EFEKTIVITAS PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI DENGAN UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY 2 (UTAUT 2) (STUDI PENJUAL DAN PEMBELI DI STASIUN LAMBUANG BUKITTINGGI)
Efektivitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology 2 (Utaut 2) (Studi Penjual Dan Pembeli Di Stasiun Lambuang Bukittinggi) Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sistem pembayaran non-tunai yang diluncurkan Bank Indonesia bersama pemerintah sejak 2019, terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada UMKM. Sistem ini bertujuan menciptakan pembayaran yang efektif, baik bagi UMKM maupun konsumen, sekaligus mengurangi risiko pembayaran tunai. Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana Efektifitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2)?. 2). Apa Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2)? Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Bagaimana Efektifitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2). 2) Untuk mengetahui Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai Dengan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan pada Stasiun Lambuang, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama 2 hari yang dimulai pada senin 30 Desember hingga Selasa 31 Desember tahun 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan 1) Efektifitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di Stasiun Lambuang Bukittinggi mengacu pada ukuran efektivitas yang diungkapkan oleh Venkatesh et al yang semuanya terpenuhi, terdapat 9 indikator yaitu di antaranya: Performance expectancy, Effort expectancy, Social influence, Facilitating conditions, Hedonic motivation, Price value, Habit, Behavioral intention dan Use behavior.2) Kendala Yang Dihadapi Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Alat Pembayaran Non Tunai di stasiun Lambuang bukittinggi yaitu: seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan digital, gangguan transaksi akibat kualitas jaringan internet yang tidak stabil, kesulitan transaksi dengan Mobile Banking dan E-wallet yang berbeda, serta adanya biaya layanan.