Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Manajemen Pembelajaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN KEISLAMANAN BERBASIS MODUL PADA MATA PELAJARAN BAHASA JEPANG DI SMA AGAM SUMATERA BARAT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan oleh Yusra (NIM. 10223021) dengan tujuan untuk mengembangkan manajemen pembelajaran berbasis nilai-nilai keislaman dalam mata pelajaran Bahasa Jepang di tingkat SMA di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya integrasi nilai keislaman dalam proses pendidikan, termasuk dalam mata pelajaran non-agama seperti Bahasa Jepang, mengingat peran agama Islam yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pengelolaan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi dokumen. Prosedur analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah modul pembelajaran Bahasa Jepang berbasis nilai-nilai keislaman yang telah dikembangkan dan diuji. Modul ini dirancang untuk mengintegrasikan konten kebahasaan dengan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama, yang sesuai dengan konteks budaya lokal dan kebutuhan peserta didik. Pengembangan modul ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas manajemen pembelajaran dan menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum di sekolah Islam terpadu maupun sekolah umum yang ingin menerapkan pendidikan berbasis nilai. Modul ini valid (0,79) praktis dan efektif

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MANAJEMEN PEMBELAJARAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMPN 1 VII KOTO SUNGAI SARIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Tesis “Pengaruh Manajemen Pembelajaran Dan Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman” Tesis ini disusun oleh Muaddyl Akhyar NIM 10223011 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang manajemen pembelajaran PAI, efikasi diri siswa, dan kemampuan berpikir kritis siswa masih belum optimal. Kurikulum merdeka yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa sering kali tidak terlaksana sesuai harapan, dengan metode pengajaran monoton dan evaluasi yang berfokus pada hasil kuantitatif. Efikasi diri siswa juga rendah, ditandai dengan kurangnya semangat belajar, kepercayaan diri, dan kesadaran untuk belajar mandiri. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa masih minim, terlihat dari kurangnya keaktifan, kesulitan memahami inti materi, dan dominasi pembelajaran berbasis hafalan yang tidak aplikatif. Faktor-faktor ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam pendekatan pengajaran, dorongan untuk meningkatkan efikasi diri siswa, dan penerapan metode yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 424 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 196 orang siswa di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. Teknik analisis data prasyarat yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Kemudian Uji Hipotesis adalah analisis regresi linier berganda, uji F, dan Uji Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran guru berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, yang ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 14,297 lebih besar dari ttabel 1,653 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square sebesar 0,513 menunjukkan bahwa sebesar 51,3% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh manajemen pembelajaran guru. Selanjutnya, efikasi diri siswa juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, dengan nilai thitung sebesar 28,994 lebih besar dari ttabel 1,653 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square sebesar 0,812 mengindikasikan bahwa sebesar 81,2% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh efikasi diri. Secara simultan, manajemen pembelajaran guru dan efikasi diri siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai Fhitung sebesar 461,398 yang lebih besar dari Ftabel 3,13 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sementara itu, nilai R Square sebesar 0,827 menunjukkan bahwa sebesar 82,7% kemampuan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama, sedangkan sisanya sebesar 17,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran guru dan efikasi diri siswa merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di tingkat sekolah menengah pertama.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PEMBELAJARAN FIQIH DI PONDOK PESANTREN ASHHABUL YAMIN KANAGARIAN LASI KECAMATAN CANDUANG

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tesis ini atas nama MUHAMMAD KHAIRUL MIFTAH NIM. 2011.5028, dengan judul “MANAJEMEN PEMBELAJARAN FIQIH DI PESANTREN ASHHABUL YAMIN KENAGARIAN LASI KECAMATAN CANDUANG”. Studi pendidikan agama islam Pascasarjana IAIN Bukittnggi taun 2018. Pemilihan judul ini dilatar belakangi oleh fenomena yang ada yaitu Pondok Pesantren Ashhabul Yamin salah satu pondok pesantren yang unggul dalam penguasaan kitab kuning (pelajaran pondok) di kabupaten Agam, ini terbukti dari prestasi yang diperoleh siswa, banyak siswa pondok Pesantren Ashhabul Yamin yang mendapatkan juara 1 dan mendapat jura umum untuk kabupaten agam dalam kegiatan masbaqah qiraati kutub (MQK), siswa pondok pesantren ashhabul yamin mendapat juara 1 dalam kegiatan perlombaan yang diadakan oleh DPD PKS sumatera barat tahun 2018. Keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari menajemen pembelajaran yang dilakukan. Siswa pondok pesantren Ashhabul Yamin mampu mengusaai ilmu fiqih yang bersumber dari kitab Fathul Qarib, Ianathutthalibin dan Mahalli. Berdasarkan fenomena di atas maka rumusan masalahnya adalah bagaimana manajemen pembelajaran fiqih di Pesantren Ashhabul Yamin. Penelitian ini merupakan field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena yang ada. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan wawancara. Sumber data dan informan penelitian adalah guru mata pelajaran fiqih kelas X, XI dan XII dan siswa kelas X, XI dan XII. Data yang ditemukan kemudian dianalisis secara berurutan dan instruksionis yang terdiri dari pengumpulan data sekaligus reduksi data, menyajikan data (display data) dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian yang penulis temukan tentang manajemen pembelajaran fiqih adalah sebagai beikut: 1) Perencanaan pembelajaran Fiqih kelas X, XI dan XII belum ada dibuat secara tertulis, guru hanya melakukan perencanaan berdasarkan berdasarkan istruksi yang dberikan sekolah untuk meguasai meteri pelajaran dengan mentelaah materi pembelajaran dengan kitab yang telah ditentukan. 2) Pengorganisasian (organizing) pembelajaran Fiqih kelas X, XI dan XII, Pengelompokan mata pelajaran Fiqih dari segi proses pembelajaran dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu 1. Membaca matan ( memberi harkat kitab yang tidak berbaris), 2. Mengikrab( mejelaskan bacaan sesuai dengan kaidah nahwu dan saraf) 3. Menterjemahakan 4. Mensyarahkan ( menelaskan maksuda dari bacaan). 3) Pergerakan/ pelaksanaan (actuating) pembelajaran Fiqih kelas X, XI dan XII. Pelaksanaan pembelajaran fiqih dimulai dari kegiantan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup. 4) Pengawasan pembelajaran Fiqih kelas X, XI dan XII dilakukan melaui evaluasi sumatif dengan nilai harian, tugas dan mid semester dan evaluasi formatif dengan uian semester. Penilaian siswa Berdasarkan 3 hal yaitu 1. Sikap, 2. Kerajinan 3. Kemampuan. Majemen pembelajaran pondok fiqih kelas X, XI dan XII di Pondok pesantern ashhabul yamin hanya memiliki sedikit kekurang dari segi perencanaan belum terstruktur dengan baik. Key Word: Manajemen Pembelajaran,Fqih

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

manajemen pembelajaran mda perguruan islam (pi) bansa lawang di nagari lawang kecamatan matur

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh prestasi yang menonjol di MDA PI Bansa Lawang dari tingkatan Nagari, Kecamatan dan Kabupaten, sumber pendanaan yang surplus dari aset MDA, sumber daya guru yang 90% S1 dan MDA menggunakan kurikulum kemenag. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pembelajaran di MDA PI Bansa Lawang tersebut. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian field research/penelitian lapangan yang berparadigma kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci adalah guru di MDA PI Bansa Lawang dan informan pendukung adalah kepala soekolah dan siswa di MDA PI Bansa Lawang. Data kemudian dianalisis berdasarkan teknik analisa data yang disarankan oleh Milles dan Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data dengan cara membandingkan antara hasil wawancara dengan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka penulis menyimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran dengan memeperhatikan tujuan pembelajaran, materi pokok, alokasi waktu, metode dan media pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing materi. pengorganisasian pembelajaran dengan memperhatikan pengelolaan kelas dan sumber pembelajaran dan keduanya itu sudah dilakukan karena guru yang mengajar di MDA juga mengajar di SD. Pelakasanaan pembelajaran dilihat dari cara penyampaian bahan pembelajaran oleh guru dan pengawasan pembelajaran memandang bahwa didalam pemantauan pembelajaran, pelaporan dan tindak lanjut yang dilakukan di MDA ini sudah terpenuhi karena dalam tingkat MDA yang hanya sebuah lembaga pendidikan nonformal para majlis guru sudah melakukan tanggung jawabnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail