Analisis penggunaan qris dalam meningkatkan minat sebagai media transaksi usaha mikro di nagari koto rantang, kec. Palupuah, kab. agam
Skripsi ini disusun oleh Sarmitha, Nim 3320035. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dibawah bimbingan Bapak Amsah Hendri Doni,SE,ME dengan judul penelitian “Analisis Penggunaan QRIS Dalam Meningkatkan Minat Sebagai Media Transaksi Usaha Mikro di Nagari Koto Rantang, Kec.Palupuah, Kab.Agam”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh UMKM yang masih belum bisa melakukan efisiensi akan sulit bersaing dalam harga jual. Selain itu, karena beberapa UMKM tidak menggunakan teknologi digital, pemasaran usaha juga belum banyak menggunakan teknologi digital, pemasaran online, sehingga mulai terasa sulit bersaing dengan industri yang sudah menggunakan teknologi untuk operational dan pemasaran usahanya. Dengan kemajuan teknologi saat ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha mikro salah satunya dalam penggunaan QRIS sebagai alat transaksi karena QRIS memungkinkan transaksi yang lebih cepat, mudah dan murah. Dengan QRIS para pelaku usaha mikro dapat menerima pembayaran elektronik dari berbagai sumber, termauk dompet digital, dan aplikasi pembayara yang dapat memperluas jangkauan pelanggan potensial mereka. Dengan ini dapat berkontribusi pada peningkatan penjualan dan pertumbuhan usaha mikro. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tentang minat pelaku usaha mikro menggunakan qris sebagai media transaksi di Nagari Koto Rantang. Kec.Palupuh,Kab.Agam. serta untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat minat pelaku usaha mikro mengenai penggunaan QRIS sebagai media transaksi di Nagari Koto Rantang, Kec.Palupuh, Kab.Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara langsung dan dokumentasi. Kemudian teknik pengolahan data dan analisa data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan tahap akhir adalah penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini jumlah informan yang diwawancara sebanyak 20 orang yang ditujukan kepada pelaku usaha mikro di Nagari Koto Rantang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, kurangnya pemahaman masyarakat di Nagari Koto Rantang, Kec. Palupuh, Kab.Agam terhadap penggunaan QRIS sebagai media transaksi dikarenakan keterbatasan pengetahuan teknologi. Pada umumnya masyarakat masih menggunakan transaksi tunai atau biasa disebut dengan cash dalam menjalankan usaha mikro di Nagari tersebut. Kedua, Kurangnya pemahaman masyarakat di Nagari Koto Rantang, Kec. Palupuh, Kab.Agam terhadap penggunaan QRIS sebagai media transaksi dikarenakan keterbatasan pengetahuan teknologi. Pada umumnya masyarakat masih menggunakan transaksi tunai atau biasa disebut dengan cash dalam menjalankan usaha mikro di Nagari tersebut.