Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pendekatan Deep Learning yang diterapkan melalui Model Problem Based Learning (PBL) lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bukittinggi. Asesmen diagnostik awal menunjukkan bahwa 78,125% siswa memperoleh skor di bawah 55 berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya, dengan kelemahan paling menonjol pada tahap menyusun rencana dan memeriksa kembali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa, dipilih melalui cluster random sampling dari populasi 160 siswa kelas VII. Kelas VII B sebagai kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan Pendekatan Deep Learning dengan Model Problem Based Learning, sedangkan kelas VII D sebagai kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest menggunakan tes uraian berbasis indikator Polya yang telah divalidasi, kemudian dianalisis menggunakan N-Gain, dilanjutkan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independent tehadap data N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen mencapai 74% dalam kategori sedang dan memenuhi kriteria cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 34% dalam kategori sangat rendah dan memenuhi kriteria tidak efektif. Uji hipotesis menunjukkan t_hitung> t_tabel, yaitu 16,90 > 1,999 dengan Sig. 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Deep Learning dengan Model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.