ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor konvensional berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) dan faktor syariah berdasarkan Maqashid Syariah yang melandasi keputusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar dalam menggunakan atau tidak menggunakan akuntansi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada 13 orang informan pelaku UMKM yang dipilih melalui kombinasi purposive sampling, insidental sampling, dan saturated sampling, serta didukung data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil (Disperdagkop dan UMK) Kabupaten Kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konvensional yang paling dominan menghambat adopsi akuntansi digital adalah rendahnya perceived ease of use, khususnya pada indikator kemudahan belajar dan ketersediaan dukungan teknis, diikuti oleh kekhawatiran pada aspek trust (keamanan data) dan price value (biaya). Perceived usefulness sebenarnya telah dipahami secara positif oleh sebagian besar informan, namun belum cukup mendorong perubahan perilaku tanpa dukungan kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, dan fasilitas pendampingan dari pemerintah daerah. Dari perspektif syariah, kekhawatiran dominan berada pada aspek hifzh al-maal (perlindungan harta) berupa ketakutan kehilangan atau kebocoran data keuangan, serta kebutuhan yang belum terpenuhi terkait fitur perhitungan zakat yang sesuai syariat. Mayoritas informan meyakini bahwa akuntansi digital secara prinsip lebih banyak membawa maslahah dibandingkan mafsadah dan tidak bertentangan dengan prinsip transparansi dalam akuntansi syariah, namun keyakinan tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam tindakan nyata karena masih terkendala oleh faktor konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor konvensional dan faktor syariah saling berkaitan dan perlu diintegrasikan dalam upaya peningkatan adopsi akuntansi digital, yaitu melalui penguatan kemudahan penggunaan, jaminan keamanan data, serta pengembangan fitur akuntansi digital yang sesuai kebutuhan keagamaan seperti perhitungan zakat, sehingga adopsi akuntansi digital dapat berjalan lebih optimal, akurat, dan sesuai dengan prinsip muamalah dalam Islam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Gen Z Terhadap Layanan Mobile Banking Ollin by Nagari (Studi Kasus Mahasiswa FEBI Angkatan 2023 UIN Bukittinggi)” yang disusun oleh Septi Aini, NIM 3322227, Mahasiswa Program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mendorong perbankan mengembangkan layanan mobile banking untuk memudahkan transaksi nasabah. Bank Nagari menghadirkan aplikasi Ollin by Nagari sebagai salah satu layanan digitalnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan Generasi Z, yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Angkatan 2023 UIN Bukittinggi, terhadap penggunaan aplikasi Ollin by Nagari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis deskriptif berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata TAM sebesar 3,60. Dimensi Perceived Ease of Use memperoleh nilai tertinggi (3,63), sedangkan Actual System Usage memperoleh nilai terendah (3,57). Dari perspektif muamalah, layanan Ollin by Nagari telah mencerminkan prinsip an-taradin, namun kualitas layanan masih perlu ditingkatkan agar kepuasan nasabah dapat lebih optimal. Kata Kunci: Kepuasan Nasabah, Mobile Banking, Ollin by Nagari, Generasi Z, Technology Acceptance Model (TAM).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “Efektifitas Aplikasi BYOND By BSI Dalam Meningkat Kan Minat Untuk Bertransaksi Non-Tunai Di Bank Syariah Indonesia KCP Pulau Punjung”. Yang disusun oleh Zaskia Ramadhani Dengan NIM 3322261 Jurusan Perbankan Sayriah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Negri Islam (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi layanan perbankan, termasuk pada Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui aplikasi BYOND by BSI sebagai sarana transaksi non-tunai yang lebih praktis dan efisien. Namun, masih terdapat berbagai kendala seperti rendahnya literasi digital, gangguan sistem, serta keraguan nasabah terhadap keamanan transaksi yang dapat memengaruhi minat penggunaan aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi BYOND by BSI dalam meningkatkan minat nasabah untuk menjadikan aplikasi tersebut sebagai alat transaksi non-tunai pada Bank Syariah Indonesia KCP Pulau Punjung. Metode Penelitian yang diggunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 10 nasabah pengguna BYOND,serta 1 Branch Operational and Service Manager (BOSM) yang dipilih menggunakan teknik purposive samplingg. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BYOND by BSI dinilai efektif dalam meningkatkan minat nasabah bertransaksi non-tunai melalui kemudahan penggunaan, kemanfaatan yang dirasakan, sikap positif terhadap penggunaan, dan niat untuk terus menggunakan aplikasi sebagaimana dijelaskan dalam Technology Acceptance Model (TAM). Selain itu, kecepatan layanan, efektivitas transaksi, serta keamanan yang diberikan aplikasi mampu meningkatkan kepuasan dan kepercayaan nasabah. 74% nasabah menyatakan bahwa aplikasi BYOND by BSI terbukti efektif dalam meningkatkan minat nasabah untuk melakukan transaksi non-tunai di BSI KCP Pulau Punjung karena memberikan kemudahan, efisiensi waktu dan biaya, serta rasa aman dalam bertransaksi secara digital.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari praktik mengajar guru, namun peran spesifiknya dalam perencanaan pembelajaran, tantangan yang dihadapi guru, serta persepsi guru terhadap kegunaan dan kemudahan penggunaannya masih belum banyak dikaji di kalangan guru bahasa Inggris SMP di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran AI dalam mendukung perencanaan pembelajaran guru bahasa Inggris SMP, tantangan yang dihadapi guru dalam menggunakan AI, serta persepsi guru terhadap AI dari segi kegunaan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan, dengan merujuk pada kerangka sintesis peran AI, hambatan orde pertama dan kedua dari Ertmer (1999), serta Technology Acceptance Model (Davis, 1989). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga guru bahasa Inggris SMP Negeri 1 Bukittinggi sebagai informan, dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen berupa riwayat percakapan guru dengan AI, lalu dianalisis menggunakan thematic analysis enam fase Braun dan Clarke (2006), menghasilkan 84 kutipan data terkode yang dikelompokkan menjadi 11 kode dan enam tema utama. Hasil penelitian menunjukkan AI menjalankan empat peran yang saling berkaitan generator ide, perancah struktural, penyempurna konten, dan mitra reflektif dengan guru secara konsisten memperlakukan saran AI sebagai usulan yang perlu dievaluasi, bukan diterima begitu saja. Tantangan meliputi batasan generasi konten dari platform, pelatihan yang informal, serta dukungan institusional yang kuat namun jarang diformalkan, di samping hambatan internal yang bervariasi terkait kepercayaan diri dan kekhawatiran privasi data. Persepsi terhadap kegunaan dan kemudahan penggunaan secara umum positif, meski satu guru membedakan AI yang sekadar membantu dari yang benar-benar bermanfaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI telah menjadi dukungan multifungsi yang bermakna dalam perencanaan pembelajaran, namun integrasinya tetap dimediasi guru, dibentuk oleh kepercayaan diri dan keyakinan individu sama besarnya dengan kapabilitas teknis alat tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vocabulary is essential in language learning as it affects students’ comprehension and ability to express ideas. Technology-based tools can enhance engagement and understanding, and Interacty, an interactive web-based platform, offers gamified vocabulary activities such as matching games, quizzes, and memory cards, etc. However, students’ perceptions of Interacty, particularly regarding psychological factors, remain underexplored, motivating this study. This study employed a quantitative descriptive design. The participants were 40 eighth-grade students from SMP Negeri 4 Bukittinggi who had used Interacty in their English vocabulary learning. The data were collected through a 25-item Likert-scale questionnaire developed based on the Technology Acceptance Model 3 (TAM 3) framework. The questionnaire measured students’ perceptions across the four psychological indicators. The collected data were analyzed using descriptive statistics to determine the level of students’ perceptions toward the use of Interacty in vocabulary learning. The findings showed that students generally responded positively to using Interacty in learning English vocabulary. Computer self-efficacy was high, indicating confidence in using the platform, while computer anxiety was moderate to high, mainly due to fear of mistakes and time pressure. Perceived enjoyment and computer playfulness were both high, with students showing motivation, satisfaction, curiosity, and engagement through gamified activities. Overall, Interacty provided an interactive and motivating environment that enhanced students’ digital confidence and vocabulary acquisition.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Annisa Nofita , 2321022. Perceptions of English Department Students At UIN Bukittinggi On The Use Of Artificial Intelligence In Doing The English Task Thesis, English Education Study Program. FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. This research aims to investigate the perceptions of English Department students at UIN Bukittinggi toward the use of Artificial Intelligence (AI) in completing English tasks and to identify the challenges they encounter while utilizing it. The study applied a mixed-method approach, combining both quantitative and qualitative data collection techniques. The participants consisted of 59 fifth-semester students, and the data were obtained through a questionnaire developed based on the Technology Acceptance Model (TAM) and semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were examined using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that most students hold positive perceptions of AI use, considering it a beneficial tool that enhances efficiency, accuracy, and confidence in completing both real-world and pedagogical English tasks. However, several challenges were identified, such as overreliance on AI, a decline in critical thinking skills, and ethical concerns regarding academic integrity. Some students admitted to depending heavily on AI-generated responses without critically evaluating them. Despite these concerns, students acknowledged that AI tools such as ChatGPT, Grammarly, and QuillBot are highly useful for writing assistance, paraphrasing, and language improvement. In conclusion, AI contributes positively to students’ learning outcomes, yet it also requires responsible and ethical use to prevent misuse and dependency. Therefore, it is recommended that educators and institutions provide clear ethical guidelines and AI literacy training to promote the responsible integration of AI in English language learning. Keywords: Perception, Artificial Intelligence, English Task, Technology Acceptance Model (TAM), Mixed MethodABSTAK Annisa Nofita, (2321022). Persepsi Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UIN Bukittinggi terhadap Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Mengerjakan Tugas Bahasa Inggris. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UIN Bukittinggi terhadap penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menyelesaikan tugas Bahasa Inggris serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam proses penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method) dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah 59 mahasiswa semester lima, dan data dikumpulkan melalui angket berbasis Technology Acceptance Model (TAM) serta wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI. Mereka menilai bahwa AI memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kepercayaan diri ketika menyelesaikan tugas Bahasa Inggris, baik tugas dunia nyata (real-world tasks) maupun tugas pedagogis (pedagogical tasks). Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan, seperti ketergantungan berlebihan terhadap AI, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta isu etika terkait integritas akademik. Beberapa mahasiswa mengaku sering menggunakan hasil dari AI tanpa melakukan evaluasi kritis terhadap isi atau konteksnya. Walau demikian, mereka tetap mengakui bahwa aplikasi seperti ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot sangat membantu dalam penulisan, parafrasa, serta peningkatan kemampuan berbahasa. Sebagai kesimpulan, penggunaan AI memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran mahasiswa, namun tetap membutuhkan kesadaran etis dan tanggung jawab akademik agar penggunaannya tidak menimbulkan penyalahgunaan atau ketergantungan. Oleh karena itu, dosen dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menyediakan pedoman etika dan pelatihan literasi AI guna mendukung integrasi teknologi ini secara bijak dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kata Kunci: Persepsi, Kecerdasan Buatan, Tugas Bahasa Inggris, Technology Acceptance Model (TAM), Metode Campuran
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Surya Agusyahputra, dengan NIM. 3320136, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini berjudul ”Efektivitas Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Nontunai dengan Pendekatan Teori Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau)”, atas bimbingan Bapak Amsah Hendri Doni, S.E., M.E. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapat masyarakat Rengat yang belum mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran nontunai serta ada yang sudah mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran nontunai namun belum menggunakannya karena lebih nyaman menggunakan uang tunai dibandingkan uang nontunai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah efektif penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial) dan seberapa besar tingkat efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang berada di kota Rengat yang berumur 20 - 40 tahun yang berjumlah 17.450 orang. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dan jumlah sampel sebanyak 99 orang, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif efektivitas, yang dilakukan dengan cara melakukan perhitungan sesuai rumus dengan cara menjumlah skor total hasil jawaban responden yang diperoleh dibagi dengan jumlah skor ideal setelah itu dikali 100%. Selanjutnya skor yang diperoleh akan dikonversikan melalui standar ukuran efektivitas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tingkat efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial) tergolong Sangat Efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari analisis data persentase setiap indikator adalah 84,12%, dimana berdasarkan standar pengukuran efektivitas memperoleh tingkat pencapaian Sangat Efektif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul "Implementasi Technology Acceptance Model (TAM) Dalam Penggunaan E-Money Terhadap Minat Menggunakan E-Money Dengan Pengaruh Resiko Penggunaan Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Pengguna Brizzi Card Di Bukittinggi)". Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh uji langsung variabel TAM dan pengaruh uji tidak langsung variabel TAM terhadap minat menggunakan e-money yang di mediasi resiko penggunaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan melalui survei terhadap pengguna brizzi card di Bukittinggi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan SEM PLS (Partial Least Square) dengan software WarpPLS 6.0 terhadap 91 responden dengan kriteria telah 2x atau lebih memarkiran kendaraan di parkiran wajib kartu brizzi Berdasarkan hasil penelitian dengan uji pengaruh langsung mengungkapkan bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif sebesar 0,464 dengan siginfikasi nilai p0,001 terhadap minat menggunakan dan persepsi kepercayaan berpengaruh positif sebesar 0.289 dengan signifikasi nilai p0,001 terhadap minat menggunakan sedangkan persepsi manfaat berpengaruh negatif sebesar -0,046 dan signifikasi dengan nilai p = 0,041terhadap minat menggunakan dan resiko penggunaan berpengaruh negatif sebesar -0.158 dan signifikan dengan nilai p = 0,024 terhadap minat menggunakan. Pada uji pengaruh tidak langsung mengungkapkan hasil bahwa resiko penggunaan memediasi secara parsial antara persepsi manfaat sebesar 0.735 atau 73,5% dan resiko penggunaan memediasi secara penuh persepsi kemudahan penggunaan sebesar 0,946 atau 9,46%, namun resiko penggunaan tidak memediasi persepsi kepercayaan terhadap minat menggunakan e-money.