Abstrak
Judul Skripsi “Strategi Guru Dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar PAI pada Siswa Kelas XI Di SMAN 1 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman.” Skripsi ini disusun oleh Derita Ningsih NIM. 2118119. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultar Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittiggi. Saat siswa mengikuti proses pembelajaran PAI terlihat beberapa orang siswa mengalami kejenuhan. Hal ini dilihat dari keadaan peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru pada saat menyampaikan materi pelajaran, berbicara dengan teman sebangku saat guru menjelaskan materi, tidur didalam kelas ketika pembelajaran berlangsung, serta sering keluar masuk pada saat guru menjelaskan pembelajaran. Tujuan penelitian ini ditujukan untuk melihat strategi guru mengatasi kejenuhan belajar PAI. Untuk mengetahui strategi guru mengatasi kejenuhan belajar PAI, penelitian kualitatif adalah hal yang tepat. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa tindakan atau strategi guru dalam mengatasi kejenuhan belajar PAI digunakan wawancara dan observasi. Dikarenakan penelitian ini melihat strategi guru maka guru itu sendiri tidak bisa ditinggalkan sebagai informan utama dan siswa sebagai informan pendukungnya. Setelah data terkumpul maka dilakukan pengolahan data dan analisis data. Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data adalah teknik yang penulis gunakan untuk menganalisis data. Selanjutnya dilakukan teknik penjaminan keabsahan data atau triangulasi. Adapun teknik truangulasi data yang penulis gunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian Strategi Guru dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar PAI pada Siswa Kelas XI Di SMAN 1 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Dapat dilihat dari hasil observasi dan wawancara dengan guru PAI dan siswa bahwa strategi yang dilakukan guru untuk mengatasi kejenuhan siswa tersebut yaitu mengadakankan Ice Breaking setiap kali siswa sudah kelihatan jenuh atau merasa bosan dengan pembelajaran PAI. Berikutnya menggunakan metode diskusi dan pemberian hadiah dan motivasi. Selanjutnya memasukkan hal-hal yang lucu saat pembelajaran berlangsung serta merubah posisi tempat duduk siswa satu kali dalam dua minggu.