungan kedua variabel penelitian ini berdasarkan interpretasi koefisien korelasi nilai r yaitu pada tingkat 0,000,0680,199 sehingga korelasi antara kedua variabel sangat rendah atau sangat lemah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DESMIANTI/2414.056/2018 : “Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Menggunakan Metode Discovery Learning di Kelas X IPA SMAN 1 Bonjol Tahun Pelajaran 2017/2018” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi peneliti pada tanggal 10 Februari 2018. Peneliti mengamati bahwa dalam pembelajaran lebih terpusat kepada guru, aktivitas siswa kurang optimal dalam proses pembelajaran, guru kurang melibatkan siswa dalam menemukan sendiri konsep/ informasi/ pola-pola dan struktur matematika yang telah ditemukan hasil belajar siswa masih banyak di bawah KKM, dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kurang berkembang. Dalam hal ini dilihat dari nilai Ulangan Harian I semester I dan nilai tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa tahun pelajaran 2017/2018 di kelas X IPA SMAN 1 Bonjol. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode Discovery Learning. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode Discovery Learning lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMAN 1 Bonjol Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode Discovery Learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMAN 1 Bonjol Tahun Pelajaran 2017/2018. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery Learning lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMAN 1 Bonjol Tahun Pelajaran 2017/2018”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMAN 1 Bonjol tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan secara acak setelah terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang berupa tes essay. Teknik analisis data kemampuan berpikir kritis matematis adalah dengan menggunakan uji t yang diperkuat dengan Software Minitab. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan t_hitung=4,59 dan t_tabel=1,67 serta P_value= 0,000 dan α = 0,05. Karena t_hitung >t_tabel dan P_value 0,05, sehingga H0 ditolak dan terima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa “Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery Learning lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMAN 1 Bonjol Tahun Pelajaran 2017/2018”.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wiwi Afrida Defri. 2412.012, ” Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VIII2 Di SMP N 1 Rao Tahun Pelajaran2017/2018.” Jurusan Pendidikan Matematika. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan . IAIN Bukittinggi. 2018 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih rendah terhadap materi yang diberikan dalam pembelajaran matematika. Hal ini terlihat dari kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diambil dari satu buah soal UH siswa kelas VIII yang terdaftar pada kelas VIII SMP N 1 Rao tahun pelajaran 2017/2018, belum menampakkan indikator kemampuan berpikir kritis diantaranya yaitu interpretasi, analisis, evaluasi dan kesimpulan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII.2 SMP N 1 Rao Tahun Pelajaran 2017/2018?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII.2 SMP N 1 Rao tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII2 SMP N 1 Rao yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data adalah tes akhir kemampuan berpikir kritis matematis. Data yang terkumpul dianalisis dengan prosedur analisis hasil kerja, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa secara umum kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII.2 berjumlah 23 orang SMPN 1 Rao tergolong dalam kategori sangat rendah dengan rata-rata keseluruhan 30,815. Jika terlihat secara distribusinya yaitu terdapat 2 orang siswa (8,69%) dengan kategori sedang, sedangkan 5 orang siswa (21,73%) dengan kategori rendah dan 16 orang siswa (69,56%) dengan kategori sangat rendah. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Deskriptif Kuantitatif