Abstrak
ABSTRAK Mhd Syafii, Prof. Dr. Iiz Izmuddin, MA, 2026. Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi Sebagai upaya mewujudkan sistem pembayaran yang mudah, aman, dan efisien, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menghadirkan QRIS sebagai standar pembayaran nontunai. Selain itu, QRIS terus dikembangkan dan disempurnakan untuk meningkatkan kualitas layanan pembayaran, mengurangi risiko transaksi antarbank, serta mendukung sistem pembayaran nontunai yang lebih efektif. Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. 2). Apa kendala yang dihadapi dalam penggunaan quick response code indonesian standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi?. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. 2). Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan 1). Preferensi Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Pada Pengunaan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi mengacu pada ukuran preferensi (UTAUT 2) yang diungkapkan oleh Venkatesh et al terbukti dapat meningkatkan preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS di Sentra Kuliner UIN Bukittinggi yang semua indikatornya terpenuhi, terdapat 9 indikator yaitu: Performance expectancy, Effort expectancy, Social influence, Facilitating conditions, Hedonic motivation, Price value, Habit, Behavioral intention dan Use behavior.2). Kendala yang dihadapi dalam penggunaan quick response code indonesian standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non tunai di Stasiun Lambuang bukittinggi yaitu: seperti kurangnya pemahaman beberapa mahasiswa tentang literasi keuangan digital, gangguan transaksi akibat kualitas jaringan internet yang tidak stabil, serta adanya rasa was-was penyalahgunaan QRIS sebagai media kejahatan digital.