Abstrak
Rista Febrianti (NIM. 2122488). "Hubungan Literasi Digital dengan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh". Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada era digital, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menghadapkan siswa pada beragam informasi keagamaan dari sumber digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan signifikan serta seberapa besar hubungan literasi digital dengan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 134 siswa kelas XI jurusan kuliner SMKN 3 Payakumbuh, dengan sampel sebanyak 57 orang yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa angket literasi digital (24 item pernyataan) dan tes esai berpikir kritis (5 butir soal) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dengan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI di SMKN 3 Payakumbuh, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,988 yang termasuk dalam kategori sangat kuat dan bersifat searah; (2) Besarnya kontribusi literasi digital terhadap berpikir kritis siswa adalah 97,7% (R² = 0,977), sedangkan 2,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Tingkat literasi digital siswa berada pada kategori sangat tinggi (mean 83,79), sedangkan tingkat berpikir kritis siswa berada pada kategori tinggi (mean 14,79). Dengan demikian, H₁ diterima dan H₀ ditolak. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi digital, khususnya pada indikator evaluasi konten informasi, perlu menjadi prioritas dalam pembelajaran PAI untuk mengoptimalkan nalar kritis keagamaan siswa. Guru disarankan mengintegrasikan eksplorasi sumber digital dan latihan verifikasi informasi secara sistematis, sementara sekolah perlu memfasilitasi program literasi digital dan merevisi kurikulum PAI dengan memasukkan kompetensi literasi digital secara eksplisit guna membekali siswa menghadapi arus informasi keagamaan di era digital.