Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Experiential Learning Di Kelas VIII MTsN 2 Kab. Lima Puluh Kota TA. 2024/2025

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhirโ€ขPendidikan Matematikaโ€ข7 dilihat ยท 2 unduhan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di MTsN 2 Kabupaten Lima Puluh Kota, berdasarkan hasil observasi masih banyak siswa kelas VIII yang kemampuan pemeahan masalah matematikanya masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian siswa yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika masih tergolong rendah. kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal yang berbeda dari contoh yang disajikan oleh guru. Menurut pengamatan peneliti di MTsN 2 Kabupaten Lima Puluh Kota melihat keadaan proses pembelajaran di kelas saat guru memberikan latihan hanya beberapa siswa yang mau mencoba menyelesaikan soal yang diberikan dan sisanya hanya menunggu jawaban teman yang dianggapnya benar. Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model Experiential Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII MTsN 2 Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui model pembelajaran Experiential Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah melalui model pembelajaran kovensional. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 2 Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengambilan sampel ditentukan secara acak yang terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas, uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII 1 kelas eksperimen dan siswa kelas VIII 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan kemampuan pemecahan masalah matematika berupa tes uraian. Teknik analisis data tes kemampuan pemecahan masalah matematika diolah dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dihitung dengan uji-t diperoleh ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘”= 1,8288 dan ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ = 1,68 karena ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ berarti ๐ป๐‘‚ ditolak, sedangkan menggunakan Software SPSS diperoleh P-value = 0,000 dengan ๐›ผ = 0,05 dan P-value ๐›ผ. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model Experiential Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan model konvensional.

Kata kunci

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Model Pembelajaran Experiential Learning

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Experiential Learning Di Kelas VIII MTsN 2 Kab. Lima Puluh Kota TA. 2024/20252024 ยท oai:ais:skripsi:16559

Publikasi terkait