Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Nilai-Nilai Spiritual Sabar dalam Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim serta Implikasinya terhadap Problematika Belajar Era Digitalisasi

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan Agama Islam•10 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Elta Desi Putri. NIM 2122116. Skripsi “Nilai-Nilai Spiritual Sabar dalam Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir serta Implikasinya terhadap Problematika Belajar Era Digitalisasi.” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026 M/1448 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai problematika belajar pada era digitalisasi, seperti budaya belajar serba instan, rendahnya ketahanan belajar, menurunnya penghormatan terhadap guru, serta meningkatnya distraksi digital dan banjir informasi yang menunjukkan adanya krisis nilai spiritual dalam pembelajaran. Padahal, kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam QS. Al-Kahf ayat 60-82 mengandung nilai-nilai spiritual sabar yang dapat dijadikan pedoman dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai spiritual sabar dalam kisah tersebut berdasarkan perspektif kitab Ta'lim al-Muta'allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji serta menjelaskan implikasinya terhadap problematika belajar pada era digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer meliputi Al-Qur'an Surah Al-Kahf ayat 60–82, kitab Ta'lim al-Muta'allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji. Sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan literatur yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir mengandung nilai-nilai spiritual sabar, yaitu sabar dalam mencari ilmu, menaati guru, mengendalikan diri, menghadapi ujian, dan menghargai prosesnya. Perspektif Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji menegaskan bahwa kesabaran merupakan syarat utama menuntut ilmu melalui kesungguhan, ketekunan, adab, dan belajar berkelanjutan. Sementara Imam Al-Ghazali memandang sabar sebagai kekuatan spiritual pengendali hawa nafsu agar tetap istiqamah dalam ketaatan. Oleh karena itu, nilai spiritual sabar ini relevan sebagai solusi problematika belajar era digitalisasi untuk membentuk peserta didik yang memiliki ketahanan belajar, bijak berteknologi, menghormati guru, serta pantang menyerah. Dengan demikian, nilai spiritual sabar dapat menjadi landasan penguatan pendidikan karakter dan pendidikan Islam guna membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, serta tangguh secara spiritual.

Kata kunci

Nilai Spiritual Sabar, Nabi Musa dan Nabi Khidir, Ta'lim al-Muta'allim, Problematika Belajar, Era Digitalisasi.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Nilai-Nilai Spiritual Sabar dalam Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim serta Implikasinya terhadap Problematika Belajar Era Digitalisasi2026 · oai:ais:skripsi:21140