ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tesis ini berjudul “Pengaruh Tingkat Investasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Surat Berharga Negara (SBN) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan Jumlah Uang Beredar sebagai Variabel Moderasi”, NIM 30123003, Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Riset ini dilatarbelakangi oleh peran penting SBSN dan SBN sebagai instrumen pembiayaan pembangunan nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, pengelolaan jumlah uang beredar menjadi faktor penting dalam memperkuat efektivitas kedua instrumen tersebut. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah: bagaimana pengaruh SBSN terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia? Bagaimana pengaruh SBN terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia? Bagaimana peran jumlah uang beredar dalam memperkuat atau memperlemah pengaruh SBSN terhadap pertumbuhan ekonomi? Bagaimana peran jumlah uang beredar dalam memperkuat atau memperlemah pengaruh SBN terhadap pertumbuhan ekonomi? Bagaimana tinjauan ekonomi Islam terhadap keterkaitan SBSN, SBN, jumlah uang beredar, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia?. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Teknik analisis data yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA), dengan data sekunder periode 2019–2024 yang diperoleh dari OJK, Bank Indonesia, BEI, dan BPS. Variabel independen dalam penelitian ini adalah SBSN dan SBN, variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi, serta variabel moderasi adalah jumlah uang beredar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBSN dan SBN memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jumlah uang beredar terbukti memoderasi pengaruh SBSN terhadap pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat hubungan tersebut. Namun, jumlah uang beredar tidak memoderasi pengaruh SBN terhadap pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Dalam perspektif ekonomi Islam, SBSN sejalan dengan prinsip syariah karena bebas dari unsur riba dan mendukung pembangunan berkelanjutan, sedangkan SBN masih mengandung unsur bunga sehingga tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip maqashid syariah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan instrumen keuangan syariah serta mendukung kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia. Kata Kunci: Surat Berharga Syariah Negara, Surat Berharga Negara, jumlah uang beredar, pertumbuhan ekonomi, ekonomi Islam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ini berjudul “Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia: Pendekatan Model Vector Autoregression (VAR)”, Disusun oleh Widia Natasya NIM 30123012, Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Riset ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan signifikan industri perbankan syariah di Indonesia dalam satu dekade terakhir, namun belum diiringi dengan efektivitas transmisi kebijakan moneter secara optimal. Sistem keuangan syariah yang menolak bunga (riba) menghadirkan tantangan tersendiri bagi otoritas moneter untuk memastikan tercapainya stabilitas dan pertumbuhan melalui instrumen yang sesuai prinsip syariah. Permasalahan ini menjadi relevan untuk dikaji, mengingat pentingnya kehadiran kanal transmisi moneter yang sesuai karakteristik keuangan syariah. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah: seberapa besar pengaruh kebijakan moneter terhadap pertumbuhan perbankan syariah? Bagaimana hubungan antara BI Rate dan jumlah uang beredar terhadap pembiayaan syariah? Instrumen mana yang paling dominan dalam memengaruhi pembiayaan syariah? Serta, bagaimana strategi kebijakan moneter yang dapat mendukung pertumbuhan industri perbankan syariah di masa depan? Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dianalisis menggunakan software EViews 19 dengan menggunakan pendekatan model Vector Autoregression (VAR) dan pengembangannya melalui Vector Error Correction Model (VECM). Data yang digunakan bersifat sekunder dalam bentuk deret waktu bulanan selama periode Januari 2018 hingga Desember 2024, bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kebijakan moneter diproksikan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), dan jumlah uang beredar (M2), serta pembiayaan syariah sebagai proksi pertumbuhan perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar (M2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan syariah, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Sebaliknya, BI Rate tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan syariah. Analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa shock terhadap M2 memberikan respon positif terhadap pembiayaan, serta variabilitas pembiayaan lebih banyak dijelaskan oleh M2 dibandingkan BI Rate. Hal ini membuktikan bahwa kanal transmisi moneter yang efektif dalam konteks keuangan syariah adalah melalui instrumen berbasis likuiditas, bukan suku bunga. Oleh karena itu, strategi penguatan kebijakan moneter ke depan perlu difokuskan pada pengembangan instrumen likuiditas syariah seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan pasar uang antar bank syariah (PUAS).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui apakah Kurs dan Jumlah Uang beredar berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham Syariah pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2020-2023.Untuk mengetahui apakah Kurs dan Jumlah uang beredar berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham syariah pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2020-2023. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif asosiatif. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder sebanyak 16 lembaga keuangan dengan data 64 selama tahun 2020-2023.Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas data ,uji homogenitas dan Linearitas,uji asumsi klasik terdiri dari uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda,uji t,uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurs tidak memiliki pengaruh signifikan sebesar sig (0,494) > α (0,05) maka H1 ditolak hal ini di perkuat oleh penelitian Seraguh yang menyatakan kurs tidak berpengaruh terhadap harga saham syariah.Jumlah Uang Beredar tidak memiliki pengaruh signifikan sebesar 0,616 > 0,05 Maka H2 ditolak hal ini di perkuat oleh penelitian setiawan yang menyatakan jumlah uang beredar tidak berpengaruh terhadap harga saham.Sedangkan secara simultan diperoleh nilai F hitung 0,319 F tabel 3,15 dan signifikan sebesar 0,871 > 0,05. Maka Dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak.Jadi secara garis besar dari hasil penelitian Kurs dan jumlah uang Beredar secara persial atau simultan tidak berpengaruh terhadap harga saham syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta islamic index periode 2020-2023 Kata Kunci : Kurs, Jumlah Uang Beredar, Harga Saham Syariah,Jakarta Islamic Index(JII)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul”Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Tingkat Inflasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Perpekstif Islam Tahun 1992-2021”ditulis oleh Yoga Ardiansyah Dengan NIM 3219081,Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi (UIN Bukittinggi). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah jumlah uang beredar berpengaruh terhadap tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Jenis penelitian ini mengunnakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder pada BPS sebagai data penelitian yang diambil 30 tahun terakhir dari tahun 1992-2021. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap tingkat inflasi maupun pertumbuhan ekonomi yang mana hal ini sesuai dengan uji t yang sudah dilakukan. Yang mana untuk jumlah uang beredar terhadap tingkat inflasi memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,005 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Sedangkan untuk signifikansi t terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,000 yang mana mengindikasikan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu untuk melihat besarnya pengaruh yang diberikan oleh variabel jumlah uang beredar terhadap tingkat inflasi maupun pertumbuhan ekonomi maka dilihat pada tabel R2 dimana nilai R Square jumlah uang beredar terhadap tingkat inflasi yaitu 0,250 yang berarti jumlah uang beredar berpengaruh sebesar 25% terhadap tingkat inflasi dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan untuk besarnya pengaruh jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan terlihat pada tabel R Square yaitu sebesar 0,993 yang berarti jumlah uang beredar berpengaruh sebesar 99,3% terhadap pertumbuhan ekonomi dan sisanya dipengaruhi faktor lain.