Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia: Pendekatan Model Vector Autoregression (VAR)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ekonomi Syariah•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Tesis ini berjudul “Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia: Pendekatan Model Vector Autoregression (VAR)”, Disusun oleh Widia Natasya NIM 30123012, Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Riset ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan signifikan industri perbankan syariah di Indonesia dalam satu dekade terakhir, namun belum diiringi dengan efektivitas transmisi kebijakan moneter secara optimal. Sistem keuangan syariah yang menolak bunga (riba) menghadirkan tantangan tersendiri bagi otoritas moneter untuk memastikan tercapainya stabilitas dan pertumbuhan melalui instrumen yang sesuai prinsip syariah. Permasalahan ini menjadi relevan untuk dikaji, mengingat pentingnya kehadiran kanal transmisi moneter yang sesuai karakteristik keuangan syariah. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah: seberapa besar pengaruh kebijakan moneter terhadap pertumbuhan perbankan syariah? Bagaimana hubungan antara BI Rate dan jumlah uang beredar terhadap pembiayaan syariah? Instrumen mana yang paling dominan dalam memengaruhi pembiayaan syariah? Serta, bagaimana strategi kebijakan moneter yang dapat mendukung pertumbuhan industri perbankan syariah di masa depan? Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dianalisis menggunakan software EViews 19 dengan menggunakan pendekatan model Vector Autoregression (VAR) dan pengembangannya melalui Vector Error Correction Model (VECM). Data yang digunakan bersifat sekunder dalam bentuk deret waktu bulanan selama periode Januari 2018 hingga Desember 2024, bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kebijakan moneter diproksikan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), dan jumlah uang beredar (M2), serta pembiayaan syariah sebagai proksi pertumbuhan perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar (M2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan syariah, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Sebaliknya, BI Rate tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan syariah. Analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa shock terhadap M2 memberikan respon positif terhadap pembiayaan, serta variabilitas pembiayaan lebih banyak dijelaskan oleh M2 dibandingkan BI Rate. Hal ini membuktikan bahwa kanal transmisi moneter yang efektif dalam konteks keuangan syariah adalah melalui instrumen berbasis likuiditas, bukan suku bunga. Oleh karena itu, strategi penguatan kebijakan moneter ke depan perlu difokuskan pada pengembangan instrumen likuiditas syariah seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan pasar uang antar bank syariah (PUAS).

Kata kunci

kebijakan moneter, perbankan syariah, VAR, jumlah uang beredar, pembiayaan syariah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia: Pendekatan Model Vector Autoregression (VAR)2025 · oai:ais:skripsi:17963