Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Problem Solving
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Kelas VII MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Tahun Pembelajaran 2025/2026”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Khairul Rahman (2419088) “Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Kelas VII MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Tahun Pembelajran 2025/2026” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas VII di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo, yang menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik kelas VII yang kemampuan pemecahan masalah matematisnya masih rendah. Menurut pengamatan peneliti, saat pendidik memberikan latihan soal pemecahan masalah, sebagian besar peserta didik belum mampu menyelesaikannya dengan benar secara mandiri. Hal ini juga dapat dilihat dari data nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang masih tergolong rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII yang mengikuti model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026 dengan populasi peneltian adalah seluruh siswa kelas VII dan sampel penelitian adalah kelas VII.A sebagai kelas kontrol dan kelas VII.B sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik (tes akhir). Analisis data ini menggunakan uji t, hasil peneltian setelah analisis diperoleh t_hitung=1,983 dan t_tabel=1,69092 sehingga t_hitung>t_tabel. Sedangkan dengan menggunakan Software Minitab diperoleh nilai P_value=0,028 yang artinya P_valueα dengan taraf nyata α=0,05 sehingga berdasarkan hal tersebut H_0 ditolak dan H_1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran double loop problem solving lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis yang menggunakan pembelajaran konvensional pada peserta didik kelas VII MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang VIII SMP N 2 Tilatang Kamang

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh RISKA (2421089) yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang” Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya hasil belajar matematika siswa dikelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh model pembelajaran double loop problem solving (DLPS) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran double loop problem solving (DLPS) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang. Jenis penelitian ini pra-eksperimen dengan rancangan The Static Group Comparison Design. Dari total populasi kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang dengan 4 kelas yang berjumlah 101 orang. Kelas VIII.2 terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.1 terpilih sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian dilakukan melalui tes akhir (Posttest) untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data pada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data tes hasil belajar matematika diperoleh t_hitung=3,696 dan t_tabel=1,67. Karena t_hitung>t_tabel artinya tolak H_0 dan terima H_1. Sedangkan menggunaka SPSS diperoleh P_value=0,01. Karena P_value>α dengan taraf nyata α=0,05 maka tolak H_0 dan terima H_1. Jadi kesimpulannya “terdapat pengaruh model pembelajaran double loop problem solving (DLPS) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang”.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Self Confidence dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika di Kelas XI SMA Negeri 1 Candung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Zahara Febriyanti Pasaribu / 2421014 / 2026 :“Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Self Confidence dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas XI SMA NEGERI 1 CANDUNG” Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya permasalahan yang terjadi di kelas XI SMA Negeri 1 Candung, yaitu hasil belajar matematika siswa,dan tingkat kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran belum optimal. Rendahnya hasil belajar siswa di tandai dengan sebagian besar siswa masih belum mampu mencapai batas ketuntasan yaitu 75. Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga membuat siswa merasa jenuh. Selain itu siswa juga kurang percaya diri dalam menyelesaikan soal. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran lainnya seperti Problem Solving.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan dengan model pembelajaran problem solving terhadap self confidence dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA Negeri 1 Candung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran problem solving terhadap self confidence dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA Negeri 1 Candung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Candung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling acak. Sampel yang terpilih adalah kelas XI F2 sebagai kelas kontrol dan kelas XI F3 sebagai kelas eksperimen. Data penelitian diperoleh dari angket self confidence dan tes hasil belajar matematika siswa menggunakan uji-t. Dari hasil analisis angket self confidence siswa dengan menggunakan uji t’ dan software spss dengan α = 0,05 diperoleh yaitu 2,718 > 2,009 sehingga tolak H0 yaitu 0,009 0,05. Selain itu berdasarkan analisis tes hasil belajar siswa menggunakan uji t dan software spss dengan α =0,05 diperoleh yaitu 3,2241 > 1,298 sehingga tolak H0 yaitu 0,015 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Solving terhadap self confidence dan hasil belajar matematika siswa.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Motivasi Belajar Dan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 8 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2025/2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Melati Eldoracaesar Noli / 2421041 / 2026 : “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII Bukittinggi Tahun Pelajaran 2025/2026.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya motivasi dan rendahnya pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Bukittinggi berdasarkan observasi yang telah dilakukan. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran problem solving terhadap motivasi dan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Bukittinggi Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 8 Bukittinggi yang berjumlah 3 kelas. Teknik pengambilan sampel dengan jenis simple random sampling dilakukan dengan cara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas, serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.3 sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrument dalam penelitian ini adalah angket motivasi dan tes pemahaman konsep matematika. Dalam penelitian ini, data dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data motivasi dan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada taraf α=0,05 dengan menggunakan uji-t, untuk motivasi belajar diperoleh thitung>ttabel yaitu 7,251 > 1,67 lalu ditinjau kembali menggunakan Software Minitab diperoleh nilai nilai Pvalue = 0,000 α = 0,05 , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan untuk kemampuan pemahaman konsep diperoleh thitung>ttabel yaitu 2,031 > 1,67 yaitu dilihat juga menggunakan Software Minitab diperoleh nilai nilai Pvalue = 0,024 α = 0,05, H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran problem solving terhadap motivasi dan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Bukittinggi tahun pelajaran 2025/2026.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Solving Di MTs N 2 Kota Payakumbuh

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini atas nama Arrahmi Tri Andara NIM 2421016 yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peseeta Didik (LKPD) Berbasis Problem Solving Di MTs N 2 Kota Payakumbuh” Permasalahan pada penelitian ini dilatarbelakangi sumber belajar peserta didik yang dipergunakan belum memadai untuk kemampuan pemecahan masalah. Sumber belajar yang dipergunakan peserta didik dalam pembelajaran matematika dengan berbentuk buku paket yang ada di sekolah serta LKS yang dapat diperoleh dari koperasi sekolah. LKS yang digunakan mempunyai desain yang kurang menarik serta LKS yang masih memiliki warna hitam putih. Untuk menangani masalah tersebut maka peneliti melakukan pengembangan bahan ajar yang berbentuk LKPD matematika berbasis problem solving. Indikator problem solving yang mampu menaikkan tingkat keaktifan peserta didik serta kemampuan peserta didik dalam menuntaskan permasalahan yang memiliki keterkaitan dengan keseharian peserta didik. Adapun penelitian ini mempunyai tujuan umum yaitu menghasilkan produk berbentuk LKPD matematika dengan basis problem solving yang sesuai dengan standarisasi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau “Research and Development” (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Model ini terdiri atas lima langkah yaitu: (1) analisis (analysis), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (development), (4) penerapan (implementation), (5) evaluasi (evaluation). Pada penelitian ini, tahapan pengembangan produk dengan model ADDIE dibatasi sampai tahap penerapan (implementation), hal demikian dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya pada penelitian. Uji validitas dapat dilihat dari lembar validasi yang terdiri dari lima validator yakni ahli materi, ahli teknologi pendidikan, dan ahli bahasa, setelah itu diperbaiki menurut saran dan masukan dari validator. Uji praktikalitas diamati dari angket respon peserta didik dan uji efektifitas diamati dari hasil pembelajaran peserta didik berupa tes kemampuan memecahkan masalah matematis. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam menyajikan hasil penelitian ini yaitu 1) analisis data validitas, 2) analisis prkatikalitas, dan 3) analisis efektifitas. Menurut penelitian pengembangan yang sudah dilaksanakan maka didapatkan LKPD yang memiliki tingkat validitas 80%, berkriteria valid, untuk tingkat kepraktisan yaitu 73,9% berdaa pada kriteria praktis, dan untuk tingkat keefektifan yaitu 63% berapa pada kriteria efektif. Dapat disimpulkan bahwasanya LKPD matematika dengan basis problem solving di MTs N 2 Kota Payakumbuh yang dikembangkan sesuai dengan kriteria valid, praktis, dan efektif.

4 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECEMASAN TERHADAP PROBLEM SOLVING MAHASISWA AKHIR BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi proses berpikir dan pengambilan keputusan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi cenderung menurunkan efektivitas problem solving, karena individu menjadi lebih sulit berkonsentrasi, mengalami penurunan memori, serta cenderung mengambil keputusan impulsif atau menghindari masalah. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecemasan terhadap problem solving mahasiswa akhir Bimbingan dan Konseling. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriftif, teknik penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis dengan metode enter melalui bantuan SPSS versi 26. Hasil uji regresi menunjukkan persamaan regresi Y^=33,642+0,223XY^=33,642+0,223X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan skor kecemasan sebesar 1 poin akan meningkatkan skor problem solving sebesar 0,223. Uji signifikansi regresi menghasilkan nilai p = 0,000 ( 0,05), sehingga pengaruh kecemasan terhadap problem solving signifikan secara statistik. Uji F simultan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 16,155 dengan Ftabel 3,92, yang menguatkan bahwa kecemasan berpengaruh signifikan terhadap problem solving. Namun, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,116 mengindikasikan bahwa kecemasan hanya menjelaskan 11,6% variasi problem solving, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

AN ANALYSIS OF USING DIGITAL TOOLS TOWARDS STUDENTS’ CRITICAL THINKING AND PROBLEM SOLVING SKILLS IN ENGLISH CLASSROOM AT MTs N 1 BUKITTINGGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This thesis is entitled: “An analysis of Using Digital Tools towards Students’ Critical Thinking and Problem Solving in English Clasrroom at MTs N 1 Bukittinggi” compiled by Ari Saputra Ramadhani NIM 20223006. Graduate English Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Faculty State Islamic University of Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. This study aims to investigate the impact of using digital tools integration on the enhancement of critical thinking and problem-solving skills to eighth-grade students in the English classroom at MTs N 1 Bukittinggi. The study was triggered by several issues identified in the use of digital tools, one significant concern is that the tools promoted and provided by the school are not being optimally utilized by students to enhance their English language proficiency, particularly in areas related to problem-solving and critical thinking skills. This research is employing a mixed-methods approach, quantitative data were collected from 65 students through questionnaires, meanwhile qualitative insights were obtained through interviews with one English teacher and nine students at MTs N 1 Bukittinggi. Quantitave data analysed by Anas Sudijono theory; collected the questionnaire, tabulated the data, calculated the percentage, found mean, and data interpretation. Qualitative data analysed by Miles and Huberman theory; making the summary, codes and coding, pattern coding, Jotting, analysis memoing, assertion and preposition, and within case analysis and cross case analysis. The quantitative results demonstrate that students’ critical thinking and problem-solving abilities significantly improved, with performance scores across key indicators consistently categorized as “Good” in the number of 76.18% and 77.08%. Qualitative data identified several challenges faced by both teachers and students during the implementation of digital tools. Teachers reported difficulties related to limited professional development in digital pedagogy, technical and infrastructure constraints, lack of institutional guidance, and unequal access to digital devices. Conversely, students faced technical instability, insufficient digital competence, limited self-regulation, environmental distractions, and inadequate structured guidance in using digital platforms. These challenges underscore the necessity for comprehensive support systems, including ongoing teacher training, improved infrastructure, and targeted student digital literacy programs, to maximize the effectiveness of digital tools in fostering higher-order thinking skills. Findings affirm that digital tools have a positive influence on students’ critical thinking and problem-solving skills. However, overcoming technical, pedagogical, and contextual barriers is essential to ensure sustainable and equitable educational outcomes. This study contributes valuable insights for educators and policymakers aiming to optimize digital learning environments in secondary education.

8 dilihat · 9 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Modul Ajar Berbasis Problem Solving Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas VII MTsN 1 Agam

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tri Juniarti NIM. 2121.169, Thesis Title: "Development of Problem Solving-Based Teaching Modules in Learning Aqidah Akhlak Class VII MTsN 1 Agam". Department of Islamic Religious Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Sjech M. Djamil Djambek State Islamic University Bukittinggi, 2025. The inability of students to solve problems is the background for the author to develop a teaching module based on problem solving. The purpose of this study is to develop a teaching module based on problem solving for aqidah akhlak lessons. The research and development model used is owned by Thiagarajan and Sammel, which consists of four main stages: definition, design, development, and dissemination. The findings of this study indicate that experts believe that the criteria are very valid, with an average value of 4.51. The responses of educators and students to this module are classified as very valid and practical, with average values of 4.7 and 4.64, respectively. The assessment criteria for the teaching module based on problem solving show very good results. Thus, this teaching module is considered to have high validity and is ready to be used in teaching aqidah akhlak.

9 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI KELAS XI SMA N 6 SOLOK SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Howiatun NIM : 2120047 Judul Skripsi “Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di Kelas XI SMA N Solok Selatan” Latar belakang penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan masih berpusat kepada guru (teacher centered), sehingga siswa kurang mampu berpikir kritis dan kurang mengerti atau kurang paham mengenai materi yang disampaikan. Model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) dipilih karena model ini mampu memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan menganalisis dengan tingkatan yang lebih tinggi dalam sebuah permasalahan dan siswa aktif dalam menalar dan menjawab pertanyaan serta membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) digunakan untuk mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain “One Group Pretest-Posttest.” Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas XI F6 yang dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang sudah divalidasi dan diuji reliabilitasnya untuk memastikan keakuratan data. Selain itu uji prasyarat analisis, seperti uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis juga dilakukan untuk memastikan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS). Hal ini ditunjukkan dari hasil uji Paired Sample T-Test yang memberikan nilai signifikasi sebesar 0.000 0.05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Rata-rata berpikir kritis siswa meningkat dari 57.90 pada pretest menjadi 77.3 pada posttest, yang membuktikan adanya peningkatan yang signifikan setelah diterapkannya model pembalajran Double Loop Problem Solving (DLPS). Peningkatan berpikir kritis ini disebabkan oleh model pembelajaran yang bervariasi, menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) dapat dijadikan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa terutama dalam mata pelajaran PAI. Kata kunci : Double Loop Problem Solving (DLPS), berpikir kritis, Pendidikan Agama Islam

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR PAI SISWA DI UPTD SMPN 3 KECAMATAN HARAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Nurul Minatul Hidayah, NIM. 2120210, dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Model Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar PAI Siswa UPTD SMPN 3 Kecamatan Harau. Program Studi Strata Satu (S1) Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui pada perolehan hasil belajar pada pembelajaran PAI pada kelas IX di UPTD SMPN Kecamatan Harau yang proses pembelajaran belum berjalan secara optimal, sehingga hasil yang dicapai juga belum memenuhi potensi terbaik sebagaimana hal tersebut terlihat dari siswa yang pintar akan tetap unggul, sementara siswa yang kurang mampu masih tertinggal. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada pendidik dan partisipasi aktif peserta didik selama proses belajar masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada atau tidaknya pengaruh model Creative Problem Solving terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas IX SMPN 3 Harau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif,sedangkan metode penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Subjek yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX UPTD SMPN 3 Harau, yang berjumlah sebanyak 5 kelas dengan total 128 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling. Istrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa tes. Teknik yang digunakan untuk menguji kelayakan instrument adalah, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Tingkat Kesukaran Soal, dan Daya Pembeda Soal. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk, Uji Homogenitas,kemudian dilanjutkan dengan Uji Hipotesis yaitu dengan uji t Independent t test untuk mengetahui adanya pengaruh atau tidak. Hasil analisis koefisien dari uji hipotesis pada pengaruh penerapan model Creative Problem Solving diperoleh hasil Uji t yaitu 0,001 0,05 artinya ada pengaruh penerapan model Creative Problem Solving yaitu dengan ditolaknya H0 dan diterimanya H1. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model Creative Problem Solving terhadap hasil belajar sisiwa pada pembelajaran PAI kelas IX di UPTD SMPN 3 Harau.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reza Reski / 2420058 : “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahn yang terjadi di kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok, yaitu masih banyaknya siswa yang kurang memahami soal yang diberikan guru serta kemampuan berpikir kritisnya yang rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa disebabkan karena adanya tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematisnya. Hal ini dapat dilihat pada persentase nilai kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswwa kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XI Fase F1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Fase F3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang berupa soal essay. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada taraf nyata dengan menggunakan uji-t, diperoleh dan dimana . Sedangkan dengan menggunakan Software Minitab diperoleh yang artinya dengan taraf nyata , sehingga berdasarkan hasil tersebut tolak dan terima , sehingga hasil tersebut terdapat perbedaan yang signifikan. Karena adanya perbedaan tersebut jadi dapat disimpulkan bahwa “Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Solving lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas XI Fase F Jurusan Teknik SMA Negeri 2 Solok

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ta"sir thariqah hillil musykilah fi maharatil qiraah li thullab ash-shof at-thasi" fil madrasah al-musthawasshitoh al-islamiyyah al-hukumiyyah tanjungpinang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

هذه الرسالة العلمية بعنوان تأثير طريقة حلّ المشكلة (problem solving) في مهارة القراءة لطلّاب الصّف التّاسع في المدرسة المتوسّطة الاسلاميّة الحكوميّة تانجوق فيناق التي كتبها الطالبة : محمد إحسان أبيض رقم التسجيل 2220005. استنادًا إلى نتائج الملاحظات الأولية التي أجراها الباحث في المدرسة المتوسّطة الاسلاميّة الحكوميّة تانجوق فيناق ، وجد الباحث أن الطلاب يفتقرون إلى فهم القراءة باللغة العربية بحيث يمكن القول إن مهارة القراءة لدى الطلاب كانت ناقصة. هذا لأن أسلوب التعلم غير مناسب في تدريب مهارة القراءة لدى الطلاب، لذلك يهتم الباحث باستخدام أسلوب حل المشكلة في تحسين مهارة القراءة لدى الطلاب. وطريقة حل المشكلة هي الطريقة التي تدرب الطلاب على البحث عن المعلومات والتحقق من صحة تلك المعلومات مع مصادر أخرى. ومن خلال استخدام طريقة حل المشكلة، يؤمل أن يتمكن الطلاب من تحليل وفهم القراءة المقدمة بحيث تصبح مهارة القراءة لدى الطلاب أفضل. هناك تأثير لاستخدام أسلوب حلّ المشكلة في تحسين مهارة القراءة لدى الطّلّاب بدليل أنه لا يوجد طلاب تقل درجاتهم عن 70 بعد الاختبار البعدي. كما أظهرت نتائج الفرضية أيضاً رفض فرضية (هو) وقبول فرضية (ها)، ما يعني أنّ هناك تأثيراً معنوياً لاستخدام أسلوب حلّ المشكلة في تحسين نواتج التّعليم لدى طلّاب الصّف التّاسع. في المدرسة المتوسّطة الاسلاميّة الحكوميّة تانجوق فيناق ، بعد أن تمّ الحصول على أن tcount = 9.579 و ttable = 2.060 ثم الحصول على tcount> ttable = (9.579> 2.060)

13 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Guru BK Dalam Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa Di MTsS Yati Kamang Mudik.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul ―Peran Guru BK Dalam Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa Di MTsS Yati Kamang Mudik” disusun oleh PATIMA DONGORAN NIM :2619106, Mahasiswa Prodi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Sjech Djamil. Djambek Bukittingg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru BK Dalam Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa. Penelitian ini dilatar belakanggi sebagaimana yang diketahui bahwa Problem solving merupakan suatu keterampilan yang selalu berkembang, sejalan dengan perkembangan individu. Semakin dewasanya seseorang, permasalahan yang dihadapi juga semakin rumit sehingga memerlukan suatu cara yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat, bagaimana pengelolaan emosi dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi remaja. Pemecahan masalah adalah proses yang mencakup dalam usaha menemukan urutan yang benar dari alternatif- alternatif jawaban mengarah pada satu sasaran atau ke arah pemecahan yang ideal. Metode Kualitatif Deskiptif dengan lokasi penelitian MTsS Yati Kamang Mudik. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara sedangkan data sekunder didapatkan melalui perantara berupa catata, laporan perilaku dan dokumentasi yang terkait dengan tema penelitian informan kunci 1 informan utama 1 informan pendukung 5 orang siswa, maka jumlah informan keseluruhan adalah 7 orang. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peran guru BK dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa Di MTsS Yati Kamang Mudik. Adapun peran guru BK dalam meningkatkan kemampua problem solving siswa di MTsS Yati Kamang Mudik yaitu: 1. Peningkatan dalam pemecahan masalah siswa. 2. Kemandirian siswa.3. Komunikasi Kerja sama siswa .4. Ketahanan emosional siswa. Setelah Penulis melakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa, Peran Guru BK meningkatkan problem solving siswa membantu Peserta didik menyelesaikan permasalahan pribadi Guru BK dapat membantu siswa menyelesaikan masalah pribadi dan sosial yang dapat mempengaruhi prestasi akademik. Dalam hal ini, guru dapat menawarkan konseling dan program individu atau kelompok untuk membantu siswa memecahkan masalah mereka dengan baik. Adapun Peran Guru BK di sekolah tersebut memberikan bantuan serta pelayanan kepada seseorang atau kelompok siswa dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Dalam hal ini diketahui bahwa siswa yang insecure pada dirinya sendiri maka siswa dapat berkonsultasi dengan baik kepada guru Bimbingan dan Konseling untuk dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa. Dengan adanya Konselor di setiap sekolah dapat dimanfaatkan oleh siswa sesuai dengan bidang- bidang permasalahan yang dihadapi siswa.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh CPS Model Creativ Problem Solving Terhadap Hasil Belajar TIK Di SMP Negeri 4 Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya daya tarik siswa terhadap pemebelajaran TIK di SMP Negeri 4 Bukittinggi akibatnya pemahaman siswa terhadap materi menjadi turun dan siswa terlalu banyak bermain didalam kelas saat jam pelajaran berlangsung. bukan hanya itu kendala dari masing-masing siswa juga berbeda, suasana hati juga bisa membuat siswa tidak bersemangat saat proses pembelajaran berlangsung, oleh sebabitu kami mengupayakan strategi agar siswa tetap kondusif didalam ruang kelas dan mengikuti pembelajaran dengan senang hati tanpa hambatan apapun. Dengan adanya masalah tersebut penulis mengusulkan perubahan metode pembelajaran menjadi satu point penting untuk terciptanya suasana kelas yang kondusif, penulis mengambil satu model pembelajaran yakni Creativ Problem Solving yang mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran TIK di SMP Negeri 4 Bukittinggi dengan cara yang kreatif dan tidak membosankan. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu metode kuantitatif dengan membuat gambaran atau langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian menggunakan model Creativ Problem Solving, data yang diambil untuk mengukur apakah ada perubahan terhadap siswa karena adanya model ini adalah data hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK pada kelas VIII Di SMP Negeri 4 Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapat hasil validitas yang signifikan untuk hasil belajar siswa (N) dengan df=60-2 = 58, α = 0,05 maka diperoleh rtabel = 0,2542. berdasarkan hasil yang sudah diperoleh penerapan model Creativ Problem Solving unuk mengetahui hasil belajar siswa dianggap sudah diterapkan di SMP Negeri 4 Bukittinggi dan Berhasil di terapkan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN TIK KELAS IX DI SMP NEGERI 2 BUKITTINGGI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Ida Yanti, Nim 2519083 yang berjudul : Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap peningkatan Pemahaman Siswa Dalam Mata Pelajaran Tik kelas IX di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa yang disebabkan oleh model pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan guru hanya melakukan penanaman konsep ataupun teori melalui metode ceramah yang terjadi di dalam kelas, sehingga siswa kurang berinteraksi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti di SMP negeri 2 Bukittinggi pada tanggal 15 Januari 2023 diperoleh data hasil belajar dari guru mata pelajaran TIK yang masih rendah. Dari jumlah siswa 333 orang, siswa yang tuntas hanya 135 orang dengan pesentase sekitar 41% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 198 dengan presentase sekitar 59%. Hal ini menunjukkan sebagian siswa tidak tuntas pada kompetensi dasar yang kurang memahami mata pelajaran TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengeruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Mata Pelajaran Tik di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan design penelitian Quasi Eksperimental Design atau disebut eksperimen semu. Bentuk design yang digunakan yaitu Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari dua kelas, 30 siswa dari kelas Eksperimen dan 30 siswa dari kelas Kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menerapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) sedangkan kelas kontrol menerapkan metode konvensional. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) utnuk meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan dengan nilai signifikan Sig 0,05 (0,0 0,05) dan nilai t hitung > t tabel (17,374 > 1,701), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Muhammadiyah Alamanda Kec. Kinali Kab. Pasaman Barat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research is motivated by the low problem-solving ability of students, in which in the learning process educators still use lecture or discussion methods so that during learning students only listen to and receive material explanations without mastery of relevant competencies and structures. the learning process still uses the revised 2013 curriculum, which requires students to be able to have productivity, creativity, innovation and have activities that can contribute to social life. The purpose of this study was to find out how big the "Influence of the Application of Problem Based Learning Learning Models on Students' Problem Solving Ability at MTs Muhammadiyah Alamanda Kec. Kinali Kab. West Pasaman. This quantitative research uses Quasy Experimental Design research. The population in this study amounted to 60 students, namely all students of class VII at MTs Muhammadiyah Alamanda. The sample used in this study was 60 students, with a random sampling technique if the data were normally distributed and homogeneous. The data analysis technique used is the description of the research data, normal test, homogeneity and hypothesis. The results showed that the test using the t-test obtained the results tcount = 13.863 and ttable = 1.6715 and the value of Sig. (2-tailed) = 0.000 at the significant level α = 0.05. because the significant value of 2-tailed α, ie 0.000 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. So, the problem-based learning model has an influence on students' problem-solving abilities.

7 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa MAS Terpadu Guguak Randah Pada Ekstrakurikuler TIK

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RABIATUL MAUIDA, 2519103 “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap hasil Belajar Siswa MAS Terpadu Guguak Randah Pada Ekstrakurikuler TIK”. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa dan negara. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru ekstrakurikuler TIK MAS tepadu Guguak Randah yaitu ibu Syarifah, S.Pd. terlihat pembelajaran yang berlangsung masih terpusat pada guru. Metode yang sering kali di pakai adalah metode konvensional. sedangkan dalam proses pembelajaran peserta didik cendrung bosan dalam menerima materi yang disampaikan, sehingga materi yang disampaika guru tidak optimal. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar ekstrakurikuler TIK kelas X di MAS Terpadu Guguak Randah. Peneliti menggunakan Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Eksperimen kuasi adalah satu eksperimen yang penetapan unit paling kecil eksperimen ke dalam kelompok eksperimen dan control tidak dilakukan dengan acak (nonrandom assignment). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Dalam desain ini,kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak. Dari hasil tes akhir dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil hasil tes pengujian hipotesis pada data posttest ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan sekaligus menyatakan Ha terima dan Ho tolak pada taraf a=0,005 atau 5% yang berati tedapat pengaruh yang signifikan tehadap model Creative Problem Solving Terhadap hasil belajar siswa MAS Terpadu Guguak Randah pada kelas X IPA.

7 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WIDYA SATRIA, NIM. 2418.012, Judul Skripsi “Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung”, Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2023. Latar belakang penelitian ini adalah cukup rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang terlihat dari hasil analisis terhadap kuis berpikir kreatif. Dari hasil observasi dan wawancara peneliti, hal ini diduga adanya pengaruh metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti dengan rumusan masalah: apakah terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan metode pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siwa kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung. Hipotesis dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung Tahun Pelajaran 2022/2023 terdiri dari 8 kelas yang berjumlah 239 siswa. Sampel penelitian 2 kelas diambil secara acak. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Data yang terkumpul dikategorikan berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t. Dari hasil analisis diperoleh nilai t_hitung> t_tabel yaitu 3,357>1,67 dan menggunakan software SPSS, sehingga H_0 ditolak dan H_1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMPN 1 Lubuk Alung tahun pelajaran 2022/2023.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Minat Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Creative Problem Solving di Kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Tahun Pelajaran 2022/2023

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini atas nama Mami Suriarti NIM 2417.104 yang berjudul “Minat Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Creative Problem Solving di Kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Tahun Pelajaran 2022/2023”. Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang ditemukan di kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat bahwa rendahnya minat siswa dalam belajar matematika, hal ini dapat dilihat hampir sebagian besar siswa tidak fokus dalam mengikuti kegiatan belajar dan saat guru menerangkan banyak siswa yang tidak memperhatikan dan mereka lebih cenderung melakukan aktivitas di luar pembelajaran. Rendah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa juga terjadi di kelas IX, dapat dilihat dari nilai salah satu soal pemecahan masalah yang diberikan guru pada saat ulangan harian 1 matematika yang memenuhi indikator pemecahan masalah matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana minat belajar matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model CPS dan Apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model CPS lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model CPS lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat tahun pelajaran 2022/2023”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Pengambilan sampel ditentukan secara acak terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas, uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas IX 1 kelas eksperimen dan siswa kelas IX 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berupa tes uraian. Berdasarkan Hasil analisis data angket minat belajar siswa diperoleh persentase 70,14% tergolong pada kriteria tinggi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dihitung dengan uji-t diperoleh t_hitung= 3,07 dan t_tabel = 1,68 karena t_hitung > t_tabel berarti H_O ditolak, sedangkan menggunakan Software Minitab diperoleh P-value = 0,004, α = 0,05 dan P-value α. Jadi, dapat disimpulkan bahwa minat belajar matematika siswa dengan mengikuti model CPS tergolong tinggi dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model CPS lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Tahun Pelajaran 2022/2023

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh model pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis siswa MTS N 6 AGAM Tahun Ajaran 2021/2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Voni Tantri Auliya (2416065): “Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VIII MTS N 6 Agam Tahun Pelajaran 2021/2022”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terdapat di kelas VIII MTS N 6 Agam yaitu kurangnya kemampuan berfikir kreatif matematika siswa karena proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving. Karena model Creative Problem Solving (CPS) merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Melalui model Creative Problem Solving siswa bisa mendiskusikan suatu permasalahan, menemukan fakta, mengidentifikasi, menemukan ide solusi, dan menemukan penerimaan dari suatu solusi yang telah ditemukan. Rumusan Masalah penelitian ini adalah apakah kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa Kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Ajaran 2021/2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa Kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Pelajaran 2021/2022. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah dan tes kemampuan berpikir kreatif berupa tes uraian. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang dihitung dengan uji-t diperoleh t_hitung= 2,07 dan t_tabel= 1,67 karena t_hitung > t_tabel berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima, sedangkan menggunakan Software Minitab diperoleh P_value= 0,042 yang artinya P_value α dengan taraf nyata α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Pelajaran 2021/2022.

6 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail