ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang Bagi Hasil dan Implementasinya di Perbankan Syariah (Studi Kasus di Bank Mandiri Syariah Kantor Cabang Bukittinggi)” yang ditulis oleh FAHMI, NIM: 1216.014, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena yang menjadi latar belakang masalah dari hasil observasi penulis di Bank Mandiri Syariah Kantor Cabang Bukittinggi dimana praktik mudharabah di Bank Mandiri Syariah ini terdapat perbedaan implementasi dengan pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio. Dimana menurut Muhammad Syafi’i Antonio akad mudharabah terbagi kepada dua macam yaitu mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah. Mudharabah mutlaqah adalah akad kerja sama dimana nasabah tidak dibatasi dengan jenis usaha, waktu usaha dan tempat. Adapun mudharabah muqayyadah adalah akad kerja sama dimana sumber dana khusus dengan menyalurkan yang khusus dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh shahibul mall. Sedangkan implementasi akad mudharabah yang terjadi di Bank Mandiri Syariah pada produk pendanaan dimana nasabah (shahibul mall) dibatasi dalam pemberian modal dalam produk pendanaan. Berdasarkan kejadian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang bagi hasil dan bagaimana implementasinya di perbankan syariah dimana kejadiannya di Bank Mandiri Syariah Kantor Cabang Bukittinggi. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dan metode lapangan (field research). Motode penelitian perpustakaan ini penulis mengumpulkan data dari buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang penulis teliti. Sedangkan metode lapangan (field research) ini untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis turun langsung ke lapangan untuk melakukan wawancara dengan staff di Bank Mandiri Syariah Kantor Cabang Bukittinggi. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa prinsip bagi hasil di perbankan syariah menurut Muhammad Syafi’i Antonio dapat dilakukan dalam 4 akad, tetapi yang sering dipakai di dalam perbankan hanya akad mudharabah dan akad musyarakah sedangkan untuk akad muzara’ah dan musaqah di pergunakan khusus untuk pembiayaan pertanian. Di Bank Mandiri Syariah Kantor Cabang Bukittinggi akad bagi hasil memakai dua produk yaitu produk pendanaan dan produk pembiayaan. Dimana implementasi pada produk pembiayaan akad musyarakah di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bukittinggi telah sesuai dengan pendapat Muhammad Syafi’i Antonio. karena menurut Muhammad Syafi’i Antonio dalam praktek akad musyarakah sama-sama memberikan modal dan dalam pembagian keuntungan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati. Adapun implementasi akad mudharabah pada produk pembiayaan belum sesuai dengan pendapat Muhammad Syafi’i Antonio, karena kedudukan akadnya belum pasti. Sedangkan pada implementasi produk pendanaan akad mudharabah di Bank Mandiri Syariah kantor Cabang Bukittinggi menggunakan belum sesuai, karena ada perjanjian yang mengikat shahibul mall
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan pengupahan perkebunan karet ditinjau dari fiqh muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan penekatan deskriptif kualitatif. sumber data diperoleh dari wawancara dengan pekerja dan pemilik lahan perkebunan. sistem yang digunakan masyarkat nagari Sijunjung dalam pelaksanaan pengupahan perkebunan karet adalah dengan sistem 70%, 30%, yaitu 70 % untuk pemilik lahan dan 30% untuk pekerja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Implementasi Aqad Kerja Sama Petani Sawah Di Kecamatan Rao Selatan Perspektif Fiqh Muamalah” yang disusun oleh Rahmat Azzandri(3322337), Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi pada masih dominannya praktik kerja sama pertanian yang bersifat tradisional, berbasis kepercayaan, dan belum sepenuhnya memenuhi ketentuan syariah, khususnya terkait kejelasan akad, pembagian hasil, pembebanan biaya, dan distribusi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad kerja sama petani sawah di Kecamatan Rao Selatan serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fiqh muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik lahan dan petani penggarap di Kecamatan Rao Selatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kerja sama pertanian di Kecamatan Rao Selatan secara umum menyerupai akad muzāra‘ah, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip fiqh muamalah. Akad umumnya dilakukan secara lisan tanpa perjanjian tertulis, nisbah bagi hasil tidak selalu ditentukan secara jelas di awal, serta pembebanan biaya produksi dan risiko cenderung lebih banyak ditanggung oleh penggarap. Kondisi ini menimbulkan unsur gharar (ketidakjelasan) dan ketidakseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, sehingga prinsip keadilan (ʿadl) belum terpenuhi secara optimal. Meskipun demikian, prinsip kerelaan (tarāḍī) telah terpenuhi karena kerja sama dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Sistem Kemitraan Usaha Ayam Broiler Dalam Perspektif Manajemen Bisnis Syariah (Studi Kasus Kemitraan Perternakan Eka Asenk Di Pasaman Timur)”. Yang disusun oleh Gusriandi dengan Nim 3722053 Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya sistem kemitraan usaha ayam broiler yang tidak sesuai dengan perspektif manajemen bisnis syariah, khususnya pada aspek pembagian porsi kegiatan dan keuntungan, Ketergantungan penuh terhadap pt phokphand. Bapak eka asenk pemilik peternakan ayam broiler beliau mengatakan bahwa kegiatan usaha ini pihak perusahaan lebih cenderung memperoleh porsi lebih besar sementara peternak merasa tidak seimbang dengan usaha yang ditanggungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kemitraan dalam perspektif manajemen bisnis syariah pada kemitraan peternakan eka asenk di pasaman timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Bapak Eka Asenk selaku pemilik peternakan ayam broiler, karyawannya, dan karyawan perusahaan dibidang technical service dari PT Pokphand, observasi, dan dokumentasi di Peternakan Ayam Broiler, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kemitraan usaha ayam broiler, perusahaan berperan sebagai pihak yang menyediakan berbagai kebutuhan produksi dan pembinaan usaha, sedangkan peternak berperan dalam menyediakan kandang sekakigus sebagai pengelola yang bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan pemeliharaan ayam broiler hingga masa panen. Ditinjau dari perspektif manajemen bisnis syariah , sistem kemitraan ini belum sepenuhnya menerapkan prinsip keadilan, transparansi dan keseimbangan. Serta masih terdapat ketergantungan yang cukup tinggi dari peternak terhadap perusahaan. Kemudian ditinjau dari bentuk akad, kemitraan yang dilakukan pada usaha peternakan ayam broiler ini menggunakan akad syirkah inan, yang mana Syirkah al ‘Inan adalah kontrak antara dua orang atau lebih, setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan modal dan berpartisipasi dalam kerja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Perjanjian Bagi Hasil Dalam Gadai (Studi Kasus Di Kenagarian Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya)”, yang ditulis oleh Tita Aulia, NIM. 1222032, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya praktik gadai sawah dengan sistem bagi hasil yang berkembang di masyarakat, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Berdasarkan hal ini penulis ingin mengetahui secara utuh tentang sistem perjanjian bagi hasil dalam gadai sawah di Kenagarian Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya, dan menganalisis praktik tersebut menurut perspektif fiqh muamalah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan sebagai pendukung penelitian. Key informan dari penelitian ini adalah pihak penggadai, dan penerima gadai. Sumber data primer penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Sedangkan data sekundernya berupa buku dan jurnal yang berkaitan dengan gadai dan perjanjian bagi hasil. Adapun dalam menganalisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggambarkan bahwasanya Praktik perjanjian bagi hasil dalam gadai sawah di Kenagarian Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya dilakukan karena kebutuhan ekonomi mendesak dan keterbatasan akses ke lembaga keuangan. Penerima gadai terdorong oleh niat tolong-menolong karena masih ada hubungan kekerabatan sekaligus memperoleh keuntungan. Dalam praktiknya, sawah tetap dikelola oleh penggadai, sedangkan penerima gadai memperoleh bagian hasil sebesar 1/3 setiap kali panen berdasarkan kesepakatan awal yang umumnya dilakukan secara lisan. Besarnya pembagian hasil panen bergantung pada pendapatan padi, dan seluruh risiko kerugian ditanggung oleh penggadai. Akad ini akan terus berlangsung hingga emas tersebut dilunasi, sehingga selama emas tersebut belum dibayar, akad gadai akan tetap berlanjut, apabila penggadai tidak mampu melunasi pinjamannya tepat waktu, maka pihak penerima gadai umumnya memberikan kelonggaran waktu tetapi sistem pembagian hasil tetap berlanjut. Ditinjau dari perspektif fiqh muamalah, meskipun akad gadai telah memenuhi rukun dan syarat, praktik tersebut dianggap tidak sah karena adanya penerimaan hasil panen oleh murtahin sampai emas tersebut dilunasi, meskipun sawah tetap dikelola oleh rahin. Walaupun tujuannya adalah untuk menolong, namun jika dilihat dari teori pemanfaatan barang gadai, bahwa murtahin dilarang mendapatkan hasil dari barang gadai. Jika dilihat dari sisi lain, praktik perjanjian bagi hasil juga menyerupai akad muzaraah, namun perjanjian bagi hasil tersebut juga tidak memenuhi ketentuan akad muzara’ah. Hal ini disebabkan karena terjadi pencampuran antara akad rahn dan muzara’ah tanpa adanya pemisahan akad yang jelas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Sistem Kemitraan Bagi Hasil dari Lahan Plasma Sawit Ditinjau dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Studi Kasus Koperasi Unit Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal”, yang ditulis oleh Ahmad Ikhwan, NIM 1221055, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan jangka waktu akad, di mana anggota koperasi tidak mengetahui kapan kerja sama mukhabarah akan berakhir. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa akad tidak mencantumkan batas waktu yang jelas, sehingga masyarakat beranggapan kerja sama tersebut berlangsung tanpa akhir dan terus berlanjut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif (field research) melalui pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk memperoleh data yang relevan. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menemukan bahwa sistem kemitraan bagi hasil lahan plasma sawit di Desa Sikara-kara IV dilaksanakan melalui kerja sama antara anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Usaha dan PT. Rimba Mujur Mahkota selaku pengelola. Mekanisme pembagian hasil ditetapkan sebesar 60% untuk anggota koperasi sebagai pemilik lahan plasma, 40% untuk perusahaan, dengan 10% dari bagian perusahaan dialokasikan kepada koperasi sebagai kompensasi pengelolaan. Praktik ini pada dasarnya telah sesuai dengan ketentuan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES), khususnya dalam hal pemenuhan rukun mukhabarah dan kesepakatan nisbah hasil. Namun, kelemahan utama terletak pada ketidakjelasan jangka waktu akad yang tidak dicantumkan secara tegas, sehingga menimbulkan anggapan bahwa kerja sama berlangsung tanpa batas. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum, meskipun secara substansi mekanisme bagi hasil telah mencerminkan prinsip keadilan, kemitraan, dan kesesuaian dengan muamalah Islam. Pelaksanaan sistem bagi hasil lahan plasma sawit di KUD Sumber Usaha menggunakan mekanisme persentase, yaitu 60% untuk anggota sebagai pemilik lahan plasma, 40% untuk perusahaan, dengan 10% dari bagian perusahaan dialokasikan kepada koperasi. Mekanisme ini pada dasarnya sesuai dengan prinsip mukhabarah dalam KHES Pasal 261. Namun, kelemahannya terletak pada tidak adanya kejelasan jangka waktu akad sebagaimana diatur dalam Pasal 265 KHES, sehingga menimbulkan persepsi bahwa kerja sama berjalan tanpa batas waktu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul "Analisis Penerapn Prinsip Bagi Hasil Penjualan Ikan Tambak (Studi Kasus Nagari Padang Gelugur Kabupaten Pasaman)” yang disusun oleh Fitri Syahdini, nim 3221049, Jurusan S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan prinsip bagi hasil dalam usaha penjualan ikan tambak di Nagari Padang Gelugur, Pasaman, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi langsung terhadap pelaku usaha tambak dan pengelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad bagi hasil dilakukan secara lisan berdasarkan kepercayaan dan kesepakatan bersama tanpa adanya perjanjian tertulis resmi. Pembagian hasil umumnya dilakukan secara adil dengan porsi 50:50, namun masih ditemukan berbagai tantangan terkait ketidakpastian dan ketidakadilan dalam praktik di lapangan. Penerapan prinsip bagi hasil yang sesuai syariah dipercaya mampu meningkatkan keadilan, transparansi, dan keberlanjutan usaha, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat petani tambak ikan di daerah tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan edukasi dan pembinaan dari pemerintah serta masyarakat agar praktik penerapan prinsip bagi hasil dapat berjalan secara lebih adil, transparan, dan sesuai syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Pelaksanaan Sistem Bagi Hasil Dalam Pengolahan Gambir Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus : Nagari Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX)”. Skripsi ini disusun oleh Agus NIM. 3221023 Program Studi Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi pelaksanaan pembagian hasil yang sama rata, sedangkan petani penggarap yang pekerjaannya berbeda-beda dan ada salah satu petani penggarap yang pekerjannya lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana tinjuan atau pandangan ekonomi islam dalam pelaksanaan sistem bagi hasil dalam pengolahan gambir yang dilakukan oleh pemilik lahan dengan petani penggarap di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX dengan informan penelitian yaitu petani penggarap serta pemilik lahan gambir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memahami fenomena ini secara mendalam, analisis data dilakukan menggunakan metode Miles dan Huberman, yang meliputi proses merangkum, menyajikan dan menarik kesimpulan dari temuan yang diperoleh. Hasil dari penelitian ini yaitu, pelaksanaan sistem bagi hasil dalam pengolahan gambir antara pemilik lahan dengan petani penggarap di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX telah sesuai dengan Ekonomi Islam yang mana meliputi kesepakatan awal (lisan), pembagian hasil 40% untuk pemilik lahan dan 60% untuk petani penggarap, sistem kerjasamanya yaitu pemilik lahan menyediakan atau menanggung modal dan menyerahkan lahannya kepada petani penggarap, sedangkan petani penggarap hanya menyediakan tenaga mereka saja untuk bekerja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya belanja desa adalah semua pengeluaran yang merupakan kewajiban desa dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak akan diterima kembali oleh desa. Dari pengamatan yang dilakukan secara langsung atau observasi lapangan pada desa di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, terlihat bahwa adanya fenomena pada beberapa desa di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam yang mengalami penurunan belanja desa di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Hal tersebut menjadikan belanja desa di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam mengalami penurunan dari tahun 2019-2020 dan 2021-2022. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dana desa, alokasi dana desa, dan bagi hasil pajak dan retribusi daerah terhadap belanja desa pada desa di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis dekriptif dan verifikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh desa di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 42 data dengan periode waktu selama 6 tahun yaitu tahun 2018-2023. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, pada dana desa tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja desa dibuktikan bahwa 1,201 0,05, pada alokasi dana desa berpengaruh signifikan terhadap belanja desa dibuktikan bahwa 3,861 0,05, pada bagi hasil pajak dan retribusi daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja desa dibuktikan bahwa 0,960 0,05, dan pada dana desa, alokasi dana desa, dan bagi hasil pajak dan retribusi daerah secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap belanja desa dibuktikan bahwa 5,570 0,05.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jody Pratama, 3220223, Analisis Sistem Pembagian Hasil Sawit Oleh Koperasi Usaho Bundo Pada Masyarakat Tebing Tinggi Kabupaten Dharmasraya Menurut Perspektif Ekonomi Syariah.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya transparansi dalam pembagian hasil sawit yang dilakukan oleh Koperasi Usaho Bundo dan banyaknya keluhan masyrakat terkait sistem pengelolaan pembagian hasil sawit Koperasi Usaho Bundo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apakah sistem pembagian hasil sawit yang dikelola oleh Koperasi Usaho Bundo pada masyarakat Nagari Tebing Tinggi Kabupaten Dharmasraya menurut perspektif Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang menggambarkan sesuatu apa adanya, penelitian ini dilakukan secara langsung kelapangan untuk wawancara langsung dengan masyarakat penerima hasil sawit oleh Koperasi Usaho Bundo, pengurus Koperasi, serta Ninik Mamak.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembagian hasil sawit yang dilakukan oleh Koperasi Usaho Bundo sudah berjalan sesuai kesepakatan antara pengurus Koperasi dan Ninik Mamak meskipun dalam pelaksanaanya masih perlu ditingkatkan ketransparansiannya, menurut perspektif Ekonomi Syariah bisa termasuk kedalam akad Mudharabah Mutlaqah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya persepsi pedagang yang mengatakan bagi hasil dibank sya syariah itu sama dengan bunga dibank konvensional dan ada juga persepsi pedagang yang mengatakan bahwa bagi hasil itu tidak sama dengan bunga dibank konvensional.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Analisis Prinsip Keadilan Dalam Akad Bagi Hasil Pemilik Kebun Karet Dan Penyadap Di Nagari Siguntur Kecematan Sitiung Kabupaten Dharmasraya". Disusun oleh Regina Devianti, Nim 3220035 Mahasiswa prodi Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Angkatan 2020 Pembimbing Dr. Aidil Alfin, M.Ag. Latar belakang masalah dari penelitian ini perjanjian akad bagi hasil dilakukan secara lisan tanpa saksi yang membuat tidak adanya bukti fisik tentang kerja sama antara pemilik kebun dan petani penyadap. Selain itu, penyerahan hasil panen tanpa nota atau laporan penjualan menyebabkan ketidakjelasan. Pemilik kebun merasa tidak adil karena kontribusi modalnya lebih besar sementara petani penyadap merasa tidak adil karena pekerjaan berat tidak diimbangi dengan proporsi bagi hasil yang sesuai terutama ketika harga karet turun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik akad bagi hasil pemilik kebun karet dan penyadap di Nagari Siguntur Kecematan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Kemudian bagaimana prinsip keadilan dalam akad bagi hasil pemilik kebun karet dan penyadap di Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Untuk menganalisis prinsip keadilan dalam akad bagi hasil pemilik kebun karet dan penyadap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaltu observasi, dokumentasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada petani penyadap dan pemilik kebun di Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertama praktik akad bagi hasil yang dilakukan masyarakat Nagari tidak dibuat dalam bentuk tertulis karena masih menggunakan adat kebiasaan, di mana pihak pemilik lahan menyerahkan lahan miliknya untuk disadap orang lain dengan memakai ketentuan bagi hasil, kedua analisis prinsip keadilan dalam akad bagi hasil yang dilakukan petani penyadap dan pemilik kebun sudah sesuai dengan prinsip keadilan namun, masih ada yang perlu. diperkuat terkait indikator keadilan yaitu transparansi mengenai transparansi biaya yang digunakan, transparansi pendapatan. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa langkah penyesuaian untuk menjadikan kerja sama akad bagi hasil pertanian yang diterapkan sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Tinjauan Fiqih Muamalah Dalam Sistem Bagi Hasil Penjualan Sobuak Ikan Di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota", yang ditulis oleh Syarifah Hainil Mardiah, NIM 1220.016, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya aktifitas bagi hasil dalam penjualan sobuak ikan yang terjadi di Nagari Bukik Sikumpa Kecamatan Lareh Sago Halaban yang memungkinkan akan terjadinya kecurangan ketidakadilan dalam bagi hasil penjualan tersebut. Pada bagi hasil penjualan sobuak ikan ini hanya memberikan keuntungan kepada pihak pengelola sobuak ikan saja, karena tidak sesuai dengan perjanjian awal. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui secara utuh tentang pelaksanaan bagi hasil penjualan sobuak ikan ini beserta alasan-alasan dan latar belakang terjadinya bagi hasil penjualan sobuak ikan seperti ini, kemudian akan mengukur pelaksanaan bagi hasil penjualan sobuak ikan tersebut berdasarkan ketentuan fiqih muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang analisis datanya lebih mengacu kepada pendeskripsian data-data yang didapatkan melalui informasi dari informan, yang berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Infoman kunci (Key Informant) dalam penelitian ini adalah petani sobuak ikan. Sedangkan, informan biasa (Regular Informant) adalah wali nagari, masyarakat, di samping itu penulis juga menggunakan buku-buku yang berkaitan tentang persoalan bagi hasil. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode analisis kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kerja sama sobuak ikan pemilik meminjamkan indukan ikannya kepada pengelola hingga menghasilkan bibit ikan dan dijual, kemudian hasil penjualannya akan dibagi sesuai kesepakatan. Pembagian hasil penjualannya adalah 1/3 bagian untuk pemilik dan 2/3 bagian untuk pengelola. Namun pada prakteknya 1/3 bagian ini diganti dengan uang sebungkus rokok yang diasumsikan sebesar Rp.50.000, sebab pada tahun 90an 1/3 bagian darı hasil penjualan bibit ikan sama jumlahnya dengan harga sebungkus rokok. Dalam fiqh muamalah pelaksanaan akad harus sesuai dengan apa yang disepakati diawal, menyamakan 1/3 bagian dengan harga sebungkus rokok menjadikan akad (para pihak yang berakad) menyalahi kesepakatan yang mereka buat, hal tersebut juga berpotensi menimbulkan zalim yang tidak diperbolehkan dalam hukum islam. Jadi secara umum kerja sama sobuak ikan ini sudah sesuai dengan mudharabah dalam fiqih muamalah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis fiqh muamalah terhadap sistem bagi hasil dalam usaha kolam ikan (Studi kasus di Jorong II Koto Panjang Kenagarian Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman)”, yang disusun oleh Lefiana Sari, NIM 1220045, Program studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena dilatar belakangi oleh kedua belah pihak yang melakukan kerjasama bagi hasil yang menggunakan sistem mudharabah dalam usaha kolam ikan di Jorong II Koto Panjang. Penulis mengamati adanya ketidaksesuaian dalam pembagian keuntungan bagi hasil. Karena ketika panen tiba seharusnya seluruh keuntungan yang telah dikurangi modal awal dibagi sama rata secara penuh kepada kedua belah pihak, namun pada praktiknya pembagian oleh pihak pertama memberikan hasil keuntungan tersebut kepada pihak kedua secara dicicil. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi atau pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini difokuskan pada 5 orang, diantaranya adalah 1 orang pemilik kolam ikan, 1 orang pengelola kolam ikan, dan 3 orang tokoh masyarakat di Jorong II Koto Panjang dengan wawancara langsung kepada pemilik dan pengelola kolam ikan serta beberapa tokoh masyarakat yang berada di Jorong II Koto Panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bagi hasil pada usaha kolam ikan dan untuk mengetahui tinjauan fiqh muamalah terhadap sistem mudharabah dalam usaha kolam ikan. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan bagi hasil pada usaha kolam ikan di Jorong II Koto Panjang dengan pembagian hasil keuntungan yang telah di potong atas modal awal di bagi sama rata secara penuh kepada kedua belah pihak, ketentuan tersebut berdasarkan yang ada dalam perjanjian. Namun, pada praktik pembagian hasil keuntungan tersebut pihak pertama tidak memberikan hasil keuntungan kepada pihak kedua secara penuh melaikan hasil keuntungan tersebut diberikan secara dicicil kepada pihak kedua. Tinjauan fiqh muamalah terhadap sistem mudharabah dalam usaha kolam ikan di Jorong II Koto Panjang adalah apabila dianalisis menurut fiqh muamalah mengurangi modal awal tersebut tidak terdapat dalam teori mudharabah tersebut, dalam mudharabah pembagian hasil keuntungan dibagi kepada kedua belah pihak yaitu pihak pertama sebagai penyedia modal harta dan pengelola sebagai pekerja dan diberikan tanpa mengurangi modal awal. Maka kondisi tersebut dikatan batal dan akad tetap sah karena menyalahi salah satu syarat mudharabah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Dwikia Gusti Putri, NIM 3720076, Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah Fkultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Analisis Pelaksanaan Sistem Paroan (Bagi Hasil) Gambir Perspektif Manajemen Bisnis Syariah (Studi Kasus Di Nagari Koto Bangun Kec.Kapur IX)”. Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya masyarakat yang mengeluh terhadap paroan (bagi hasil) gambir, karena dalam praktik perjanjian yang dilakukan dikemudian hari sering kali menimbulkan masalah dimana penggarap lahan sering kali mengubah perjanjian dari awalnya perjanjian dibagi 2 dan pada saat ditengah jalan apabila pada saat harga gambir mengalami penurunan, maka penggarap lahan ingin dibagi 3 sedangkan pemilik lahan tetap dalam perjanjian yang dari awal tersebut. Maka pengarap lahan banyak mengeluh terhadap bagi hasil pendapatan yang mereka terima tidak sesuai dengan kerja yang mereka lakukan Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu ketidak Adilan dalam tata cara pekerjaan penggarap. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, Observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengumpulkan data, analisis dan mendeskripsikan data, melakukan perbandingan unsur-unsur fakta cerita dan menarik kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui keadilan pendapatan transaksi Paroan (Bagi Hasil) penggarap Gambir Di Nagari Koto Bangun Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota. (2) Untuk mengetahui Sistem Paroan yang dilaksanakan Di Nagari Koto Bangun apa sudah sejalan dengan teori Manajemen Bisnis Syariah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keadilan pendapatan yang dilaksanakan pada transaksi usaha bagi hasil gambir di Nagari Koto Bangun Kec. Kapur IX belum sesuai dengan Manajemen Bisnis Syariah, karena di dalam manajemen Bisnis syariah pemilik lahan maupunn petani harus adil yang dinisbatkan kepada Ilahi yaitu “tidak menzalimi dan tidak dizalimi” antara kedua bela pihak. Sedangkan Bentuk bagi hasil yang dilaksanakan Di Nagari Koto Bangun Kecamatan kapur IX petani dan pemilik kebun dalam bagi hasil gambir tidak adil karena petani merasa bagi hasil yang diperoleh tidak sesui dengan pekerjaan, apabila saat harga gambir turun petani yang tadinya bagi hasil gambir dibagi 2, ingin hasil dibagi 3, sedangkan dari pihak pemilik kebun tidak mau mengubah kesepakatan dari awal, karena ia merasa dirugikan. Maka antara kedua bela pihak yang mana di dalam nya sudah terdapat prinsip At-taradin (saling rela).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ Pelaksanaan Sistem Gadai Sawah di Daerah Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis Menurut Prespektif Hukum Ekonomi Syariah”, yang ditulis oleh Milawati, NIM 1220.061, Program Studi Hukum EkonomiSyariah (Muamalah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya aktifitas Pelaksanaan Gadai Sawah yang terjadi di Nagari Ulakan yang dinamakan dengan gadai sawah, gadai menggadai, mamagang sawah dan lainnya. Pada gadai sawah ini ada sesuatu yang menarik yaitu adanya bagi hasil, alasan mereka menggunakan sistem bagi hasil ini dikarenakan kebiasaan turun temurun dalam pelaksanaan sistem gadai sawah tersebut, dan mereka juga menetapkan dua bentuk pelaksanaan dalam penetapan waktu, pertama tidak menetapkan batas waktu dalam penebusannya. Kedua adanya menetapkan batas waktu dalam penebusannya . Berdasarkan hal ini maka penulis ingin untuk mengetahui secara utuh tentang pelaksanaan sistem gadai sawah ini beserta alasan-alasan dan latar belakang terjadinya pelaksanaan gadai sawah seperti ini, kemudian akan mengukur pelaksanaan sistem gadai sawah tersebut berdasarkan perpektif hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan melakukan observasi dan wawancara langsung di lapangan, dan teknik dalam menganalisa datanya menggunakan metide deskriptif analitis pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa dari segi pelaksanaanya Pelaksanaan gadai yang terjadi di Nagari Ulakan yang menjadi objeknya yaitu sawah, umumnya di pelaksanaan gadai sawah mereka menerapkan dua bentuk pelaksanaan pertama Melakukan akad gadai tanpa jangka waktu yang ditentukan, setelah terjadinya akad, rahin mendapkan 10% (persen) dari hasil sawah dan jika terjadi pengembalian uang tembusan maka uang tetap di kepada penerima gadai (murtahin), kedua Melakukan akad gadai dalam jangka waktu yang ditentukan. Setelah terjadinya akad, rahin mendapatkan 10% (persen) dari hasil sawah dan jika terjadi pengembalian barang (marhun) maka uang tembusan dinyatakan habis atau tidak kembali kepada penerima gadai (murtahin). Pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap sistem pelaksanaan gadai sawah di Nagari Ulakan tersebut dari segi rukunnya sudah terpenuhi, namun dalam 2 (dua) bentuk pelaksanaan gadai tersebut adanya unsur riba, di karenakan pertama adanya pemanfaatan bagi pemberi gadai (rahin) dalam memperoleh hasil sawah dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, kedua adanya unsur ketidakjelasan (gharar) pada pelaksanaan yang menetapkan adanya jangka waktu berakhirnya akad, sehingga menyebabkan spekulasi atau untung-untungan bagi kedua belah pihak.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh pembiayaan jual beli dan bagi hasil terhadap kinerja keuangan BPRS Haji Miskin Pandai Sikek secara parsial dan simultan Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan dengan cara mencari data atau informasi riset melalui membaca jurnal ilmiah, buku-buku referensi, laporan keuangan yang dipublikasikan dan bahan-bahan publikasi yang tersedia diperpustakaan dan google sebagai pendukung dalam penulisan. Penelitian ini dilakukan di BPRS Haji Miskin Pandai Sikek, Jln. Raya Bukittinggi – Padang Panjang Km. 10, Pandai Sikek, Batu Palano, Sungai Pua, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang publish selama periode 2015-2022, dan sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Triwulan yang dihimpun periode 2015-2022. Hasil penelitian ini secara parsial Pembiayaan Jual Beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuagan BPRS Haji Miskin Pandai Sikek, Pembiayaan Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuagan BPRS Haji Miskin Pandai Sikek. Sesacara simultan Pembiayaan Jual Beli dan Pembiayaan Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuagan BPRS Haji Miskin Pandai Sikek dengan koefisien Derterminsi terdapat nilai R Square sebesa 0.680 yang artinya kontribusi variabel Pembiayaan Jual Beli dan Pembiayaan Bagi Hasil secara bersamaan terhadap kinerja keuagan BPRS Haji Miskin Pandai Sikek sebesar 68% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak berada pada lingkup penelitian. Kata Kunci: Pembiayaan Bagi Hasil, Pembiayaan Jual Beli, Dan Kinerja Keuangan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Nisbah Bagi Hasil Pertanian Sawit Antara Pemilik Lahan Dengan Koperasi Di Tinjau Dari Prespektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Tapung Jaya, Kec. Tandun, Kab. Rokan Hulu) ” yang disusun oleh Rezi Hardian Saputra Dengna NIM. 3219240 pda program studi S1 Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universita Islam Negri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem bagi hasil pertanian sawit antara pemilik lahan dengan koperasi dan bagaimana pandangan ekonomi islam terhadap sistem bagi hasil yang kurang transparansi antara koperasi dengan pemilik lahan ditinjau dari perspektif ekonomi islam. Menurut ekonomi islam bagi hasil adalah pembagian keuntungan hasil usaha yang ditentukan pada awal akad kerja sama. Dalam kerja sama bagi hasil harus saling terbuka dan harus ada prinsip keadilan, dimana tidak ada satu pihak yang diuntungkan dan satu pihak lain dirugikan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik penggumpulan data menggunakan motode observasi dan wawancara dari sumber data primer maupun skunder. Teknik analisis data menggunakan tahapan-tahapan sebagai berikut: menggumpulkan data, mengklarifikasi metri data, pengeditan dan menyajikan data dengan memberikan uraian berdasarkan pemikikran yang logis, serta memberikan argumentasi dan dapat ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka ditemukan kesimpulan sebagai berikut: pertama, bahwa sistem bagi hasil yang dilakukan antara pemilik lahan dengan koperasi 70:30 dengan menggunakan akad mukharabah yang mana pemilik lahan hanya menyediakan lahan untuk ditanami oleh pengelola, sedangkan bibit dan keperluan lahan ditanggung oleh pengelola. Kedua, pandangan ekonomi islam terhadap sikap tidak transparansi antara pemilk lahan dengan koperasi pada saat melakukan bagi hasil terdapat hal-hal yang sulit dirinci seperti sisa uang pendapatan digunakan untuk kepentingan lahan atau kepentingan pribadi oleh pihak koperasi. Hal ini membuat kerja sama bagi hasil tidak sesuai dengan aturan ekonomi islam, karena dalam ekonomi islam sangat mengedepankan sikap terbuka selama kerja sama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pola Kerja Sama Bagi Hasil Perkebunan Karet Dalam Ekonomi Islam (Studi Kasus: Pemilik Kebun dan Penyadap Karet Di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman)”. Disusun oleh Engki Afrianto Nim 3719198 dengan dosen pembimbing Bapak Dr Asyari,S,Ag,M.Si. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui sistem bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok, untuk mengetahui apakah system bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok menguntungkan kedua belah pihak dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial mereka serta untuk mengetahui apakah sistem bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok sudah relevan dalam Ekonomi Islam. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima macam sistem bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok yaitu: pertama sistem sewa, yang mana petani penggarap menyerahkan sejumlah uang kepada pemilik lahan, sebagai ganti dari hasil lahannya. Kedua, system bagi duo (bagi dua) yang mana pemilik lahan dan petani penggarap berbagi hasil dari hasil lahan sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya. Ketiga, sistem bagian batang yang mana adanya bagian tertentu yang di dapat oleh pemilik kebun sebelum pembagian dilakukan. Keempat, adalah sistem talobiah takurang (lebih kurang) yang mana pemilik lahan menyerahkan lahannya kepada petani untuk di sadap dengan tujuan utamanya menolong atau membantu perekonomian petani tersebut. Kelima, adalah sistem bagi tiga yang mana sepertiganya untuk pemilik kebun dan selebihnya untuk petani penyadap. Sistem bagi hasil karet yang dilakukan oleh masyarakat Lansek Kadok mempunyai pengaruh terhadap perekonomian mereka, baik kepada pemilik kebun begitu juga kepada petani penyadap. Adapun bagi pemilik kebun manfaatnya adalah kebun yang mereka miliki tidak terlantar begitu saja sehingga tetap menghasilkan, sedangkan bagi petani penggarap selain mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka, terkadang mereka bisa membeli alat alat elektronik hingga menyekolahkan anak mereka ke jenjang perguruan tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Mila Seprianti NIM 3319404, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Binsin Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi. Dengan judul “PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP PENDAPATAN BAGI HASIL PADA BANK SYARIAH INDONESIA”. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh nilai tukar rupiah yang menjadi perhatian bank karena disebut mampu mempengaruhi tingkat pendapatan bagi hasil, karna pertukaran antara dua mata uang yang berbeda maka akan terdapat perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut hal tersebut terjadi akibat perbandingan nilai apabila suatu barang ditukar dengan barang yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh nilai tukar rupiah terhadap pendapatan bagi hasil pada Bank Syariah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan data sekunder, dengan menggunakan data numerik atau angka-angka. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah yang dilihat dari indicator kurs. Sedangkan variabel dependent yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan bagi hasil dengan menggunakan indicator pendapatan bagi hasil berupa fee. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dalam bentuk dokumentasi buku dan sumber sekunder lainnya yang terkait dengan nilai tukar rupiah dan pendapatan bagi hasil yang bersumber dari Bank Indonesia dan Bank Syariah Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistic yaitu uji-t (parsial). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis uji-t (parsial) diperoleh tingka signifikansi sebesar 0,865. Hasil analisis signifikansi 0,865 > 0,05 artinya secara partial variabel nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bagi hasil pada Bank Syariah Indonesia.