Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

27 hasil
Subjek: QRIS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Makna Sosial Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) dalam Tindakan Bersedekah Masyarakat Di Masjid Raya Paraman Talang Nagari Tandikek Utara Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Makna Sosial QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam Tindakan Bersedekah Masyarakat di Masjid Raya Paraman Talang Nagari Tandikek Utara.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam praktik bersedekah. Penggunaan QRIS sebagai media sedekah tidak hanya menjadi sarana untuk menyalurkan uang secara digital, tetapi juga memiliki makna sosial yang muncul dalam hubungan antara pemberi sedekah, pengurus masjid, dan kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis makna sosial QRIS dalam tindakan bersedekah masyarakat di Masjid Raya Paraman Talang Nagari Tandikek Utara berdasarkan Teori Sosiologi Uang Prof. Damsar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengurus masjid dan jamaah yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dalam tindakan bersedekah memiliki makna sosial yang berkaitan dengan kepedulian, solidaritas, kepercayaan, kemudahan, partisipasi sosial, dan nilai keagamaan. Bagi sebagian masyarakat, QRIS dimaknai sebagai media yang praktis dan memudahkan seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan melalui sedekah. QRIS juga dimaknai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana sedekah dan sebagai simbol adanya perubahan dalam cara masyarakat melakukan tindakan sosial di tengah perkembangan teknologi digital. Namun, sebagian masyarakat lainnya masih memaknai sedekah tunai sebagai bentuk pemberian yang lebih dekat dengan kebiasaan, interaksi sosial, dan pengalaman keagamaan mereka. Berdasarkan Teori Sosiologi Uang Prof. Damsar, penggunaan QRIS dalam tindakan bersedekah menunjukkan bahwa uang tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga memiliki makna sosial dan simbolik dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, makna sosial QRIS dalam tindakan bersedekah tidak terletak pada teknologi QRIS itu sendiri, tetapi pada makna yang diberikan masyarakat terhadap penggunaannya sebagai media untuk mewujudkan kepedulian, solidaritas, kepercayaan, ibadah, dan partisipasi dalam kehidupan sosial keagamaan. Penggunaan QRIS menjadi bagian dari transformasi praktik sedekah yang mempertemukan perkembangan teknologi digital dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan masyarakat. Kata Kunci: Makna Sosial, QRIS, Tindakan Bersedekah, Masyarakat, Sosiologi uang

10 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi pada Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai Alat Pembayaran Nontunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mhd Syafii, Prof. Dr. Iiz Izmuddin, MA, 2026. Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi Sebagai upaya mewujudkan sistem pembayaran yang mudah, aman, dan efisien, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menghadirkan QRIS sebagai standar pembayaran nontunai. Selain itu, QRIS terus dikembangkan dan disempurnakan untuk meningkatkan kualitas layanan pembayaran, mengurangi risiko transaksi antarbank, serta mendukung sistem pembayaran nontunai yang lebih efektif. Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. 2). Apa kendala yang dihadapi dalam penggunaan quick response code indonesian standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi?. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. 2). Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan 1). Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi mengacu pada ukuran preferensi (UTAUT 2) yang diungkapkan oleh Venkatesh et al terbukti dapat meningkatkan preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi yang semua indikatornya terpenuhi, terdapat 9 indikator yaitu: Performance expectancy, Effort expectancy, Social influence, Facilitating conditions, Hedonic motivation, Price value, Habit, Behavioral intention dan Use behavior.2). Kendala yang dihadapi dalam penggunaan quick response code indonesian standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non tunai di Stasiun Lambuang bukittinggi yaitu: seperti kurangnya pemahaman beberapa mahasiswa tentang literasi keuangan digital, gangguan transaksi akibat kualitas jaringan internet yang tidak stabil, serta adanya rasa was-was penyalahgunaan QRIS sebagai media kejahatan digital.

9 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kepuasan Nasabah pada Fitur Pengguna QRIS di Aplikasi Ollin Bank Nagari KCP Syariah Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "Analisis Kepuasan Nasabah Pada Fitur Pengguna Qris Di Aplikasi Ollin Bank Nagari Kcp Syariah Bukittinggi." yang ditulis oleh Nabila Saputri, NIM 3322127, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya penggunaan pembayaran digital melalui fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada aplikasi Ollin Bank Nagari KCP Syariah Bukittinggi. Meskipun penggunaan fitur QRIS terus meningkat, masih ditemukan berbagai kendala yang berkaitan dengan kinerja sistem, pemahaman pengguna, serta stabilitas layanan yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan nasabah terhadap penggunaan fitur QRIS pada aplikasi Ollin Bank Nagari KCP Syariah Bukittinggi, mengetahui tingkat pemahaman nasabah dalam menggunakan fitur QRIS, serta menganalisis kinerja sistem QRIS dalam memengaruhi kepuasan nasabah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh orang nasabah pengguna fitur QRIS pada aplikasi Ollin Bank Nagari KCP Syariah Bukittinggi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Selain wawancara, data juga diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum nasabah merasa puas terhadap penggunaan fitur QRIS pada aplikasi Ollin karena mampu memberikan kemudahan, kepraktisan, efisiensi waktu, serta mendukung kebutuhan transaksi sehari-hari. Namun demikian, masih ditemukan berbagai keluhan terkait kinerja sistem seperti keterlambatan transaksi, lambatnya respons aplikasi, kegagalan transaksi, keterlambatan notifikasi, dan gangguan sistem pada waktu tertentu. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemahaman nasabah terhadap penggunaan dasar fitur QRIS tergolong cukup baik, tetapi sebagian nasabah masih mengalami kesulitan ketika menghadapi kendala teknis dan belum memahami secara optimal prosedur penyelesaian masalah yang terjadi saat bertransaksi. Selain itu, kinerja sistem QRIS dinilai cukup baik dalam mendukung aktivitas transaksi digital, tetapi stabilitas, kecepatan, dan keandalan sistem masih perlu ditingkatkan untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih optimal.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Persepsi Kemanfaatan dan Kemudahan QRIS Terhadap minat Pembayaran Digital Pada Penjualan di Pasa Ateh Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Khofifah Humairoh, NIM: 3321079. Judul Skripsi: "Pengaruh Persepsi Kemanfaatan Dan Kemudahan QRIS Terhadap Minat Pembayaran Digital Pada Penjualan Di Pasa Ateh Bukittinggi". Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi finansial di Indonesia, khususnya penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai instrumen pembayaran digital. Meskipun telah diterapkan di berbagai sektor perdagangan, efektivitas penggunaannya sangat bergantung pada persepsi pengguna mengenai manfaat dan kemudahan yang ditawarkan, terutama pada pusat perdagangan tradisional modern seperti Pasa Ateh Bukittinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan QRIS secara parsial maupun simultan terhadap minat pembayaran digital pada penjualan di Pasa Ateh Bukittinggi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang di Pasa Ateh Bukittinggi dengan sampel sebanyak 91 responden yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial, variabel Persepsi Kemanfaatan berpengaruhnegatif dan signifikan terhadap Minat Pembayaran Digital dengan nilai t {hitung}3,892 > t_{tabel} 1,987 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. (2) Secara parsial, variabel Persepsi Kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Pembayaran Digital dengan nilai t_{hitung} 4,554 > t{tabel} 1,987 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. (3) Secara simultan, Persepsi Kemanfaatan dan Persepsi Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap Minat Pembayaran Digital dengan nilai F {hitung} 55,274 > F_{tabel} 3,10. Berdasarkan uji koefisien determinasi, nilai Adjusted R Square sebesar 0,547, yang berarti variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 55,7%, sedangkan sisanya sebesar 44,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perbandingan Frekuensi Transaksi Fitur ZISWAF, QRIS, Dan Transfer Pada Aplikasi Byond By BSI (Studi Kasus Nasabah BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Latifah Az-Zahra dan dibimbing oleh Ibu Nini Sumarni, S.E., M.Si. penelitian ini didasari oleh Transformasi digital dalam perbankan syariah yang telah memberikan dampak yang signifikan terhadap aksebilitas layanan keuangan bagi Masyarakat muslim. BYOND by BSI ini merupakan aplikasi upgrade dari mobile banking sebelumnya yaitu BSI mobile. Berbeda dengan aplikasi lain yang hanya fokus pada fitur transaksi, BYOND by BSI menawarkan lebih dari sekedar itu, seperti fitur berbagi, fitur jadwal shalat, dan fitur menarik lainnya. Namun tingkat pemanfaatan masing-masing fitur masih bervariasi. Berdasarkan data dari BOSM BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur diketahui pengguna aktif BYOND by BSI di KCP Bukittinggi Pasar Aur yaitu sebanyak 6.000 pengguna. Berdasarkan data yang diperoleh, transaksi ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) menunjukkan jumlah yang paling rendah dibandingkan dengan jenis transaksi digital lainnya. Dengan jumlah transaksi yang hanya 3.480 transaksi menunjukkan bahwa jumlah ini jauh di bawah transaksi QRIS yang mencapai 6.096 transaksi dan jumlah transaksi Transfer yang mencapai 7.840. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam frekuensi penggunaan fitur ZISWAF, QRIS, dan transfer pada aplikasi BYOND by BSI. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi sekaligus bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden pengguna aplikasi Byond by BSI dan dianalisis menggunakan uji statistic nonparametrik yaitu uji Friendman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada frekuensi transaksi ketiga fitur dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( 0,05). Nilai mean tertinggi terdapat pada fitur Transfer sebesar 2,41, diikuti fitur QRIS sebesar 2,24, dan fitur ZISWAF sebesar 1,35. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Byond by BSI lebih didominasi oleh transaksi transfer, sementara pemanfaatan fitur ZISWAF masih relative rendah.

7 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP MINAT MASYARAKAT MUSLIM MENGGUNAKAN QRIS SEBAGAI DIGITAL PAYMENT DI KOTA BUKITTINGGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul Pengaruh Perceived Ease Of Use Dan Perceived Usefulness Terhadap Minat Masyarakat Muslim Menggunakan QRIS Sebagai Digital Payment Di Kota Bukittinggi. Disusun Oleh Eka Novia Herdiamy, S.Pd/30122021 Program Studi Pasca Sarjana Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil.Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian didasari oleh pesatnya perkembangan teknologi pembayaran digital dan urgensi pemahaman faktor-faktor pendorong adopsi QRIS di tengah masyarakat dengan karakteristik demografi yang spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 323 responden masyarakat Muslim di Kota Bukittinggi yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel tertentu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil uji menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi klasik meskipun data variabel tidak terdistribusi normal. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Perceived Ease of Use (Kemudahan) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat Muslim menggunakan QRIS (t-hitung = 5.481, p = 0.000). Demikian pula, Perceived Usefulness (Manfaat) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan yang lebih kuat terhadap minat (t-hitung = 12.524, p = 0.000). Secara simultan, kedua variabel independen ini (Kemudahan dan Manfaat) terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat masyarakat (F-hitung = 673.947, p = 0.000). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0.808 mengindikasikan bahwa 80.8% variasi minat masyarakat dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut.

11 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT PADA PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIA STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DIGITAL (Studi Kasus Kelurahan Pakan Labuah)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat mengetahui QRIS, namun jarang menggunakannya, karna lebih nyaman menggunakan tunai. Begitu juga terdapat kendala kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengunakan QRIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Pakan Labuah tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital dan untuk mengetahuiapa saja kendala masyarakat Pakan Labuah belum menggunakan QRIS sebagai alat pembyaran digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi masyarakat Pakan Labuah tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital disimpulkan bahwa (a) Faktor Fungsional. Persepsi tentang QRIS di kelurahan Pakan Labuah sebagai sistem pembayaran digital sudah digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Namun ada juga masyarakat yang mengetahui namun tidak mengguanan QRIS seperti lansia, ibu-ibu yang sudah terbiasa tunai. (b) Faktor struktural. Persepsi masyarakat Pakan Labuah tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital yang digunakan bukan sekedar keinginan diri sendiri malainkan dari sosialisasi, atau dorongan dari teman-teman dilingkunagan masyarakat untuk menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. (2) Kendala masyarakat Pakan Labuah belum menggunakan QRIS sebagai alat pembyaran digital kurang memahami cara penggunaan QRIS. Kurangnya pengetahuan masyarakat di Kelurahan Pakan Labuah tentang cara menggunakan QRIS.  Masyarakat kelurahan Pakan Labuah belum menggunakan QRIS beragam alasan, diantaranya takut jaringan internet bermasalah ketika mengguankan QRIS dalam pembayaran digital, dan belum memiliki android. Selain itu bagi masyarakat pelaku usaha belum menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital karena dibebankan biaya admin sebesar 0,7% bagi pemilik usaha bukan kepada konsumen.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis efektivitas pembayaran melalui Qris dalam meningkatkan kemudahan dan keamanan transaksi di pasar atas bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Efektivitas Pembayaran Melalui QRIS Dalam Meningkatkan Kemudahan Dan Keamanan Transaksi Di Pasar Atas Bukittinggi” yang disusun oleh Wahyu Saputra, NIM 3321034, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembayaran melalui QRIS dalam meningkatkan kemudahan dan keamanan transaksi di Pasar Atas Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi finansial yang pesat, mendorong adopsi metode pembayaran digital seperti QRIS untuk memfasilitasi transaksi yang lebih efisien dan aman, khususnya di sentra perdagangan tradisional seperti Pasar Atas Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pedagang, pembeli, dan Dinas Perdagangan Kota Bukittinggi, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dinilai efektif dalam meningkatkan kemudahan transaksi. Hal ini terlihat dari kecepatan proses pembayaran, kemudahan akses tanpa perlu membawa uang tunai, dan fleksibilitas penggunaan aplikasi pembayaran yang beragam. Dari sisi keamanan, QRIS juga m\emberikan peningkatan signifikan melalui pengurangan risiko uang palsu, pencurian, dan kesalahan perhitungan, serta adanya catatan transaksi digital. Namun, beberapa kendala juga teridentifikasi, seperti masalah koneksi internet yang tidak stabil, kurangnya pemahaman sebagian pengguna (terutama pembeli usia lanjut), dan perlunya sosialisasi yang lebih intensif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun QRIS telah menunjukkan efektivitasnya, diperlukan upaya berkelanjutan dari pengelola pasar, pemerintah daerah (Dinas Perdagangan), perbankan, serta partisipasi aktif pedagang dan pembeli untuk mengoptimalkan pemanfaatan QRIS. Saran yang diajukan meliputi peningkatan infrastruktur internet, program edukasi dan sosialisasi yang lebih masif, serta penyediaan call center atau petugas bantuan teknis di lokasi. Dengan demikian, ekosistem pembayaran digital di Pasar Atas Bukittinggi dapat semakin terintegrasi dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pihak yang terlibat.

12 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis kemanfaatan quick response code indonesia standard (QRIS) terhadap efisiensi pembayaran digital (Studi Kasus: Pedagang kuliner nasi Kapau di pasar lereng Bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Pinta Marito NIM : 3321131 yang berjudul “Analisis Kemanfaatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Terhadap Efisiensi Pembayaran Digital (Studi Kasus: Pedagang Kuliner Nasi Kapau Los Lambuang Di Pasar Lereng Bukittinggi)”. Program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Melihat trend yang berkembang saat ini, beberapa Marketplace mulai menggunakan sistem QR-Code sebagai metode pembayarannya. Sistem tersebut mengubah kebiasaan masyarakat banyak dari yang semula melakukan pembayaran cash menjadi cashless. Namun, tidak semua orang mengetahui dan paham mengenai sistem pembayaran cashless. Untuk melakukan pembayaran elektronik/ cashless masyarakat harus melek teknologi. Penerapan sistem pembayaran elektronik berbasis QR-Code memang dinilai efisien dalam berbagai aspek. Penelitian ini mengkaji tentang Kemanfaatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Terhadap Efisiensi Pembayaran Digital (Studi Kasus: Pedagang Kuliner Nasi Kapau Los Lambuang di Pasar Lereng Bukittinggi). Selain itu, penelitian ini mendeskripsikan beberapa kendala para pedagang dan pembeli dalam memahami penggunaan QRIS sebagai pembayaran digital. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang menghasilkan prosedur analisis dan tidak menggunakan prosedur analisis statistic atau kuantifikasi lainnya. Dengan pendekatan kualitatif, karena peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mencari bahan-bahan dalam memperoleh data dan informasi yang ada yang mendekati realita dan kondisi diteliti. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang didapat dari hasil observasi berupa informasi dari penjual nasi kapau pasar lereng bukittinggi. Dan data sekunder yang bersumber dari buku,skripsi dan jurnal ilmiah yang berkenaan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Informasi diperoleh dari 8 informan yang terdiri dari penjual nasi kapau pasar Lereng Bukittinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat pemahaman QRIS tergolong cukup baik, beberapa dari pedagang mulai mengetahui dan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital setelah mengetahui QRIS dari keluarga maupun bank apalagi dari kalangan generasi muda. Bahkan mereka merasakan manfaat dari penggunaan QRIS ini, namun beberapa dari mereka belum menggunakan QRIS karena belum sepenuhnya mengetahui dan yakin terhadap penggunaan QRIS sebagai pembayaran digital dan preferensi konsumen yang masih dominan menggunakan uang tunai terutama dari kalangan orang tua.

11 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard ( QRIS ) sebagai sistem pembayaran Digital (Studi kasus Nagari Matur Mudiak )

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini Berjudul “Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Sistem Pembayaran Digital (Studi Kasus Masyarakat Nagari Matur Mudiak)” Yang Disusun Oleh Sefhiyola Abelsa. NIM. 3321166, Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia pada 27 Mei 2019 untuk mempermudah transaksi keuangan digital. QRIS ditujukan untuk menyediakan mekanisme pembayaran yang efisien, terutama bagi Generasi Milenial dan Z. Namun, kendala penerapan QRIS masih ada, terutama kurangnya pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat Nagari Matur Mudiak mengenai penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam kepada responden dari berbagai lapisan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang QRIS bervariasi, dengan sebagian besar responden memiliki pemahaman dasar mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman mengenai manfaat dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh QRIS. Beberapa responden mengungkapkan bahwa mereka merasa kesulitan dalam menggunakan QRIS karena kurangnya informasi dan sosialisasi yang memadai. Penelitian ini juga menemukan solusi bahwa 1) Ketersediaan koneksi internet yang memadai sangat penting untuk mendukung transaksi yang lancar. 2) Program edukasi dan pelatihan yang terstruktur perlu diadakan untuk masyarakat, untuk memahami cara penggunaan QRIS dengan baik. 3) Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan tutorial dapat menjangkau masyarakat secara efektif, terutama generasi muda. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan adopsi QRIS di Nagari Matur Mudiak dapat meningkat secara signifikan.Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak terkait dalam meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai sistem pembayaran digital, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan QRIS secara optimal.

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pelayanan dan Kemudahan Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terhadap Kepuasan Pelanggan di Pasar Atas Bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran digital telah memberikan kemudahan bagi Masyarakat dalam bertransaksi, termasuk di pasar tradisional. Salah satu inovasi yang saat ini berkembang adalah penggunaan Quick response code Indonesian standart (Qris) sebagai metode pembayaran non-tunai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kemudahan Pembayaran Menggunakan Qris terhadap kepuasan pelanggan di Pasar Atas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelanggan Pasar Atas yang telah menggunakan Qris dalam transaksi mereka. Jumlah sampel sebanyak 97 orang dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling menggunakan Rumus Rao Purba. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS, dengan di uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitaian ini menunjukan bahwa variabel pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dengan nilai signifikannya 0.003 > 0.05. Kemudian hasil uji F menunjukan variabel pelayanan dan kemudahan penggunaan QRIS berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan sebesar 25.4% sedangkan 74.6% dipengaruhi variabel lainnya. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas pelayanan dan promosi penggunaan Qris untuk meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan. Studi ini memberikan wawasan bagi pedagang dan pengelola pasar dalam meningkatkan daya saing di era digitalisasi transaksi.

16 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis efektivitas pengunaan qris sebagai metode pembayaran dalam meningkatkan penjualan Studi kasus sekitar kawasan plaza bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Efektivitas Penggunaan QRIS Sebagai Sistem Pembayaran Dalam Meningkatkan Penjualan Studi Kasus Sekitar Kawasan Plaza Bukittinggi.” Yang disusun oleh Nurul Azmi nim 3321105 Program Studi Perbankan Syariah S1, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya adopsi QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang dinilai cepat, mudah, murah, aman, dan andal, namun belum diimbangi dengan peningkatan transaksi yang signifikan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa meskipun QRIS menawarkan kemudahan transaksi dan menciptakan sistem pencatatan yang sejalan dengan prinsip syariah sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Baqarah: 282, penggunaannya masih terbatas karena kurangnya edukasi, ketergantungan pada jaringan internet, dan keterlambatan dana masuk ke rekening pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku Usaha di kawasan Plaza Bukittinggi. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan multidimensi berdasarkan tiga kerangka teori, yaitu Technology Acceptance Model (TAM), bauran pemasaran 4P dari Kotler (Product, Price, Place, Promotion), serta model kesuksesan sistem informasi dari DeLone dan McLean. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada pelaku usaha yang menggunakan QRIS, seperti Makan Place, Es Potong Singapura, dan Seafood Bukittinggi dan wawancara kepada 5 pembeli serta dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini yaitu primer dan sekunder, sedangkan sumber data berasal dari informan. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sehingga dapat diketahui bagaimana ke efektifan penggunaan QRIS dalam meningkatkan penjualan bagi pelaku usaha di sekitar Plaza Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS cukup efektif dalam mendukung kemudahan transaksi, meningkatkan efisiensi, serta memperluas segmentasi pelanggan, terutama dari kalangan muda dan wisatawan. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya konsumen yang bertransaksi menggunakan QRIS, gangguan jaringan yang menghambat proses pembayaran, dan keterlambatan pencairan dana ke rekening yang dapat memengaruhi arus kas harian pelaku usaha. Berdasarkan TAM, hal ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan dan manfaat masih belum sepenuhnya dirasakan oleh semua pengguna. Dari sudut pandang bauran pemasaran Kotler, kendala tersebut berkaitan dengan kurangnya promosi dan edukasi mengenai penggunaan QRIS. Sementara itu, dalam model DeLone dan McLean, kualitas sistem dan pelayanan dinilai belum optimal sehingga memengaruhi kepuasan pengguna. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, QRIS berpotensi mendukung transaksi yang lebih efisien, transparan, dan sesuai dengan prinsip keadilan (al-‘adl) dan kemudahan (taisir) dalam bermuamalah. Dengan perbaikan sistem dan peningkatan literasi digital, QRIS dapat menjadi solusi pembayaran digital yang mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Tingkat Kepuasan Penggunaan Aplikasi QRIS Merchant Presented Mode dengan metode technology acceptance model (Studi Kasus Mahasiswa Perbankan Syariah Angkatan 2021 UIN Bukittinggi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This thesis is entitled "Analysis of the Level of Satisfaction of Using the Qris Merchant Presented Mode Application Using the Technology Acceptance Model Method (Case Study of Islamic Banking Students, Class of 2021, UIN Bukittinggi" compiled by Fitrisa Ramadhani NIM 3321192, Islamic Banking Department, Faculty of Economics, Islamic Business (FEBI), Sjech M.Djamil Djambek State Islamic University, Bukitinggi. This research is motivated by the lack of user satisfaction of the Qris application among Islamic banking students due to frequent errors during transactions. This study aims to determine the level of satisfaction of using the Qris Merchant Presented Mode application in making transactions using the Technology Acceptance Model method among Islamic banking students, class of 2021, UIN Bukittinggi. The research conducted by the author is a quantitative method, the data source that the author takes from primary data. Data collection techniques with questionnaire and documentation. The data analysis method obtained is with primary data processed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Based on the results of the research and data analysis conducted by the author, it can be concluded that the overall partial test results (t) of the Perceived Ease Of Use (X1) variable with a value of Tcount> Ttable of 3.399> 1.993 and a significance value of 0.0010.005, the Perceived Usefulness (X2) variable with a value of Tcount> Ttable of 3.308> 1.933 and a significance value of 0.001 0.005, the Behavior Intention To Use (X3) variable with a value of Tcount> Ttable of 3.966> 1.993 and a significance value of 0.000 0.05, Attitude Toward Using variable (X4) with the result of Tcount value> Ttable of 2.984> 1.933 and the significance value is 0.001 0.05 and the Actual Use variable (X5) with the result of Tcount value> Ttable of 3.555 > 1.933 and the significance value is 0.001 0.05, so that the five variables have a positive and significant effect on the level of satisfaction in using the Qris application (Y). The results of multiple linear regression analysis, obtained the equation Y = 0.067 + 0.502X1 + 0.486X2 + 0.456X3 + 0.458X4 + 0.741X4 + e, from the five variables it can be concluded that the Actual Use variable has the greatest influence, namely 0.741

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI DENGAN UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY 2 (UTAUT 2) (STUDI PENJUAL DAN PEMBELI DI STASIUN LAMBUANG BUKITTINGGI)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efektivitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology 2 (Utaut 2) (Studi Penjual Dan Pembeli Di Stasiun Lambuang Bukittinggi) Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sistem pembayaran non-tunai yang diluncurkan Bank Indonesia bersama pemerintah sejak 2019, terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada UMKM. Sistem ini bertujuan menciptakan pembayaran yang efektif, baik bagi UMKM maupun konsumen, sekaligus mengurangi risiko pembayaran tunai. Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana Efektifitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2)?. 2). Apa Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2)? Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Bagaimana Efektifitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2). 2) Untuk mengetahui Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan pada Stasiun Lambuang, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama 2 hari yang dimulai pada senin 30 Desember hingga Selasa 31 Desember tahun 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan 1) Efektifitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Stasiun Lambuang Bukittinggi mengacu pada ukuran efektivitas yang diungkapkan oleh Venkatesh et al yang semuanya terpenuhi, terdapat 9 indikator yaitu di antaranya: Performance expectancy, Effort expectancy, Social influence, Facilitating conditions, Hedonic motivation, Price value, Habit, Behavioral intention dan Use behavior.2) Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di stasiun Lambuang bukittinggi yaitu: seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan digital, gangguan transaksi akibat kualitas jaringan internet yang tidak stabil, kesulitan transaksi dengan Mobile Banking dan E-wallet yang berbeda, serta adanya biaya layanan.

9 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Penumbuhan Pemahaman Pedagang Untuk Menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Sebagai Alat Transaksi di Pasar Kuliner Padang Panjang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “ Strategi Penumbuhan Pemahaman Pedagang Untuk Menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Sebagai Alat Transaksi Di Pasar Kuliner Padang Panjang yang disusun oleh Febriza Ozally Adha dengan NIM 3321345 Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djmail Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi, khususnya di bidang finansial, telah mengubah cara transaksi keuangan dilakukan, termasuk dalam perdagangan. Di Kota Padang Panjang, sektor kuliner memiliki potensi besar untuk mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran utama. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala dan adapun manfaat, seperti pencatatan transaksi yang lebih akurat dan peningkatan efisiensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang dapat mendorong penggunaan QRIS di kalangan pedagang pasar kuliner Padang Panjang. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan yang objeknya mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tempat penelitian dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, analisis matrik IFE dan EFE, analisis matrik SWOT serta analisis total tabel bobot skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi penggunaan QRIS meliputi keterbatasan literasi teknologi, kurangnya informasi, dan resistensi terhadap perubahan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan program edukasi yang terarah, kemitraan strategis, dan kampanye sosialisasi yang disesuaikan untuk mendorong penggunaan QRIS. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap diskusi yang lebih luas mengenai pembayaran digital di pasar tradisional, dengan menekankan pentingnya upaya kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

7 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Nontunai dengan Pendekatan Teori Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Surya Agusyahputra, dengan NIM. 3320136, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini berjudul ”Efektivitas Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Nontunai dengan Pendekatan Teori Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau)”, atas bimbingan Bapak Amsah Hendri Doni, S.E., M.E. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapat masyarakat Rengat yang belum mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran nontunai serta ada yang sudah mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran nontunai namun belum menggunakannya karena lebih nyaman menggunakan uang tunai dibandingkan uang nontunai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah efektif penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial) dan seberapa besar tingkat efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang berada di kota Rengat yang berumur 20 - 40 tahun yang berjumlah 17.450 orang. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dan jumlah sampel sebanyak 99 orang, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif efektivitas, yang dilakukan dengan cara melakukan perhitungan sesuai rumus dengan cara menjumlah skor total hasil jawaban responden yang diperoleh dibagi dengan jumlah skor ideal setelah itu dikali 100%. Selanjutnya skor yang diperoleh akan dikonversikan melalui standar ukuran efektivitas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tingkat efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran nontunai pada masyarakat Rengat (generasi milenial) tergolong Sangat Efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari analisis data persentase setiap indikator adalah 84,12%, dimana berdasarkan standar pengukuran efektivitas memperoleh tingkat pencapaian Sangat Efektif.

14 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis efektivitas implementasi sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam meningkatkan penjualan usaha mikro dan kecil di kota pariaman

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Analisis Efektivitas Implementasi Sistem Pembayaran Digital Qris (Quick Response Code Indonesian Standard) Dalam Meningkatkan Penjualan Usaha Mikro Dan Kecil Di Kota Pariaman, Oleh Ilham Saputa Nanda Nim.3320181 dengan pembimbing bapak jon kenedi, MM Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi TA. 2023/2024. Penelitian ini dilatar belakangi oleh untuk mengetahui informasi yang didapatkan pelaku usaha mikro dan kecil kota Pariaman mengenai sistem pembayaran digital QRIS dan kendala apa saja yang mereka hadapi dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pembayaran digital Kris dalam meningkatkan penjualan usaha mereka. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian adalah pelaku usaha mikro dan kecil di kota pariaman kecamatan pariaman tengah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pelaku usaha memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai QRIS, dengan informasi utama diperoleh dari penawaran bank seperti Bank Nagari, BNI, dan PosPay, yang menjelaskan manfaat QRIS dalam kemudahan dan keamanan transaksi tanpa tunai. 2)Meskipun sebagian besar pelaku usaha tidak menghadapi masalah signifikan, beberapa kendala teknis dan administratif, seperti pendaftaran yang lambat dan biaya administrasi, masih ada. 3)Efektivitas QRIS dalam meningkatkan penjualan dan efisiensi operasional bervariasi; beberapa pemilik usaha melaporkan peningkatan signifikan, sementara yang lain belum merasakan perubahan besar, dengan preferensi pelanggan yang masih cenderung memilih pembayaran tunai. Penelitian ini menyoroti potensi QRIS dalam meningkatkan efisiensi transaksi dan penjualan, meskipun terdapat tantangan yang perlu diatasi.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis penggunaan qris dalam meningkatkan minat sebagai media transaksi usaha mikro di nagari koto rantang, kec. Palupuah, kab. agam

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh Sarmitha, Nim 3320035. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dibawah bimbingan Bapak Amsah Hendri Doni,SE,ME dengan judul penelitian “Analisis Penggunaan QRIS Dalam Meningkatkan Minat Sebagai Media Transaksi Usaha Mikro di Nagari Koto Rantang, Kec.Palupuah, Kab.Agam”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh UMKM yang masih belum bisa melakukan efisiensi akan sulit bersaing dalam harga jual. Selain itu, karena beberapa UMKM tidak menggunakan teknologi digital, pemasaran usaha juga belum banyak menggunakan teknologi digital, pemasaran online, sehingga mulai terasa sulit bersaing dengan industri yang sudah menggunakan teknologi untuk operational dan pemasaran usahanya. Dengan kemajuan teknologi saat ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha mikro salah satunya dalam penggunaan QRIS sebagai alat transaksi karena QRIS memungkinkan transaksi yang lebih cepat, mudah dan murah. Dengan QRIS para pelaku usaha mikro dapat menerima pembayaran elektronik dari berbagai sumber, termauk dompet digital, dan aplikasi pembayara yang dapat memperluas jangkauan pelanggan potensial mereka. Dengan ini dapat berkontribusi pada peningkatan penjualan dan pertumbuhan usaha mikro. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tentang minat pelaku usaha mikro menggunakan qris sebagai media transaksi di Nagari Koto Rantang. Kec.Palupuh,Kab.Agam. serta untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat minat pelaku usaha mikro mengenai penggunaan QRIS sebagai media transaksi di Nagari Koto Rantang, Kec.Palupuh, Kab.Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara langsung dan dokumentasi. Kemudian teknik pengolahan data dan analisa data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan tahap akhir adalah penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini jumlah informan yang diwawancara sebanyak 20 orang yang ditujukan kepada pelaku usaha mikro di Nagari Koto Rantang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, kurangnya pemahaman masyarakat di Nagari Koto Rantang, Kec. Palupuh, Kab.Agam terhadap penggunaan QRIS sebagai media transaksi dikarenakan keterbatasan pengetahuan teknologi. Pada umumnya masyarakat masih menggunakan transaksi tunai atau biasa disebut dengan cash dalam menjalankan usaha mikro di Nagari tersebut. Kedua, Kurangnya pemahaman masyarakat di Nagari Koto Rantang, Kec. Palupuh, Kab.Agam terhadap penggunaan QRIS sebagai media transaksi dikarenakan keterbatasan pengetahuan teknologi. Pada umumnya masyarakat masih menggunakan transaksi tunai atau biasa disebut dengan cash dalam menjalankan usaha mikro di Nagari tersebut.

8 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Strategi Fundraising Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) BAZNAS Kota Bukittinggi melalui Sistem Berbayar Non Tunai QRIS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penerapan QRIS di kantor BAZNAS kota Bukittinggi merupakan alat bagi para muzaki atau munfiq untuk dengan mudah melakukan transaksi pembayaran zakat, infak dan sedekah. Implementasi QRIS di BAZNAS kota Bukittinggi memaksimalkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperdalam strategi penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kota Bukittinggi melalui sistem QRIS cashless payment dengan pembahasan mengenai: 1) BAZNAS Kota Bukittinggi Strategi penggalangan dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) melalui sistem QRIS cashless 2) Sistem QRIS Cashless mendukung strategi penggalangan dana ZIS di BAZNAS Kota Bukittinggi 3) Bagaimana mengatasi faktor-faktor penghambat penggalangan dana ZIS melalui Sistem Pembayaran QRIS Cashless di BAZNAS, Kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan mewawancarai pimpinan BAZNAS kota dan staf Bukittinggi, observasi serta dokumen. Teknik analisis data yang disajikan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data, serta penarikan kesimpulan. Menghadapi orisinalitas data dari penelitian ini, peneliti melakukan teknik pemeriksaan silang dengan menggunakan sumber teori, metode, dan detail dalam observasi. Hasil penelitian ini menghasilkan: 1) QRIS lebih efektif daripada manual karena efektivitasnya dapat dilihat dari segi kecepatan dan objektivitas, kemudahan penggunaan, efektivitas biaya, jangkauan, akuntabilitas dan ketepatan waktu. QRIS terbukti dapat meningkatkan efisiensi penatausahaan zakat sehingga meningkatkan minat membayar zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bukittinggi. 2) Implementasi QRIS di BAZNAS Kota Bukittinggi didukung penuh oleh manajemen BAZNAS Kota Bukittinggi, serta didukung oleh fasilitas yang ada seperti infrastruktur dan jaringan IT yang baik. Hal itu juga didukung oleh sumber daya manusia BAZNAS Kota Bukittinggi yang saat ini sudah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang menghambat implementasi QRIS adalah komponen eksternal, dalam hal ini muzaki atau munfiq. Hal ini terlihat dari kurangnya minat para muzaki atau munfiq dalam menggunakan teknologi informasi ini, salah satunya muzaki atau munfiq kurang mengetahui tentang pengelolaan zakat, infak dan sedekah di BAZNAS Kota Bukittinggi. Kata Kunci : Strategi; Fundraising; ZIS; QRIS.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Efektivitas QRIS Bank Syariah Indonesia Dalam Kelancaran dan Keamanan Transaksi Jual Beli Bagi Pelaku UMKM di Kota Pariaman

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul ”Analisis Efektivitas QRIS Bank Syariah Indonesia Dalam Kelancaran dan Keamanan Transaksi Jual Beli Bagi Pelaku UMKM di Kota Pariaman” yang disusun oleh Putri Novita Sari dengan nim 3319248 Program Studi Perbankan Syariah S1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh, masih minim nya penggunaan QRIS Bank Syariah Indonesia pada pelaku UMKM di Kota Pariaman dan terdapat juga kendala yang di alami oleh Pelaku UMKM yang sudah menggunakan sistem pembayaran dengan QRIS BSI ini seperti gangguan sinyal dan ada nya potongan sebesar 0,3% setiap maksimal transaksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi di KCP Bank Syariah Indonesia Kota Pariaman. Dan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan efektivitas penggunaan QRIS BSI ditinjau langsung terhadap Pelaku UMKM dalam penerapan dan fungsi kualitas penerapannya di lapangan. Hasil penelitian Efektivitas QRIS Bank Syariah Indonesia dalam kelancaran dan keamanan transaksi jual beli bagi pelaku UMKM di Kota Pariaman memiliki kualitas fungsi sesuai prinsipnya. Hanya saja memang Bank Syariah Indonesia perlu lebih fokus lagi dalam pengadaan sosialisasi kepada masyarakat luas khususnya di Kota Pariaman untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam transaksi jual beli di era serba digitalisasi saat ini.

13 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail