Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

40 hasil
Subjek: KECEMASAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kecemasan Matematis Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas XI MAN 3 Agam Plus Keterampilan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kompetensi berpikir tingkat tinggi yang penting dalam pembelajaran matematika, karena menjadi jembatan antara pemahaman konsep abstrak dan penerapannya dalam menyelesaikan masalah. Namun, kemampuan representasi matematis siswa tidak terlepas dari faktor afektif seperti kecemasan matematis, yang dapat mengganggu fungsi kognitif siswa seperti konsentrasi, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah. Berdasarkan observasi awal di MAN 3 Agam Plus Keterampilan, ditemukan bahwa lebih dari 70% siswa belum mencapai KKTP pada soal representasi matematis, serta terindikasi adanya kecemasan siswa saat pembelajaran matematika berlangsung, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecemasan matematis terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas XI MAN 3 Agam Plus Keterampilan serta menentukan besarnya pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional, dengan populasi sebanyak 90 siswa kelas XI yang terdiri dari empat kelas. Sampel penelitian berjumlah 28 siswa kelas XI F1 yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kecemasan matematis berskala Likert yang mencakup domain attitudinal, kognitif, dan somatik, serta tes kemampuan representasi matematis berbentuk uraian pada materi fungsi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji prasyarat (normalitas dan linearitas), analisis regresi linear sederhana, uji korelasi Pearson product moment, uji t, serta koefisien determinasi. Uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal (Liliefors dan Shapiro- Wilk, sig. lebih dari 0,05) dan berpola linear (F = 0,702 kurang dari F tabel = 3,17). Analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 88,536 + (−1,194)X. Koefisien korelasi Pearson product moment sebesar r = −0,712 (r tabel = 0,279) menunjukkan hubungan negatif yang kuat, sedangkan uji t menghasilkan t hitung = −5,176 (t tabel = 2,011) yang menandakan pengaruh tersebut signifikan. Koefisien determinasi sebesar 50,80% menunjukkan bahwa kecemasan matematis memberikan kontribusi sebesar 50,80% terhadap kemampuan representasi matematis, sedangkan 49,20% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecemasan matematis siswa, semakin rendah kecenderungan kemampuan representasi matematis yang dicapainya.

5 dilihat · 9 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA KELAS XII F3 MAN 3 AGAM PLUS KETERAMPILAN DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar matematika merupakan permasalahan yang banyak dialami siswa sekolah menengah atas dan sering dikaitkan dengan kecemasan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan belajar matematika yang dialami siswa kelas XII MAN 3 Agam Plus Keterampilan ditinjau dari tingkat kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui angket kecemasan matematika, tes hasil belajar berbentuk uraian pada materi matematika keuangan, dan wawancara. Subjek penelitian dipilih secara purposive sebanyak empat siswa yang mewakili tingkat kecemasan panik, berat, sedang, dan ringan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kecemasan matematika panik mengalami kesulitan pada seluruh indikator, yaitu kesulitan memahami konsep, menerapkan prinsip, dan memecahkan masalah, serta sering lupa rumus. Siswa dengan kecemasan berat mengalami kesulitan mengingat rumus dan membedakan konsep yang serupa, terutama pada materi bunga tunggal. Siswa dengan kecemasan sedang mengalami kesulitan pada aspek konsep dan perhitungan bertahap, namun mampu memperbaiki jawaban setelah diberi arahan. Siswa dengan kecemasan ringan tidak menunjukkan kesulitan berarti dan hanya mengalami sedikit kendala dalam menafsirkan istilah kontekstual ke dalam bentuk matematika. Secara umum, semakin tinggi tingkat kecemasan matematika siswa, semakin beragam dan berat kesulitan belajar matematika yang dialami. Temuan ini menunjukkan pentingnya guru merancang pembelajaran yang lebih responsif dan suportif secara psikologis guna menurunkan kecemasan matematika siswa.

4 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kesadaran Metakognitif dan Kecemasan Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 8 Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat pencapaian peserta didik dalam mata pelajaran matematika berfungsi sebagai tolok ukur utama efektivitas kegiatan pembelajaran yang dipengaruhi oleh dinamika internal maupun eksternal. Evaluasi Penilaian Tengah Semester (PTS) di SMP Negeri 8 Bukittinggi menunjukkan sebagian siswa belum memenuhi nilai ambang batas, yang diduga berkaitan erat dengan dimensi psikologis internal seperti kesadaran metakognitif dan kecemasan matematika. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post facto ini bertujuan menguji pengaruh kesadaran metakognitif dan kecemasan matematika, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Bukittinggi Tahun Ajaran 2025/2026. Sampel sebanyak 23 siswa kelas VIII.5 dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner serta tes pencapaian, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda pada IBM SPSS Statistics 27. Hasil pengujian membuktikan bahwa kesadaran metakognitif (Sig. = 0,835 > 0,05) maupun kecemasan matematika (Sig. = 0,247 > 0,05) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, dan secara simultan kedua variabel tersebut juga tidak berdampak signifikan terhadap hasil belajar matematika (Sig. = 0,428 > 0,05). Koefisien determinasi (R^{2}) sebesar 0,081 menunjukkan bahwa kedua variabel prediktor hanya menjelaskan 8,1% variabilitas hasil belajar, sementara 91,9% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan kompleksitas konstruk psikologis dan pedagogis dalam pencapaian belajar matematika, sehingga penelitian mendatang disarankan memperluas cakupan sampel serta mengintegrasikan variabel prediktor lain seperti motivasi belajar, kemampuan awal, self-efficacy, dan minat belajar.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan antara Kecemasan dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Harau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Harau. Hal ini ditandai dengan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran, seperti merasa takut dan gugup ketika menghadapi soal matematika, kurang percaya diri dalam memberikan jawaban, serta kurangnya perhatian, ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Kondisi tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa kecemasan matematika dan minat belajar diduga berhubungan dengan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan matematika dengan prestasi belajar matematika, hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika, serta hubungan kecemasan matematika dan minat belajar secara simultan dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Harau Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 89 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Harau. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data kecemasan matematika dan minat belajar diperoleh melalui angket, sedangkan prestasi belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai dari guru mata pelajaran matematika. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, analisis korelasi, koefisien determinasi, regresi sederhana, regresi berganda, serta uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kecemasan matematika dengan prestasi belajar matematika dengan koefisien korelasi sebesar −0,494 dan nilai koefisien determinasi sebesar 24,43%; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar matematika dengan koefisien korelasi sebesar 0,487 dan nilai koefisien determinasi sebesar 23,73%; dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan matematika dan minat belajar secara simultan dengan prestasi belajar matematika dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,766 dan koefisien determinasi sebesar 58,75%, yang menunjukkan bahwa sebesar 58,75% variasi prestasi belajar matematika dapat dijelaskan oleh kecemasan matematika dan minat belajar secara simultan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecemasan matematika dan minat belajar memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Harau tahun pelajaran 2025/2026.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN TENGAH SEMESTER DI SMA N 1 PAYAKUMBUH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Siswa dalam Menghadapi Ujian Tengah Semester di SMA Negeri 1 Payakumbuh" yang disusun oleh Melani Risnawati (2622011), mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kecemasan yang dialami siswa ketika menghadapi ujian tengah semester. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa sebagian siswa menunjukkan gejala kecemasan seperti rasa khawatir berlebihan, sulit berkonsentrasi, takut gagal, serta munculnya gejala fisik menjelang ujian. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut adalah dukungan sosial yang diterima siswa dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat dukungan sosial siswa di SMA Negeri 1 Payakumbuh, (2) mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian tengah semester di SMA Negeri 1 Payakumbuh, dan (3) mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan siswa dalam menghadapi ujian tengah semester di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Payakumbuh yang berjumlah 198 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert yang disusun berdasarkan aspek dukungan sosial menurut House dan aspek kecemasan menurut Spielberger. Instrumen penelitian terdiri atas 34 item pernyataan variabel dukungan sosial dan 36 item pernyataan variabel kecemasan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat dukungan sosial siswa di SMA Negeri 1 Payakumbuh berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 130,28; (2) tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian tengah semester berada pada kategori sedang, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 100,70; dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan siswa dalam menghadapi ujian tengah semester di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi Pearson Product Moment yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,362 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima siswa, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami siswa dalam menghadapi ujian tengah semester. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima siswa, maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami siswa.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kecemasan Matematis Siswa Di Kelas VII MTsN 6 Agam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Shyafiatul Qaira, NIM: 2419035, Analisis Kecemasan Matematis Siswa Di Kelas VIII MTsN Agam. Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi 2026. Kecemasan matematis merupakan salah satu faktor afektif yang dapat memengaruhi proses pembelajaran matematika. Kecemasan yang dialami siswa dapat berdampak pada kemampuan memahami materi, menyelesaikan soal, dan mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas VIII MTsN 6 Agam, ditemukan bahwa beberapa siswa menunjukkan gejala kecemasan ketika mengikuti pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan matematis siswa berdasarkan kemampuan matematika ditinjau dari aspek fisiologis, psikologis, perilaku, dan kognitif pada siswa kelas VIII MTsN 6 Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu tiga orang siswa yang mewakili kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan nilai Ujian Akhir Semester (UAS). Data dikumpulkan melalui angket kecemasan matematis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek memiliki karakteristik kecemasan matematis yang berbeda. Siswa dengan kemampuan matematika tinggi menunjukkan kecemasan di indikator psikologis yang tidak menghambat kemampuan berpikir dan penyelesaian masalah matematika walaupun mendapat kategori kecemasan sangat tinggi. Siswa dengan kemampuan matematika sedang mengalami kecemasan yang lebih tampak pada aspek fisiologis, psikologis, perilaku, dan kognitif sehingga memengaruhi proses belajar. Sementara itu, siswa dengan kemampuan matematika rendah menunjukkan kecemasan yang dominan pada aspek psikologis, perilaku, dan kognitif, seperti kurang percaya diri, kesulitan memahami materi, dan mudah kehilangan fokus ketika menghadapi soal matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecemasan matematis dialami oleh siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, maupun rendah, namun karakteristik kecemasan yang ditunjukkan berbeda pada setiap tingkat kemampuan matematika.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECEMASAN TERHADAP PROBLEM SOLVING MAHASISWA AKHIR BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi proses berpikir dan pengambilan keputusan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi cenderung menurunkan efektivitas problem solving, karena individu menjadi lebih sulit berkonsentrasi, mengalami penurunan memori, serta cenderung mengambil keputusan impulsif atau menghindari masalah. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecemasan terhadap problem solving mahasiswa akhir Bimbingan dan Konseling. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriftif, teknik penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis dengan metode enter melalui bantuan SPSS versi 26. Hasil uji regresi menunjukkan persamaan regresi Y^=33,642+0,223XY^=33,642+0,223X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan skor kecemasan sebesar 1 poin akan meningkatkan skor problem solving sebesar 0,223. Uji signifikansi regresi menghasilkan nilai p = 0,000 ( 0,05), sehingga pengaruh kecemasan terhadap problem solving signifikan secara statistik. Uji F simultan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 16,155 dengan Ftabel 3,92, yang menguatkan bahwa kecemasan berpengaruh signifikan terhadap problem solving. Namun, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,116 mengindikasikan bahwa kecemasan hanya menjelaskan 11,6% variasi problem solving, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECEMASAN TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN STUDI AKHIR DI UIN SJECH M.DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ayu Putri Pratama, NIM: 2618.097 dengan judul penelitian “Pengaruh Kecemasan Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Studi Akhir di UIN Bukittinggi”. Program Studi Bimbinngan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Negeri Islam (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2025. Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil pengamatan peneliti saat melihat banyaknya mahasiswa yang tidak percaya diri mampu menyelesaikan studi akhirnya sehhingga merasakan cemas serta tidak percaya diri bertanyya kepada orang lain dan rasa malas dalam menyelesaikan studi akhirya, yang seharusnya studi akhir dijalankan dengan penuh semangat akan kelulusan yang sudah diperjuangkan selama masa perkuliahan Hal ini bisa disebabkan karena ada rasa cemas akan ejekan dadri orang lain, tidak percaya diri menyelesaikannya tepat waktu seperrti teman-teman yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecemasan terhadap kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan studi akhir di UIN Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuanititatif korelasional. Adapun populasi dari penelitian ini 49 orang mahasiswa di UIN Bukittinggi. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Dalam penelitian ini akan digunakan dua instrument yaitu instrument kecemasan dan instrument kepercayaan diri. Teknik pengolahan data mencari mean, range, % skor dan standar deviation, sedangkan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis mencari Product Moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r_hitung lebih besar dari r_tabel. Hasil penelitian diperoleh, besar Pengaruh kecemasan terhadap kepercayaan diri dalam menyelesaikan studi akhir di UIN Bukittinggi dilhat dari D= r2 × 100%= (0,325)2 × 100%, maka diperoleh sebesar 10,57%. Jadi dapat disimpulkan bahwa besar pengaruh kecemasan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyelesaikan studi akhir di UIN Bukittinggi yaitu sebesar 10,57%, dengan derajat hubungan rendah. Dengan melihat angka ini dapat disimpulkan bahwa besar kecemasan terhadap kepercayaan diri mahasiswa dalam meyelesaikan studi akhir di UIN Bukittinggi sebesar 10.57% selebihnya dari faktor lainnya. Kata kunci: kecemasan, kepercayaan diri, studi akhir

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kecemasan Matematis dan Prokrastinasi Akademik Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTsN 2 Lima Puluh Kota Tahun Pelajaran 2024/2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fokus penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 2 Lima Puluh Kota yang ditunjukkan dengan banyak nya siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Adapun dari kegiatan observasi dan wawancara diperoleh bahwa banyak siswa yang tidak percaya diri, takut salah apabila mengerjakan soal matematika didepan kelas, dan menolak untuk menyelesaikan soal didepan kelas, hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki kecemasan matematis. Selain itu siswa cenderung melakukan prokrastinasi yang ditandai dengan melakukan penundaan dalam mengerjakan atau menyelesaikan tugas, bahkan tidak mengumpulkan tugas. Kedua hal tersebut diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 2 Lima Puluh Kota. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah: 1) Apakah terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematis terhadap hasil belajar matematika siswa? 2) Apakah terdapat pengaruh signifikan prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar matematika siswa? 3) Apakah terdapat pengaruh kecemasan matematis dan prokrastinasi akademik secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis ex post facto menggunakan teknik korelasional, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 2 Lima Puluh Kota yang berjumlah 118 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini terdiri dari 35 orang siswa yang diambil melalui teknik Simple Random Sampling dengan syarat populasi harus berdistribusi normal dan homogen. Intrumen penelitian ini adalah angket kecemasan matematis, angket prokrastinasi akademik, dan tes hasil belajar matematika siswa yang akan di analisis dengan uji regresi. Hasil dari penelitian ini didapatkan persamaan regresi kecemasan matematis terhadap hasil belajar matematika siswa yaitu Y=113,337-0,841X_1 dengan nilai koefisien korelasi -0,639 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sedang dengan koefisien determinasi sebesar 40,83% serta dengan uji signifikansi t_hitung-t_tabel yaitu -4,767-2,035. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematis terhadap hasil belajar matematika siswa. Persamaan regresi prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar matematika siswa yaitu Y=107,190-0,780X_2 dengan nilai koefisien korelasi -0,697 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sedang dengan koefisien determinasi sebesar 48,58% serta dengan uji signifikansi t_hitung-t_tabel yaitu-5,585-2,035. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar matematika siswa. Adapun persamaan regresi berganda yang diperoleh adalah Y=115,598-0,344X_1-0,559X_2 dengan nilai koefisien korelasi 0,718 yang menunjukkan hubungan yang kuat dengan koefisien determinasi sebesar 51,55% serta dengan uji signifikansi F_hitung=17,011>F_tabel=3,29. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematis dan prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar matematika siswa. Kata Kunci: kecemasan matematis, prokrastinasi akademik, hasil belajar matematika

11 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nadira Safira (2419114) : Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Bukittinggi Penelitian ini dilatar belakangi karena permasalahan yang ditemukan di kelas VII SMP N 4 Bukittinggi bahwa rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa, hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai ulangan harian yang diberikan guru matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam pembelajaran matematika pada kelas VII SMP Negeri 4 Bukittinggi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 4 Bukittinggi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 4 Bukittinggi”. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 286 siswa SMP N 4 Bukittinggi. Sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah 43 siswa dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kecemasan matematika dan soal tes kemampuan berpikir kritis matematis .Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi serta regresi linier sederhana. Dalam penelitian ini untuk melakukan pengujian hipotesis sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji linearitas, selanjutnya peneliti menentukan koefesien korelasi, koefesien determinanasi dan menggunakan persamaan regresi sederhana dengan , yang artinya kecemasan matematika memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Dengan kekuatan hubungan kecemasan matematika dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang ditunjukkan oleh koefesien korelasi dengan taraf signifikan diperoleh koefesien determinasi sebesar . Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII SMP N 4 Bukittinggi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh kecemasan matematis dan konsep diri terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VII SMPN 6 Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Meta Trisna Wati/2419025/2024: “Pengaruh Kecemasan Matematis dan Konsep Diri Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di Kelas VII SMPN 6 Bukittinggi.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 6 Bukittinggi masih banyak yang dibawah KKM. Setelah dilakukan observasi dan wawancara di SMPN 6 Bukittinggi terlihat bahwa adanya kecemasan matematis siswa terhadap pembelajaran matematika, dapat dilihat masih banyak siswa yang kurang merasa senang, tidak adanya ketertarikan unutk belajar dan menghindari pembelajaran matematika menunjukkan sikap yang gelisah, tegang, takut, dan merasa tidak nyaman saat belajar. Selain itu terlihat konsep diri siswa yang rendah, terlihat siswa masih kurang percaya diri dalam belajar. Hal tersebut diduga yang menyebabkan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPN 6 Bukittinggi rendah atau banyak yang dibawah KKM. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah penelitian adalah: 1) Apakah terdapat pengaruh kecemasan matematis terhadap hasil belajar matematika? 2) Apakah terdapat pengaruh konsep diri terhadap hasil belajar matematika? 3) Apakah terdapat pengaruh kecemasan matematis dan konsep diri terhadap hasil belajar matematika? Adapun hipotesis penelitian atau dalam artian dugaan adalah terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematis terhadap hasil belajar, terdapat pengaruh konsep diri terhadap hasil belajar, terdapat pengaruh signifikan antara kecemasan matematis dan konsep diri terhadap terhadap hasil belajar Jenis penelitian adalah penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 6 Bukittinggi yang terdiri dari 4 kelas yang berjumlah 129 orang. Setelah data populasi berdistibusi normal dan homogenitas, dilakukan pengambilan sampel dengan teknik Simple Random Sampling maka diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah 32 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket kecemasan matematis, angket konsep diri, dan tes hasil belajar matematika siswa. Data dianalisis menggunakan uji regresi parsial dan berganda. Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi kecemasan matematis terhadap hasil belajar yaitu 𝑌 = 2,270 + 0,603X1 dengan nilai koefisien korelasinya 0,509 yang menunjukan hubungan yang sedang dan koefisien determinan sebesar KD = 25,59%. Uji signifikan diperoleh thitung = 2,992 > ttabel = 2,042. Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematis terhadap hasil belajar matematika. Persamaan regresi konsep diri terhadap hasil belajar yaitu 𝑌 = 14,669 + 0,535X2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,448 yang menunjukan hubungan yang sedang dan koefisien daterminan sebesar KD = 20,10 %. Uji signifikan diperoleh thitung = 2,742 > ttabel =2,052.Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan konsep diri terhadap hasilbelajar matematika. Persamaan regresi berganda yang diperoleh yaitu 𝑌 = −26,511 + 0,518X1 + 0,432X2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,509 yang menunjukan hubungan yang sedang dan koefisien daterminan sebesar KD = 27,64%. Uji signifikan diperoleh Fhitung =14,727 > Ftabel = 3,33. Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematis dan konsep diri terhadap hasil belajar matematika.

7 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kecemasan Matematika terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi Tahun Pelajaran 2023/2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di SMP Negeri 4 Bukittinggi, di mana masih banyak siswa kelas VIII yang melakukan tindakan prokrastinasi terhadap tugas akademiknya. Contohnya saja siswa masih ada yang menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas matmatikanya sehingga tidak dapat mengumpulkan dengan tepat waktu atau bahkan tidak mengumpulkan sama sekali. Mereka lebih suka melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan seperti bermain. Tindakan penundaan ini diduga disebabkan oleh kecemasan matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan kecemasan matematika terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi . Jenis penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi yang terdiri dari 288 siswa. Dalam pengambilan sampel diambil secara acak (random sampling) setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas varians pada populasi dengan sampel sebanyak 57 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket untuk mengukur kecemasan matematika dan prokrastinasi akademik siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data angket kecemasan matematika dan angket prokrastinasi akademik didapatkan nilai persamaan regresi yaitu Y = 4,610 + 0,7296X dengan korelasi rxy = 0,693 dan koefisien determinan sebesar 48,08%. Hasil pengujian hipotesis diperoleh ttabel thitung yaitu 2,004 7,137. Sehingga dapat disimpulkan, terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi.

5 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 4 BUKITTINGGI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang tidak tuntas pada ulangan harian matematika dan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Salah satu faktor yang mendominasi dalam pembelajaran adalah kecemasan. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil rumusan masalahnya apakah terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 304 siswa SMP N 4 Bukittinggi. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah kelas VII.A. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kecemasan matematika dan soal tes kemampuan pemahaman konsep matematis .Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di kelas VII SMP N Bukittinggi. Hal ini dapat dilihat dari persamaan regresi linier, yaitu Y = 30,014 - 0,209X dari hasil tersebut maka dapat diketahui kecemasan matematika berpengaruh negatif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis. Dengan kata lain, konstanta sebesar 30,014 mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel kemampuan pemahaman konsep matematis adalah sebesar 30,014. Sedangkan koefisien regresi X sebesar -0,209 yang berarti bahwa setiap penambahan 1 poin nilai kecemasan matematika, maka kemampuan pemahaman konsep matematis berkurang sebesar -0,209.

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

The Correlation Between Students’ Anxiety and Speaking Fluency At EIE Class of English Education Department of UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sonnia Amelia, 2317088. “Hubungan Antara Kecemasan Mahasiswa dan Kelancaran Berbicara di Kelas EIE Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi” Skripsi, Pendidikan Bahasa Inggris. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kecemasan siswa dan kelancaran berbicara pada kelas EIE Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kefasihan berbicara berkaitan erat dengan faktor psikologis, yaitu bagaimana siswa mengelola kecemasan. Banyak teori menyatakan bahwa kecemasan siswa dapat mempengaruhi kelancaran siswa ketika berbicara bahasa asing. Oleh karena itu, peneliti melakukan observasi untuk menemukan kondisi sebenarnya. Selain itu, beberapa siswa mengalami kecemasan saat berbicara bahasa Inggris karena kecemasan berpengaruh pada kinerja sedangkan beberapa siswa lainnya tidak mengalami masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV Jurusan Bahasa Inggris UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada mata kuliah English for Islamic Education. Terdapat 53 mahasiswa yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Ada dua instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian. Instrumen pertama yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk mengukur kecemasan siswa dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing, yaitu menggunakan Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) yang dikembangkan oleh Howirtz. Instrumen kedua untuk kelancaran berbicara, yaitu tes lisan. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment dan dilanjutkan dengn uji t (t-test) dengan signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa hasil perhitungan korelasi Product Moment adalah negatif sehingga hipotesisnya dibalik. Nilai dari rxy= -0,007, nilai ini lebih kecil dari harga r tabel (r-table) pada signifikansi 5% ( = -0,007 = -0,2284). Selanjutnya, berdasarkan uji t diperoleh nilai t adalah -1,684, dan nilai ini lebih kecil dari harga t tabel yaitu t= -1,684 ttable(5%),(51) = 2.007). Hal tersebut berarti bahwa Ho ditolak, maka Ha diterima. Disamping itu, berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, kecemasan siswa berkontribusi sebesar 0.49% terhadap kelancaran berbicara. Dari hasil uji hipotesis statistik dan uji t (t-test) menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan siswa dan kelancaran berbicara mereka di kelas English For Islamic Education Class UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor kecemasan siswa memiliki korelasi yang lemah dan terdapat beberapa aspek lain yang mempengaruhi kelancaran berbicara.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam pembelajaran daring dimasa pandemi (covid-19 ) di UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hal-hal yang dirasakan mahasiswa dalam pembelajaran daring dimasa pandemi (covid-19) seperti gugup, keluar keringat berlenihan, telapak tangan berkeringat, mulut terasa kering, sering mimpi buruk, jantung berdebar-debar, sulit berkonsentrasi, merasa was-was, merasa tidak mampu, gelisah tidak menentu, sulit tidur dimalam hari, mudah tersinggung, yang merupakan beberapa hal yang terjadi ketika seseorang mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan yang dirasakan oleh mahasiswa semester tiga Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas tarbiyah dan Ilmu keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi saat melakukan pembelajaran daring selama pandemik (covid-19). Penelitian ini mengunakan penelitian lapangan (field research) dalam bentuk deskriptif kualitatif, informan kunci adalah mahasiswa bimbingan konseling semester tiga dan yang menjadi informan pendukung adalah orangtua mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan snowball sampling. Pengolahan data dengan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan mahasiswa dalam pembelajaran daring dimasa pandemi (covid-19) di UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi adalah dari lingkungan keluarga, dari lingkungan sosial, susahnya jaringan internet, kuliah sambil bekerja, sarana prasarana yang kurang memadai, tugas yang menumpuk dan mahasiswa yang tidak memahami materi pembelajaran.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh kecemasan matematika dan Self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 3 Agam

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Anisa Ramayanti/2417087/2022: “Pengaruh Kecemasan Matematika dan Self Regulated LearningTerhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTsN 3 Agam.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa. Diduga hal ini dipegaruhi oleh faktor tingginya kecemasan matematika dan self regulated learning yang rendah, berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan pada siswa kelas VIII MTsN 3 Agam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan kecemasan matematika dan self regulated learning secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Agam yang terdiri dari 6 kelas yang berjumlah 178 siswa. Sampel penelitian berjumlah 36 orang siswa. Yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrument penelitian berupa angket kecemasan matematika dan angket self regulated learning, serta dokumen hasil belajar. Data analisis menngunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresi kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika yaitu Y= -23,5027 + 1,034X. Berdasarkan uji kebermaknaan regresi diperoleh Zhitung = 5,142 >Ztabel = 1,96., koefisien Determinan sebesar KD = 75,5161%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika. Persamaan regresi self regulated learning terhadap hasil belajar matematika diperoleh Y = - 8,342 +1,034X. Berdasarkan uji kebermaknaan regresi diperoleh Zhitung =4,787 >Ztabel 1,96, dengan koefisien determinan sebesar KD =91,9681%. Disimpulkan terdapat pengaruh positif yang signifikan self regulated learning terhadap hasil belajar matematika. Persamaan regresi berganda yang diperoleh Y = -5,62780 + 0,295X1 + 0,491X2. Berdasarkan uji kebermaknaan regresi berganda diperoleh Fhitung = 250,4865 > Ftabel 3,28, dengan koefisien determinan sebesar KD = 93,9%. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika dan self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN 3 Agam.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH LABUHANHAJI TIMUR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mohd. Al barzanji /2417051/2022: “Pengaruh Kecemasan Matematika dan Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MA Labuhan Haji Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain tingginya tingkat kecemasan siswa dalam belajar matematika dan kurangnya keyakinan siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di MA Labuhan Haji Timur. Hal tersebut diduga berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1)Apakah terdapat pengaruh signifikan ecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika? 2)Apakah terdapat pengaruh signifikan self efficacy terhadap hasil belajar matematika? 3)Apakah terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika dan self efficacy secara simultan terhadap hasil belajar matematika? Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Labuhan Haji Timur yang terdiri 28 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini berupa Angket kecemasan matematikadan angket self efficacy. Data dianalisis menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika yaitu Y=94,119-0,439 dengan nilai koefisien koresinya -0,471 yang menunjukkan hubungan yang kuat dan koefisiensi determinan sebesar KD = 22,18%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh t_hitung=-2,72>t_tabel=1,70. Disimpulkan terdapat pengaruh negatif yang signifikan kecemasan matematika terhadap hasil belajar matematika. Persamaan regresi self efficacy terhadap hasil belajar matematika diperoleh Y=59,226+0,209X_2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,388 yang menunjukkan hubungan yang sedang dan koefisien derterminan sebasar KD =15,05%. Uji kebermaknaan regresi diperoleh t_hitung=2,14>t_tabel=1,70. Disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan self efficacy terhadap hasil belajar matematika. Persamaan regresi berganda yang diperoleh Y=39,695-0,042X_1+0,465 X_2 dengan nilai koefisien korelasinya 0,805 yang menunjukkan hubungan yang kuat dan koefisien determinan sebesar 62,25%. Uji kebermaknaan regresi berganda diperoleh F_hitung=51,567>F_tabel=3,37. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kecemasan matematika dan self efficacy secara simultan terhadap hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran matematika. Sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kecemasan matematika dan kemampuan diri berpengaruh terhadap hasil belajar.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Teknik Desensitisasi Sistematik terhadap Kecemasan Siswa dalam Menghadapi Ujian Dimasa Pendemi Covid-19 Di SMPN 1 Sungai Pua

2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada SMPN 1 Sungai Pua yang menunjukkan bahwasanya didapati siswa mengalami kecemasan saat menghadapi ujian. Siswa merasa tidak tenang dan tidak rileks saat detik-detik akan menghadapi ujian dikarenakan siswa banyak yang tidak belajar di rumah, saat waktu akan dilaksanakannya ujian mereka sibuk membaca catatan dan membahas soal-soal yang di berikan guru sebelumnya. Ketika siswa melakukan ujian di dalam kelas terdapat siswa yang sangat gelisah, cemas, terlihat ragu dalam menjawab soal ujian, tidak berkonsentrasi saat ujian. Untuk mereduksi kecemasan kecemasan siswa menghadapi ujian semester tersebut guru BK berupaya mengatasinya melalui beberapa jenis teknik konseling salah satunya dengan teknik desensitisasi sistematik. Peneliti mencoba melakukan teknik desensitisasi sistematik dalam layanan konseling individual. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan teknik desensitisasi sistematik untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian semester dimasa pandemi covid-19 di SMPN 1 Sungai Pua. Penelitian ini tergolong pre eksperimen model One Group Pretest Postest Design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 98 orang, sedangkan teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah teknik Non Random Sampling yaitu Purposif Sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 orang. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Data tentang kecemasan menghadapi ujian semester dikumpulkan melalui skala, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil nilai uji Z (Wilcoxon) menunjukkan perbedaan antara nilai pretest dan postest. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -2,524. Berdasarkan ketentuan yang berlaku diketahui hasil uji Wilcoxon sig p-value sebesar 0,012 <α(α = 0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan siswa menghadapi ujian semester dimasa pandemi covid-19 untuk pretest dan postest melalui teknik desensitisasi sistematik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh konseling kelompok untuk mereduksi kecemasan masyarakat terhadap wabah covid 19 di jorong panta kecamatan matur kabupaten agam

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chintiya Nur rahmi, nim 2615172 jurusan bimbingan dan konseling IAIN Bukittinggi, judul skripsi "pengaruh konseling kelompok untuk mereduksi kecemasan masyarakat terhadap wabah covid 19 di jorong panta kecamatan matur kabupaten agam ". Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di jorong panta kecamatan matur kabupaten agam yang menunjukkan bahwasannya masyarakat terutama ibu rumah tangga mengalami kecemasan terhadap wabah covid 19 untuk menurunkan kecemasan terhadap covid 19 terhadap ibu rumah tangga dilaksanakan suatu layanan yang ada daalam bimbingan dan konseling yaitu konseling kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok untuk mereduksi kecemasan masyarakat terhadap wabah covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian one group pretes dan postest. Sampel penelitian sebanyak 15 orang ibu rumah tangga, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari tingkat kecemasan yang dialami ibu rumah tangga. Teknik dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu kusioner atau angket dengan skala pengukuran skala likert teknik analisis data menggunakan uji statistik non parametrik dengan metode wilcoxon signed ranktest, dalam pengukuran variabel penelitian product and service solution (SPSS) 22 Berdasarkan hasil penelitian pretes kelompok eksperimen dengan jumlah sampel 15 orang menunjukkan bahwa nilai mean untuk pretes adalah 138,33 nilai ini tergolong pada kriteria tinggi, sedangkan setelah perlakuan postest maennya adalah 97,86 ini tergolong kriteria rendah pengajuan hipotesis pretes dan postest data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan wilcoxon signed rank test untuk menguji hipotesis pretes dan postest eksperimen. Pada pretes dan postest terdapat negatif rank yang nilainya sebanyak 15 orang dengan mean ranks atau rata-rata peringkat sebanyak 8,00 dan sum of rank atau jumlah peringkat adalah 120,00 dan positif ranks yang nilainya 0 dengan mean 0 dan sum of rank 0 ties atau rank yang nilainya sama yaitu 0 orang atau tidak ada yang sama. Perbedaan antara nilai pretes dan postest dibuktikan dengan nilai sig bernilai 0,001 karena nilai 0,001 lebih kecil dari alpa (0, 05) makan Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat dikaatakan ada pengaruh konseling kelompok untuk mereduksi kecemasan masyarakat terhadap wabah covid 19 di jorong panta kecamatan matur kabupaten agam

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

AN ANALYSIS OF STUDENTS' SPEAKING ANXIETY AT 7TH GRADE OF AL-MUMTAZ BOARDING SCHOOL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Poppy Fauziah Syafitri: 2317016, “An Analysis of Students’ Speaking Anxiety at Seventh Grade Students of Al-Mumtaz Boarding School”, A Thesis, State Islamic Institute of Bukittinggi, 2020. Penelitian ini dilakukan karena terdapat beberapa masalah dalam aktivitas berbicara siswa didalam kelas, masalah ini berkaitan dengan kecemasan siswa ketika berbicara didalam proses pembelajaran. Berdasarkan survei awal yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwa siswa merasakan kecemasan dalam berbicara didalam kelas dikarenakan oleh beberapa alasan seperti kurangnya penguasaan tentang aspek-aspek berbicara dan rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa. Dalam pembelajaran bahasa asing, kemampuan berbicara siswa dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan siswa dalam berbicara. Penelitian ini telah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Mumtaz. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskiriptif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi non-partisipasi dan wawancara semi-terstruktur sebagai instrumen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Pondok Pesantren Al-Mumtaz yang terdiri dari empat kelas, satu kelas putra dan tiga kelas putri. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif untuk observasi karena semua populasi memiliki karakteristik yang sama. Sampel observasi terdiri dari dua kelas, satu kelas putra dan satu kelas putri. Kemudian, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel bola salju untuk wawancara. Ada empat belas siswa yang diwawancara dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kecemasan siswa dalam berbicara dikelas VII Pondok Pesantren Al-Mumtaz, baik dikelas putra maupun putri. Faktor tersebut berasal dari dua sisi, faktor eksternal dan faktor internal. Ada satu faktor eksternal yang menyebabkan kecemasan siswa dalam berbicara, yaitu takut mendapatkan respon negatif dari orang lain. Kemudian ada tiga faktor internal yang berkontribusi dalam kecemasan berbicara siswa yaitu rendahnya kepercayaan diri, takut melakukan kesalahan, dan rendahnya penguasaan tentang aspek berbicara (pengucapan, pemahaman dan kosa kata). Kesimpulannya, ada empat faktor yang menyebabkan kecemasan berbicara siswa dikelas VII Pondok Pesantren Al-Mumtaz.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail