Abstrak
Karya ilmiah dalam bentuk skripsi ini dibuat oleh DESY ASRITA dengan NIM 3319092 Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN SMDD Bukittinggi dengan judul “Analisis Sistem Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) Pada BSI KCP Bukittinggi Sudirman” Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketentuan bagi hasil Pembiayaan MMQ, bagaimana asumsi masyarakat mengenai Pembiayaan MMQ, serta kendala apa saja yang terdapat pada Pembiayaan MMQ pada BSI KCP Bukittinggi Sudirman. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini dengan metode kualitatif. Penulis menggunakan data primer yang didapat dari hasil wawancara dengan pegawai BSI KCP Bukittinggi Sudirman dan data sekunder yang didapat melalui jurnal-jurnal ilmiah, serta dari wawancara dengan nasabah Pembiayaan MMQ pada BSI KCP Bukittinggi Sudirman. Hasil dalam penelitian ini adalah Ketentuan sistem bagi hasil Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) pada Bsi Kcp Bukittinggi Sudirman yaitu pertama porsi kepemilikian suatu asset yang berkurang akibat pembayaran nasabah harus jelas dan disepakati dalam akad. Setiap kedua belah pihak, yaitu Bank Syariah dan nasabah memiliki hak dan kewajiban, diantaranya memberikan modal berdasarkan kesepakatan pada saat melakukan akad. Dalam akad MMQ ini, pihak pertama atau Bank Syariah wajib berjanji untuk menjual hishahnya secara bertahap dan pihak kedua atau nasabah wajib membelinya dan dilaksanakan sesuai kesepakatan. Setelah selesai pelunasan, maka seluruh hishah Bank Syariah sebagai syarik beralih kepada syarik lainnya atau nasabah. Keuntungan yang diperoleh dari ujrah tersebut dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dalam akad, sedangkan kerugian harus berdasarkan porsi modal masing-masing. Biaya perolehan asset menjadi beban bersama, dan biaya peralihan kepemilikan menjadi beban pembeli. Asumsi masyarakat tentang pembiayaan MMQ pada Bsi Kcp Bukittinggi Sudirman yaitu didapatkan hasil dengan teori snowball, yaitu wawancara jenuh, dimana pernyataan dari beberapa nasabah hasilnya adalah sama bahwa dengan adanya pembiayaan MMQ ini maka menjadi solusi yang sangat bagus untuk membantu masyarakat dalam suatu kepemilikan suatu asset seperti rumah, dan juga kos-kosan yang dapat membantu pendapatan masyarakat. Namun juga dalam melakukan cicilan atau angsuran juga mengalami kendala atau kemacetan dikarenakan ekonomi yang tidak stabil. Kendala Pembiayaan MMQ yaitu Adanya pembebanan seperti pajak pada saat transaksi seperti pajak atas bangunan atau pajak atas hak tanggungan dan Pembayaran akan terasa berat bagi nasabah pada tahun pertama.