Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Resiko
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Penerapan Prudential Banking Principle Pada Pembiayaan Modal Kerja Dalam Meminimalkan Resiko Gagal Bayar di BSI KCP Pasaman Barat Sudirman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya resiko gagal bayar pada pembiayaan modal kerja yang dapat memengaruhi kualitas pembiayaan dan kesehatan bank. Untuk meminimalkan resiko tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pasaman Barat Sudirman menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking principle) dalam proses penyaluran pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan prudential banking principle pada pembiayaan modal kerja serta mengetahui efektivitas penerapannya dalam meminimalkan resiko gagal bayar di BSI KCP Pasaman Barat Sudirman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak yang terlibat dalam proses pembiayaan modal kerja di BSI KCP Pasaman Barat Sudirman. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prudential banking principle pada pembiayaan modal kerja dilakukan melalui analisis 5C yang meliputi character, capacity, capital, collateral, dan condition of economy. Penilaian dilakukan melalui wawancara, pengecekan SLIK, verifikasi dokumen, survei lapangan, analisis kemampuan usaha, penilaian jaminan, serta monitoring pasca pencairan pembiayaan. Penerapan prinsip kehati-hatian tersebut terbukti cukup efektif dalam meminimalkan resiko gagal bayar, namun belum sepenuhnya optimal. Resiko gagal bayar masih dipengaruhi oleh faktor internal seperti penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan, lemahnya pengelolaan usaha, dan kurangnya pembukuan keuangan, serta faktor eksternal seperti penurunan daya beli masyarakat, kondisi cuaca, dan fluktuasi harga komoditas. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dalam melakukan monitoring juga menjadi kendala dalam pengawasan pembiayaan.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Faktor-Faktor Yang Menentukan Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Murabahah di BPRS Ampek Angkek Candung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Murabahah di BPRS Ampek Angkek Candung", dibuat oleh Bunga Syahrilla Nur Aini, Nim. 3322252. Skripsi Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan dosen pembimbing Ibu Ariyun Anisah, S.E., M.E. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi tingkat Non Performing Financing (NPF) pada pembiayaan murabahah di BPRS Ampek Angkek Candung. Pembiayaan murabahah merupakan salah satu produk pembiayaan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap penyaluran dana di BPRS, sehingga peningkatan NPF dapat memengaruhi kualitas pembiayaan dan kinerja bank. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menentukan terjadinya Non Performing Financing (NPF) pada pembiayaan murabahah serta kendala yang dihadapi BPRS Ampek Angkek Candung dalam menurunkan tingkat NPF. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pihak BPRS Ampek Angkek Candung dan nasabah pembiayaan murabahah. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menentukan terjadinya Non Performing Financing (NPF) pada pembiayaan murabahah berasal dari faktor internal dan faktor eksternal, dengan faktor eksternal sebagai faktor yang lebih dominan. Faktor tersebut meliputi menurunnya kondisi usaha nasabah, kondisi ekonomi yang kurang stabil, penggunaan dana pembiayaan yang kurang tepat, karakter dan kedisiplinan nasabah, serta adanya kebutuhan mendesak yang menyebabkan kemampuan membayar angsuran menurun. Sementara itu, kendala yang dihadapi BPRS dalam menurunkan tingkat NPF lebih banyak berasal dari faktor eksternal, seperti penurunan kondisi usaha dan kemampuan ekonomi nasabah serta kurangnya kerja sama nasabah dalam memenuhi kewajiban pembiayaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, BPRS melakukan monitoring pembiayaan secara berkelanjutan, penerapan Early Warning System (EWS), mitigasi risiko melalui pemantauan tingkat kesehatan bank, serta restrukturisasi pembiayaan agar kualitas pembiayaan tetap terjaga dan tingkat NPF dapat ditekan.

15 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Implementasi Mitigasi Resiko dalam Penyaluran Dana KUR Tahun 2024 (Studi Kasus : BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Implementasi Mitigasi Resiko dalam Penyaluran Dana KUR Tahun 2024. (Studi Kasus : BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur)”, di tulis oleh Dwi Yulia dengan NIM 3322344. Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu upaya strategis perbankan dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dalam praktiknya penyaluran pembiayaan KUR tidak terlepas dari berbagai resiko, terutama resiko gagal bayar yang dipengaruhi oleh kondisi usaha nasabah, rendahnya literasi keuangan syariah, serta penggunaan dana yang belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mitigasi resiko dalam penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung di BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur untuk mengamati proses penyaluran pembiayaan KUR, mulai dari tahap pengajuan, analisis pembiayaan, akad, hingga monitoring pasca pencairan dana. Wawancara dilakukan secara mendalam dan terstruktur kepada pihak internal bank yang terlibat langsung dalam pengelolaan pembiayaan KUR, seperti pimpinan kantor cabang pembantu dan petugas marketing mikro, guna memperoleh informasi terkait kebijakan, prosedur, serta strategi mitigasi risiko yang diterapkan. Selain itu, wawancara juga dilakukan kepada nasabah penerima pembiayaan KUR untuk menggali pemahaman mereka mengenai penggunaan dana, kewajiban pembayaran, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur telah menerapkan berbagai strategi mitigasi resiko, seperti analisis kelayakan pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian (5C), verifikasi data nasabah, monitoring pasca pencairan, serta pendekatan komunikasi intensif terhadap nasabah pembiayaan bermasalah. Namun, implementasi mitigasi resiko tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih ditemui kendala, seperti keterbatasan pengawasan penggunaan dana dan faktor eksternal yang memengaruhi kemampuan bayar nasabah.

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Pengelolaan Berbasis Manajemen Resiko Pada Usaha Bibit Ikan Nila Di Nagari Paninjauan Kabupaten Agam (Studi Kasus : Usaha Ikan Nila Pak Danil Paninjauan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Nurul Wafiq Azizah, Nim 3722231, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini berjudul “Analisis Pengeolaan Berbasis Manajemen Resiko Pada Usaha Ternak Ikan Nila Di Nagari Paninjauan Kabupaten Agam (Studi Kasus Usaha Ikan Nila Pak Danil Paninjauan)” Penelitian ini di latar belakangi oleh pengelolaan yang di lakukan dalam Usaha Bibit Ikan Nila di Nagari Paninjauan Kabupaten Agam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan usaha berbasis manajemen resiko serta mengidentifikasi dampak resiko yang dihadapi pada usaha ternak bibit ikan nila di nagari paninjauan. Temuan masalah pada usaha bibit ikan nila di nagari paninjauan adanya resiko-resiko berupa produksi bibit ikan nila yang tidak stabil akibat tingginya tingkat kematian, perubahan cuaca yang mempengaruhi kualitas air kolam dan menyebabkan ikan stress, serta pengelolaan resiko usaha yang belum diterapkan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dekritif yang mana data di ambil melalui hasil wawancara observasi serta dokumentasi, indikator yang di gunakan yaitu stategy formulation yang mana yang menjadi pedoman dalam wawancara seperti identifikasi resiko, analisis resiko, evaluasi resiko, pengelolaan resiko, dan faktor internal dan eksternal. Yang mana informan penelitian adalah pemilik dan karyawan dari ​Usaha Bibit Ikan Nila Di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber resiko utama dalam usaha bibit ikan nila meliputi perubahan cuaca yang tidak menentu, penurunan kualitas air kolam, tingginya biaya pakan, serta ketidakstabilan harga jual. Dampak dari resiko tersebut adalah meningkatnya tingkat kematian bibit ikan nila dan menurunya pendapatan usaha. Pengelolaan resiko yang dilakukan meliputi pengaturan kepadatan tebar bibit, pemantauan kualitas air, peningkatan kualitas bibit. Kata Kunci: Pengelolaan, Manajemen Resiko, Budidaya Ikan Nila, Bibit Ikan

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis implementasi manajemen resiko pembiayaan murabahahpada PT Bank Sumut syariah KCP Panyabungan kabupaten Mandailing Natal

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN RESIKO PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT. BANK SUMUT SYARIAH KCP PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL 1 Nisaul Mardhiah Nasution, Ali Rahman2 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittnggi nisaulnasution@gmail.com 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi alirahman26des@gmail.com Abstrak Pembiayaan murabahah menjadi salah satu produk yang paling diminati oleh nasabah Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan, namun juga memiliki potensi risiko yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, bank perlu menerapkan manajemen risiko yang efektif untuk meminimalkan risiko pembiayaan bermasalah. Melalui penelitian kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa bank telah menerapkan manajemen risiko yang komprehensif, mencakup seluruh tahapan proses pembiayaan, mulai dari analisis calon nasabah hingga pembiayaan berakhir. Bank juga menggunakan pendekatan analisis 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition, untuk meminimalkan risiko pembiayaan bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini telah memberikan dampak positif dalam menjaga kualitas pembiayaan dan mengurangi risiko terjadinya pembiayaan bermasalah, serta mencerminkan komitmen bank dalam menjaga prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan pembiayaan berbasis syariah. Kata kunci: Manajemen Risiko, Pembiayaan Murabahah, Bank Syariah Abstract Murabahah financing is one of the most popular products among Bank Sumut Syariah Panyabungan Branch customers, but it also carries high potential risks if not managed properly. Therefore, the bank needs to implement effective risk management to minimize the risk of non-performing financing. Through descriptive qualitative research, it was found that the bank has implemented comprehensive risk management, covering all stages of the financing process, from prospective customer analysis to financing closure. The bank also uses a 5C analysis approach Character, Capacity, Capital, Collateral, and Condition to minimize the risk of non-performing financing. The results indicate that this strategy has had a positive impact on maintaining financing quality and reducing the risk of non-performing financing, reflecting the bank's commitment to upholding the principles of prudence and the sustainability of Sharia-based financing. Keywords: Risk Management, Murabahah Financing, Sharia Bank Pendahuluan Bank syariah dan bank konvensional memiliki pendekatan yang berbeda dalam manajemen risiko, terutama karena bank syariah memiliki risiko yang unik dan spesifik. Perbedaan antara keduanya lebih berfokus pada aspek yang dinilai daripada metode pengukurannya, sehingga bank syariah memerlukan strategi manajemen risiko yang sesuai dengan prinsip syariah. Adiwarman Karim menekankan bahwa manajemen risiko bank Islam berbeda dalam proses identifikasi, penilaian, antisipasi, dan monitoring risiko. Di sisi lain, Kasmir menjelaskan bahwa pembiayaan adalah fasilitas keuangan yang diberikan bank kepada nasabah, berdasarkan kesepakatan tertentu, dengan kewajiban nasabah untuk mengembalikan dana tersebut beserta imbalan atau bagi hasil setelah jangka waktu yang ditentukan. (Adiwarman Karim, 2007). Sebagai lembaga intermediasi, bank tidak hanya mengumpulkan dana dari masyarakat tetapi juga menyalurkannya dalam bentuk pembiayaan atau kredit. Bank konvensional umumnya menggunakan istilah "kredit" dengan sistem bunga, sementara bank syariah menggunakan istilah "pembiayaan" yang berbasis pada margin atau prinsip bagi hasil yang sesuai dengan syariah. Perbankan konvensional memberikan pinjaman dalam bentuk uang yang dapat digunakan nasabah untuk berbagai keperluan tanpa memperhatikan jenis transaksi yang dilakukan. Sebaliknya, perbankan syariah menyalurkan pembiayaan dalam bentuk aset nyata dengan melibatkan transaksi yang sah dan sesuai dengan prinsip syariah, sehingga bebas dari riba dan berfokus pada kegiatan ekonomi yang produktif dan etis. Bank konvensional menyalurkan pinjaman dalam bentuk uang tanpa batasan pada penggunaannya, sedangkan bank syariah menyalurkan pembiayaan dalam bentuk aset nyata yang memenuhi prinsip syariah, dengan penekanan pada kegiatan ekonomi yang produktif, etis, dan terbebas dari riba. Kolektibilitas pembiayaan yang buruk dapat berdampak signifikan pada kesehatan dan profit bank. Untuk itu, bank syariah perlu menerapkan strategi manajemen risiko yang tepat guna mengurangi risiko pembiayaan macet dan memastikan bahwa pokok pembiayaan serta bagi hasil dapat diperoleh sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. (La Ode Alimusa, 2020) Bank Sumut Syariah menawarkan berbagai produk dan kemudahan, dengan keunggulan jaringan pelayanan sebagai prioritas utama. Salah satu produk unggulan adalah pembiayaan, yang menjadi sumber aset penting bagi bank. Pembiayaan ini bertujuan memberikan bantuan modal bagi masyarakat untuk kebutuhan usaha atau konsumsi. Namun, pembiayaan juga membawa risiko jika dana yang disalurkan tidak kembali. Oleh karena itu, Bank Sumut Syariah perlu mengelola risiko tersebut dengan sistem yang baik agar kegiatan penyaluran dana dapat berjalan efektif dan kompetitif dibandingkan dengan bank konvensional. Murabahah merupakan akad jual beli yang transparan, di mana penjual dan pembeli sepakat atas harga perolehan barang dan margin keuntungan yang ditentukan. Kunci dari murabahah adalah keterbukaan informasi mengenai harga dasar dan keuntungan yang diharapkan. Bank Sumut Syariah menawarkan pembiayaan murabahah untuk mendukung kebutuhan produksi nasabah, di mana bank mendapatkan margin keuntungan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. Dalam menyalurkan pembiayaan, bank menghadapi risiko kredit macet dan resiko likuiditas yang dapat mempengaruhi profitabilitas. Oleh karena itu, Bank Sumut Syariah Panyabungan perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengelola risiko-risiko tersebut dan menjaga stabilitas keuangan. Surah Yusuf ayat 43-49 dalam Al-Qur'an menjelaskan tentang pentingnya perencanaan dan pengelolaan risiko untuk menghadapi kemungkinan buruk di masa depan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yusuf dalam menafsirkan mimpi Raja Mesir. وَقَالَ الْمَلِكُ اِنِّيْٓ اَرٰى سَبْعَ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعَ سُنْۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّاُخَرَ يٰبِسٰتٍۗ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَاُ اَفْتُوْنِيْ فِيْ رُؤْيَايَ اِنْ كُنْتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُوْنَ ۝٤٣ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۚ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيْلِ الْاَحْلَامِ بِعٰلِمِيْنَ ۝٤٤ وَقَالَ الَّذِيْ نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ اُمَّةٍ اَنَا۠ اُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيْلِهٖ فَاَرْسِلُوْنِ ۝٤٥ يُوْسُفُ اَيُّهَا الصِّدِّيْقُ اَفْتِنَا فِيْ سَبْعِ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعِ سُنْۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّاُخَرَ يٰبِسٰتٍۙ لَّعَلِّيْٓ اَرْجِعُ اِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُوْنَ ۝٤ قَالَ تَزْرَعُوْنَ سَبْعَ سِنِيْنَ دَاَبًاۚ فَمَا حَصَدْتُّمْ فَذَرُوْهُ فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تَأْكُلُوْنَ ۝٤٧ ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَّأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تُحْصِنُوْنَ ۝٤ ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَامٌ فِيْهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيْهِ يَعْصِرُوْنَࣖ ۝٤٩ Artinya: Raja berkata, "Aku bermimpi melihat tujuh sapi betina gemuk dimakan tujuh sapi betina kurus, dan tujuh tangkai gandum hijau serta tujuh tangkai kering lainnya. Wahai para pemuka, jelaskan takwil mimpiku ini jika kalian bisa." Mereka menjawab, "Ini hanya mimpi kosong, dan kami tidak bisa menafsirkannya." Lalu, salah satu dari mereka yang selamat berkata, "Aku tahu siapa yang bisa menafsirkan mimpi ini, utuslah aku kepadanya." Yusuf kemudian ditanya untuk menjelaskan mimpi tersebut dan dia menjawab, "Bercocok tanamlah selama tujuh tahun berturut-turut, simpan sebagian besar hasil panen untuk menghadapi tujuh tahun sulit berikutnya, dan akan datang tahun-tahun di mana manusia diberi hujan yang cukup dan mereka akan memeras anggur." Ayat tersebut menekankan pentingnya melindungi dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan buruk di masa depan untuk menjaga kelangsungan hidup. Hal ini relevan dengan kegiatan usaha bank, terutama dalam pembiayaan, di mana risiko dapat menjadi masalah besar. Oleh karena itu, bank perlu menerapkan manajemen risiko yang efektif untuk mengidentifikasi, mengelola, dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Tabel 1.1 Jumlah Nasabah Pembiayaan Murabahah Tahun Jumlah Nasabah Total pembiayaan Pembiayaan Bermasalah NPF 2022 901 Nasabah 31.535.000.000 501.400.000 1,59% 2023 1.170 Nasabah 46.807.000.000 690.500.000 1,47% 2024 1.606 Nasabah 61.028.000.000 1.061.150.000 1,73% Sumber : bank sumut syariah kcp panyabungan Data menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah di Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan meningkat setiap tahun, menandakan tingginya minat masyarakat. Namun, risiko pembiayaan bermasalah juga meningkat, dengan puncaknya pada tahun 2024. Oleh karena itu, bank perlu meningkatkan manajemen risiko untuk mengurangi potensi kerugian di masa depan. Pembiayaan Murabahah di perbankan syariah menawarkan peluang besar, tetapi juga membawa risiko yang perlu dikelola dengan baik. Sistem manajemen risiko kredit yang baik sangat penting untuk mengantisipasi dan meminimalkan risiko, sehingga perbankan dapat tetap stabil dan berkelanjutan. Penelitian ini difokuskan pada pembiayaan murabahah di PT. Bank Sumut Syariah Panyabungan karena tingginya minat nasabah dan potensi risiko yang menyertainya. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang baik sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan bank dan mengurangi risiko pembiayaan bermasalah. Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Adanya pembiayaan murabahah bermasalah di PT. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan. 2. Peningkatan jumlah pembiayaan bermasalah setiap tahunnya. 3. Perlu implementasi manajemen risiko yang efektif untuk mengurangi tingkat risiko dan mencegah kerugian lebih lanjut. Penelitian ini difokuskan pada dua pertanyaan utama: 1. Bagaimana implementasi manajemen risiko pembiayaan murabahah di Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan? 2. Bagaimana bank tersebut menangani pembiayaan murabahah bermasalah? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen risiko pembiayaan murabahah di Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan dan menemukan solusi untuk pembiayaan bermasalah, demi pengembangan praktik dan keilmuan perbankan syariah. Kajian Pustaka Manajemen risiko membantu bank mengidentifikasi dan mengendalikan risiko, sehingga mengurangi potensi kerugian dan menjaga stabilitas keuangan.. (Anwar, 2017) Pembiayaan adalah penyediaan dana oleh bank kepada nasabah berdasarkan perjanjian dengan kewajiban pengembalian dan imbalan, sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 1998. (Nugraha Ridha) Murabahah adalah pembiayaan syariah berbasis jual beli antara bank dan nasabah, dengan harga yang mencakup biaya perolehan dan margin keuntungan yang disepakati, serta opsi pembayaran tunai atau angsuran. (Tri Setiady) Metode Penelitian Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen risiko pembiayaan di Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan dengan metode kualitatif deskriptif, Kabupaten Mandailing Natal, dengan waktu penelitian pada bulan Februari 2025 hingga selesai. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dari informan utama seperti Account Officer dan Pemimpin bank. Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data dalam narasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil Dan Pembahasan A. Impementasi manajemen resiko pembiayaan murabahah pada PT.Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal PT. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan menerapkan manajemen risiko pembiayaan murabahah secara menyeluruh, mulai dari proses awal hingga akhir pembiayaan, untuk mengurangi risiko pembiayaan bermasalah. Ada yang termasuk ke manajemen resiko ini, yaitu: 1. Charakter (karakter nasabah) Dalam perbankan syariah, manajemen risiko memainkan peran penting, terutama dalam pembiayaan murabahah. Karakter nasabah yang mencakup integritas dan komitmen menjadi penentu utama dalam menilai risiko dan keberhasilan pembiayaan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang karakter nasabah sangat krusial bagi lembaga keuangan syariah. “Untuk menilai karakter calon debitur, Bank Sumut Syariah melakukan beberapa langkah. Pertama, mereka memeriksa riwayat kredit melalui SLIK OJK untuk mengetahui ketepatan pembayaran dan riwayat pinjaman nasabah. Kedua, bank melakukan wawancara dan observasi langsung untuk menilai sikap dan kesungguhan calon debitur. Terakhir, bank juga mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar dan referensi dari kerabat dekat nasabah untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang karakter calon debitur. Penilaian karakter calon nasabah oleh Bank Sumut Syariah meliputi riwayat kredit, kejujuran dan keterbukaan saat wawancara, serta kelengkapan dokumen. Bank juga menilai pengalaman dan latar belakang calon nasabah, termasuk pekerjaan dan etika bisnisnya, untuk memastikan keputusan pembiayaan yang tepat dan mengurangi risiko.” (Denni Astuti, 12 Juni 2025) Dari wawancara diatas, Penilaian karakter calon debitur dilakukan dengan beberapa metode, yaitu analisis riwayat kredit, wawancara dan observasi langsung, serta pengumpulan informasi dari lingkungan sekitar dan kerabat dekat. Dengan cara ini, bank dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang karakter dan kredibilitas calon debitur. Penilaian karakter calon nasabah sangat penting bagi bank dalam menentukan keputusan pembiayaan. Bapak Ahmad Sanusi, Pimpinan PT. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan, bank melakukan penilaian karakter melalui wawancara awal dan referensi dari orang-orang sekitar calon nasabah. Meskipun ada pendapat berbeda tentang karakter calon nasabah, bank tetap mempertimbangkan keputusan berdasarkan analisis menyeluruh. Jika sebagian besar referensi memberikan penilaian negatif, bank mungkin akan lebih berhati-hati atau bahkan menolak permohonan pembiayaan. 2. Capacity (kemampuan) Pembiayaan murabahah melibatkan bank syariah yang membeli barang sesuai kebutuhan nasabah, lalu menjualnya kembali dengan tambahan margin keuntungan yang disepakati. Bank melakukan analisis menyeluruh terhadap kemampuan finansial nasabah, termasuk pendapatan, riwayat pekerjaan, dan utang yang ada, untuk memastikan nasabah dapat membayar angsuran secara teratur dan tepat waktu. “Untuk menilai kemampuan calon debitur, Bank Sumut Syariah melakukan analisis pendapatan, riwayat pekerjaan atau usaha, dan laporan keuangan. Bank ingin memastikan bahwa calon debitur memiliki sumber pendapatan yang stabil dan prospektif untuk memenuhi kewajiban pembayaran kredit. Dengan demikian, bank dapat mengurangi risiko pembiayaan bermasalah.” (Denni Astuti Aceh , 12 Juni 2025) Dari wawancara diatas, didapatkan untuk menilai kemampuan bayar calon debitur, Bank Sumut Syariah menganalisis pendapatan dan kestabilan usaha, serta memeriksa laporan keuangan dan SLIK. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon debitur memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran, terutama bagi nasabah dari kalangan PNS dan P3K. Bank Sumut melakukan analisis komprehensif untuk menilai kemampuan bayar calon nasabah dengan mempertimbangkan sumber pendapatan, riwayat pekerjaan/usaha, laporan keuangan, dan kemampuan mengelola usaha. Bank memprioritaskan nasabah dengan usaha yang sudah mapan minimal 5 tahun, serta menganalisis laporan keuangan untuk memahami kemampuan finansial mereka. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Bank Sumut dapat membuat keputusan yang lebih akurat tentang kemampuan bayar calon nasabah dan mengelola risiko pembiayaan dengan lebih efektif. 3. Capital (Modal) Bank menilai kemampuan finansial nasabah dengan melihat komposisi modal sendiri dibandingkan dengan pinjaman yang diajukan. Jika modal nasabah berkembang seiring dengan usahanya, maka bank cenderung menyetujui pembiayaan karena usaha tersebut dinilai berpotensi dan layak didukung. “Dalam menilai modal nasabah, Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan mempertimbangkan proporsi modal yang dimiliki nasabah dan perkembangannya seiring waktu. Bank ini juga berhati-hati dalam menyetujui pembiayaan dan menghindari jenis pembiayaan yang berpotensi merugikan, seperti pembiayaan dengan riba, gharar, maisir, dan sektor berisiko tinggi, untuk memastikan pembiayaan yang sehat dan aman.”(Denni Astuti Aceh, 12 Juni 2025) Dalam proses pembiayaan, Bank Sumut Syariah berhati-hati dengan beberapa jenis pembiayaan yang berpotensi merugikan, seperti pembiayaan dengan unsur riba, gharar, maisir, dan sektor berisiko tinggi. Dengan demikian, bank dapat menjaga kualitas pembiayaan dan melindungi kepentingan nasabah dan bank itu sendiri. Bank Sumut menilai kemampuan finansial calon nasabah dengan melihat besaran modal usaha dan perkembangannya sejak awal berdiri. Selain itu, bank juga melakukan verifikasi dengan menanyakan kepada orang-orang sekitar rumah calon nasabah tentang reputasi dan kelayakan usaha mereka untuk diberikan pembiayaan. 4. Colateral (jaminan) Jaminan dalam pembiayaan murabahah berperan penting sebagai mitigasi risiko bagi bank syariah. Jaminan tersebut dapat berupa aset fisik atau finansial yang dapat dieksekusi jika nasabah gagal bayar. Proses penentuan dan pelaksanaan jaminan harus mematuhi prinsip syariah dan dilakukan dengan transparan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak. “Bank Sumut Syariah menerima berbagai jenis jaminan dari debitur, seperti surat tanah dan SK untuk PNS/P3K, serta rumah, tanah, ruko, mesin pabrik, BPKB, dan emas untuk masyarakat umum. Nilai jaminan harus sesuai dengan jumlah pinjaman yang diajukan.” (Ahmad Sanusi Nst, 12 Juni 2025) Dari hasil wawancara tersebut, Bank Sumut menerima jaminan berupa SK PNS/P3K, surat tanah, alat industri, rumah, toko, dan aset lainnya dari calon nasabah. Nilai jaminan harus proporsional dengan total pembiayaan yang diajukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran transaksi. “Bank Sumut Syariah tidak menetapkan batas minimal dan maksimal untuk jaminan, melainkan menilai kecukupan jaminan berdasarkan jumlah pembiayaan yang diajukan. Jaminan yang diberikan harus memiliki nilai yang setara dengan pembiayaan untuk memastikan keamanan bagi bank.” (Ahmad Sanusi Nst, 12 Juni 2025) Dari hasil tersebut, jadi Bank Sumut Syariah tidak memiliki batas minimal untuk jaminan, yang penting adalah nilai jaminan harus proporsional dengan jumlah pembiayaan. Artinya, semakin besar jumlah pinjaman, semakin besar pula nilai aset yang harus dijaminkan. Sebelum melakukan pembiayaan, calon nasabah diwajibkan untuk menyertakan jaminan yang sah dan terbukti milik mereka, seperti SK pegawai, BPKB, sertifikat tanah, atau sertifikat rumah. Jaminan tersebut akan diverifikasi keasliannya oleh bank. Jika nasabah gagal memenuhi kewajibannya, jaminan tersebut akan diserahkan kepada bank dan dilelang untuk menutupi kerugian. 5. Condition (kondisi ekonomi nasabah) Dalam pembiayaan murabahah, penilaian kondisi nasabah menjadi kunci untuk menilai kelayakan dan mengurangi risiko. Dengan penilaian yang tepat, bank syariah dapat memastikan bahwa pembiayaan berjalan lancar dan sesuai dengan perjanjian. “Bank Sumut mengidentifikasi beberapa gejala kredit macet, seperti keterlambatan pembayaran akibat penurunan usaha debitur, peningkatan utang kepada pemasok, dan kondisi kesehatan debitur yang memburuk. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran kredit.” (Ahmad Sanusi Nst, 12 Juni 2025) Dari wawancara diatas, maka tanda-tanda awal kredit macet adalah keterlambatan pembayaran cicilan yang semakin parah, disertai dengan berkurangnya komunikasi antara nasabah dan bank. Nasabah mungkin menjadi sulit dihubungi karena merasa malu atau tidak mampu mengatasi masalah keuangannya. Salah satu cara bank memantau pinjaman adalah dengan memantau pembayaran angsuran nasabah secara rutin. Jika terjadi keterlambatan, bank akan segera mengaktifkan peringatan dini dan melakukan proses penagihan yang sistematis untuk mengatasi masalah pembayaran. Dalam proses pembiayaan, Bank Sumut menilai kondisi ekonomi calon nasabah dengan menganalisis laporan keuangan dan melakukan monitoring terhadap usaha mereka. Kondisi ekonomi yang stabil dan prospektif menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan pembiayaan. Dengan mempertimbangkan faktor ini, bank dapat membuat keputusan yang lebih akurat dan mengurangi risiko pembiayaan bermasalah. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan telah menerapkan manajemen risiko yang baik. Dalam menangani pembiayaan bermasalah, bank ini mengutamakan pendekatan persuasif dan musyawarah untuk mencari solusi bersama dengan nasabah, sehingga masalah dapat diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi dan konstruktif. B. Solusi Dari Pembiayaan Murabahah Bermasalah yang dilakukan oleh PT.Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Penelitian ini mengkaji strategi PT. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan dalam menangani pembiayaan murabahah bermasalah dan mengevaluasi efektivitas solusi yang diterapkan untuk menjaga stabilitas keuangan bank dan mematuhi prinsip syariah. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pihak PT. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan untuk mendapatkan wawasan yang lebih detail. Pembiayaan murabahah bermasalah di Bank Sumut umumnya dialami oleh nasabah usaha mikro dan individu. Faktor penyebabnya antara lain penurunan pendapatan mendadak, kegagalan usaha karena kondisi pasar atau pandemi, serta pengelolaan keuangan nasabah yang buruk sehingga dana tidak digunakan sesuai tujuan pembiayaan. Pembiayaan bermasalah di Bank Sumut Syariah Panyabungan biasanya terjadi pada nasabah mikro dan individu, disebabkan oleh faktor-faktor seperti penurunan pendapatan tiba-tiba, kegagalan usaha karena kondisi eksternal, dan penggunaan dana pembiayaan yang tidak sesuai akibat pengelolaan keuangan yang tidak disiplin. “Menurut pimpinan Bank Sumut, langkah pertama saat menemukan pembiayaan bermasalah adalah melakukan pendekatan persuasif dan identifikasi akar masalah melalui survei lapangan dan review kondisi finansial nasabah. Selanjutnya, bank melakukan restrukturisasi pembiayaan dengan beberapa opsi, seperti perpanjangan jangka waktu, penurunan margin keuntungan, atau pemberian grace period, yang semuanya sesuai prinsip syariah dan dengan persetujuan Dewan Pengawas Syariah.” (Ahmad Sanusi Nst, 12 Juni 2025) Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan menangani pembiayaan bermasalah dengan pendekatan persuasif dan analisis mendalam terhadap kondisi nasabah. Langkah ini membantu bank menemukan solusi terbaik, seperti restrukturisasi pembiayaan, untuk membantu nasabah membayar kewajibannya dengan lebih mudah. “Apabila restrukturisasi tidak berhasil, Bank Sumut mengambil langkah terakhir berupa write-off (WO) tanpa menghapus kewajiban nasabah. Bank tetap melakukan penagihan, dan WO dilakukan jika pembiayaan sudah lama jatuh tempo dan nasabah tidak memiliki aset produktif. Untuk pembiayaan dengan jaminan, bank melakukan lelang melalui KPKNL dengan proses yang transparan dan sesuai dengan regulasi serta prinsip syariah.” (Ahmad Sanusi Nst, 12 Juni 2025) Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan menempuh write-off (WO) sebagai langkah akhir jika restrukturisasi pembiayaan tidak berhasil. Meskipun write-off menghapus pembiayaan dari pembukuan bank, nasabah tetap wajib membayar dan bank akan terus melakukan penagihan melalui jalur hukum atau pendekatan kekeluargaan. Jika pembiayaan murabahah memiliki jaminan, Bank Sumut dapat melakukan lelang melalui KPKNL sebagai alternatif penyelesaian. Proses ini dilakukan secara transparan dan sesuai dengan regulasi OJK serta prinsip syariah untuk memastikan keadilan bagi nasabah dan bank. Dengan langkah-langkah yang diambil, Bank Sumut Syariah menunjukkan keseriusan dalam mengelola pembiayaan bermasalah dengan tetap mengutamakan prinsip syariah, transparansi, dan keadilan, sembari menjaga kesehatan keuangan bank. Penyebab pembiayaan bermasalah di Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan bervariasi, mulai dari faktor eksternal seperti penurunan daya beli masyarakat hingga faktor internal nasabah seperti pengelolaan keuangan yang lemah. Bank menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan pembiayaan bermasalah dengan cara etis, profesional, dan sesuai syariah. Langkah awal yang dilakukan adalah identifikasi dan pendekatan persuasif kepada nasabah untuk memahami kondisi riil mereka. Jika memungkinkan, bank menawarkan restrukturisasi pembiayaan dengan berbagai opsi seperti perpanjangan jangka waktu, penyesuaian margin keuntungan, atau masa tenggang. Jika restrukturisasi tidak berhasil, bank dapat melakukan write-off (WO) sambil tetap melanjutkan upaya penagihan. Untuk pembiayaan dengan jaminan, bank juga dapat melakukan lelang aset melalui KPKNL dengan proses yang transparan dan adil. Kesimpulan PT. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan menawarkan pembiayaan murabahah yang diminati masyarakat sekitar. Namun, pembiayaan ini juga memiliki risiko, terutama risiko tidak kembalinya dana yang disalurkan kepada debitur. Oleh karena itu, bank menerapkan manajemen risiko yang sistematis dan menyeluruh untuk meminimalkan risiko pembiayaan bermasalah. Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan mengelola risiko pembiayaan murabahah dengan analisis 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) untuk menilai kelayakan nasabah dan mengurangi risiko pembiayaan bermasalah. Pembiayaan bermasalah di Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan disebabkan karena faktor eksternal dan internal. Bank menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelesaikan pembiayaan bermasalah dengan pendekatan persuasif, restrukturisasi, dan langkah-langkah lain seperti write-off dan lelang aset. Strategi ini mencerminkan komitmen bank dalam menjaga kewaspadaan serta keadilan dalam membereskan pembiayaan bermasalah. Dengan demikian, Bank Sumut Syariah KCP Panyabungan menunjukkan praktik perbankan syariah yang adil, solutif, dan berorientasi pada keberlanjutan hubungan antara bank dan nasabah. Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan perbankan syariah bukan hanya diukur dari profit, melainkan juga dari bagaimana bank mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam setiap kebijakan pembiayaannya.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh literasi keuangan syariah, Persepsi Resiko, dan Tekanan sosial terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel di kalangan masyarakat muslim kota Padang 2021-2023: Studi Longitudinal

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Investasi dalam sukuk ritel sebagai salah satu instrumen keuangan syariah dinilai penting dalam mendorong partisipasi masyarakSSat dalam pasar keuangan yang sesuai prinsip Islam. Sukuk ritel merupakan salah satu instrumen investasi syariah berupa surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam, tanpa unsur riba, gharar, dan maisir, serta memberikan imbal hasil secara berkala. Investasi ini dinilai aman karena dijamin oleh negara dan cocok bagi masyarakat Muslim yang ingin berinvestasi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel di kalangan masyarakat Muslim Kota Padang, 2) Untuk mengukur pengaruh persepsi risiko terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel, dengan fokus pada bagaimana pandangan masyarakat mengenai risiko dapat mempengaruhi niat dan keputusan mereka untuk berinvestasi, 3) Untuk menilai pengaruh tekanan sosial terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel. Dan 4) Untuk mengkaji interaksi antara literasi keuangan syariah, persepsi risiko, dan tekanan sosial dalam mempengaruhi keputusan investasi syariah sukuk ritel, serta menentukan apakah literasi keuangan dapat memoderasi hubungan antara persepsi risiko dan tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Padang. Data dihimpun melalui kuesioner yang dilakukan penyebaran kepada sejumlah 100 responden yang dilakukan pemilihan mempergunakan teknik purposive sampling. Untuk mengubah nominal data menjadi interval data yang mengukur, digunakan metode interval. Teknik analisis di cakupan penelitian ini yakni uji validitas serta reliabilitas, uji asumsi klasik serta analisis liner berganda dengan uji R2 , uji T dan uji F. Penelitian ini mempergunakan IBM SPSS “Statiscal Program for Social Science”. Hasil analisis regresi memberikan temuan yang menarik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan 1) Variabel literasi keuangan syariah ( X1 ) berpengaruh positif terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel ( Y ). Hal ini di buktikan melalui hasil uji t yaitu thitung > ttabel yaitu sebesar 5,495 > 1,660 dan nilai sig 0,000 0,05. Dengan demikian H1 diterima. 2) Variabel persepsi resiko ( X2 ) berpengaruh positif terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel ( Y ). Hal ini di buktikan melalui hasil uji t yaitu thitung > ttabel yaitu sebesar 3,541 > 1,660 dan nilai sig 0,001 0,05. Dengan demikian H2 diterima. 3) Variabel tekanan sosial ( X3 ) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi syariah sukuk ritel ( Y ). Hal ini di buktikan melalui hasil uji t yaitu thitung ttabel yaitu sebesar 0,102 1,660 dan nilai sig 0,919 > 0,05. Dengan demikian H3 ditolak

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Manajemen Resiko dalam Pengelolaan Penyelenggaraan Ibadah Umrah Pada Sultan Trip Holiday Bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skiripsi ini Berjudul "Analisis Manajemen Risiko dalam pengelolaan penyelenggaran Ibadah Umrah Pada Sultan Trip Holiday Bukitinggi" yang ditulis oleh Ikhwan Hadi Insani Nim 3621047, Program Studi Manajemen Haji Dan Umrah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini di latarbelakangi oleh persoalan mengenai manajemen resiko yang dilakukan di sultan trip holiday bukittnggi,dalam suatu perusahaan harus memiliki manajemen resiko yang baik,namun di sultan trip holiday masih memiliki konsep manajemen resiko yang kurang dari segi mengidentifikasi masalah komunikasi yang kurang jelas maka menilbulakan kurangnya kepercayaan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen risiko dalam pengelolaan penyelenggaraan ibadah Umrah pada Sultan Trip Holiday Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sultan Trip Holiday menghadapi berbagai risiko, termasuk keterlambatan penerbangan, kehilangan barang jamaah, serta fluktuasi jumlah jamaah akibat persaingan bisnis dan faktor eksternal lainnya. Untuk mengatasi risiko tersebut, perusahaan menerapkan strategi mitigasi melalui peningkatan layanan, pengelolaan hubungan dengan mitra, serta optimalisasi manajemen operasional. Hasil atau Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memastikan keberlanjutan bisnis perjalanan ibadah Umrah.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Manajemen Resiko Pada Usaha Penggilingan Padi "Semoga Jaya" di Jorong Banda Gadang Kecamatan Matua

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Manajemen Resiko Pada Usaha Penggilinngan Padi “Semoga Jaya” Di Jorong Banda Gadang Kecamatan Matua”. Disusun oleh Abdul Rauf Khamsyah NIM 3720129. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi karena meningkatnya persaingan usaha penggilingan padi di Kecamatan Matua, terjadinya penurunan pendapatan usaha penggilingan padi Semoga Jaya pada tahun 2020 dan terjadinya penurunan pelanggan pada tahun 2020. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Analisis Manajemen Resiko Pada Usaha Penggilingan Padi Semoga Jaya di Jorong Banda Gadang Kecamatan Matua. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan penelitian lapangan atau disebut juga dengan penelitian kualitatif yaitu dengan mengumpulkan dan menggambarkan data yang diperoleh dari lapangan darii hasil penelitian dan mengamati semua yang berkaitan dengan masalah yang terdapat didalam penellitian ini. Hasil penelitian yang diperoleh adalah penggilingan padi semoga jaya ini menerapkan proses manajemen resiko yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Di dalam perencanaan ada penentuan visi dan misi penggilingan padi, penetapan target dalam penetapan target ada analisis pasar, Analisis Pasar, dalam menganalisis pasar penggilingan padi Semoga Jaya ini mengkaji permintaan dan penawaran beras di sekitaran Matur dan penggilingan padi ini menentukan segemen pasar yang ingin dijangkau selanjutnya ada penetapan Kapasitas Produksi, penggilingan padi ini menentukan kapasitas produksi optimal berdasarkan perlatan dan tenaga kerja yang tersedia dan penggilingan ini menetapkan target volume produksi harian, mingguan atau bulanan dan kemitaraan dengan petani Selanjutnya proses pelaksanaan, didalam pelaksanaan penggilingan padi ini mengidentifikasi resiko yang akan terjadi seperti resiko operasional, resiko pasar, resiko keuangan, resiko regulasi dan resiko keselamatan kerja. Proses manajemen resiko yang terakhir yaitu pengendalian, disini penggilingan padi semoga jaya ini melakukan pengendalian tentang pengendalian operasional, pengendalian pasar, pengendalian keuangan, pengendalian lingkungan dan keselamatan dan pengendalian regulasi.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Pengawasan Pembiayaan Murabahah Guna Meminimalisir Resiko Pembiayaan Bermasalah Pada BPRS Gajahtongga Kotopiliang Silungkang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Dio Ramadhan, NIM. 3318232, Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “STRATEGI PENGAWASAN PEMBIAYAAN MURABAHAH GUNA MEMINIMALISIR RESIKO PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA BPRS GAJAHTONGGA KOTOPILIANG SILUNGKANG”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah pemalsuan informasi dan kesulitan bertemu dengan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan pembiayaan murabahah yang digunakan dalam meminimalisir resiko pembiayaan bermasalah pada BPRS Gajahtongga Kotopiliang dan menganalisis faktor pendukung serta penghambat dalam melaksanakan pengawasan pembiayaan murabahah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang memberikan informasi terkait strategi yang digunakan BPRS Gajahtongga Kotopiliang untuk mengurangi resiko pembiayaan bermasalah. Sumber data dari penelitian ini yaitu direksi dan account officer di BPRS Gajahtongga Kotopiliang, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa pelaksanaan strategi pengawasan pembiayaan murabahah pada BPRS Gajahtongga Kotopiliang melibatkan beberapa langkah yaitu: (1) Bank mengingatkan nasabah melalui telepon tentang kewajiban pembayaran yang akan datang dua hari sebelum tanggal jatuh tempo. (2) Account Officer melakukan kunjungan secara langsung ke rumah atau tempat usaha nasabah untuk menagih pembayaran kepada nasabah yang belum melunasi kewajiban pembayaran tepat waktu. (3) Bank memberikan waktu tambahan kepada nasabah yang sedang mengalami kesulitan keuangan yang belum dapat membayar tagihan mereka tepat waktu setelah tanggal jatuh tempo. (4) Account Officer mengantarkan surat peringatan setelah nasabah melewati tanggal jatuh tempo dan belum melakukan pembayaran, terutama setelah diberikan tenggang waktu tambahan.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

analisis pengaruh persepsi manfaat dan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan e-money dalam melakukan transaksi pada toko baju muslim Aur Kuning Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Persepsi Manfaat dan Persepsi Risiko Terhadapa Keputusan Penggunaan E-money Dalam Melakukan Transaksi Pada Toko Baju Muslim Aur Kuning Bukittinggi”. Ditulis oleh Fania Chlariza,Nim 3320209 Program Studi Perbankan Syariah,Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini di latar belakangi oleh peningnya Persepsi manfaat dan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan e-money di dalam melakukan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi manfaat dan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan e-money dalam melakukan transaksi pada toko baju muslim Aur Kuning Bukittinggi dengan nama toko sentral syar’i. Penelitian ini menggukanakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang di gunakan adalah data primer yang di peroleh dari responden melalui penyebara kuesioner. Sedangkan teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda,uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Perumusan masalah penelitian ini adalah : (1) Persepsi Manfaat konsumen yang melakukan transaksi pada toko baju muslim Aur Kuning Bukittinggi. (2) Persepsi Risiko konsumen yang melakukan transaksi pada toko baju muslim Aur Kuning Bukittinggi. (3) Keputusan penggunaan e-money dalam melakukan transaksi toko baju muslim Aur Kuning Bukittinggi. (4) Pengaruh persepsi manfaat dan persepsi risiko penggunaan e-money pada toko toko baju muslim Aur Kuning Bukittinggi. Analisis penelitian ini meenggunakan SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian dengan tarif 5% menunjuukan bahwa : (1) Persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan e-money koefisien regresi sebesar 0,518 dan hasil uji koefisien determinasi variabel persepsi manfaat terhadap keputusan penggunaan e-money sebesar 0,675 Atau 67,5% serta memiliki tingkat signifikansi sebesar (0,000 0,05). (2) Persepsi risiko berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan e-money koefisien regresi sebesar -.096 hasil uji koefisien determinasi variabel persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan e-money sebesar 0,675 Atau 67,5% serta memiliki tingkat signifikansi sebesar (0,273 > 0,05). (3) pengaruh persepsi manfaat dan persepsi risiko memiliko nilai fhitung positif sebesar 71,613 Lebih besar dari ftabel sebesar 3,13 Dengan tingkat signifikansi 0,000 0,05 serta hasil uji koefisien determinasi 0,675 atau 67,5% sehingga dapat di simpulkan bahwa variabel persepsi manfaat dan persesi risiko berpengaruh terhadap keputusan penggunaan e-money sebesar 67,5% dan sisanya 32,5% di pengaruhi oleh variabel lain.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Resiko Pembiayaan Mudharabah Terhadap Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nissy Elmiza Haque, NIM 3319.367, Program Studi S1 Perbankan Syariah. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Risiko Pembiayaan Mudharabah Terhadap Profitabilitas Pada Bank Muamalat Indonesia”.Penelitian ini dilatar belakangi tantangan perbankan syariah dalam memperhatikan kualitas aset. Statistik perbankan syariah yang dikeluarkan OJK menyebutkan rasio pembiayaan bermasalah industri Bank Umum Syariah per juni 2015 mencapai 7,23 %. Angka ini melampaui ketentuan, yakni maksimal 5%. Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Non Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Assest (ROA) Pada PT. Bank Muamalat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis Uji Persyarat Data (Uji Normalitas,dengan menggunakan Kolmogrov-smirnov.Uji Homogenitas,dengan nilai sig > 0,05 dan Uji Linieritas dikatakan linear bila signifikan deviation from linearity,sig > a 0,05.) Uji Hipotesis apabila nilai sig 0,05 dan Uji Koefisien Determinasi . Hasil yang dilakukan dengan menggunakan Software SPSS VERSI 23 dihasilkan analisis output menunjukkan secara nyata Non Performing Financing (X) Terhadap Return On Assest (Y), dapat dianalisis dengan variabel X terhadap variabel Y.nilai sig 63,3% mendekati 1 variabel Risiko pembiayaan murabahah berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas Bank Muamalat Indonesia.

4 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Pengaruh Persepsi Keamanan dan Resiko terhadap Keputusan Penggunaan Kartu ATM (Studi Kasus Bank Muamalat KC. Payakumbuh)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Windi Aulia, NIM. 3319008 dengan judul penelitian “Analisis Pengaruh Persepsi Keamanan dan Resiko terhadap Keputusan Penggunaan Kartu ATM Bank Muamalat (Studi Kasus Bank Muamalat Kc. Payakumbuh)”. Program studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2023. Keputusan penggunaan merupakan bagian dari perilaku konsumen yaitu tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan bagaimana barang dan jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan mereka. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan peneliti melalui persepsi keamanan dan resiko dari nasabah yang saat ini sering terjadi permasalahan seperti adanya penipuan yang mengintai dan transfer ke rekening yang tidak dikenal, resiko kehilangan, tertelannya kartu ATM , tertinggalnya kartu ATM, serta risiko pencurian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari persepsi kemanan dan resiko terhadap keputusan penggunaan kartu ATM Bank Muamalat Kc. Payakumbuh. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 orang nasabah Bank Muamalat Kc. Payakumbuh dengan teknik purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel, maka dari itu sampel pada penelitian ini adalah nasabah dari Bank Muamalat Kc. Payakumbuh. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Keamanan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Penggunaan Kartu ATM Bank Muamalat Kc. Payakumbuh. Hal tersebut di buktikan dengan berdasarkan perolehan nilai pada Persepsi Keamanan dengan nilai t hitung 2,681 > t tabel 2.01954 dan nilai sig 0,011 0,05, artinya Persepsi Keamanan memberikan pengaruh terhadap keputusan penggunaan kartu ATM Bank Muamalat Kc. Payakumbuh, sedangkan Risiko memperoleh nilai t hitung 6,340 > t tabel 2.01954 dan sig 0,000 0,05. Maka dapat disimpulkan Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Penggunaan Kartu ATM Bank Muamalat. Jadi, dapat dikatan bahwasannya Risiko memberikan pengaruh terhadap keputusan penggunaan kartu ATM Bank Muamalat Kc. Payakumbuh. Terakhir untuk Persepsi Keamanan dan Risiko mempengaruhi keputusan penggunaan kartu ATM Bank Muamalat Kc. Payakumbuh, hal ini dapat kita perjelas dengan perolehan nilai sig 0,000 0,05 dan F hitung 23,691 > F tabel 3,22.

10 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Mempengatuhi fluktuasi pembiayaan murabahah modal kerja pada bank nagati cabang pembantu syariah simpang empat kabupaten pasaman barat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lizia Putri, NIM: 3316071 dengan judul penelitian “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Pembiayaan Murahabah Modal Kerja Pada Bank Nagari Cabang Pembantu syariah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat”. Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisinis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2023. Pembiayaan murabahah modal kerja adalah perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah, dimana bank membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati diawal perjanjian. Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil pengamatan peneliti jumlah nasabah dan jumlah pembiayaan murabahah selalu mengalami penurunan dan kenaiakan (fluktasi). Hal ini bisa disebabkan oleh nasabah membutuhkan modal kerja untuk mengembangkan suatu usaha dan juga pengelolaan modal kerja yang tidak stabil dari nasabah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi pembiayaan murabahah dan mengetahui pengaruh faktor terhadap fluktuasi pembiayaan murabahah modal kerja di PT Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuanititatif regresi. Adapun populasi dari penelitian ini 80 orang nasabah Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Simpang Empat Pasaman Barat. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling, maka sampel penelitian ini adalah orang nasabah Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Simpang Empat Pasaman Barat. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebutuhan usaha bernilai negatif dan tidak berpengaruh terhadap fluktuasi pembiayaan murahabah dibuktikan dengan membandingkan angka nilai t_hitung t_tabel (-0,697 1,664) dengan tingkat signifikan 0,697. Sedangkan resiko usaha berpengaruh positif terhadap fluktuasi pembiayaan murahabah dibuktikan dengan membandingkan angka nilai t_hitung > t_tabel (3,929 > 3=1,664) dengan tingkat signifikan 0,000, dan variabel permasalahan usaha berpengaruh positif terhadap fluktuasi pembiayaan murahabah dibuktikan dengan membandingkan angka nilai t_hitung > t_tabel (3,688 > 3=1,664) dengan tingkat signifikan 0,000. Sedangkan pada Uji F (Simultan), f_hitung > f_tabel (26,264 > 3,960) dari hasil 12,426 + (-0,080) X1 + 0,656 X2 + 0,858 X3 + e. pada Uji Determinasi, dimana didapatkan hasil yaitu R2 (R Square) sebesar 0,509 atau 50,9% variabel kebutuhan usaha, resiko usaha dan permasalahn usaha mempengaruhi fluktuasi pembiayaan murahabah, sedangkan sisanya sebesar 49,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam penelitian ini. Kata kunci: Kebutuhan, resiko, fluktuasi

4 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RESIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN MOBILE BANKING PADA MAHASISWA FEBI IAIN BUKITTINGGI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh : Suvira Aniar NIM: 3318.177 skripsi ini berjudul “ Analisis Pengaruh Persepsi Kemudahan Dan Persepsi Resiko Terhadap Minat Menggunakan Mobile Banking Pada Mahasiswa FEBI IAIN Bukittinggi”. Program studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi atas bimbingan ibu Nini Sumarni, SE, M. Si. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu persentase minat dalam penggunaan Mobile Banking pada Mahasiswa FEBI IAIN Bukittinggi sangat minim yang berlatar belakang Mahasiswa Perbankan Syariah S1 dan kurangnya pengetahuan Mahasiswa akan Mobile Banking. Latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh setiap Mahasiswa merupakan faktor yang mempengaruhi minat penggunaan Mobile Banking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi resiko terhadap minat menggunakan Mobile Banking dalam penelitian ini menggunakan variabel independent Persepsi Kemudahan (X1), Persepsi Resiko dan variabel dependent minat menggunakan Mobile Banking. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan analisis regeresi liner berganda dan menggunakan olahan SPSS Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner (Angket). Sampel penelitian ini menggunakan sensus yaitu mahasiswa yang berjumlah 71 orang. Metode pengumpulan data dengan cara penelitian lapangan dengan memberikan kuesioner dan analasis yang digunakan Uji Validitas, Uji Realibilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linear Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji T Dan Uji F. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara persial persepsi kemudahan berpangaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan Mobile Banking. Variabel persepsi resiko berpangaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan Mobile Banking. Dan secara simultan kedua variabel yaitu persepsi kemudahan dan persepsi resiko berpengaruh postif dan signifikan terhadap minat menggunakan Mobile Banking.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Technology Acceptance Model (TAM) Dalam Penggunaan E-Money Terhadap Keputusan Menggunakan E-Money Dengan Pengaruh Resiko Penggunaan Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Pengguna Brizzi Card Di Bukittinggi)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul "Implementasi Technology Acceptance Model (TAM) Dalam Penggunaan E-Money Terhadap Minat Menggunakan E-Money Dengan Pengaruh Resiko Penggunaan Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Pengguna Brizzi Card Di Bukittinggi)". Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh uji langsung variabel TAM dan pengaruh uji tidak langsung variabel TAM terhadap minat menggunakan e-money yang di mediasi resiko penggunaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan melalui survei terhadap pengguna brizzi card di Bukittinggi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan SEM PLS (Partial Least Square) dengan software WarpPLS 6.0 terhadap 91 responden dengan kriteria telah 2x atau lebih memarkiran kendaraan di parkiran wajib kartu brizzi Berdasarkan hasil penelitian dengan uji pengaruh langsung mengungkapkan bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif sebesar 0,464 dengan siginfikasi nilai p0,001 terhadap minat menggunakan dan persepsi kepercayaan berpengaruh positif sebesar 0.289 dengan signifikasi nilai p0,001 terhadap minat menggunakan sedangkan persepsi manfaat berpengaruh negatif sebesar -0,046 dan signifikasi dengan nilai p = 0,041terhadap minat menggunakan dan resiko penggunaan berpengaruh negatif sebesar -0.158 dan signifikan dengan nilai p = 0,024 terhadap minat menggunakan. Pada uji pengaruh tidak langsung mengungkapkan hasil bahwa resiko penggunaan memediasi secara parsial antara persepsi manfaat sebesar 0.735 atau 73,5% dan resiko penggunaan memediasi secara penuh persepsi kemudahan penggunaan sebesar 0,946 atau 9,46%, namun resiko penggunaan tidak memediasi persepsi kepercayaan terhadap minat menggunakan e-money.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI ASEET PROTECTION LENDING RATIONALE PADA PEMBIAYAAN KORPORASI DI BANK SYARIAH ( Studi Kasus BANK syariah Indonesia KCP Sarolangun 2)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Angga Rizki Prawira nim 3317203 dengan judul skripsi Implementasi Asset Protection Lending Rationale Pada Pembiayaan Korporasi Di Bank Syariah (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia KCP Sarolanggun 2). ProgramStudi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.Penelitian ini dilatar belakangi oleh lembaga perbankan syariah dalam menjalankan fungsinya tidak terlepas dari resiko. Terkhusus kepada resiko pembiayaan berskala besar (koorporasi). Mengingat pembiayaan koorporasi merupakan pembiayaan beresiko tinggi maka butuh sebuah manajemen resiko untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. Semestinya perlu penerapan penilaian terhadap calon debitur sebelum memberikan pembiayaan. Maka banksyariah perlu menerapakan Asset Protection Lending Rationale (APLR) yaitu penilaian calon debitur agar dapat menjalankan kewajibanya. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Asset Protection Lending Rationale Pada Pembiayaan Korporasi di BSI KCP Sarolanggun 2. Jenis penelitian ini adalah kualitatif demgan pendekatan metode yudridis empiris dengan sumber data primer dan sekunder dengan teknik penggumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini pihak bagian pembiayaan koorporasi di PT BSI KCP Sarolanggun 2 untuk memperoleh bentuk implikasi APRL agar dapat di analisis dan di paparkan dalam skripsi ini. Hasil penelitian menunjukan dalam implementasinya Asset Protection Lending Rationale (APRL) pada pembiayaan koorporasi di bank syariah PT KCP Sarolanggun 2 tetap menggunakan prinsip 5C seperti Character, Capacity, Capital, Collateral dan Condition of economy, akan tetapi ada bentuk pengembangan terkait penerapan APRL di PT BSI Sarolanggun 2 yaitu Risk 3 Acceptance Citeria (RAC) dimana pengembangan tersebut terkait dengan penerapan mitigasi resiko. Dalam penerapan Asset Protection Lending Rationale (APRL) PT KCP Sarolanggun 2 telah sesuai dengan Syariat Islam. Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menciptakan keadilan (justice) sesuai etika bisnis ekonomi Islam.

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PERSEPSI, KEMUDAHAN, MANFAAT DAN RESIKO DALAM TRANSAKSI TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN LAYANAN UANG ELEKTRONIK ( STUDI KHASUS REMAJA KOTA PAYAKUMBUH BARAT)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eva Fatiha Mubarokah, 2021. Pengaruh Persepsi, Kemudahan, Manfaat dan Resiko Dalam Transaksi Terhadap Minat Menggunakan Layanan Uang Elektronik. (Studi Kasus Remaja Kota Payakumbuh Barat). Di bawah Bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nini Sumarni, SE, M.Si. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi, kemudahan, manfaat dan resiko dalam transaksi terhadap minat menggunakan layanan uang elektronik. Dengan studi kasus Remaja Kota Payakumbuh Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu penelitian dilakukan dengan menggunakan data analisis digital. Penelitian ini merupakan studi lapangan karena penggunaan angket untuk memperoleh data dari pengamatan langsung Remaja Payakumbuh. Data tersebut kemudian diperoleh dengan menggunakan uji statistik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data menunjukkan bahwa persepsi berpengaruh signifikan terhadap minat remaja menggunakan uang elektronik. Analisis data menunjukkan bahwa minat berpengaruh signifikan terhadap minat generasi muda dalam menggunakan layanan uang elektronik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat generasi muda dalam menggunakan layanan uang elektronik. Kesamaan persepsi, kenyamanan, manfaat, dan risiko berdasarkan hasil mempengaruhi minat anak muda untuk menggunakan layanan uang elektronik. Kata kunci : Persepsi, Kemudahan, Manfaat, Resiko dan Uang Elektronik

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Penggunaan Produk Mobile Banking terhadap Kepuasan Nasabah dalam Melakukan Transaksi ( Studi Kasus Bank Syariah Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 1)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Produk Mobile Banking Terhadap Kepuasan Nasabah dalam Melakukan Transaksi (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 1)” yang disusun oleh Nanda Nai’datul Fadillah(3317111), Program studi SI Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Perkembangan dunia perbankan semakin pesat dan modern baik dari segi produk, kualitas pelayanan dan teknologi. Untuk memenuhi kepuasan nasabah pelayanan sangat penting bagi perusahaan untuk dikelola dengan baik agar tetap mendapatkan kepercayaan da kepuasan dari nasabah, dalam memberikan layanan yang baik bank mengeluarkan produk jasa yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah diantaranya melalui media elektronik yang dikenal dengan mobile banking red. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobile banking terhadap kepuasan nasabah dalam melakukan transaksi di Bank Syariah Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah pengguna layanan mobile banking di Bank Syariah Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 1 pada tahun 2020 sebanyak 305 orang nasabah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan menggunakan rumus slovin dengan hasil 75 nasabah. Kemudian pengolahan datanya dengan menggunakana plikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan variabel resiko tidak mempengaruhi kepuasan nasabah, sedangkan variabel efficiency mempengaruhi kepuasan nasabah dengan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y = 30,305-0,197X1+0,541X2. Uji T menunjukan variable resiko memiliki nilai signifikan 0,197>0,05 dapat disimpulkan bahwa variable resiko tidak mempengaruhi kepuasan nasabah. Variable efficiency memiliki nilai signifikan 0,0000,05 maka disimpulkan bahwa variable efficiency memiliki pengaruh terhadap kepuasan nasabah. Hasil uji F nilai signifikannya 0,0000,05 yang artinya terdapat pegaruh positif secara bersama-sama antara variable indenpen dengan variable dependen. Hasil uji R2 sebesar 0,453 hal tersebut berarti 45,3% variable kepuasan nasabah dapat dijelaskan oleh variable resiko dan efficiency, sedangkan sisanya 54,7% dipengaruhi variable lain.

4 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RESIKO TERHADAP MINAT NASABAH MENGGUNAKAN MOBILE BANKING (studi kasus pada mahasiswa program studi S1 perbankan syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rahmita, Febri. 2021. Analisis Persepsi Kemudahan Dan Persepsi Resiko Terhadap Minat Nasabah Menggunakan Mobile Banking (Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi). Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi S1-Perbankan Syariah IAIN Bukittinggi. Pembimbing Rahmi, MA. Yang melatar belakangi penulis untuk membahas permasalahan ini karena Mahasiswa S1 perbankan syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di IAIN Bukittinggi sebagai program studi yang berhubungan langsung dengan perbankan semestinya tidak asing lagi dengan mobile banking, seharusnya lebih mengerti dan manguasai jenis layanan mobile banking yang dapat dimanfaatkan mahasiswa karena perkembangan zaman dan dapat mengefisiekan waktu. Namun penggunaan mobile banking kurang dimanfaatkan secara luas oleh mahasiswa. Jika dilihat dari keilmuan yang mahasiswa pelajari seharusnya mahasiswa mengetahui banyak kemudahan yang diberikan dalam penggunaan layanan mobile banking. Penelitian ini meneliti tentang Analisis Persepsi Kemudahan dan Persepsi Resiko Terhadap Minat Nasabah Menggunakan Mobile Banking. Studi kasus pada Mahasiswa Program Studi S1 Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa smester enam Program Studi S1 Perbankan Syariah IAIN Bukittinggi dari angkatan 2018 yang berjumlah 243 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Teknis analisis yang digunakan adalah uji statistik melalui uji regresi berganda, koefisien determinasi R2, uji ttest, uji ftest. Sebelum uji statistik dilakukan, terlebih dahulu dilakukan ujian instrument penelitian yang berupa uji reabilitas, uji validitas dan uji asumsi klasik berupa uji multikolinieritas, uji heteroskendastisitas dan uji normalitas. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat IMB SPSS 16. Hasil analisis menunjukkan variabel persepsi kemudahan secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah menggunakan mobile banking, variabel resiko secara statistik tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah menggunakan mobile banking. Kemudian uji ftest menunjukkan variabel independen yaitu variabel persepsi kemudahan dan persepsi resiko secara bersama-sama mempengaruhi minat menggunakan mobile banking. Kata Kunci : Persepsi Kemudahan, Persepsi Resiko Dan Minat Menggunakan Mobile Banking.

6 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Pengelolaan Resiko Pembiayaan Perbankan Syariah dalam Meminimalisir Kerugian di Masa Pandemi Covid-19 pada PT. Bank BRI Syariah KC Bukittinggi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh FITRI ANISAH No Bp/Nim. 3317.045 Program Studi Strata-1 (S1) Perbankan Syariah dengan judul “Strategi Pengelolaan Resiko Pembiayaan Perbankan Syariah dalam Meminimalisir Kerugian di Masa Pandemi Covid-19 pada PT. Bank BRI Syariah KC Bukittinggi”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan resiko pembiayaan yang diterapkan oleh PT. Bank BRI Syariah KC Bukittinggi dalam meminimalisir kerugian di masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis ketika melihat pandemi covid-19 yang berdampak luar biasa terhadap penurunan kualitas perekonomian masyarakat, sehingga menimbulkan dampak peningkatan kemungkinan resiko kerugian pada kegiatan pembiayaan bank syariah, termasuk pada Bank BRI Syariah KC Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data langsung dari lapangan atau lokasi penelitian. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis dekriptif kualitatif, yaitu melakukan analisis data dengan memberikan pemaparan gambaran situasi yang diperoleh dengan berpedoman kepada sumber tertulis kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Adapun yang menjadi Key Informan dari penelitian ini adalah Micro Marketing Manager dan General Affairs PT. Bank BRI Syariah KC Bukittinggi. Dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa strategi pengelolaan resiko pembiayaan yang diterapkan oleh PT. Bank BRI Syariah KC Bukittinggi sesuai dengan aturan pemerintah dan kebijakan BRI Syariah pusat, dimana dalam pengelolaan rangka meminimalisir resiko kerugian pada kegiatan pembiayaan Bank BRI Syariah menerapkan empat tahap pengelolaan resiko. Yaitu identifikasi resiko, berupa identifikasi terhadap 5 of C , BI Checking dan Trade Checking. Pengukuran resiko, yaitu dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Pemantauan resiko yaitu dilakukan oleh Relationship Officer dengan cara pemantauan langsung dan tidak langsung. Pengendalian resiko, yaitu penyusunan kebijakan dan pedoman manajemen resiko yang tepat. Pada strategi pengelolaan resiko pembiayaan bermasalah sebelum dan saat adanya pandemi covid-19 di BRI Syariah tidak jauh berbeda, yaitu dengan melakukan konsultasi, Negoisasi (Rescheduling, recondition atau rescheduling), penyitaan barang jaminan serta pemberlakukan kebijakan hapus buku sesuai dengan ketentuan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail