Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT PADA PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIA STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DIGITAL (Studi Kasus Kelurahan Pakan Labuah)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Perbankan Syariah•6 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat mengetahui QRIS, namun jarang menggunakannya, karna lebih nyaman menggunakan tunai. Begitu juga terdapat kendala kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengunakan QRIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Pakan Labuah tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital dan untuk mengetahuiapa saja kendala masyarakat Pakan Labuah belum menggunakan QRIS sebagai alat pembyaran digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi masyarakat Pakan Labuah tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital disimpulkan bahwa (a) Faktor Fungsional. Persepsi tentang QRIS di kelurahan Pakan Labuah sebagai sistem pembayaran digital sudah digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Namun ada juga masyarakat yang mengetahui namun tidak mengguanan QRIS seperti lansia, ibu-ibu yang sudah terbiasa tunai. (b) Faktor struktural. Persepsi masyarakat Pakan Labuah tentang QRIS sebagai alat pembayaran digital yang digunakan bukan sekedar keinginan diri sendiri malainkan dari sosialisasi, atau dorongan dari teman-teman dilingkunagan masyarakat untuk menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. (2) Kendala masyarakat Pakan Labuah belum menggunakan QRIS sebagai alat pembyaran digital kurang memahami cara penggunaan QRIS. Kurangnya pengetahuan masyarakat di Kelurahan Pakan Labuah tentang cara menggunakan QRIS.  Masyarakat kelurahan Pakan Labuah belum menggunakan QRIS beragam alasan, diantaranya takut jaringan internet bermasalah ketika mengguankan QRIS dalam pembayaran digital, dan belum memiliki android. Selain itu bagi masyarakat pelaku usaha belum menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital karena dibebankan biaya admin sebesar 0,7% bagi pemilik usaha bukan kepada konsumen.

Kata kunci

Persepsi, Masyarakat, QRIS, Pembayaran Digital.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT PADA PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIA STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DIGITAL (Studi Kasus Kelurahan Pakan Labuah)2025 · oai:ais:skripsi:18528

Publikasi terkait