Abstrak
Indah Risnawati (2417058) : “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Situation Based Learning (SBL) Pada Siswa Kelas VIII SMPN 4 Batahan Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa lebih sering hanya menerima apa yang diberikan oleh guru. Jika diberikan soal pemecahan masalah, siswa hanya mampu mengerjakan sesuai dengan contoh yang telah diberikan sebelumnya. Hal ini diduga membuat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa banyak dibawah kriteria rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba melakukan penelitian dengan menerapkan model Situation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran matematika. Model pembelajaran ini diduga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Situation Based Learning (SBL) lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Situation Based Learning (SBL) lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hipotesis dari penelitian ini adalah “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Situation Based Learning (SBL) lebih baik dari pada pembelajaran konvensional dikelas Kelas VIII SMPN 4 Batahan Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024”. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian Static Group Comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelasVIII SMPN 4 Batahan Satu Atap. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol. Instrument dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t. Dari hasil analisis data tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan uji-t diperoleh t_hitung= 4,55 dan t_tabel= 1,67. Karena t_hitung> t_tabel sehingga H_(0 )ditolak dan H_(1 )diterima. Untuk pengujian Software Minitab pada taraf nyata =0,05 P_Value=0,000, berarti P_Value α, sehingga H_(0 )juga ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model Situation Based Learning lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 4 Batahan Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024.