Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: narkotika
DaftarKartu
ResearchOpen AccessPDF tersedia

TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM MENGENAI SANKSI REHABILITASI TERHADAP PECANDU DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DALAM PASAL 54 UNDANG-UNDANG NARKOTIKA

2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> tujuan penelitian ini untuk :</p> <p> 1. untuk mengetahui sanski tehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan terhadap pecandu dan penyalahgunaan narkotika dalam pasal 50 undang-undang narkotika</p> <p> 2. untuk mengetahui tinjauan hukum pidana islam tentang sanksi rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika dalam pasal 50 undang-undang narkotika</p>

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BUKITTINGGI NOMOR 118/PID.SUS/2021/PN BKT PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP JARIMAH DALAM HUKUM PIDANA ISLAM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Pertimbangan Hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 118/Pid.Sus/2021/PN Bkt Perkara Tindak Pidana Narkotika dan Relevansinya dengan Konsep Jarimah dalam Hukum Pidana Islam" yang disusun oleh Reza Syalsa Billa dengan NIM 1422012, Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinayah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena meningkatnya kasus tindak pidana narkotika yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat serta menimbulkan keresahan sosial. Penyalahgunaan dan peredaran narkotika tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental pelakunya, tetapi juga mengancam masa depan generasi bangsa serta stabilitas sosial. Dalam praktik peradilan, penjatuhan putusan terhadap pelaku tindak pidana narkotika sering menimbulkan perbedaan pandangan, khususnya ketika terdapat perbedaan antara tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan putusan hakim. Hal ini terlihat dalam Putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 118/Pid.Sus/2021/PN Bkt, di mana terdakwa dijatuhi pidana lebih ringan meskipun fakta persidangan menunjukkan adanya unsur kepemilikan sekaligus peredaran narkotika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan tersebut serta menilai relevansinya dengan konsep jarimah dalam hukum pidana Islam, khususnya jarimah ta zir Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif yang menelaah bahan hukum tertulis terkait pertimbangan hakim dalam perkara tindak pidana narkotika. Data primer berupa Putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 118/Pid. Sus/2021/PN Bkt dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur hukum pidana Islam. Analisis dilakukan dengan mengkaji pertimbangan hakim dalam putusan tersebut dan membandingkannya dengan konsep jarimah dalam hukum pidana Islam untuk menilai kesesuaian dan relevansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 118/Pid.Sus/2021/PN Bkt lebih menitikberatkan pada penerapan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait kepemilikan narkotika Golongan I bukan tanaman. Meskipun fakta persidangan menunjukkan adanya unsur peredaran, hakim tetap memfokuskan pada unsur kepemilikan dan menjatuhkan pidana 5 (lima) tahun penjara serta denda Rp1.000.000.000, yang lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan tersebut termasuk jarimah ta'zir karena merusak akal dan membahayakan masyarakat. Penentuan sanksinya diserahkan kepada penguasa atau hakim demi kemaslahatan dan efek jera, sehingga putusan tersebut relevan dengan konsep jarimah ta'zir, namun dinilai belum sepenuhnya mencerminkan tujuan pemidanaan Islam.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Framing Postingan Pemberitaan Kasus Narkoba Pada Akun Instagram @payakumbuhkini

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang disusun oleh salah satu mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2026, yaitu Hanifah Rahmi dengan NIM. 4322068 yang berjudul “Analisis Framing Pemberitaan Kasus Narkotika Pada Akun Instagram @Payakumbuhkini”, Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis kepada kasus yang marak terjadi dan dapat mengancam lingkungan sosial masyarakat. Adanya perkembangan media sosial, khususnya instagram, telah mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi dan berita. Dalam konteks media lokal, akun instagram @payakumbuhkini menjadi salah satu sumber informasi utama bagi masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya, serta secara aktif memberitakan peristiwa kriminal, termasuk kasus narkotika. Pada pengaplikasiannya analisis framing pemberitaan kasus narkotika yang disajikan dalam konten unggahan akun instagram @payakumbuhkini, dengan menitikberatkan pada bagaimana peristiwa narkotika dikonstruksi melalui unsur teks dan visual berdasarkan model analisis framing model Robert N Enmant. Metode penelitian dengan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model kualıtatil deskriptif. Data pada penelitian ini diperoleh dari observasi dan mengambil arsıp dokumentası yang ada pada akun instagram tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis framing model Robert N. Entman dengan empat elemen yaitu Define Problem (Pendefinisian Masalah), Diagnose Cause (Penyebab Masalah), Make Morat Judgement (Membuat Pilihan Moral) dan Treatment Recommendation (Menekankan Penyelesaian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis ini berfokus pada analisis framing pemberitaan kasus narkotika yang disajikan dalam konten unggahan akun instagram @payakumbuhkini, dengan menitikberatkan pada bagaimana peristiwa narkotika dikonstruksi melalui unsur teks dan visual berdasarkan empat elemen framing model Robert N. Entman, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral dan rekomendasi penanganan dan akun instagram @payakumbuhkini cenderung membingkai kasus narkotika sebagai peristiwa kriminal serius yang mengancam ketertiban sosial dan moral masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa framing pemberitaan narkotika pada akun instagram @payakumbuhkini lebih menekankan perspektif penegakan hukum dan penguatan citra aparat, serta membangun narasi moral bahwa narkotika merupakan kejahatan yang harus diberantas secara tegas. Framing tersebut berpotensi membentuk persepsi publik yang melihat persoalan narkotika terutama sebagai persoalan kriminal, bukan sebagai persoalan sosial dan kesehatan yang juga memerlukan pendekatan edukatif dan rehabilitatif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas Program Pembinaan Keagamaan Terhadap Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Efektivitas Program Pembinaan Keagamaan Terhadap Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman”, yang ditulis oleh Ade Brilliant Habibil, Nim 1421.023, Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinayah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena Pembinaan Narapidana merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian narapidana, serta memastikan narapidana tidak hanya menjalani hukuman tetapi juga dibekali dengan keterampilan, tidak mengulangi tindak pidana dan perilaku yang positif sehingga mereka dapat diterima kembali dalam lingkungan masyarakat. Namun pada kenyataannya terdapat narapidana yang telah selesai dalam menjalankan masa tahanannya namun kembali mengulangi perbuatan kejahatan yang sama (Residivis) khususnya pada narapidana narkotika. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui tentang bagaimana efektivitas program pembinaan keagamaan terhadap narapidana narkotika, serta apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi efektivitas program pembinaan keagamaan itu terhadap narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan, petugas dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen atau literatur terkait. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara, serta menggunakan analisis data dengan metode deduktif, induktif, dan komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa, program pembinaan yang dilaksanakan telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Meskipun tidak terdapat perbedaan khusus dalam pembinaan antara narapidana umum dan narapidana residivis, efektivitas pembinaan keagamaan lebih ditekankan pada narapidana residivis untuk mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pengawasan dan penambahan intensitas kegiatan pembinaan. Adapun faktor yang mempengaruhi efektivitas program pembinaan keagamaan di Lapas Kelas II B Pariaman meliputi kondisi mental narapidana yang belum siap dalam mengikuti pembinaan, terjadinya over kapasitas dan keterbatasan sarana prasarana, seperti kurangnya ruangan untuk pembinaan yang menghambat pelaksanaan pembinaan narapidana.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kajian Yuridis Normatif Terhadap Sanksi Bagi Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Narkotika Dalam Beberapa Putusan Pengadilan Perspektif Hukum Pidana Islam

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Kajian Yuridis Normatif Terhadap Sanksi Bagi Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Narkotika Dalam Beberapa Putusan Pengadilan Perspektif Hukum Pidana Islam”, yang ditulis oleh Junita Alfinalia, NIM 1421004, Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh beberapa putusan hakim belum secara sempurna dalam menerapkan ketentuan penghukuman terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkotika, karena dalam beberapa putusan tersebut hakim hanya menjatuhkan hukuman pidana penjara dan pelatihan kerja sosial, tidak ada penjatuhan hukuman dengan rehabilitasi dan diversi, dan dalam hukum Pidana Islam terkait anak yang melakukan tindak pidana tidak diberikan hukuman. Pokok permasalahannya yaitu, bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memberikan sanksi terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika dan bagaimana ketentuan penjatuhan sanksi terhadap anak dalam hukum pidana Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research (studi kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif dan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan referensi-referensi yang relevan berkaitan dengan penelitian ini. Adapun dalam menganalisis data, penulis melakukannya dengan cara menganalisis data yang bersumber dari bahan hukum berdasarkan kepada konsep, teori, peraturan perundang-undangan, buku-buku fiqh jinayah, putusan hakim, pendapat pakar atau pandangan penulis sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa belum diterapkan yuridis normatif secara sempurna oleh hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkotika, yang dalam hal ini hakim hanya menghukum. Sedangkan dalam hukum pidana Islam, hukuman yang dijatuhkan oleh hakim terhadap anak tidak sesuai, karena dalam hukum pidana Islam terhadap pelaku yang belum baligh (dewasa), diberikan hukuman ta’dib (pembinaan) yang pemberian hukumannya diserahkan kepada walliyul amri (penguasa).

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bkt Tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Oleh Anak Perspektif Hukum Pidana Islam

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Analisis Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bkt Tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Oleh Anak Perspektif Hukum Pidana Islam” yang di susun oleh Riyanti Hafizah, NIM 1419053 Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinayah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh meningkatnya tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Bukittinggi. Tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini telah sampai ke ranah hukum dan telah di sidangkan, namun putusan hakim dalam perkara ini masih tergolong ringan sehingga di nilai tidak memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Skripsi ini di tulis dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bkt. Dan analisis tentang tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh anak perspektif hukum pidana islam dalam putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi langsung di lapangan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah majelis hakim yang bertugas di persidangan dan sumber lainnya yang berasal dari kajian pustaka yang terkait dengan materi penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di temukan bahwa penerapan hukum dalam kasus tersebut telah sesuai dengan peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 114 Nomor 35 Tahun 2009, putusan di dasarkan pada fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Sedangkan pertimbangan hakim di lakukan berdasarkan pada keterangan terdakwa, keterangan saksi dan barang bukti serta hal-hal yang memberatkan dan meringankan sehingga pidana itu di rasa adi, baik oleh terdakwa maupun masyarakat. Menurut hukum islam hukuman bagi pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika yaitu dengan hukuman ta’zir, karena ta’zir merupakan hukuman yang mendidik dan memperbaiki pelaku agar menyadari perbuatannya tersebut dan di larang dalam agama islam, hukuman ini sepenuhnya di serahkan kepada penguasa atau hakim, hukuman bagi tindak pidana penyalahgunaan narkotika di samakan dengan hukuman bagi orang yang meminum khamar. Berdasarkah hasil penelitian putusan yang di jatuhkan hakim dalam perkara ini telah sesuai dengan hukum islam yang berdasarkan dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan keterangan saksi serta alat bukti, sebagaimana di jelaskan dalam Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 135 bahwasanya hakim dalam menjatuhkan suatu putusan harus berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dan tidak boleh menyimpang apalagi bertentangan dengan fakta-fakta tersebut.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Rehabilitasi Pecandu Narkotika Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2017 Dalam Perspektif Maqashid Syari'ah (Maslahah) (Studi Kasus Panti Rehabilitasi Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati Kecamatan Nanggalo Kota Padang)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Yuslina Annisa Panjaitan, Nim 1419047, Program Studi Hukum Pidana Islam, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Skripsi ini diberi judul “IMPLEMENTASI REHABILITASI PECANDU NARKOTIKA BERDASARKAN PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 9 TAHUN 2017 DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIA’AH (MALAHAH)(Studi Kasus Panti Rehabilitas Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati Kecamatan Nanggalo Kota Padang).” Skripsi ini dilatarbelakangi dengan maraknya penyalahgunaan narkotika, sehingga upaya pemberantasannya tidak cukup hanya ditangani oleh pemerintah dan aparat penegak hukum saja melainkan perlu melibatkan seluruh masyarakat. Salah satu cara memberantas masalah ini adalah dengan cara Rehabilitasi. Dan disisi lain lahirnya Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial Bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali apakah rehabilitasi yang dilakukan di Panti Rehabilitas Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati. Sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2017, dan bagaimana Rehabilitasi Pecandu Narkotika dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 tahun 2017 menurut Maqashid Syari’ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis sosiologis, sebab akan menguji tentang Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2017. Sumber data yang dipakai Sumber data primer dan Sumber data sekunder. Sumber data perimer diperoleh dari wawancara yang dilakukan penulis dengan staff, dan klien di Panti Rehabilitas Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, artikel, dan teori-teori lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pelaksanaan Rehabilitas di Panti Rehabilitasi Sosial Narkoba Sahabat Suci Hati telah sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial Bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya. Apabila ditinjau dari Maqashid Syari’ah Rehabilitasi Narkoba dapat mewujudkan kemaslahatan manusia, yaitu dengan cara Memeliharaan Kemaslahatan Agama, Memelihara Jiwa, Memelihara Akal, Memelihara Keturunan, dan Memelihara Harta.

4 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perfektif Pidana Islam Terhadap Putusan Nomor: 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Psp. Terkait Penyalahgunaan Narkotika Oleh Anak Di Bawah Umur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini yang berjudul: “PERSFEKTIF PIDANA ISLAM TERHADAP PUTUSAN Nomor: 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Psp. TERKAIT PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK DIBAWAH UMUR Skripsi ini ditulis oleh Aldi Pahlevy Lubis, NIM. 1418.010, Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinayah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djambek Bukittinggi 1444H/2023M. Maksud judul skripsi ini adalah mengungkapkan Pertimbangan Putusan Hakim Terhadap Putusan Nomor: 6/Pid.Sus- Anak/2018/PN.Psp. Terkait dalam Hal Penyalahgunaan Narkotika Terhadap Anak di Bawah Umur. Adapun rumusan masalah yang dalam skripsi ini adalah (1) bagaiamana pertimbangan hakim dalam perkara penyalahgunaan narkotika oleh anak dibawah umur pada putusan PN Padang Sidempuan Putusan No: 6/Pid.Sus-Anak/2018/Pn.Psp (2) analisa putusan pengadilan negeri padang sidempuan no: 6/Pid.Sus- Anak/2018/Pn.Psp persfektif hukum pidana islam. Motivasi penulis meneliti ini adalah dengan melihat banyaknya ditemukan kasus yang berada di Kota Padang Sidempuan, yang melibatkan anak dibawah umur terjerat kasus pidana narkotika, dari penyebab maraknya pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan sianak terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Dalam hal ini banyaknya para orang tua yang khawatir ketika anaknya terlibat dalam tindak pidana tersebut, dari permasalahan inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan rumusan masalah di atas. Adapun penelitian ini berjenis penelitian kepustakaan (library reasearch) dengan pendekatan kumulatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer yaitu Putusan Nomor: 6/Pid.Sus-Anak/2018/Pn.Psp. bahan hukum sekunder berupa hasil karya ilmiah mengenai Narkotika, dokumen, publikasi, buku-buku, skripsi, jurnal dan media internet serta bahan hukum tersier yang terdiri dari kamus hukum dan kamus hukum pidana islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelusuran kepustakaan dimana data- data yang telah berhasil dikumpulkan. Setelah itu dilanjutkan dengan cara menganalisa secara kualitatif serta dijabarkan kedalam bentuk deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, hasil dari pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara ini telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah mendahulukan aspek keadilan. Hal ini dapat dilihat dari adanya pertimbangan hakim mengenai keadaan yang meringankan serta perhatian hakim akan kesesuaian proses peradilan dengan apa yang telah diatur didalam Undang-undang No. 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak. Jika dilihat dari sudut pandang hukum pidana islam, yakni jarimah penyalahgunaan narkotia termasuk pada jarimah ta’zir yang pengaturannya diserahkan kepada ulil amri.

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tinjauah Fiqh Siyasah Terhadap Efektifitas Perda Kota Payakumbuh Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Tinjauan Fiqh Siyasah terhadap Efektifitas Perda Kota Payakumbuh Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya” yang ditulis oleh Tri Siska Marni NIM. 1318.022 Progam Studi Hukum Ketatanegaraan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya tindakan penyalahgunaan narkotika di Kota Payakumbuh yang terjadi hampir setiap tahunnya padahal larangan tentang penyalahgunaan narkoba telah diatur dalam peraturan daerah nomor 12 Tahun 2017. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin mengetahui efektifitas Perda Kota Payakumbuh Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya serta meninjau efektifitas Perda tersebut berdasarkan perspektif Fiqh siyasah. Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Kota Payakumbuh. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara sebagai data primer yang dihimpun dari pihak Pemerintah Kota yaitu Kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh dan Kantor Sekretariat DPRD Kota Payakumbuh. Data sekunder data yang didapat dari dokumentasi yang terkait langsung dengan permasalahan yang diteliti, setelah data tersebut diperoleh, lalu dianalisa dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa persoala terkait pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di Kota Payakumbuh sudah berjalan tetapi masih belum efektif, terbukti dengan adanya kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Payakumbuh, tercatat lebih dari 60 kasus dengan lebih dari 80 orang tersangka yang terjadi di Kota Payakumbuh sepanjang tahun 2018-2021. Pemerintah Kota Payakumbuh belum bisa melakukan sosialisai terkait penyalahgunaan narkotika secara optimal dan menyeluruh karena masih ada permasalahan terkait anggaran kegiatan yang tidak mencukupi serta kurangnya personil di lapangan sehingga kegiatan implementasi tidak berjalan dengan maksimal. Dengan demikian hasil dari implementasi Perda Nomor 12 tahun 2017 sesuai dengan tinjauan Fiqh siyasah yaitu Siyasah Dustriyyah dimana pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kemaslahatan masyarakat, dalamm hal ini pemerintah Kota Payakumbuh sudah mengeluarkan Perda terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai upaya pemerintah kota untuk melindungi masyarakat dan membebaskan Kota Payakumbuh dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

3 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Ninik Mamak dalam Mengantisipasi Tindak Pidana Narkotika di Kalangan Remaja di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul: Peran Ninik Mamak Dalam Mengantisipasi Tindak Pidana Narkotika Di Kalangan Remaja Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Skripsi ini ditulis oleh RAHMI YETTI, NIM 1418.057, Program Studi Hukum Pidana Islam, Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanaya remaja yang mememaki narkoba atau yang mencandu terhadap narkoba. Dengan mengukur bagaimana peran ninik dalam mamak mengantisipasi tindak pidana narkotika. Latar belakang masalah dalam skripsi ini adalah banyaknya remaja yang memakai narkoba di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung dikarenakan pergaulan remaja yang tidak dibatasi oleh kedua orang tuanya, karena orang tua tersebut tidak bersekolah bisa disebut dengan orang awam yang tidak mengerti dengan narkotika. Sedangkan di kalangan kelangan remaja di Kecamatn 2x11 Enam Lingkung itu sudah dijaga oleh ninik mamak dengan tugas dan fungsinya yang seharusnya dapat menyelamatkan anak kemenakannya dari pengaruh narkoba tersebut. Jenis penelitian atau pendekatan yang digunakan adalah kualitatif yaitu suatu pendekatan yang berguna untuk mempelajari fenomena sosial dengan tujuan menjelaskan dan menganalisa perilaku manusia dan kelompok dari sudut pandang yang sebagaimana objek yang diteliti. Sumber Data primer yaitu data yang diperoleh seseorang peneliti langsung dari objeknya melalui observasi dan wawancara. Data tersebut diperoleh dari ninik mamak Kecamatan 2x11 Enam Lingkung.Sumber data sekunder yaitu data yang penulis dapatkan dari bahan-bahan perpustakaan yang berfungsi sebagai bahan pelengkap data primer yaitu berhubungan dengan mesalah yang dibahas. Setelah data terkumpul, penuis menganalisa dalam bentuk deskriptif dimana penulis akan menjelaskan bagaimana peran ninik mamak dalam mengantisipasi narkotika di kalangan remaja di kecamatan 2x11 Enam lingkung. Berdasarkan hasil penelitian dapat di kemungkakan bahwa ninik mamak di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung sudah melakukan perannya dengan baik dan Peran Ninik mamak di Kecamatan 2X11 Enam Lingkung sudah efektif dan sudah berjalan dengan baik dalam mengantisipasi Tidak Pidana Narkoba di Kalangan Remaja. Karena ninik mamak di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung mengetahui tanggung jawabnya terhadap kemenakan. Faktor yang menyebabkan Kenakalan Remaja di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung merupakan pengaruh dari luar lingkungang(pergaulan bebas) sebagaimana dibuktikan dalam analisis data di atas bahwa 100% pengaruh dari luar lingkungan yang sangat mempengaruhi para remaja di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung.

5 dilihat · 8 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tinjauan hukum pidana Islam mengenai sanksi rehabilitasi terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika dalam pasal 54 Undang-undang Narkotika

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sripsi ini berjudul “Tinjauan Hukum Pidana Islam Mengenai Sanksi Rehabiliatsi Terhadap Pecandu Dan Korban Penyalahguna Narkotika Dalam Pasal 54 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika”. Yang ditulis oleh Dini Ratna Sari, NIM : 1417.019. Program Studi Hukum Pidana Islam (Jinayah) Fakultas Syariah Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena sanksi rehabilitasi yang dijatuhkan terhadap korban penyalahguna narkotika dan pecandu narkotika di Indonesia tidak ada dalam hukum pidana Islam. Dalam hukum pidana Islam narkotika diqiyaskan kepada khamar karena illatnya sama-sama memabukkan dan menghilangkan akal seseorang, sehingga sanksi yang diberikan ialah berupa sanksi had berupa dera dan sanksi ta’zir dari kedua sanksi tersebut lebih kepada sanksi fisik dan efek jera yang diberikan kepada pelaku khamar tidak ada yang menyinggung mengenai pengobatan atau rehabilitasi dari ketergantungan dari narkotika atau khamar itu sendiri. Dalam hukum pidana islam setiap orang atau mukallaf yang melakukan perbuatan meminum khamar dijatuhi hukuman dera tanpa melihat latar belakang seorang mukallaf tersebut meminumnya dan berapa kadar ia meminumnya. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam pembuatan skripsi ini alah penelitian kepustakaan (library Research) dengan metode kualitatif. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis mengutip baik kutipan langsung maupun tidak langsung dari berbagai informasi dan data dari perpustakaan dengan bantuan berbagai macam materi yang ada didalam perpustakaan seperti buku referensi, artikel, catatan, serta berbagai jurnal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagi berikut : pertama, sanksi rehabilitasi narkotika termasuk kedalam sanksi ta’zir dalam hukum pidana islam karena jenis dan lamanya hukuman ditetapkan oleh pemerintah dan ulil Amri yang berkuasa pada saat itu melalui Undang-undang yang berlaku. Kedua, kriteria seseorang pecandu dijatuhi hukuman rehabilitasi apabila : dalam penggerebekan oleh kepolisian mendapatkan narkotika sehari pakai, terdakwa saat ditangkap oleh penyidik dalam kondisi tertangkap tagan, ada surat keterangan dari dokter jiwa atau psikiater yang ditunjuk oleh hakim, surat positif menggunakan narkotika dari laboratorium , tidak ada bukti yang menyatakan bahwa terdakwa terlibat dalam peredaran narkotika.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Metode Pembinaan Ajaran Agama Bagi Penyalahgunaan Narkotika di LPKA Klas IIB Tanjung Pati

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Serly Desryana. Nim. 2615.216. Skripsi ini berjudul Metode Pembinaan Ajaran Agama Bagi Korban Penyalahgunaan Narkotika di LPKA Klas IIB Tanjung Pati. Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Di LPKA Klas IIB Tanjung Pati ditemukan 4 orang korban penyalahgunaan narkotika disebabkan karena keluarga yang mengalami Broken Home, kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu, keinginannya sendiri untuk mencoba narkotika serta pengaruh dari pergaulannya yang tidak baik sehingga membuat korban menjadi ketergantungan untuk mengkonsumsi narkotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana metode pembinaan ajaran agama bagi korban penyalahgunaan narkotika di LPKA Klas IIB Tanjung Pati. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan dalam bentuk katat-kata atau tidak dalam bentuk angka. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci pembinaan anak dan ustad serta informan pendukung 4 orang korban penyalahgunaan narkotika. Data dikumpulkan dengan melakukan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil penelitian di LPKA Klas IB Tanjung Pati ini yang menjadi penyebab terjadinya pembinaan ajaran agama bagi korban penyalahgunaan narkotika adalah dari metode ceramah, pembiasaan, pendampingan, dan pengawasan. Pertama: dari metode ceramah yaitu waktu ceramah yang disediakan kurang efektif karena berdekatan dengan waktu kunjungan, pengetahuan materi yang diperoleh dari hasil ceramah akan cepat terlupakan. Kedua: dari pembiasaan yaitu membutuhkan waktu bertahap untuk dapat menanamkan suatu kebiasaan yang baik serta kurangnya motivasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Ketiga: dari pendampingan yaitu kurangnya sdm yang belum memadai serta sarana dan prasarana yang terdapat di Lapas. Keempat: dari pengawasan yaitu yang bersifat preventif dan represif.

4 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail