Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

183 hasil
Subjek: Problem
DaftarKartu
ResearchOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan LKPD Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Konteks Literasi Numerasi Peserta Didik Kelas X SMK N 1 Palembayan

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Penelitian&nbsp; ini&nbsp; bertujuan&nbsp; untuk&nbsp; membuat&nbsp; LKPD&nbsp; berbasis&nbsp; model&nbsp; pembelaj aran&nbsp; berbasis<br /> problem based learning&nbsp; dengan konteks literasi numerasi yang valid, praktis dan efektif pada siswa kelas X</p>

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessPDF tersedia

AUTONOMOUS LEARNING IN ENGLISH CLASS

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

In the Indonesian educational system, autonomy has been demanded to be promoted in the teaching and learning process of recent curriculum implementation. Unfortunately, it cannot be denied that learner autonomy still poses a challenge to be implemented in Indonesia since the teaching-learning process still was dominant. Therefore, it is essential to explore students’ problems with learner autonomy. This study used descriptive quantitative study through the questionnaire as the students’ data collection method, to explore students’ problems with autonomous English Learning. Ninety one students from one of MAN in Agam were involved to elicit their problems on autonomous English learning. Furthermore, this finding showed that the students have problems with autonomous English learning. This study found problems of students in autonomous English learning which were (1) developing the target language into a separate reference system and being willing to revise and reject hypotheses and rules that do not apply, (2) willing to take risks, (3) and good guessers. On other hand, the study showed four indicators were low problematic. There were (1) The students should have a tolerant and outgoing approach to the target language, (2) The learners take an active approach to the learning task at hand, (3) Autonomous learners have insights into their learning styles and strategies, and (4) The learners try to be proactive in developing their ability in English by seeking external knowledge. The learners who try to be proactive in developing their ability in English by seeking external knowledge are the least students who answered.

7 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessPDF tersedia

Kajian Hukum Islam terhadap Tradisi dan Problematika Sosial Keagamaan

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dinamika yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, baik berupa tradisi yang sudah turun temurun, maupun praktek-praktek keagamaan yang terjadi dan diamalkan oleh masyarkat atau dengan istilah lain lokal wisdem. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa fakultas syariah program studi Hukum Keluarga (Ahwal al-Syakhisyah) yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Di rumah (KKN DR). Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini berbeda dengan program sebelumnya, yang mana mahasiswa peserta kuliah kerja nyata diprogramkan untuk terjun dan menyatu dengan masyarakat setempat dalam waktu yang ditentukan. Sedangkan pada program KKN DR ini programnya adalah setiap mahasiswa berkuliah di kampung halamannya masing-masing dengan cara mencari dan menemukan praktek-praktek keagamaan masyarakat dan tradisi yang berkembang di masyarakat di mana mereka tinggal. Untuk selanjutnya mereka melakukan identifikasi terhadap permasalahan- permasalahan hukum dan kemudian melakukan penelitian dan mencarikan jawaban hukumnya. Jenis penelitian termasuk penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik analisa data mengikuti teknik analisa kualitatif. Sebagai hasil dari penelitian ini dapat ditemukan judul penelitian KKN DR, yakni: “Kajian Hukum Islam terhadap Tradisi dan Problematika Sosial Keagamaan”. Berbagai tema hukum keluarga ditemukan dan menjadi objek penelitian mahasiswa, seperti; Praktek Gadai Sawah, Praktek Pernikahan Sirri, Peran Mamak Mewujudkan Kelurga Sakinah, Faktor Banyak terjadi Perceraian, Persepsi Masyarakat terhadap Harta Pusaka Tinggi, Persepsi Masyarakat tentang Iddah Talak, Pelaksanaan Baralek, Sanksi Penghulu yang Berpoligami, Tradisi Pemberian Unag Hilang, Pernikahan Dini, dan Kewajiban Nafkah Keluarga.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

Alleviating Problems with Catharsis on Social Media (Critical Study of Cyber Counseling in Gen-Z)

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<div> &nbsp;Social media is one alternative for many people to complain, and convey what is being experienced and felt. Both teenagers, adults, and even the elderly and children show self-existence, seeking satisfaction, justification and social support from familiar audiences called netizens. The expectation of catharsis</div> <div> through social media raises a sense of relief, as counseling is one of the means of</div> <div> saying or a place for counseling to release all the tired annoyed, turmoil that interferes with effective daily life. Attractive and tend to be simpler social media</div>

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessPDF tersedia

Alleviating Problems with Catharsis on Social Media (Critical Study of Cyber Counseling in Gen-Z)

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<div> &nbsp;Social media is one alternative for many people to complain, and convey what is being experienced and felt. Both teenagers, adults, and even the elderly and children show self-existence, seeking satisfaction, justification and social support from familiar audiences called netizens. The expectation of catharsis</div> <div> through social media raises a sense of relief, as counseling is one of the means of</div> <div> saying or a place for counseling to release all the tired annoyed, turmoil that interferes with effective daily life. Attractive and tend to be simpler social media</div>

11 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessPDF tersedia

Mathematical Literacy of Junior High School Students in Solving Problems Pisa Content Minang

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

Mathematical literacy is defined as a student's ability to formulate, use and interpret mathematics in a variety of contexts. It includes mathematical reasoning and using mathematical concepts, procedures, facts and tools to describe, explain and predict phenomena. The purpose of this article is to describe the level of mathematical literacy ability of junior high school students in solving Minang context PISA questions. The data from this study were taken from the results of the PISA test questions on the quantity of content and interviews. Subject taking is based on the test results of students who have the highest scores, middle and lowest because it is expected to get the results of the analysis of students' literacy skills. In this study, researchers used indicators of mathematical literacy level according to PISA. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that there were students who had high mathematical literacy skills equivalent to level 4, were students who had middle mathematical literacy skills equivalent to level 3 and were students who had lowest mathematical literacy skills equivalent to level 2

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessPDF tersedia

Pemberian Layanan Informasi Pada Anak Panti Asuhan dengan Judul Cerdas Literasi Digital Pada Usia Remaja dan Mengatasi Problematika Remaja

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Untuk Memberikan pengetahuan, pemahaman dan wawasan kepada anak Panti Asuhan Hanifa III Kampuang agar memliki wawasan mengenai Materi Cerdas Literasi Digital Pada Usia Remaja dan Mengatasi Problematika Remaja</p>

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA DI SMAN 1 PANTI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Titi Fadilah, NIM 2522187. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran Informatika di SMAN 1 Panti. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika di SMAN 1 Panti. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang menyebabkan siswa kurang aktif, kurang termotivasi, dan kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Informatika di SMAN 1 Panti Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa kelas XI SMAN 1 Panti. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling, sehingga diperoleh kelas XI F4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F5 sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah memenuhi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Independent Sample t-test menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Informatika di SMAN 1 Panti. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Independent Sample t-test yang memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Informatika di SMAN 1 Panti.

12 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Problematika Dakwah dalam Perayaan Hari Besar Islam di Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Problematika Dakwah dalam Perayaan Hari Besar Islam di Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman” yang di susun oleh Sela dengan Nim. 4322024 Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Problematika dakwah adalah berbagai persoalan atau permasalahan yang timbul dalam menyampaikan, mengajak, menyeru, dan menjamu dengan proses yang ditangani oleh para pengembang dakwah. Dakwah Islam sendiri adalah mengajak dengan menjalankan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang di larangan oleh Allah SWT. Berdasarkan hal tersebut latar belakang penelitian ini, Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman terdapat permasalahan dakwah yaitu dalam pelaksanaan perayaan hari besar Islam. Perayaan hari besar Islam tersebut banyak yang tidak dilaksankan, terdapatnya kurangan da’i lokal, kurangnya pemahamahaman masyarakat tentang ajaran Islam, dan partisipasi masyarakat yang minim ketika dilaksankan kajian dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana problematika dakwah Internal dan Eksternal yang terjadi di Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Samsul Munir Amin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematik dakwah dalam perayaan hari besar Islam di Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman, dikelompokkan menjadi dua, menurut teori Samsul Munir Amin, yaitu problematika dakwah internal dan eksternal. Problematika dakwah internal meliputi bahwa masyarakat Nagari Pintu Padang mengalami keterbatasan jumlah da’i lemahnya kompotensi da’i dalam penguasaan ilmu agama dan mitra dakwah yang terbatas. Sedangkan problematika eksternal yang bersumber dari mad’u meliputi rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti kajian keagamaan khususnya di kalangan remaja, dan juga pengaruh faktor kondisi ekonomi yang rendah, tingkat pendidikan yang minim, kondisi sosial kemasyarakatan yang dapat menghambat kegiatan dakwah, serta aspek lokasi yang jauh dari keramian yang dapat mengahambat kegiatan dakwah di Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS XI DI SMKN 2 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang ditulis oleh Marhami Yanti dengan NIM 2122054 berjudul “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS XI DI SMKN 2 BUKITTINGGI.” Judul tersebut bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan model Problem Based Learning (PBL) mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini juga diarahkan untuk menganalisis perbedaan tingkat motivasi dan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL dan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Latar belakang penulis memilih judul ini karena kondisi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMKN 2 Bukittinggi yang masih banyak menerapkan metode ceramah dan pencatatan konvensional. Pola pembelajaran tersebut menyebabkan siswa kurang terlibat aktif, mudah bosan, dan belum optimal dalam mengembangkan pemahaman materi. Dampaknya, motivasi dan hasil belajar siswa tergolong rendah, terlihat dari masih banyaknya siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM serta kurangnya hasrat siswa untuk berhasil dalam pembelajaran. Oleh karena itu, model PBL dipandang sebagai alternatif pembelajaran yang dapat membantu siswa terlibat langsung dalam pemecahan masalah nyata, merangsang berpikir kritis, serta menyajikan konsep pembelajaran secara lebih kontekstual dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen serta menerapkan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas XI Kuliner 1 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model PBL (35 siswa) dan kelas XI Kuliner 2 sebagai kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional (36 siswa). Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi dan tes hasil belajar, serta dokumentasi pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan model PBL memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL mengalami peningkatan motivasi dengan rata-rata 66,23 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 62,00, serta peningkatan hasil belajar dengan rata-rata 94,86 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 90,00. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERBANDINGAN TINGKAT KEAKTIFAN BELAJAR INFORMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED PADA SISWA KELAS X SMK N 1 TANJUNG RAYA LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X SMK N 1 TANJUNG RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alisya Dwi Putri, 2522305, Skripsi, “Perbandingan Tingkat Keaktifan Belajar Informatika Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tanjung Raya.” Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran Informatika di kelas X SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Rendahnya keaktifan tersebut terlihat dari masih kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, seperti bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih belum sepenuhnya mampu mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Problem Based Learning dan Project Based Learning, yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan pemecahan masalah dan penyelesaian proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tanjung Raya dengan sampel penelitian sebanyak 46 siswa, yang terdiri atas 24 siswa pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning dan 22 siswa pada kelas yang menggunakan model Project Based Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan angket keaktifan belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, One Sample t-Test, dan Independent Samples t-Test dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar siswa pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning sebesar 81,66, sedangkan pada kelas yang menggunakan model Project Based Learning sebesar 85,49. Hasil uji One Sample t-Test menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar pada kedua kelas berada di atas nilai 80, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,028 dan 0,000 ( 0,05). Selain itu, hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)) sebesar 0,003 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar siswa yang menggunakan model Problem Based Learning dan Project Based Learning, di mana model Project Based Learning memberikan tingkat keaktifan belajar yang lebih tinggi dibandingkan model Problem Based Learning.

12 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

kata kunci: Problematika Guru Fikih, Kurikulum Berbasis Cinta, Pembelajaran Fikih.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul” Problematika Guru fikih dalam menerapakan Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Pasaman” oleh Annisa fitri, NIM 2122135, program studi Pendidikan Agama islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syech M.Djamil Djambek Bukittinggi. 2026 M/1447 H. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini oleh berbagai problematika yang dihadapi guru Fikih dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Pasaman. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kurikulum yang menekankan penanaman nilai-nilai kasih sayang, empati, kepedulian, dan pembentukan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk-bentuk problematika yang dihadapi guru Fikih dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, (2) faktor-faktor yang menyebabkan munculnya problematika tersebut, dan (3) upaya yang dilakukan guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di MIN 2 Pasaman. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru Fikih, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika guru Fikih dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta meliputi: (1) keterbatasan pemahaman guru mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, (2) keterbatasan waktu pembelajaran, (3) perbedaan karakteristik peserta didik, (4) penggunaan telepon genggam yang kurang terkontrol, dan (5) kurang optimalnya dukungan lingkungan keluarga. Faktor penyebab problematika tersebut berasal dari keterbatasan pemahaman guru terhadap kurikulum yang masih baru, padatnya materi pembelajaran, keberagaman karakter peserta didik, pengaruh perkembangan teknologi, serta kurangnya dukungan orang tua dalam pembinaan karakter peserta didik. Adapun upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi problematika tersebut yaitu meningkatkan pemahaman melalui pelatihan dan belajar mandiri, menerapkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan humanis, menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik peserta didik, memberikan pembinaan mengenai penggunaan teknologi secara bijak, serta menjalin kerja sama dengan orang tua dalam membentuk karakter peserta didik.

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nilai-Nilai Spiritual Sabar dalam Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim serta Implikasinya terhadap Problematika Belajar Era Digitalisasi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Elta Desi Putri. NIM 2122116. Skripsi “Nilai-Nilai Spiritual Sabar dalam Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir serta Implikasinya terhadap Problematika Belajar Era Digitalisasi.” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026 M/1448 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai problematika belajar pada era digitalisasi, seperti budaya belajar serba instan, rendahnya ketahanan belajar, menurunnya penghormatan terhadap guru, serta meningkatnya distraksi digital dan banjir informasi yang menunjukkan adanya krisis nilai spiritual dalam pembelajaran. Padahal, kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam QS. Al-Kahf ayat 60-82 mengandung nilai-nilai spiritual sabar yang dapat dijadikan pedoman dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai spiritual sabar dalam kisah tersebut berdasarkan perspektif kitab Ta'lim al-Muta'allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji serta menjelaskan implikasinya terhadap problematika belajar pada era digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer meliputi Al-Qur'an Surah Al-Kahf ayat 60–82, kitab Ta'lim al-Muta'allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji. Sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan literatur yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir mengandung nilai-nilai spiritual sabar, yaitu sabar dalam mencari ilmu, menaati guru, mengendalikan diri, menghadapi ujian, dan menghargai prosesnya. Perspektif Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji menegaskan bahwa kesabaran merupakan syarat utama menuntut ilmu melalui kesungguhan, ketekunan, adab, dan belajar berkelanjutan. Sementara Imam Al-Ghazali memandang sabar sebagai kekuatan spiritual pengendali hawa nafsu agar tetap istiqamah dalam ketaatan. Oleh karena itu, nilai spiritual sabar ini relevan sebagai solusi problematika belajar era digitalisasi untuk membentuk peserta didik yang memiliki ketahanan belajar, bijak berteknologi, menghormati guru, serta pantang menyerah. Dengan demikian, nilai spiritual sabar dapat menjadi landasan penguatan pendidikan karakter dan pendidikan Islam guna membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, serta tangguh secara spiritual.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN SCRATCH PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA KELAS VIII DI SMPN 3 AMPEK ANGKEK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama Aulia Fadhilla, NIM 2522272, dengan judul “Perancangan Media Pembelajaran Berbasis Strategi Problem Based Learning Menggunakan Scratch Pada Mata Pelajaran Informatika Kelas VIII di SMPN 3 Ampek Angkek.” Skripsi, Program Sarjana, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Pemanfaatan media pembelajaran pada mata pelajaran Informatika di SMPN 3 Ampek Angkek masih belum mendukung penerapan strategi problem based learning secara optimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru serta siswa, diketahui bahwa guru telah menerapkan strategi problem based learning, namun media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada slide presentasi sehingga belum mampu memfasilitasi aktivitas pemecahan masalah. Akibatnya, siswa cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran dan mengalami kesulitan memahami materi yang bersifat konseptual. Selain itu, fasilitas sekolah seperti komputer, proyektor, dan jaringan internet belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran berbasis strategi problem based learning menggunakan scratch yang mampu menyajikan materi, aktivitas pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran informatika. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Rowntree yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu perencanaan (planning), persiapan penulisan (preparing for writing), dan penulisan dan penyuntingan (writing and re-writing). Media pembelajaran dirancang menggunakan scratch dengan mengintegrasikan tahapan strategi problem based learning, yang berorientasi pada pemecahan masalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selanjutnya, produk diuji melalui uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis strategi problem based learning menggunakan scratch dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran informatika. Hasil uji validitas yang dilakukan oleh tujuh orang validator memperoleh nilai rata-rata 0,90 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas yang dilakukan oleh dua orang guru informatika dan satu orang dosen memperoleh nilai rata-rata 0,94 dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan, hasil uji efektivitas yang melibatkan satu orang guru dan 27 siswa memperoleh nilai rata-rata 0,55 dengan kategori efektivitas sedang.

10 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rao Utara Pasaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sabila Istifaroh. NIM 2122444. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rao Utara Pasaman. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rao Utara yang masih bersifat konvensional, kurang menarik, serta belum mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, aktif, dan memecahkan masalah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi belajar, partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran, serta kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) yang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMPN 1 Rao Utara yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik kelas VIII SMPN 1 Rao Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket respons guru dan peserta didik, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan produk. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) yang layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengembangan LKPD ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa, keterampilan berpikir kritis, motivasi, dan hasil belajar, sehingga menjadi salah satu bahan ajar inovatif yang mendukung penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN BAAMBOOZLE TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMPN 01 KECAMATAN GUGUAK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nurfiqa Hidayatu Sania, NIM 2122514 Judul Skripsi “Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Baamboozle terhadap Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI di SMPN 01 Kecamatan Guguak.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang ditandai dengan siswa mudah bosan, mengantuk, kurang antusias, belum aktif, serta mudah terdistraksi selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional, berpusat pada guru, serta penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga peserta didik mudah merasa bosan dan kurang aktif mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan Baamboozle terhadap minat belajar minat belajar siswa pada pembelajaran PAI di SMPN 01 Kecamatan Guguak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experiment menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian terdiri atas dua variabel, yaitu variabel bebas berupa model problem based learning berbantuan Baamboozle dan variabel terikat yaitu minat belajar siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dengan skala Likert. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 01 Kecamatan Guguak yang berjumlah 185 peserta didik, sedangkan sampel penelitian berjumlah 51 peserta didik, terdiri atas 24 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan 27 peserta didik sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, minat belajar peserta didik pada kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan memperoleh nilai rata-rata 59,04, kemudian meningkat menjadi 70,38 setelah diterapkan model problem based learning berbantuan Baamboozle. Kedua, minat belajar peserta didik pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 63,81 pada pretest dan 63,15 pada posttest, sehingga tidak mengalami peningkatan. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan model problem based learning berbantuan Baamboozle terhadap minat belajar peserta didik, yang dibuktikan melalui hasil uji Independent Sample T-Test dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 serta Mean Difference sebesar 7,397. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning berbantuan Baamboozle berpengaruh signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 01 Kecamatan Guguak.

10 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas Pendidikan Deep Learning Dengan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pendekatan Deep Learning yang diterapkan melalui Model Problem Based Learning (PBL) lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bukittinggi. Asesmen diagnostik awal menunjukkan bahwa 78,125% siswa memperoleh skor di bawah 55 berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya, dengan kelemahan paling menonjol pada tahap menyusun rencana dan memeriksa kembali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa, dipilih melalui cluster random sampling dari populasi 160 siswa kelas VII. Kelas VII B sebagai kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan Pendekatan Deep Learning dengan Model Problem Based Learning, sedangkan kelas VII D sebagai kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest menggunakan tes uraian berbasis indikator Polya yang telah divalidasi, kemudian dianalisis menggunakan N-Gain, dilanjutkan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independent tehadap data N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen mencapai 74% dalam kategori sedang dan memenuhi kriteria cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 34% dalam kategori sangat rendah dan memenuhi kriteria tidak efektif. Uji hipotesis menunjukkan t_hitung> t_tabel, yaitu 16,90 > 1,999 dengan Sig. 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Deep Learning dengan Model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail