Abstrak
Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi proses berpikir dan pengambilan keputusan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi cenderung menurunkan efektivitas problem solving, karena individu menjadi lebih sulit berkonsentrasi, mengalami penurunan memori, serta cenderung mengambil keputusan impulsif atau menghindari masalah. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecemasan terhadap problem solving mahasiswa akhir Bimbingan dan Konseling. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriftif, teknik penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis dengan metode enter melalui bantuan SPSS versi 26. Hasil uji regresi menunjukkan persamaan regresi Y^=33,642+0,223XY^=33,642+0,223X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan skor kecemasan sebesar 1 poin akan meningkatkan skor problem solving sebesar 0,223. Uji signifikansi regresi menghasilkan nilai p = 0,000 ( 0,05), sehingga pengaruh kecemasan terhadap problem solving signifikan secara statistik. Uji F simultan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 16,155 dengan Ftabel 3,92, yang menguatkan bahwa kecemasan berpengaruh signifikan terhadap problem solving. Namun, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,116 mengindikasikan bahwa kecemasan hanya menjelaskan 11,6% variasi problem solving, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.