Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di SMPN 1 Padang Panjang. Berdasarkan hasil observasi yang didapatkan bahwa masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi dengan konteks budaya Minangkabau pada siswa fase D kelas IX. Hal ini terlihat dari hasil jawaban siswa yang belum memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dengan baik, serta diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru matematika, bahwasannya siswa terbiasa dalam menyelesaikan soal yang sederhana, sehingga siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah yang lebih kompleks. Karena rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam mneyelesaikan soal literasi numerasi dengan konteks budaya Minangkabau, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal literasi numerasi dengan konteks budaya Minangkabau pada siswa fase D kelas IX.D SMPN 1 Padang Panjang Tahun Pelajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa fase D kelas IX.D SMPN 1 Padang Panjang yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan subjek dalam penelitian ini adalah purposive sampling dimana subjek dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes literasi numerasi dengan konteks budaya Minangkabau yang berjumlah 5 soal dalam bentuk uraian untuk melihat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal literasi numerasi dengan konteks budaya Minangkabau pada siswa fase D kelas IX.D SMPN 1 Padang Panjang secara keseluruhan tergolong dalam kategori rendah dengan rata-rata persentase 41,59%. Dengan persentase masing-masing indikator yaitu indikator pertama 44,38% dengan kategori rendah, indikator kedua 52,5% dengan kategori rendah, indikator ketiga 64,8% dengan kategori sedang dan untuk indikator keempat 4,6875% dengan kategori rendah.