Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Kejenuhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas teknik self instruction untuk mengurangi kejenuhan belajar online siswa SMA di jorong IV curanting kab pasaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EFEKTIVITAS TEKNIK SELF INSTRUCTION UNTUK MENGURANGI KEJENUHAN BELAJAR ONLINE SISWA DI JORONG IV CURANTING KABUPATEN PASAMAN Oleh : HARIANTIKA NIM 2615126 Jenuh secara umum merupakan sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia, bahkan jenuh merupakan bagian dari kehidupan, begitupun dalam lingkungan madrasah, jenuh bisa saja terjadi pada siswa. Teknik Self-Instruction merupakan suatu pendekatan dalam konseling untuk membantu siswa agar bisa memanajemen fikiran negatif dan dapat memotivasi diri ketika tekanan yang memicu jenuh datang dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas teknik Self-Instruction dalam mengurangi kejenuhan belajar siswa SMA di jorong IV curanting kab pasaman Jenis penelitian ini adalah Pre-eksperimental designs dengan desain penelitian One-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA di jorong IV curanting kab pasaman yang dikategorikan kejenuhan belajar. Kemudian didapatkan 6 sampel dengan 3 siswa kategori cukup jenuh dan 3 kategori. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor setelah di berikan Treatment Terdapat perbedaan skor pretest sebelum diberikan treatment 130,66 dan setelah diberikan treatment 80,83 dengan angka selisih penurunan adalah 48,16. Selain itu diperoleh t hitung setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Paired Sample t test adalah (-16,658) nilai ini ≥ t tabel (1,860) dengan nilai Sig 0,00 ≤ 0,05 yang artinya Ha diterima Ho ditolah, dengan demikian kejenuhan belajar siswa dapat berkurang setelah diberikan teknik Self-Instruction dengan menggnakan layanan konselin individual. Jadi dapat disimpulkan bahwa teknik Self-Instruction dalam mengurangi jenuh belajar siswa SMA di jorong IV curanting kab pasaman Efektif dalam mengurangi kejenuhan belajar siswa.

4 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KEJENUHAN BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SANTRI KELAS VIII DI MTI CANDUANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar Akidah Akhlak santri kelas VIII di MTI Canduang. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh tingginya tingkat kejenuhan belajar dan rendahnya disiplin belajar yang dimiliki santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kejenuhan belajar terhadap hasil belajar Akidah Akhlak, (2) pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar Akidah Akhlak, dan (3) pengaruh kejenuhan belajar dan disiplin belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar Akidah Akhlak santri kelas VIII di MTI Canduang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh santri kelas VIII MTI Canduang. Data kejenuhan belajar dan disiplin belajar diperoleh melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai mata pelajaran Akidah Akhlak. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kejenuhan belajar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar Akidah Akhlak, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 (0,05), sehingga semakin tinggi kejenuhan belajar, semakin rendah hasil belajar santri; (2) disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Akidah Akhlak dengan nilai signifikansi 0,008 (0,05), sehingga semakin tinggi disiplin belajar, semakin baik hasil belajar santri; dan (3) kejenuhan belajar dan disiplin belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Akidah Akhlak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,358 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 35,8% terhadap hasil belajar, sedangkan 64,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga dengan mengurangi kejenuhan belajar serta menumbuhkan disiplin belajar santri. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, variatif, dan mampu meningkatkan motivasi serta kedisiplinan belajar peserta didik.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 3 Agam

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Neneng Sukaesih, NIM 2120113. Skripsi ini berjudul Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 3 Agam. Program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syejch M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2024. Latar belakang penelitian ini adalah ada dua faktor yang mempengaruhi kejenuhan belajar, yaitu faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri sendiri atau faktor individu) dan faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar), tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui faktor internal yang mempengaruhi kejenuhan belajar Sejarah Kebudayaan Islam, 2)Mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi kejenuhan belajar Sejarah Kebudayaan Islam, 3) Mengetahui solusi untuk mengatasi kejenuhan belajar Sejarah Kebudayaan Islam Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengungkapkan fakta, keadaan, fenomena, dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTsN 3 Agam , adapun informan kunci dalam penelitian ini yaitu siswa dan guru SKI di MTsN 3 Agam,sedangkan informan pendukung yaitu kepala madrasah, dan waka kesiswaan MTsN 3 Agam. Teknik pengumpulan data yang digunakan di penelitian ini yaitu,observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor internal yang mempengaruhi kejenuhan belajar Sejarah Kebudayaan Islam yaitu, tidak ada motivasi belajar siswa, siswa kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran karena siswa menganggap bahwa materi Sejarah Kebudayaan Islam cukup banyak, kondisi siswa kurang stabil, mengantuk, dan siswa kurang asupan atau tidak sarapan pagi, 2) Faktor eksternal yang mempengaruhi kejenuhan belajar Sejarah Kebudayaan Islam yaitu, sarana prasarana kurang memadai, waktu atau jam pelajaran sangat singkat, metode yang digunakan guru tidak bervariasi, 3) Solusi untuk mengatasi kejenuhan siswa yaitu dengan mengadakan ice breaking untuk mengurangi rasa bosan siswa, belajar dengan cara atau metode yang bervariasi, memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif, pembelajaran di luar kelas, memberikan motivasi kepada siswa untuk giat belajar dan sarapan sebelum berangkat sekolah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pendekatan Ego Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa di MAN 1 Mandailing Natal Plus Keterampilan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rizki Padilah, 2617.052: “Pengaruh Pendekatan Ego Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa di MAN 1 Mandailing Natal Plus Keterampilan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Jambek Bukittinggi, 2022 Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di MAN 1 Mandailing Natal Plus Keterampilan yang menunjukkan bahwasanya siswa mengalami kejenuhan belajar yaitu, siswa terlalu lelah dengan sistem dan peraturan yang ditetapkan oleh pihak sekolah seperti : panjangnya waktu pembelajaran di sekolah, kurangnya waktu istirahat bagi siswa sehingga siswa sukar membagi waktu antara makan, sholat dhuha dan sholat dzuhur, siswa menunda mengerjakan tugas (PR), bahkan siswa mengantuk di kelas, masalah ini disebut dengan kejenuhan secara fisik. Sedangkan kejenuhan belajar secara psikis yang dialami siswa yaitu : semangat siswa yang rendah dalam mengerjakan tugas, merasa bosan pada mata pelajaran tertentu, dan metode guru yang tidak bervariasi. Untuk meminimalkan kejenuhan belajar siswa dilaksanakan suatu pendekatan yang ada dalam bimbingan dan konseling yaitu pendekatan ego melalui konseling kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan ego terhadap kejenuhan belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test dan post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu 70 siswa dan sampel penelitian sebanyak 8 orang diambil, dengan teknik purposisive sampling, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari kejenuhan belajar siswa. Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu skala likert. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu metode Wilcoxon signed rank test dengan bantuan Statistical Product And Service Solutions (SPSS) versi 23. Hasil penelitian dari nilai Wilcoxon (Z) yang menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai asymp sig (0,012), yang artinya lebih kecil a (a=0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konseling kelompok dengan pendekatan ego terhadap kejenuhan belajar siswa di MAN 1 Mandailing Natal Plus Keterampilan. Kata Kunci : Pendekatan Ego, Konseling Kelompok, Kejenuhan Belajar

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KEJENUHAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 BUKITTINGGI TAHUN AJARAN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yulia Febriani, 2418074. Pendidikan Matematika. Pengaruh Kejenuhan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Bukittingggi Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Bukittinggi Tahun Ajaran 2022/2023, dimana salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa tersebut yaitu kejenuhan belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran matematika, mereka lebih banyak keluar masuk kelas dalam proses pembelajaran, dan banyak siswa yang tidak memperhatikan guru saat menerangkan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejenuhan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa. Dengan rumusan masalahnya yaitu apakah terdapat pengaruh kejenuhan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Bukittinggi Tahun Ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kolerasional dan penelitian ex-post facto. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian adalah 25% siswa dari 171 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Bukittinggi Tahun Ajaran 2022/2023 yaitu sebanyak 43 siswa. Intrumen yang dipergunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu angket kejenuhan belajar dan tes hasil belajar matematika. Jenis Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas dan uji linearitas sebagai pengujian persyaratan korelasi, pengujian hipotesis yang terdiri dari pengujian koefisien korelasi, persamaan regresi, koefisien determinasi dan kebermaknaan koefisien korelasi. Hasil penelitian Pengaruh Kejenuhan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Bukittinggi berdasarkan korelasi yang didapatkan dari perhitungan product moment yaitu -0,526, dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi negatif antara variabel kejenuhan belajar dengan hasil belajar. Dengan persamaan regresi yang diperoleh adalah Y= 115,923-0,3358X, koefisien regresi variabel kejenuhan belajar siswa (X) sebesar -0,3358, artinya jika kejenuhan belajar siswa meningkat sebesar 1, maka hasil belajar akan mengalami penurunan sebesar -0,3358. Dengan sumbangan/determinasi Variabel X terhadap Variabel Y yaitu 27,67%. Yang berarti masih ada 73,33% lagi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Hasil tersebut berkonsultasi dengan thitung= -3,960 dimana thitung ttabel yang berarti ada pengaruh kejenuhan belajar terhadap hasil belajar.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kreativitasa Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi kejenuha Siswa Belajar Al-Qur'an hadis di MTsN I Pasaman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KEJENUAHAN SISWA BELAJAR AL-QUR’AN HADIS DI MTsN I PASAMAN”, skripsi ini ditulis oleh MISDA AYANI NIM: 2117083. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Alasan penulis mengangkat permasalahan ini menjadi karya ilmiah berbentuk skripsi karena penulis menemukan bahwa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an hadis sering kali terjadi kejenuhan sisiwa mengikuti pembelajaran. Adapun ini disebabkan oleh masih kurangnya kreativitas guru Pendidikan Agama Islam tersebut dalam menegmbangkan kreativitasnya. Penggunaan metode dan media pembelajaran oleh guru Pendidikan Agama Islam menjadi kendala-kendala atau hambatan8yang8dihadapi oleh guru8dalam8mengembangkan8kreativitas8tersebut. Adapun permasalah yang penulis teliti adalah bagaimana kreativitas guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kejenuhan siswa belajar Al-Qur’an Hadis di MTsN I Pasaman, dan penyebab kejenuhan siswa belajar Al-Qur’an Hadis di MTsN I Pasaman. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kejenuhan siswa belajar Al-Qur’an Hadis di MTsN I Pasaman, dan untuk mengetahui penyebab kejenuhan siswa belajar Al-Qur’an Hadis di MTsN I Pasaman. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini dalah guruAl-Qur’an Hadis dan siswa kelas VIII 6. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan dua informan yaitu informan kunci dan informan pendukung. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, triangulasi data, dan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menemukan bahwa guru pendidikan agama islam di MTsN I Pasaman sudah kreatif dalam menggunakan dan memvariasikan media pembelajaran dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, akan tetapi untuk pelaksanaannya atau pengablikasiannya masih kurang. Kekreatifan guru dalam memvariasikan metode dan media ini hanya dalam rancangan pembelajaran yang terteara di RPP, dikarenakan kondisi waktu ynag kurang memadai. Kata kunci: Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam, Kejenuhan Belajar Siswa, Pelajaran Al-Qur’an Hadis

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Guru Meminimalisir Kejenuhan Dalam Suasana Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMPN 3 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Jamila Khairina dengan NIM. 2118174 Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Dengan Judul “Strategi Guru Meminimalisir Kejenuhan Dalam Suasana Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi, Kota Selatpanjang” Penelitian ini dilatar belakangi kejenuhan dalam suasana belajar yang dialami oleh siswa sehingga menjadi masalah yang datang secara tiba-tiba tanpa diduga dan dikehendaki dalam proses belajar, sehingga hal tersebut menjadi sesuatu yang menghambat tujuan tercapainya pendidikan di Indonesia. Kejenuhan belajar menyebabkan siswa tidak bisa menangkap dan mengambil intisari dari pembelajaran yang diajarkan oleh pendidik di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang digunakan pendidik serta penyebab siswa merasa jenuh dan faktor apa saja yang mempengaruhi strategi guru pendidikan agama islam dalam meminimalisir kejenuhan belajar di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan, yaitu penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendidik dan siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang, objek penelitian ini adalah penyebab siswa merasa jenuh, faktor yang mempengaruhi kejenuhan belajar dan strategi guru meminimalisir kejenuhan dalam suasana belajar di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu, wawancara, dokumen dan observasi. Untuk analisis data penulis menggunakan analisis kualitatif dengan mendeskripsikan kejadian yang sesungguhnya dalam bentuk kalimat kemudian diambil kesimpulan. Berdasarkan penelitian, dikemukakan bahwa strategi guru meminimalisir kejenuhan dalam suasana belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang menggunakan berbagai strategi diantaranya, Melakukan Pendekatan Kepada siswa, Menerapkan Metode Pembelajaran Yang Bervariasi, Ice Breaking dan Memasukkan hal-hal yang lucu saat pembelajaran berlangsung, Menciptakan lingkungan yang kondusif dan menyenangkan serta Pemberian hadiah dan motivasi. Penyebab kejenuhan peserta didik yaitu lingkungan belajar tidak memberikan dukungan, strategi belajar yang asal-asalan, sering diberi tugas latihan dan hafalan yang berlebihan serta cara guru mengajar tidak bervariasi. Guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi kota selatpanjang sudah sangat baik dalam meminimalisir kejenuhan belajar baik dalam hal strategi ataupun faktor-faktor pendukung dalam meminimalisir kejenuhan belajar.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Guru dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar PAI pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi “Strategi Guru Dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar PAI pada Siswa Kelas XI Di SMAN 1 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman.” Skripsi ini disusun oleh Derita Ningsih NIM. 2118119. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultar Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittiggi. Saat siswa mengikuti proses pembelajaran PAI terlihat beberapa orang siswa mengalami kejenuhan. Hal ini dilihat dari keadaan peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru pada saat menyampaikan materi pelajaran, berbicara dengan teman sebangku saat guru menjelaskan materi, tidur didalam kelas ketika pembelajaran berlangsung, serta sering keluar masuk pada saat guru menjelaskan pembelajaran. Tujuan penelitian ini ditujukan untuk melihat strategi guru mengatasi kejenuhan belajar PAI. Untuk mengetahui strategi guru mengatasi kejenuhan belajar PAI, penelitian kualitatif adalah hal yang tepat. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa tindakan atau strategi guru dalam mengatasi kejenuhan belajar PAI digunakan wawancara dan observasi. Dikarenakan penelitian ini melihat strategi guru maka guru itu sendiri tidak bisa ditinggalkan sebagai informan utama dan siswa sebagai informan pendukungnya. Setelah data terkumpul maka dilakukan pengolahan data dan analisis data. Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data adalah teknik yang penulis gunakan untuk menganalisis data. Selanjutnya dilakukan teknik penjaminan keabsahan data atau triangulasi. Adapun teknik truangulasi data yang penulis gunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian Strategi Guru dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar PAI pada Siswa Kelas XI Di SMAN 1 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Dapat dilihat dari hasil observasi dan wawancara dengan guru PAI dan siswa bahwa strategi yang dilakukan guru untuk mengatasi kejenuhan siswa tersebut yaitu mengadakankan Ice Breaking setiap kali siswa sudah kelihatan jenuh atau merasa bosan dengan pembelajaran PAI. Berikutnya menggunakan metode diskusi dan pemberian hadiah dan motivasi. Selanjutnya memasukkan hal-hal yang lucu saat pembelajaran berlangsung serta merubah posisi tempat duduk siswa satu kali dalam dua minggu.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru BK Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa dalam Sistem pendidikan Fullday School di SMA Negeri 2 Sawahlunto

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSRAK Cici Lovita Sari, 2614.069, skripsi dengan judul Upaya Guru BK Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa dalam Sistem Pendidikan Fullday School di SMA Negeri 2 Sawahlunto, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, tahun 2018. Di sekolah guru BK memiliki peran andil yang besar dalam penanganan masalah kejenuhan belajarsiswa. Guru BK sudah berupaya untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa, namun masih ada siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar. Kejenuhan belajar yang dialami siswa dapat berupa kejenuhan secara fisik, kejenuhan secara mental. Kejenuhan juga dapat disebabkan karena faktor keletihan fisik dan kelatihan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri yang diperlihatkan oleh siswa yang mengalami kejenuhan, untuk mengetahui faktor penyebab siswa mengalami kejenuhan belajar dan untuk mengetahui cara yang dilakukan oleh guru BK dalam mengatasi kejenuhan belajars iswa di SMA N 2 Sawahlunto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggambarkan kejadian yang ada di lapangan, penulis mengumpulkan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi melalui teknik purposive sampling, yaitu mencari data kepada orang yang paling tahu tentang apa yang diharapkan. Informan kunci pada penelitian ini yaitu 2 orang guru BK dan informan pendukung siswa-siswi yang memiliki ciri-ciri dalam kejenuhan belajar. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kejenuhan belajar yang diperlihatkan siswa berupa kejenuhan secara mental dan secara fisik. Ciri-ciri kejenuhan secara mental di tujukkan dengan kehilangan motovasi, tidak fokus dalam belajar, apa yang dilakukan belum maksimal serta kehilangan semangat. Sedangkan ciri-ciri kejenuhan secara fisik ditandai dengan adanya siswa yang tidur ketika sedang belajar dan adanya siswa yang berkeliaran ketika proses pembelajaran berlangsung. Faktor yang menyebabkan kejenuhan belajar yang dialami siswa dapat berupa keletihan secara indra dan keletihan secara fisik. Peneyebab kejenuhan karena keletihan indra dapat berupa siswa merasa lelah untuk melihat dan mendengarkan guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Sedang kejenuhan yang disebabkan karena factor keletihan fisik berupa siswa merasa lelah dan enggan untuk belajar. Untuk mengatasi kejenuhan belajar yang dialami siswa, upaya yang dilakukan guru BK untuk mengatasinya adalah: 1) upaya preventif, untuk mencegah tejadinya masalah dalam fullday School 2) upaya kuratif, untuk mengentaskan permasalahan yang terjadi 3) upaya perseveratif, memberikan penguatan atas prilaku yang sudah baik.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Metode yang dilakukan Guru Untuk Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa dalam Pelaksanaan Full Day School di SD IT Cahaya Hati Bukittinggi

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Metode Yang Dilakukan Guru Untuk Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa Dalam Pelaksanaan Full Day School di SD IT Cahaya Hati Bukittinggi ”. Ditulis oleh Riri Asrida Nim 2614.074 program studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling Fakultas tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini menjelaskan bahwa SD IT Cahaya Hati Bukittinggi adalah salah satu sekolah yang memakai program pembelajaran full day. Sekolah full day tidak terlepas dari kejenuhan siswa saat belajar. Karena memiliki waktu sekolah yang cukup lama dibandingkan dengan sekolah umum pada biasanya. Faktor penyebab siswa mengalami kejenuhan adalah karena kelelahan, bosan, mengantuk, lemas, tidak bersemangat untuk belajar, dan metode belajar yang tidak bervariasi. Rumusan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran yang dilakukan guru untuk mengatasi kejenuhan siswa saat belajar dalam pelaksanaan full day school. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode apa saja yang digunakan guru dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan triagulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa metode yang dilakukan guru untuk mengatasi kejenuhan siswa diantaranya adalah metode ceramah, tanya jawab,demonstrasi, bermain peran, karya wisata, kerja kelompok, drill (latihan), dan pemberian tugas. Selanjutnya faktor yang menyebabkan terjadinya kejenuhan pada siswa diantaranya ada dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dirasakan oleh siswa diantaranya adalah keletihan indera, keletihan fisik, dan keletihan mental. Sedangkan faktor eksternal disebabkan karena metode belajar yang tidak bervariasi, suasana belajar yang tidak berubah, serta kurangnya aktivita rekreasi atau liburan. Cara mengatasi kejenuhan belajar yang dirasakan siswa tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan istirahat yang cukup, menjaga pola makan, mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, memberikan siswa stimulus dan motivasi khususnya bagi anak yang dalam keadaan jenuh belajar, pemberian reward atau hadiah oleh guru agar siswa semangat dan merasa terpacu untuk mendapatkan hadiah tersebut, melakukan berbagai kegiatan di luar kelas seperti belajar di alam, market day, out door, dan khusus untuk siswa kelas 3 ikut melakukan kegiatan ektrakurikuler sesuai bakat dan kemauannya.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektifitas Teknik Self Instruction Dalam Konseling Perorangan Untuk Menangani Kejenuhan Belajar Siswa di SMKN 2 Bukittinggi

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Vevy Chahyanti, NIM 2613.116. Skripsi ini berjudul : “Efektifitas Teknik Self Instruction Dalam Konseling Perorangan Untuk Menangani Kejenuhan Belajar Siswa di SMKN 2 Bukittinggi”. Pelaksanaan teknik self instruction dalam konseling perorangan merupakan hal yang sangat penting untuk membanu menangani kejenuhan belajar siswa. Jika tidak ditanamkan pada siswa/i maka hasil yang diperoleh oleh siswa dalam proses pembelajaran tidak memuaskan. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah teknik self instruction dalam konseling perorangan ini efektif terhadap siswa/i dalam menangani kejenuhan belajarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian One Group Pretest-Posttest Design yang artinya penelitian ini sebelum diberikan perlakuan kepada klien dengan teknik self instruction, subjek diberikan sebuah pretest dengan mengisi angket kejenuhan belajar dengan tujuan untuk menentukan siswa/i yang memiliki skor kejenuhan belajar tertinggi. Setelah diperoleh siswa/i yang memiliki skor kejenuhan belajar tertinggi, kemudian subjek diberikan perlakuan dengan menggunakan teknik self instruction sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan teknik tersebut. Kemudian subjek diberikan posttest dengan mengisi angket kejenuhan belajar yang sama untuk membandingkan hasil pretest dan posstest dari sebjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI PKP di SMKN 2 Bukittinggi yang berjumlah sebanyak 28 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 5 orang siswi saja. Dasar persentase 17,8%. Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kejenuhan belajar siswi pretest dan posttest berupa angket yang telah divalidasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Efektifitas Teknik Self Instruction Dalam Konseling Perorangan Untuk Menangani Kejenuhan Belajar Siswa Kelas XI PKP di SMKN 2 Bukittinggi tergolong baik. Adanya perbedaan nilai mean pretest berjumlah 280 dan nilai posttest berjumlah 249,4. Hasil uji t-test, diketahui bahwa nilai Thitung menunjukkan perbedaan antara 6,278 dengan df 4 pada taraf signifikan 0,05. Maka H0 ditolak, berarti teknik self instruction dalam konseling perorangan efektif dalam menangani kejenuhan belajar siswa kelas XI PKP di SMKN 2 Bukittinggi. Teknik self instruction dalam konseling perorangan ini hendaknya dapat diterangkan oleh guru pembimbing untuk menangani kejenuhan belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Kepada peneliti lain agar lebih memperkaya penelitian mengenai efektifitas teknik self instruction dalam konseling perorangan untuk menangani kejenuhan belajar siswa, sehingga diperoleh temuan-temuan yang semakin menguatkan mengenai efektifitas teknik self instruction dalam konseling perorangan untuk menangani kejenuhan belajar siswa.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail