Abstrak
Shyafiatul Qaira, NIM: 2419035, Analisis Kecemasan Matematis Siswa Di Kelas VIII MTsN Agam. Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi 2026. Kecemasan matematis merupakan salah satu faktor afektif yang dapat memengaruhi proses pembelajaran matematika. Kecemasan yang dialami siswa dapat berdampak pada kemampuan memahami materi, menyelesaikan soal, dan mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas VIII MTsN 6 Agam, ditemukan bahwa beberapa siswa menunjukkan gejala kecemasan ketika mengikuti pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan matematis siswa berdasarkan kemampuan matematika ditinjau dari aspek fisiologis, psikologis, perilaku, dan kognitif pada siswa kelas VIII MTsN 6 Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu tiga orang siswa yang mewakili kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan nilai Ujian Akhir Semester (UAS). Data dikumpulkan melalui angket kecemasan matematis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek memiliki karakteristik kecemasan matematis yang berbeda. Siswa dengan kemampuan matematika tinggi menunjukkan kecemasan di indikator psikologis yang tidak menghambat kemampuan berpikir dan penyelesaian masalah matematika walaupun mendapat kategori kecemasan sangat tinggi. Siswa dengan kemampuan matematika sedang mengalami kecemasan yang lebih tampak pada aspek fisiologis, psikologis, perilaku, dan kognitif sehingga memengaruhi proses belajar. Sementara itu, siswa dengan kemampuan matematika rendah menunjukkan kecemasan yang dominan pada aspek psikologis, perilaku, dan kognitif, seperti kurang percaya diri, kesulitan memahami materi, dan mudah kehilangan fokus ketika menghadapi soal matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecemasan matematis dialami oleh siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, maupun rendah, namun karakteristik kecemasan yang ditunjukkan berbeda pada setiap tingkat kemampuan matematika.