PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASROOM TERHADAP KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM KELAS VIII DI SMP 2 SAWAHLUNTO
Fadilatul Hasanah, (2122280): “Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Clasroom Terhadap Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Agama Islam Kelas VIII Di SMPN 2 Sawahlunto” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawahlunto. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model Flipped Classroom memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi sebelum pembelajaran di kelas, sehingga waktu di kelas dapat dimanfaatkan untuk diskusi, pemecahan masalah, dan aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawahlunto, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawahlunto. Yang dimana antara nilai pretest dan posttest sebesar -6,926. Nilai negatif tersebut menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest lebih tinggi dibandingkan nilai pretest, sehingga terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan. Selain itu, nilai standar deviasi sebesar 8,471 menunjukkan bahwa variasi selisih nilai antar peserta didik tergolong sedang, sedangkan nilai standard error mean sebesar 1,630 menunjukkan bahwa rata-rata selisih yang diperoleh memiliki tingkat ketelitian yang cukup baik. Hasil 95% Confidence Interval of the Difference berada pada rentang -10,277 hingga -3,575, yang seluruhnya bernilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan nilai yang terjadi bersifat konsisten dan perbedaan rata-rata tersebut benar-benar ada pada populasi. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Flipped Classroom memperoleh hasil kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Flipped Classroom dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.