Abstrak
Wiva Rahmadona Fitri/2415030/2019 : “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Pada Kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020”. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Bukittinggi 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan di kelas X SMA Negeri 1 Bukittinggi bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru, model pembelajaran yang diterapkan belum mampu membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, siswa kurang paham dengan langkah penyelesaian soal yang disajikan, siswa kesulitan menyelesaikan soal dalam bentuk masalah nyata dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Salah satu alternatif pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Model pembelajaran CPS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah menggunakan gagasan yang kreatif. Rumusan masalah pada penelitian ini, apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran CPS lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020? Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran CPS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020. Hipotesis penelitian adalah “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CPS lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020”. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Sedangkan populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dilakukan secara acak yang terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X IPA 7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika berupa tes essay. Teknik analisis data kemampuan pemecahan masalah matematika adalah dengan menggunakan uji t yang diperkuat dengan software Minitab. Berdasarkan analisis hasil tes pemecahan masalah matematika siswa yang dihitung dengan menggunakan uji-t. Dengan hasil thitung = 2,54 dan ttabel = 1.67 karena thitung > ttabel berarti H0 ditolak pada taraf nyata α = 0.05, serta dengan menggunakan Minitab diperoleh Pvalue= 0.007 yang artinya Pvalueα dengan taraf nyata α = 0.05 H_0ditolak dan H_1diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas X IPA SMA Negeri 1 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2019/2020.