ResearchOpen AccessPDF tersedia
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Berdasarkan data jumlah penduduk kota Pariaman adalah 77.480 jiwa, yang terdiri
atas 37.682 penduduk laki-laki dan 39.798 jiwa perempuan, dengan luas wilayah 73,36 km2
kepadatan penduduk Kota Pariaman adalah 1.056,16 jiwa per km2. Kecamatan Pariaman
Tengah adalah kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi. (BPS Sumbar: 2018).
Wawancara dengan sekretaris Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan
(BP4) Kota Pariaman periode 2011 – 2018 bapak Fitrison Efendi: Agustus 2021) “pasutri
menikah setiap tahun berkisar 1000 orang, sekitar 120 orang (12%) terjadi kasus perceraian
baik bercerai mati maupun gugat cerai di Pengadilan Agama Pariaman”. Angka ini melebihi
nasional jika merujuk pendapat Nasaruddin Umar (mantan Dirjen Bimas Islam RI) bahwa
“Sekitar 2 (dua) juta pasangan menikah setiap tahun, disisi lain 200 ribu pasangan juga
bercerai setiap tahun, angka ini mencapai 10% dari jumlah orang yang menikah”. (Majalah
bulanan BP4 Pusat: 2011). Data Kemenag RI mengungkap tentang peristiwa perceraian
selama 3 tahun terakhir, tahun 2011 sebanyak 158.119 peristiwa, pada tahun 2012 sebanyak
372.577 peristiwa, dan pada tahun 2013 sebanyak 324.572 peristiwa. Dari total perceraian
yang terjadi pasangan dengan usia kurang dari 5 tahun (perceraian dini), sehingga berdampak
terhadap kehidupan sosial mulai dari krisis harga diri, ekonomi, hingga terhambatnya
pendidikan anak-anak”.
Untuk merespon persoalan di atas pada hari sabtu, 30 Juli 2011 Walikota Pariaman
meresmikan pelaksanaan “Kursus Pra-Nikah” dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tim
pelaksana kegiatan sekaligus sebagai pengurus harian di BP4 kota Pariaman. Keputusan
Walikota ini menindaklanjuti Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Departemen Agama RI Nomor: Dj.II/491 Tahun 2009 tentang “Kursus Calon Pengantin”
sekaligus memperkuat “Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 6 Tahun 2009 tentang
“Pandai Baca Al-Qur’an bagi Calon Pengantin”.
Pemerintah kota bersama jajaran dan tokoh masyarakat seperti alim ulama/MUI,
tokoh masyarakat seperti: ormas kepemudaan, ormas keislaman, lembaga adat dan semua3
stake holder melunching kegiatan tersebut. Pasca launching, BP4 kota Pariaman menyurati
Lurah, Kepala Desa, Camat dan Kepala KUA se-kota Pariaman untuk mensosialisasikan
kepada warga tentang pelaksanaan kursus pra nikah bagi CATIN yang akan melaksanakan
pernikahan. Pengurus harian BP4 Kota Pariaman melakukan aksi cepat tanggap dengan
mengeluarkan SK tim pelaksana kursus pra nikah Nomor: 015/BP.4-Prm/VIII/2011 tanggal
08 Agustus 2011. SK ini merinci tentang teknis pelaksanaan tugas instruktur kursus pra-nikah
memberikan pengajaran sesuai materi yang ditentukan dalam pelaksanaan kursus pra nikah
BP4 kota Pariaman.
Materi yang diberikan selama pelatihan adalah sebagai berikut: (1) Peraturan
perundang-undangan tentang rumah tangga, (2) Tata cara dan prosedur pencatatan nikah, (3)
problematika rumah tangga dan solusinya, (4) Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana,
(5) Hak dan kewajiban suami istri, (6) Pengetahuan agama, (7) Adat istiadat dalam
perkawinan dan rumah tangga, (8) Psikologi perkawinan dan keluarga, (9) Pemeliharaan
kesehatan keluarga dan lingkungan, (10) Pembinaan ekonomi keluarga, (11) Bimbingan baca
tulis Al-Qur’an, (12) Praktek ibadah, (13) Tata cara pelaksanaan nikah. Materi ini mengacu
kepada Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Islam Departemen Agama RI tentang kursus
calon pengantin tahun 2009 Bab III pasal 3.
Semua materi yang ditawarkan dalam kursus pra nikah ini narasumbernya diundang
dari berbagai unsur sesuai dengan komptensi keahliannya masing-masing. Diantaranya adalah
dari KEMENAG provinsi Sumatera Barat dan kota Pariaman, IAIN Bukittinggi, Pengadilan
Agama Pariaman, Dinas Kesehatan, MUI, BP2KB, LKAM, BAZ, LPPTQ, Ormas
Keagamaan se-Kota Pariaman, dan unsur-unsur lainnya yang terkait. Kegiatan ini
dilaksanakan selama 3 hari, yakni pada hari jum’at, sabtu dan minggu, artinya pelaksanaan
kegiatan ini dirancang pada waktu libur jam pegawai agar tidak mengganggu kinerja peserta
kursus yang akan mengikuti kegiatan ini. (Afrinaldi, dkk: 2013).
Karena kegiatan ini tidak mendapatkan pembiayaan dari Pemerintah pusat/daerah
untuk pelaksanaan kursus pra-nikah ini, maka BP4 kota Pariaman mengambil inisiatif dengan
memungut biaya pendidikan Rp. 200.000,- / orang. Penggunan dana untuk kegiatan
operasional seperti sewa gedung, ATK, modul, sertifikat, snack, honor pemateri dan lain-lain.
Sedangkan bagi peserta CATIN yang tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan
tidak mampu dari Lurah/Desa tidak dipungut biaya sama sekali tapi tidak mendapatkan
fasilitas kecuali sertifikat. Mengingat kegiatan ini dipungut biaya bagi yang mampu, maka
semangat dan motivasi warga kota Pariaman mengikuti kursus pra-nikah ini mulai mendua,4
alasan srategis adalah persoalan ekonomi dan administratif. Sehingga berimplikasi terhadap
kelancaran pelaksanaan kursus pra-nikah di BP4 kota Pariaman.
Kegiatan BP4 kota Pariaman yang kreatif dan inovatif ini ternyata tidak sepenuhnya
mendapat dukungan moril dari masyarakat, kehadiran BP4 bahkan dianggap sebagai langkah
mempersulit pelaksanaan keberlangsungan pernikahan. Hal ini tentu saja menguntungkan
bagi warga masyarakat yang kontra dengan keberadaan BP4, mereka ini mencoba
membalikkan fakta dengan mengadu domba masyarakat awam untuk tidak perlu mengikuti
pelatihan kursus pra-nikah, sebahagian ada yang terpengaruh kemudian tidak mau mengikuti
dengan dalih bekerja, tidak ada waktu yang pas, masih dirantau dan lain sebagainya.
Dari segelintir orang yang mencoba menghalangi, menggagalkan rencana pelatihan,
merusak pencitraan terhadap BP4, menghasut untuk tidak perlu mengikuti dan lain
sebagainya, tapi banyak juga yang menyatakan dukungan morilnya dengan tetap konsisten
agar pelatihan kursus pra-nikah tetap dilaksanakan sekalipun ada yang mempersoalkan.
Kelompok yang membrikan dukungan ini juga merasakan faedah dan manfaat dari
pelaksanaan pelatihan kursus pra-nikah walaupun harus mengeluarkan biaya dari saku peserta
sendiri. Mereka ini pada umumnya adalah orang yang terdidik, kaum intektual, orang
terpelajar, mengerti agama dan adat istiadat di masyarakat, sehingga mereka merasakan
faedahnya setelah menjalani kehidupan berkeluarga.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini dengan judul “Analisis Pengaruh Inflasi, BI Rate, dan Kurs Terhadap Harga Saham Lembaga Keuangan Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2024”. Yang ditulis oleh Syafnita Monica dengan NIM 3322103 Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia yang semakin pesat mendorong meningkatnya aktivitas investasi di pasar modal syariah. Pergerakan harga saham lembaga keuangan syariah tidak terlepas dari pengaruh kondisi makroekonomi, khususnya inflasi, BI Rate, dan nilai tukar (kurs), yang berpotensi memengaruhi keputusan investor serta stabilitas pasar modal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, BI Rate, dan kurs terhadap harga saham lembaga keuangan syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019– 2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, dan sumber resmi lainnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang didukung dengan uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi dan BI Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham lembaga keuangan syariah, sedangkan kurs berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sementara itu, secara simultan inflasi, BI Rate, dan kurs terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham lembaga keuangan syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini atas nama Amelia Rolis dengan NIM 2421103 yang berjudul
“Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Diskursus Multy
Reprecentacy Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 1 Rao Selatan”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas
VIII SMP Negeri 1 Rao Selatan yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis
siswa masih rendah, pembelajaran masih berpusat pada guru, dan model
pembelajaran yang digunakan guru belum efektif dalam pembelajaran. Hal ini
diduga oleh model pembelajaran yang belum mampu dalam meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Salah satu cara untuk mengatasi
masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Diskursus Multy
Reprecentacy. Tujuan utama model ini adalah untuk memecahkan suatu
permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan
model pembelajaran Diskursus Multy Reprecentacy terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rao Selatan.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan rancangan
penelitian The Static Grup Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rao Selatan. Pengambilan sampel
dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas,
homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian
ini adalah siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.3
sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan
pemecahan masalah matematis berupa tes uraian. Data yang diperoleh dengan
menggunakan analisis statistic uji-t. Dimana data tersebut yang sebelumnya telah
diuji normalitas dan homogenitas.
Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa dengan uji-t diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,770 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1,671 dan
menggunakan Software Minitab diperoleh 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 0,004, karena 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙
Serta 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝑎 = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
Diskursus Multy Reprecentacy berpengaruh signifikan terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rao Selatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini disusun oleh Shinta Andrianti, Nim: 2121252. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. skripsi ini berjududl “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISKURSUS MULTY REPRECENTACY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs N 6 AGAM” Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terdapat di kelas VIII MTs N 6 Agam yaitu kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa karena proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Diantaranya Kesulitan siswa dalam memahami makna atau arti dari materi yang dipelajari dan Kesulitan siswa dalam memecahkan permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalah tersebut menggunakan model Diskursus Multy Reprecentacy. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh Model Pembelajaran Diskursus Multy Reprecentacy Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Mts N 6 Agam. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian Pretes Postest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTS N 6 Agam. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.7 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.8 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir Kritis berupa tes essay, dengan teknik analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis data tes kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan Paired Samples T-Test yang menunjukkan nilai signifikansi (p-value) .000. nilai ini jauh lebih kecil dari 0,05, yang menjadi dasar kuat untuk menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha) bahwa ada pengaruh signifikan. Kemudian uji Indepent Samples T-Test juga memperkuat kesimpulan ini dimana hasil 0,018 > 0,05 maka dinyatakan terdapat pengaruh pengunaan model Diskursus Multy Reprecentacy Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis siswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Diskursus Multy Reprecentary (DMR) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2024/2025 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di Kelas VII SMP Negeri 3 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2024/2025 . Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan yaitu dalam pembelajaran guru masih menggunakan pembelajaran konvensional dalam menyampaikan materi, tidak adanya sistem belajar kelompok atau diskusi dan kemampuan komunikasi matematis siswa juga masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Diskursus Multy Reprecentary (DMR) dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe Diskursus Multy Reprecentary (DMR) Berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswapada kelas VII SMP Negeri 3 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2024/2025. Hipotesis pada penelitian ini adalah “Model pembelajaran kooperatif tipe Diskursus Multy Reprecentary (DMR) berpengaruh secara signifikan terhadap Kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 3 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Ampek Angkek tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas VII.3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII.1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis berupa tes uraian. Data di olah dengan menggunakan analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data tes kemampuan komunikasi matematis siswa dihitung dengan uji-t di peroleh 𝑡𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 5,14 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1,67, karena 𝑡𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , artinya tolak 𝐻𝑂 dan terima 𝐻1 . Sedangkan dengan menggunakan Software Minitab diperoleh 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 0,000, 𝛼=0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatitf Tipe Diskursus Multy Reprecentary (DMR) lebih baik dari pada pembelajaran Konvensional di kelas VII SMP Negeri 3 Ampek Angkek Tahun Ajaran 2024/2025.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa di kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi, berdasarkan hasil observasi dan analisis rendahnya hasil belajar matematika siswa. Diduga hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan model yang diterapkan belum bervariasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe DMR. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe DMR lebih tinggi dari pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The Static Group Comparison Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi yang berjumlah 9 kelas. Pengambilan sampel ditentukan secara acak terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata pada data populasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII D kelas eksperimen dan siswa kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika. Data diolah menggunakan analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data tes hasil belajar matematika siswa diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,34 > 1,67 = 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Karena 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka 𝐻0 ditolak. Hasil ini diperkuat juga oleh perhitungan menggunakan software minitab, diperoleh 𝑃−𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 0,012 0,05 = 𝛼. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Diskursus Multy Reprecentacy (DMR) lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 4 Bukittinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui apakah Kurs dan Jumlah Uang beredar berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham Syariah pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2020-2023.Untuk mengetahui apakah Kurs dan Jumlah uang beredar berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham syariah pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2020-2023. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif asosiatif. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder sebanyak 16 lembaga keuangan dengan data 64 selama tahun 2020-2023.Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas data ,uji homogenitas dan Linearitas,uji asumsi klasik terdiri dari uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda,uji t,uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurs tidak memiliki pengaruh signifikan sebesar sig (0,494) > α (0,05) maka H1 ditolak hal ini di perkuat oleh penelitian Seraguh yang menyatakan kurs tidak berpengaruh terhadap harga saham syariah.Jumlah Uang Beredar tidak memiliki pengaruh signifikan sebesar 0,616 > 0,05 Maka H2 ditolak hal ini di perkuat oleh penelitian setiawan yang menyatakan jumlah uang beredar tidak berpengaruh terhadap harga saham.Sedangkan secara simultan diperoleh nilai F hitung 0,319 F tabel 3,15 dan signifikan sebesar 0,871 > 0,05. Maka Dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak.Jadi secara garis besar dari hasil penelitian Kurs dan jumlah uang Beredar secara persial atau simultan tidak berpengaruh terhadap harga saham syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta islamic index periode 2020-2023 Kata Kunci : Kurs, Jumlah Uang Beredar, Harga Saham Syariah,Jakarta Islamic Index(JII)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Melati Idaman Hati. Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dibawah bimbingan Ibu Tartila Devy SE., M.Ak dengan Judul Pengaruh Kurs dan Inflasi Terhadap Perdagangan Internasional di Sumatera Barat Tahun 1992-2022. Kurs dan Inflasi diyakini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Perdagangan Internasional di Sumatera Barat Tahun 1992-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Kurs dan Inflasi terhadap Perdagangan Internasional di Sumatera Barat Tahun1992-2022. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data terkait Kurs, Inflasi dan Perdagangan Internasional di Sumatera Barat pada tahun 1992-2022 dengan data tahunan. Kemudian dilakukan metode alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Regresi Linear Berganda dengan uji model (Uji Autokorelasi, Uji Multikolinearitas, Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas) dan uji hipotesis yaitu Uji Parsial (uji-t) dan Uji Simultan (uji-f), Uji Koefisien Determinasi (𝑅2). Untuk menganalisis menggunakan software SPSS.landasan teori yang digunakan adalah ekonomi makro dan ekonomi publik. Hasil peneltian ini menjelaskan terkait Kurs (X1) terhadap perdagangan internasional (Y) memiliki pengaruh yang signifikan sebesar Sig.0,000 α 0,05 hal ini Kemudian terkait Inflasi (X2) terhadap perdagangan internasional (Y) tidak memiliki pengaruh yang signifikan tsebesar Sig. 0.228 > α 0.05. Secara simultan variabel independen pada peneltian ini berpengaruh signifkan terhadap perdagangan internasional di Sumatera Barat tahun 1992-2022 diperoleh Sig. 0.000 α 0.05. Diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0.476 yang berarti kontribusi Kurs (X1) dan Inflasi (X2) terhadap Perdagangan Internasional (Y) di Sumatera Barat tahun 1992-2022 yaitu 47% sedangkan sisanya 52,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Kursus Calon Pengantin Setelah Akad Nikah Dalam Perspektif KMA No. 477 Tahun 2004 (Studi Kasus Di Kua Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota)”, yang ditulis oleh Yolanda Awpee, NIM 1118.039, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya pelaksanaan kursus calon pengantin yang waktu pelaksanaannnya tidak sesuai dengan KMA No. 477 Tahun 2004. Pada dasarnya kursus calon pengantin dilaksanakan sebelum akad nikah, namu masih ada beberapa calon pengantin yang melaksanakan kursus calon pengantin setelah akad nikah. Berdasarkan hal ini, maka penulis ingin mengetahui secara utuh proses pelaksanaan kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan pandangan KMA No. 477 Tahun 2004 terhadap pelaksanaan kursus calon pengantin setelah akad nikah. Penelitian ini menggunakan metode wawancara langsung di lapangan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah pegawai KUA Kecamatan Pangkalan Koto baru, sedangkan untuk sumber data sekunder adalah Peraturan Perundang-Undangan terkait kursus calon pengantin dan buku-buku tentang kursus calon pengantin. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu apa adanya dalam bentuk studi kasus yang bercorak kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan dapat ditemukan bahwa kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Pangkalan Koto Baru sudah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal, karena dalam proses pelaksanaannya, materi yang disampaikan dalam kursus calon pengantin dan jam pembelajarannya tidak sesuai dengan peraturan yang ada dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. DJ.II/491 Tahun 2009 Tentang Kursus Calon Pengantin, selain itu pelaksanaan kursus calon pengantin juga ada yang dilaksanakan setelah akad nikah. Pelaksanaan kursus calon pengantin setelah akad nikah di KUA Kecamatan Pangkalan Koto Baru tidak sesuai dengan peraturan yang ada dalam KMA No. 477 Tahun 2004, karena pada dasarnya kursus calon pengantin itu dilaksanakan sebelum akad nikah, yaitu memanfaatkan waktu 10 hari sebelum penghulu meluluskan akad nikah. kursus calon pengantin setelah akad nikah di KUA Kecamatan Pangkalan Koto Baru terjadi karena jadwal cuti calon pengantin yang tidak sesuai dengan jadwal pelaksanaan kursus calon pengantin yang telah ditetapkan oleh KUA. Bagi calon pengantin yang melaksanakan kursus calon pengantin setelah akad nikah akan diberikan sanksi administratif dari KUA yaitu buku nikahnya ditahan hingga mereka melaksanakan kursus calon pengantin. KMA No. 477 Tahun 2004 mengatur pelaksanaan kursus calon pengantin harus sebelum akad nikah agar pasangan calon pengantin memiliki ilmu dalam melangsungkan kehidupan rumah tangganya nanti.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini atas nama Vivironika, NIM. 4317046, Yang berjudul “Strategi Komunikasi Penghulu Kantor Urusan Agama Pada Pelaksanaan Kursus Calon Pengantin di Kecamatan Palembayan, Kab.Agam.”Maksud judul ini adalah penelitian yang menjabarkan bagaimana strategi komunikasi penghulu kantor urusan agama dalam memberikan kursus calon pengantin. Penelitian ini dilatarbelakangi melihat adanya kedapatan catin yang berbeda karena banyak diantara calon pengantin yang masih belum paham akan seluk beluk didalam pernikahan itu sendiri dari mulai hak dan kewajiban suami istri di dalam rumah tangga dan bahkan do’a untuk melakukan hubungan biologis serta do’a bersuci pun mereka banyak yang tidak mengetahui, kurangnya pemahaman sicatin dalam mengatasi konflik-konflik keluarga yang muncul pada bahtera keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini, penulis menggambarkan strategi komunikasi penghulu kantor urusan agama pada pelaksanaan kursus calon pengantin di Kecamatan Palembayan, Kab.agam. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informan yang berkaitan dengan strategi komunikasi penghulu kantor urusan agama pada pelaksanaan kursus calon pengantin. Hasil penelitian yakni strategi komunikasi penghulu kantor urusan agama pada pelaksanaan kursus calon pengantin di Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam yang terdiri dari, pertama, memilih dan menetapkan komunikator yaitu menjadi penghulu merupakan tugas dari atasan yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan. Mengenali sasaran dengan melakukan pemeriksaan data secara administratif terlebih dahulu, pengkajian tujuan pesan dengan menggunakan bahasa verbal dan nonverbal dan pemilihan media komunikasi menggunakan media sesuai dengan yang dibutuhkan. Kedua, hambatan strategi komunikasi yaitu gangguan teknis, handphone catin berbunyi ketika sedang menyampaikan materi, gangguan semantik yaitu adanya beberapa bahasa istilah yang tidak di mengeri catin, gangguan fisik yaitu adanya catin yang terlambat karena jarak dan wilayah yang berbeda, rintanagn status tidak menjadikan hal yang signifikan, rintangan kerangka berfikir yaitu penghulu harus mengulang-ulang materi yang disampaikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Renoldi (3316305). “Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah (Kurs), dan Sertifikat Bank Indonesia Syari’ah (SBIS) terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Syari’ah tahun 2015-2019”. Skripsi , Kosentrasi Perbankan Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri 2020. Di bawah Bimbingan H. Raymond Dantes Lc, MA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan Pasar Modal Syari’ah yang cukup dinamis. Dalam perkembangan telah hadir reksadana syari’ah dimana bertujuan untuk menganalisis pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah (Kurs) dan Sertifikat Bank Indonesia Syari’ah (SBIS) terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Syari’ah. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan data sekunder yang berupa data time series dengan rentan waktu lima tahun mulai tahun 2015 hingga 2019. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linear berganda.Data diolah menggunakan software SPSS versi 17, pengujian dilakukan terdiri dari pengujian kualitas data, pengujian asumsi klasik, dan pengujian hypotesis. . Berdasarkan analisis regresi linear berganda nilai persamaan Regresi sebagai berikut Y= 27.722 + 0,289X1 + 0,215X2 + 0,815X3. Di uji dengan menggunakan Uji f menunjukkan bahwa Inflasi, Kurs dan SBIS secara simultan berpengaruh terhadap NAB Reksadan Syari’ah dengan nilai Sig 0,042 dari 0,05 dan nilai F hitung > F tabel (311,830 > 2,420). Sedangkan pengujian menggunakan Uji T menunjukkan bahwa secara parsial Kurs tidak berpengaruh terhadap NAB Reksadana Syari’ah dengan nilai Sig 0,173 > 0,05 dan nilai t hitung > t tabel (3.599 > 2.01505). SBIS berpengaruh negatif terhadap NAB Reksadana Syari’ah dengan nilai Sig 0,272 > 0,05 dan nilai t hitung t tabel (-2.196 2.01505). Inflasi berpengaruh positif terhadap NAB Reksadan Syari’ah dengan nilai Sig 0,030 0,05 dan nilai t hitung > t tabel (20.959 > 2.01505).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Analisis Pengaruh Bagi Hasil, Kurs, dan Inflasi Terhadap Penghimpunan Deposito Mudharabah (Studi Kasus: Bank Muamalat Indonesia periode 2012-2019).” Disusun oleh Ria Eka Putri Nim 3316.261, Program Studi S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, atas bimbingan Pak Jon Kenedi, SE.,MM. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh Bagi Hasil, Kurs, dan Inflasi Terhadap Penghimpunan Deposito Mudharabah pada Bank Muamalat Indonesia periode 2012-2019. Metode analisis penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan korelasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk laporan keuangan yang dipublikasikan oleh PT. Bank Muamalat Indonesia yang diambil melalui www.bankmuamalat.co.id. Data yang sudah ada diolah menggunakan Software IBM SPSS Statistics 22.0. Hasil penelitian menyatakan bahwa Bagi Hasil, Kurs, dan Inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap deposito mudharabahpada Bank Muamalat Indonesia yang mempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 dimana nilai sig. ini lebih kecil dari 0,05 dengan Fhitung sebesar 11,636 sedangkan Ftabel sebesar 2,94668 jadi Fhitung > Ftabel. Secara parsial Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap deposito mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia dengan nilai sig. 0,581 dimana nilai signifikan ini lebih besar dari 0,05 dengan thitung sebesar 0,558 dan ttabel sebesar 1,6955. Kurs secara parsial berpengaruh siginifikan terhadap deposito mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia dengan nilai sig. sebesar 0,000. Dimana nilai signifikan ini lebih kecil dari 0,05 dengan thitung sebesar 5,576 dan ttabel sebesar 1,6955. Sementara secara parsial Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap deposito mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia dengan nilai sig. sebesar 0,086. Dimana nilai signifikan ini lebih besar dari 0,05 dengan thitung 1,780 sedangkan ttabel sebesar 1,6955. Berdasarkan nilai R Square dimana bagi hasil, kurs, dan inflasi berpengaruh sebesar 0,564 atau 56,4% terhadap deposito mudharabah dan 43,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Muhammad Anwar Khairi, NIM 3315.335, dengan judul skripsi : “Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Non Performing Finangcing Pada Bank BNI Syariah”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan S1 Perbankan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi tahun akademik 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya hal-hal yang mempengaruhi pembiayaan-pembiayaan yang di salurkan oleh Bank kepada nasabahnya, menjadi bermasalah (pembiayaan macet / NPF) pada Bank-bank di Indonesia yang menyebabkan penurunan pendapatan dan adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Inflasi,BI Rate dan Kurs terhadap NPF (Non Performing Financing) pada Bank BNI Syariah. Dalam pembahasan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah Peningkatan NPF yang yang besar terjadi pada tahun 2015 sedangkat tingkat inflasi menurun, penetapan suku bunga bank yang tidak dapat di prediksi oleh nasabah dan semakin melemahnya nilai mata uang rupiah. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah dokumentasi, berupa laporan keuangan Bank BNI Syariah tahun 2010-2018. Teknik pengolahan dan analisis data yang peneliti gunakan melalui uji regresi linear berganda, koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji T dan uji F. Dimana menggambarkan analisis pengaruh Inflasi, BI Rate dan Kurs terhadap NPF (Non Performing Financing) pada Bank BNI Syariah. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS VERSI 24 dihasilkan analisis output menggunakan uji t test yaitu dengan variabel Inflasi yang memiliki thitung sebesar -1,806 dengan taraf signifikan 0,131 (13,1%) di atas taraf signifikan 0,05 (5%). Maka H01diterima dan Ha1di tolak, jadi dapat disimpulkan bahwa “Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF PT. Bank BNI Syariah.” Selanjutnya variabel BI Rate memiliki t hitung yang bernilai 0,023 dengan taraf signifikan 0,983 (98,3%) di atas taraf signifikansi 0,05 (5%). Maka dapat disimpulkan bahwa H02 diterima dan Ha2ditolak artinya “BI Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF PT. Bank BNI Syariah.” Dan variabel Kurs memiliki t hitung yang bernilai -2,721 dengan taraf signifikan 0,042 (4,2%) di atas taraf signifikansi 0,05 (5%). Maka dapat disimpulkan bahwa H03 ditolak dan Ha3 diterima artinya “Kurs berpengaruh signifikan terhadap NPF PT. Bank BNI Syariah.” Kemudian dengan pengujian secara simultan dengan menggunakan uji F, didapat output Fhitung sebesar 3,467 dengan taraf signifikansi 0,107, di atas nilai signifikan 0,05. Dengan demikian dinyatakan bahwa H03 diterima dan Ha3 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan “Inflasi, BI Rate dan Kurstidak berpengaruh signifikan terhadap NPF pada PT. Bank BNI Syariah.”
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Kursus Calon Pengantin (suscatin) Pada KUA Di Kota Bukittinggi”. Skripsi ini ditulis oleh Sarpi Rosmadi, Nim. 1114. 054, Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi. Maksud dari judul ini secara keseluruhan adalah untuk mengetahuai bagaimana pelaksanaan kursus calon pengantin yang ada di Kantor Urusan Agama Kota Bukittinggi. Faktor utama yang memotivasi penulis memilih judul ini adalah setiap calon pengantin muslim yang akan melangsungkan pernikahan harus mengikuti kursus calon pengantin. Oleh karena itu, pembahasan dalam skripsi ini difokuskan kepada pelaksanaan kursus calon pengantin (suscatin) di Kantor Urusan Agama Kota Bukittinggi. Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini penulis lakukan di Kantor Urusan Agama di Kota Bukittinggi dan Informan dalam penelitian adalah Kepala Kantor Urusan Agama, Penyuluh Agama, dan Penghulu. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi. Sedangkan didalam teknik analisa data, digunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan apa yang terjadi dilapangan secara sistematis. Hasil penelitian yang penulis lakukan, penulis dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan kursus calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kota Bukittinggi yaitu,KUAMandi Angin Koto Selayan (MKS), KUA Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB),dan KUA Guguk Panjang.Dalam pelaksanaan Suscatin yang penulis temukan dilapangan pertama calon pengantin mendaftarkan diri ke KUA 10 hari kerja sebelum akad nikah, setelah mendaftarkan diri maka data-data yang ada divalidasi, diperiksa apakah masih ada data-data yang kekurangan syarat, baik itu hubungan pengantin apakah ada halangan atau tidak, dan bagaimana kedudukan wali apakah memenuhi syarat apa tidak. Begitu juga kecocokan data-data baik itu nama yang ada di KTP, Ijazah, maupun akta kelahiran. Setelah data-data tersebut sesuai dan memenuhi syarat barulah dilaksanakan kursus calon pengantin. Akan tetapi dari segi materi yang disampaikan pada masing-masing KUA terdapat beberapa perbedaan antara lain, materi tentang kesehatan reproduksi dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).