Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pola Kerja Sama Bagi Hasil Perkebunan Karet Dalam Ekonomi Islam (Studi Kasus: Pemilik Kebun dan Penyadap Karet Di Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman)”. Disusun oleh Engki Afrianto Nim 3719198 dengan dosen pembimbing Bapak Dr Asyari,S,Ag,M.Si. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui sistem bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok, untuk mengetahui apakah system bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok menguntungkan kedua belah pihak dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial mereka serta untuk mengetahui apakah sistem bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok sudah relevan dalam Ekonomi Islam. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima macam sistem bagi hasil karet di Nagari Lansek Kadok yaitu: pertama sistem sewa, yang mana petani penggarap menyerahkan sejumlah uang kepada pemilik lahan, sebagai ganti dari hasil lahannya. Kedua, system bagi duo (bagi dua) yang mana pemilik lahan dan petani penggarap berbagi hasil dari hasil lahan sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya. Ketiga, sistem bagian batang yang mana adanya bagian tertentu yang di dapat oleh pemilik kebun sebelum pembagian dilakukan. Keempat, adalah sistem talobiah takurang (lebih kurang) yang mana pemilik lahan menyerahkan lahannya kepada petani untuk di sadap dengan tujuan utamanya menolong atau membantu perekonomian petani tersebut. Kelima, adalah sistem bagi tiga yang mana sepertiganya untuk pemilik kebun dan selebihnya untuk petani penyadap. Sistem bagi hasil karet yang dilakukan oleh masyarakat Lansek Kadok mempunyai pengaruh terhadap perekonomian mereka, baik kepada pemilik kebun begitu juga kepada petani penyadap. Adapun bagi pemilik kebun manfaatnya adalah kebun yang mereka miliki tidak terlantar begitu saja sehingga tetap menghasilkan, sedangkan bagi petani penggarap selain mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka, terkadang mereka bisa membeli alat alat elektronik hingga menyekolahkan anak mereka ke jenjang perguruan tinggi.