PERBANDINGAN TINGKAT KEAKTIFAN BELAJAR INFORMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED PADA SISWA KELAS X SMK N 1 TANJUNG RAYA LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X SMK N 1 TANJUNG RAYA
Alisya Dwi Putri, 2522305, Skripsi, “Perbandingan Tingkat Keaktifan Belajar Informatika Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tanjung Raya.” Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran Informatika di kelas X SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Rendahnya keaktifan tersebut terlihat dari masih kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, seperti bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih belum sepenuhnya mampu mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Problem Based Learning dan Project Based Learning, yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan pemecahan masalah dan penyelesaian proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tanjung Raya dengan sampel penelitian sebanyak 46 siswa, yang terdiri atas 24 siswa pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning dan 22 siswa pada kelas yang menggunakan model Project Based Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan angket keaktifan belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, One Sample t-Test, dan Independent Samples t-Test dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar siswa pada kelas yang menggunakan model Problem Based Learning sebesar 81,66, sedangkan pada kelas yang menggunakan model Project Based Learning sebesar 85,49. Hasil uji One Sample t-Test menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar pada kedua kelas berada di atas nilai 80, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,028 dan 0,000 ( 0,05). Selain itu, hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)) sebesar 0,003 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar siswa yang menggunakan model Problem Based Learning dan Project Based Learning, di mana model Project Based Learning memberikan tingkat keaktifan belajar yang lebih tinggi dibandingkan model Problem Based Learning.