Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: : Double Loop Problem Solving
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Kelas VII MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Tahun Pembelajaran 2025/2026”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Khairul Rahman (2419088) “Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Kelas VII MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Tahun Pembelajran 2025/2026” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas VII di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo, yang menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik kelas VII yang kemampuan pemecahan masalah matematisnya masih rendah. Menurut pengamatan peneliti, saat pendidik memberikan latihan soal pemecahan masalah, sebagian besar peserta didik belum mampu menyelesaikannya dengan benar secara mandiri. Hal ini juga dapat dilihat dari data nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang masih tergolong rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII yang mengikuti model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026 dengan populasi peneltian adalah seluruh siswa kelas VII dan sampel penelitian adalah kelas VII.A sebagai kelas kontrol dan kelas VII.B sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas, uji homogenitas serta uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik (tes akhir). Analisis data ini menggunakan uji t, hasil peneltian setelah analisis diperoleh t_hitung=1,983 dan t_tabel=1,69092 sehingga t_hitung>t_tabel. Sedangkan dengan menggunakan Software Minitab diperoleh nilai P_value=0,028 yang artinya P_valueα dengan taraf nyata α=0,05 sehingga berdasarkan hal tersebut H_0 ditolak dan H_1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran double loop problem solving lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis yang menggunakan pembelajaran konvensional pada peserta didik kelas VII MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI KELAS XI SMA N 6 SOLOK SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Howiatun NIM : 2120047 Judul Skripsi “Pengaruh Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di Kelas XI SMA N Solok Selatan” Latar belakang penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan masih berpusat kepada guru (teacher centered), sehingga siswa kurang mampu berpikir kritis dan kurang mengerti atau kurang paham mengenai materi yang disampaikan. Model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) dipilih karena model ini mampu memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan menganalisis dengan tingkatan yang lebih tinggi dalam sebuah permasalahan dan siswa aktif dalam menalar dan menjawab pertanyaan serta membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) digunakan untuk mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain “One Group Pretest-Posttest.” Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas XI F6 yang dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang sudah divalidasi dan diuji reliabilitasnya untuk memastikan keakuratan data. Selain itu uji prasyarat analisis, seperti uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis juga dilakukan untuk memastikan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS). Hal ini ditunjukkan dari hasil uji Paired Sample T-Test yang memberikan nilai signifikasi sebesar 0.000 0.05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Rata-rata berpikir kritis siswa meningkat dari 57.90 pada pretest menjadi 77.3 pada posttest, yang membuktikan adanya peningkatan yang signifikan setelah diterapkannya model pembalajran Double Loop Problem Solving (DLPS). Peningkatan berpikir kritis ini disebabkan oleh model pembelajaran yang bervariasi, menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) dapat dijadikan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa terutama dalam mata pelajaran PAI. Kata kunci : Double Loop Problem Solving (DLPS), berpikir kritis, Pendidikan Agama Islam

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail