ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Nurul Minatul Hidayah, NIM. 2120210, dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Model Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar PAI Siswa UPTD SMPN 3 Kecamatan Harau. Program Studi Strata Satu (S1) Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui pada perolehan hasil belajar pada pembelajaran PAI pada kelas IX di UPTD SMPN Kecamatan Harau yang proses pembelajaran belum berjalan secara optimal, sehingga hasil yang dicapai juga belum memenuhi potensi terbaik sebagaimana hal tersebut terlihat dari siswa yang pintar akan tetap unggul, sementara siswa yang kurang mampu masih tertinggal. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada pendidik dan partisipasi aktif peserta didik selama proses belajar masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada atau tidaknya pengaruh model Creative Problem Solving terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas IX SMPN 3 Harau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif,sedangkan metode penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Subjek yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX UPTD SMPN 3 Harau, yang berjumlah sebanyak 5 kelas dengan total 128 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling. Istrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa tes. Teknik yang digunakan untuk menguji kelayakan instrument adalah, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Tingkat Kesukaran Soal, dan Daya Pembeda Soal. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk, Uji Homogenitas,kemudian dilanjutkan dengan Uji Hipotesis yaitu dengan uji t Independent t test untuk mengetahui adanya pengaruh atau tidak. Hasil analisis koefisien dari uji hipotesis pada pengaruh penerapan model Creative Problem Solving diperoleh hasil Uji t yaitu 0,001 0,05 artinya ada pengaruh penerapan model Creative Problem Solving yaitu dengan ditolaknya H0 dan diterimanya H1. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model Creative Problem Solving terhadap hasil belajar sisiwa pada pembelajaran PAI kelas IX di UPTD SMPN 3 Harau.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Ida Yanti, Nim 2519083 yang berjudul : Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap peningkatan Pemahaman Siswa Dalam Mata Pelajaran Tik kelas IX di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa yang disebabkan oleh model pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan guru hanya melakukan penanaman konsep ataupun teori melalui metode ceramah yang terjadi di dalam kelas, sehingga siswa kurang berinteraksi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti di SMP negeri 2 Bukittinggi pada tanggal 15 Januari 2023 diperoleh data hasil belajar dari guru mata pelajaran TIK yang masih rendah. Dari jumlah siswa 333 orang, siswa yang tuntas hanya 135 orang dengan pesentase sekitar 41% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 198 dengan presentase sekitar 59%. Hal ini menunjukkan sebagian siswa tidak tuntas pada kompetensi dasar yang kurang memahami mata pelajaran TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengeruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Mata Pelajaran Tik di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan design penelitian Quasi Eksperimental Design atau disebut eksperimen semu. Bentuk design yang digunakan yaitu Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari dua kelas, 30 siswa dari kelas Eksperimen dan 30 siswa dari kelas Kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menerapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) sedangkan kelas kontrol menerapkan metode konvensional. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) utnuk meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan dengan nilai signifikan Sig 0,05 (0,0 0,05) dan nilai t hitung > t tabel (17,374 > 1,701), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RABIATUL MAUIDA, 2519103 “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap hasil Belajar Siswa MAS Terpadu Guguak Randah Pada Ekstrakurikuler TIK”. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa dan negara. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru ekstrakurikuler TIK MAS tepadu Guguak Randah yaitu ibu Syarifah, S.Pd. terlihat pembelajaran yang berlangsung masih terpusat pada guru. Metode yang sering kali di pakai adalah metode konvensional. sedangkan dalam proses pembelajaran peserta didik cendrung bosan dalam menerima materi yang disampaikan, sehingga materi yang disampaika guru tidak optimal. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar ekstrakurikuler TIK kelas X di MAS Terpadu Guguak Randah. Peneliti menggunakan Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Eksperimen kuasi adalah satu eksperimen yang penetapan unit paling kecil eksperimen ke dalam kelompok eksperimen dan control tidak dilakukan dengan acak (nonrandom assignment). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Dalam desain ini,kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak. Dari hasil tes akhir dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil hasil tes pengujian hipotesis pada data posttest ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan sekaligus menyatakan Ha terima dan Ho tolak pada taraf a=0,005 atau 5% yang berati tedapat pengaruh yang signifikan tehadap model Creative Problem Solving Terhadap hasil belajar siswa MAS Terpadu Guguak Randah pada kelas X IPA.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Mami Suriarti NIM 2417.104 yang berjudul “Minat Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Creative Problem Solving di Kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Tahun Pelajaran 2022/2023”. Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang ditemukan di kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat bahwa rendahnya minat siswa dalam belajar matematika, hal ini dapat dilihat hampir sebagian besar siswa tidak fokus dalam mengikuti kegiatan belajar dan saat guru menerangkan banyak siswa yang tidak memperhatikan dan mereka lebih cenderung melakukan aktivitas di luar pembelajaran. Rendah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa juga terjadi di kelas IX, dapat dilihat dari nilai salah satu soal pemecahan masalah yang diberikan guru pada saat ulangan harian 1 matematika yang memenuhi indikator pemecahan masalah matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana minat belajar matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model CPS dan Apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model CPS lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model CPS lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat tahun pelajaran 2022/2023”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Pengambilan sampel ditentukan secara acak terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas, uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas IX 1 kelas eksperimen dan siswa kelas IX 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berupa tes uraian. Berdasarkan Hasil analisis data angket minat belajar siswa diperoleh persentase 70,14% tergolong pada kriteria tinggi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dihitung dengan uji-t diperoleh t_hitung= 3,07 dan t_tabel = 1,68 karena t_hitung > t_tabel berarti H_O ditolak, sedangkan menggunakan Software Minitab diperoleh P-value = 0,004, α = 0,05 dan P-value α. Jadi, dapat disimpulkan bahwa minat belajar matematika siswa dengan mengikuti model CPS tergolong tinggi dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model CPS lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas IX SMP Negeri 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Tahun Pelajaran 2022/2023
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Voni Tantri Auliya (2416065): “Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VIII MTS N 6 Agam Tahun Pelajaran 2021/2022”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terdapat di kelas VIII MTS N 6 Agam yaitu kurangnya kemampuan berfikir kreatif matematika siswa karena proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving. Karena model Creative Problem Solving (CPS) merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Melalui model Creative Problem Solving siswa bisa mendiskusikan suatu permasalahan, menemukan fakta, mengidentifikasi, menemukan ide solusi, dan menemukan penerimaan dari suatu solusi yang telah ditemukan. Rumusan Masalah penelitian ini adalah apakah kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa Kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Ajaran 2021/2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berfikir kreatif matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa Kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Pelajaran 2021/2022. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah dan tes kemampuan berpikir kreatif berupa tes uraian. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang dihitung dengan uji-t diperoleh t_hitung= 2,07 dan t_tabel= 1,67 karena t_hitung > t_tabel berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima, sedangkan menggunakan Software Minitab diperoleh P_value= 0,042 yang artinya P_value α dengan taraf nyata α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas VIII MTS N 6 AGAM Tahun Pelajaran 2021/2022.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wiva Rahmadona Fitri/2415030/2019 : “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Pada Kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020”. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Bukittinggi 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan di kelas X SMA Negeri 1 Bukittinggi bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru, model pembelajaran yang diterapkan belum mampu membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, siswa kurang paham dengan langkah penyelesaian soal yang disajikan, siswa kesulitan menyelesaikan soal dalam bentuk masalah nyata dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Model pembelajaran CPS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah menggunakan gagasan yang kreatif. Rumusan masalah pada penelitian ini, apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran CPS lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020? Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran CPS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020. Hipotesis penelitian adalah “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CPS lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Sedangkan populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dilakukan secara acak yang terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X IPA 7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika berupa tes essay. Teknik analisis data kemampuan pemecahan masalah matematika adalah dengan menggunakan uji t yang diperkuat dengan software Minitab. Berdasarkan analisis hasil tes pemecahan masalah matematika siswa yang dihitung dengan menggunakan uji-t. Dengan hasil thitung = 2,54 dan ttabel = 1.67 karena thitung > ttabel berarti H0 ditolak pada taraf nyata α = 0.05, serta dengan menggunakan Minitab diperoleh Pvalue= 0.007 yang artinya Pvalueα dengan taraf nyata α = 0.05 H_0ditolak dan H_1diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020.