Abstrak
Judul Tesis “Pengaruh Manajemen Pembelajaran Dan Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman” Tesis ini disusun oleh Muaddyl Akhyar NIM 10223011 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang manajemen pembelajaran PAI, efikasi diri siswa, dan kemampuan berpikir kritis siswa masih belum optimal. Kurikulum merdeka yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa sering kali tidak terlaksana sesuai harapan, dengan metode pengajaran monoton dan evaluasi yang berfokus pada hasil kuantitatif. Efikasi diri siswa juga rendah, ditandai dengan kurangnya semangat belajar, kepercayaan diri, dan kesadaran untuk belajar mandiri. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa masih minim, terlihat dari kurangnya keaktifan, kesulitan memahami inti materi, dan dominasi pembelajaran berbasis hafalan yang tidak aplikatif. Faktor-faktor ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam pendekatan pengajaran, dorongan untuk meningkatkan efikasi diri siswa, dan penerapan metode yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 424 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 196 orang siswa di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. Teknik analisis data prasyarat yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Kemudian Uji Hipotesis adalah analisis regresi linier berganda, uji F, dan Uji Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran guru berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, yang ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 14,297 lebih besar dari ttabel 1,653 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square sebesar 0,513 menunjukkan bahwa sebesar 51,3% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh manajemen pembelajaran guru. Selanjutnya, efikasi diri siswa juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, dengan nilai thitung sebesar 28,994 lebih besar dari ttabel 1,653 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square sebesar 0,812 mengindikasikan bahwa sebesar 81,2% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh efikasi diri. Secara simultan, manajemen pembelajaran guru dan efikasi diri siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai Fhitung sebesar 461,398 yang lebih besar dari Ftabel 3,13 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sementara itu, nilai R Square sebesar 0,827 menunjukkan bahwa sebesar 82,7% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama, sedangkan sisanya sebesar 17,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran guru dan efikasi diri siswa merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di tingkat sekolah menengah pertama.