ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ahmad Zacky, (2122530): “Implementasi Kartu Sakti sebagai Media Kontrol
Disiplin Ibadah Shalat Peserta Didik di MAN 1 Payakumbuh”. Program Studi
Pendidikan Agaman Islam (PAI). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN
Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang efektifnya pengawasan disiplin
ibadah shalat peserta didik yang masih dilakukan secara manual. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut, MAN 1 Payakumbuh menerapkan Kartu Sakti sebagai
media kontrol berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
implementasi Kartu Sakti sebagai media kontrol disiplin ibadah shalat peserta didik
di MAN 1 Payakumbuh serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui
kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data
dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kartu Sakti
dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
Program ini didukung oleh komitmen pihak madrasah, sarana dan prasarana yang
memadai, serta dukungan guru dan Tim Kesiswaan. Adapun faktor penghambatnya
meliputi gangguan jaringan internet dan peserta didik yang lupa membawa kartu.
Implementasi Kartu Sakti terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengawasan
disiplin ibadah shalat melalui sistem yang lebih terstruktur, objektif, dan berbasis
teknologi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini disusun oleh Daris Zufan Nim 2122339, dengan judul "Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Ibadah Shalat Siswa SDN 05 Tarok Dipo". Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilnu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemberian perhatian yang diberikan orang tua kepada siswa, dan masih terdapat peserta didik yang kedisiplinan ibadah shalatnya yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Ibadah Shalat Siswa SDN 05 Tarok Dipo. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif dengan kecendrungan data kuantitatif dan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk mengukur seberapa besar pengaruh suatu variabel bebas (independent) terhadap suatu variabel terikat (dependen) yang menggunakan perhitungan dengan program SPSS. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dan V yang berjumlah sebanyak 28 peserta didik, dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji pengaruh dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa nilai F hitung = 0,107 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,747 > 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel perhatian orang tua (X) terhadap variabel kedisiplinan ibadah shalat (Y) sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Adapun besar pengaruh variabel perhatian otang tua (X) terhadap variabel kedisiplinan ibadah shalat (Y) dilihat pada hasil uji model summary regresi linear sederhana yang menunjukkan nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) sebesar 0,034 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (perhatian orang tua) terhadap variabel terikat (kedisiplinan ibadah shalat) adalah sebesar 3,4%. Sedangkan 96,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sami’un Alim, Nim 2122404 Dengan judul Skripsi: Kedesiplinan Ibadah Sholat Berjemaah Pada Remaja Pengguna Game Online Di Jorong Tanah Galo Kecamatan Sanger Batang Hari Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap pola aktivitas remaja, termasuk meningkatnya intensitas penggunaan game online. Di satu sisi, game online menjadi sarana hiburan dan interaksi sosial, namun di sisi lain penggunaan yang tidak terkendali berpotensi memengaruhi pelaksanaan kewajiban keagamaan, terutama kedisiplinan dalam melaksanakan shalat berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedisiplinan shalat berjamaah remaja pengguna game online, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis implikasi penggunaan game online terhadap perilaku religius remaja di Jorong Tanah Galo, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online memengaruhi kedisiplinan sebagian remaja dalam melaksanakan shalat berjamaah. Pengaruh tersebut terlihat dari kecenderungan menunda pelaksanaan shalat, terlambat mengikuti jamaah, bahkan tidak hadir di masjid ketika permainan belum selesai. Penelitian juga menemukan bahwa rendahnya pengendalian diri, pengaruh teman sebaya, serta kurang optimalnya pengawasan orang tua menjadi faktor yang memperkuat perilaku tersebut. Meskipun demikian, remaja yang memperoleh pembinaan keluarga secara konsisten dan memiliki kesadaran religius yang baik tetap mampu menjaga kedisiplinan beribadah meskipun aktif menggunakan game online. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak game online terhadap perilaku religius tidak bersifat tunggal, tetapi dipengaruhi oleh interaksi antara faktor pribadi, keluarga, dan lingkungan social.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Optimalisasi penggunaan media audio visual dalam pembelajaran ibadah shalat fardhu pada peserta didik SMPN 3 Harau. Penggunaan media audio visual dinilai dapat meningkatkan pemahaman peserta didik secara kognitif, afektif, dan psikomotor, terutama dalam mempraktikkan gerakan shalat fardhu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual mampu meningkatkan minat dan perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran. Media ini juga membantu menyampaikan informasi secara lebih jelas dan terstruktur, sehingga peserta didik dapat memahami gerakan shalat secara lebih mendalam. Selain itu, peserta didik lebih aktif selama proses pembelajaran dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan yang menggunakan media audio visual. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi ibadah shalat fardhu. Penelitian ini merekomendasikan agar media audio visual digunakan secara lebih luas dan konsisten dalam pembelajaran untuk mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal serta meningkatkan interaksi antara guru dan peserta didik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “Pengaruh Pengawasan Guru PAI Terhadap Pelaksanaan Ibadah Shalat Berjamaah Siswa SMAN 1 Akabiluru ”, ditulis oleh Sarah Afifah (2119049) dibawah bimbingan bapak Dr. Wedra Aprison, M. Ag. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif bersifat korelasional. Adapun metode yang digunakan adalah metode korelasi product moment. Teknik pengumpulan data berupa sebaran angket utuk mendapatkan data dan fakta yang sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawasan guru PAI terhadap pelaksanaan ibadah shalat berjamaah siswa SMAN 1 Akabiluru. Dari hasil penelitian, pengawasan yang dilakukan guru diantaranya guru melakukan keteladanan pada siswa. Ini dibuktikan saat istirahat shalat berjamaah, guru mengajak siswa untuk melakukan ibadah shalat berjamaah bersama-sama. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengawasan guru PAI dengan pelaksanaan ibadah siswa SMAN 1 Akabiluru. Setelah dilakukan perhitungan dengan rumus, didapatkan hasil 0,94. Untuk mengetahui adanya pengaruh rhitung>rtabel. Ini membuktikan bahwa 0,94>0,2452 pada taraf 5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun besarnya pengaruh antara pengawasan guru PAI dengan pelaksanaan ibadah shalat berjamah adalah pada angka 88%. Hal ini berarti 88% pelaksanaan ibadah shalat berjamaah siswa disekolah dipengaruhi oleh pengawasan guru dan 12% lainnya dipengaruhi faktor lain.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini dengan judul “Pembelajaran Ibadah Shalat Bagi Anak Autis di SLB Autisma YPPA Bukittinggi” yang ditulis oleh Rafikah Al Azizi, NIM: 2118136. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Pembelajaran ibadah shalat sangat penting diberikan kepada anak autis, karena anak bukanlah anak yang dikategorikan hilang ingatan seperti yang banyak dituduhkan ke mereka. Dan tidak semua anak berkebutuhan khusus itu tidak mampu dalam menerima pembelajaran di sekolah, seperti sekolah yang peneliti temukan yaitu SLB Autisma YPPA Bukittinggi walaupun sekolah ini swasta milik yayasan namun mengukir prestasi sampai ketingkat nasional seperti lomba cipta komik strip, tak hanya itu pada pembelajaran pendidikan Agama Islam anak autis ini mampu menghafal surah Al-Qur’an dengan baik dan mampu mewarnai lukisan kaligrafi. Kemudian peneliti banyak mengambil nilai-nilai positif di sekolah ini terutama dalam bidang ibadah shalat mereka mampu melakukan ibadah shalat beserta gerakan dan bacaan-bacaan shalat dengan baik walaupun belum sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, peranan guru dalam menghadapi anak autis serta faktor penghambat dan pendukung anak autis dalam pembelajaran ibadah shalat karena jika diteliti secara mendalam tidak semua guru disana bukanlah tergolong guru tamatan sarjana pendidikan agama Islam tapi mampu dan berhasil menciptakan anak-anak yang mampu melakukan ibadah shalat dengan baik beserta gerakan dan bacaan-bacaan shalat dengan baik. Untuk mencapai tujuan diatas maka peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data peneliti lakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data, menyajikan data, melakukan verifikasi serta menarik kesimpulan. Menguji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi data yaitu membandingkan hasil data observasi dan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa: (1) pelaksanaan iabadh shalat anak autis di SLB Autisma YPPA bukittinggi terdiri dari tujuan pembelajaran, materi dan metode pembelajaran, media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. (2) peranan guru menghadapi anak autis dalam pembelajaran ibadah shalat yaitu memiliki ketegasan dan membimbing ibadah shalat anak autis, kemudian memiliki pengalaman mengajar hal ini sangat membantu dalam penanganganan anak autis. Dan guru melakukan bimbingan khusu kepada anak gangguan autis, mereka sangat membutuhkan pendektan yang khusus dari seorang guru.(3) faktor penghambat yang dialami anak autis yaitu masih sering tantrum dan memiliki keaktifan yang berlebihan kemudian faktor pendukungnya adalah keaktifan anak dalam ibadah shalat dan memiliki ingatan yang baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini atas nama RHADA OKTAVIANI, NIM 4317.002 yang berjudul “KOMUNIKASI PERSUASIF ORANG TUA DALAM MEMBIASAKAN IBADAH SHALAT ANAK DI JORONG LIMO KAMPUANG” pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Komunikasi sangat penting bagi manusia untuk berinteraksi antar sesamanya. Komunikasi juga dibutuhkan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak. Dalam mendidik dan membimbing anak orang tua menggunakan perkataan dan bahasa yang baik sehingga mudah di pahami oleh pikiran anak. Dalam membiasakan ibadah shalat anak tentunya dibutuhkan komunikasi persuasif orang tua untuk bimbingan, mengarahkan, dan ajakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak yang meninggalkan ibadah shalat di Jorong Limo Kampuang karena kurangnya komunikasi persuasif dan perhatian orang tua untuk mengajak anak mengerjakan ibadah shalat. Dan tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi persuasif orang tua serta hambatan komunikasi persuasif orang tua dalam membiasakan ibadah shalat anak. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitataif deskriptif. Serta lokasi penelitian adalah di Jorong Limo Kampuang, informan penelitian adalah orang tua yang menpunyai anak usia 7-12 tahun dan peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mendapatkan informasi Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni Komunikasi Persuasif Orang Tua Dalam Membiasakan Ibadah Shalat Anak di Jorong Limo Kampuang, yang terdiri dari, pertama: Komunikasi persuasif orang tua yang menanamkan kedisiplinan, dimana orang tua membiasakan ibadah shalat anak dengan cara mengajak secara baik, memukul, mengancam. kedua: Orang tua yang memberikan pemahaman, dimana dalam membiasakan ibadah shalat anak orang tua membimbing dan mengarahkan. ketiga: orang tua yang membebaskan dan mengikuti kemauan anak, dimana dalam membiasakan ibadah shalat anak orang tua tidak memaksa anak dan tidak juga membatasi. keempat: orang tua yang apatis,dimana dalam membiasakan ibadah shalat anak orang tua tidak terlalu peduli ketika anak tidak mengerjakan ibadah shalat. Hambatan Komunikasi persuasif orang tua dalam membiasakan ibadah shalat anak terdapat dua faktor penghambat, pertama: faktor internal, malas, lelah dan capek, kondisi jiwa masih labil, sulit bangun pagi. Kedua: faktor eksternal, kurangnya waktu orang tua untuk anak, lingkungan, teknologi (handphone, televisi). Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Orang Tua dan Anak, Ibadah Shalat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Banyaknya masalah yang terjadi dan semakin banyak stressor yang timbul, maka semakin meningkat pula stres pada remaja. Berkaitan hal ini, shalat dapat menjadi coping mechanism, yaitu perilaku ketika mengatasi masalah dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan coping stress seseorang serta mengetahui besaran hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan coping stress tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, karena bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau pengaruh antara dua variabel. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas X dan XI MIPA dengan jumlah sampel 60 siswa. Sampel yang diambil menggunakan teknik kuota sampling. Pengambilan data menggunakan instrument angket dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Nilai r hitung (Pearson Correlations) diketahui nilai r hitung untuk hubungan tingkat Religiusitas (X) dengan kemampuan Coping Stress (Y) adalah sebesar 0.479 r tabel df n-2 (60-2) 58 yaitu 0.254, maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan coping stress. Karena r hitung atau Pearson Correlations dalam analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa didapat hasil adanya korelasi yang positif antara tingkat religiusitas (ibadah shalat) dengan kemampuan coping stress siswa di SMAN 2 Payakumbuh. Para peneliti lain yang tertarik mengenai masalah ini disarankan untuk mengkaji kembali masalah ini dengan jangkauan yang lebih luas dan lebih cermat dalam mengendalikan variabel lain yang diperkirakan akan banyak berpengaruh dalam hasil penelitian kelak, sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan secara lebih luas lagi dengan melibatkan faktor-faktor yang lain, seperti jenis kelamin, tipe kepribadian, dan sebagainya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi atas nama Jumita Permata Sari, NIM 2117.151, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, dengan judul “Pembinaan Ibadah Shalat Bagi Anak Usia Dini Pada Masa New Normal di Jorong Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok”. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya larangan untuk melakukan kegiatan belajar di TPA pada masa new normal menyebabkan orang tua hanya bisa membina ibadah shalat anak dirumah saja, padahal tidak semua orang tua yang memiliki pemahaman dalam mengajarkan ibadah shalat kepada anak seperti yang anak dapatkan ketika belajar di TPA, sehingga dalam prosesnya orang tua mengalami beberapa masalah. Seperti beberapa orang tua tidak tegas ketika memerintahkan anaknya melaksanakan shalat sehingga anak menyepelekan hal tersebut, anak juga belum memiliki pengetahuan tentang syarat dan rukun shalat padahal pada umur ini lah anak sudah harus diajarkan mengenai hal tersebut sebelum ia diperintahkan untuk melaksanakan shalat. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode, hasil serta kendala orang tua dalam pembinaan ibadah shalat pada anak usia dini pada masa new normal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan megangkat data yang ada dilapangan, memaparkan dan menggambarkan keadaan serta fenomena yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan penelitian di Jorong Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, dengan informan utama yaitu orang tua serta anak usia dini dan informan pendukung anggota keluarga lainnya yang ada dalam keluarga informan utama seperti kakak atau nenek dari anak usia dini. Saat mengumpulkan data peneliti menggunakan tekni wawacara, observasi dan dokumentasi. Saat menganalisisnya peneliti melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dan untuk menjamin keabsahan peneliti menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan metode yang orang tua gunakan yaitu metode kebiasaan, metode keteladanan, dan metode nasehat. Rata-rata hasil dari pembinaan ini bisa dikatakan belum sempurna yaitu mengenai pemahaman anak tentang shalat tidak berhasil baik, dimana tidak semua anak tau bacaan shalat serta apa saja syarat dan rukun dari shalat sedangkan mengenai pelaksanaan shalat sendiri tidak semua anak memiliki inisitif sendiri, kebanyakan masih disuruh oleh orang tua nya. Kendala yang dihadapi saat pembinaan ibadah shalat yaitu anak terkadang merasa malas dan cenderung suka bermain game di hp hingga lupa waktu, kurangnya pemahaman orang tua dalam mengajari anak mengenai ibadah shalat saat di rumah, sibuknya orang tua bekerja pada siang hari sehingga tidak bisa memantau anak. Key word: Pembinaan Ibadah Shalat, Anak Usia Dini, New Normal
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Reza Pasma, NIM. 2117118, yang berjudul “Pembinaan Kedisiplinan Beribadah Anak di Panti Asuhan Amanah V Suku Canduang”. Maksud judul ini adalah Penelitian yang menjelaskan bagaimana pembinaan yang dilakukan Pengasuh di Panti Asuhan Amanah V Canduang dalam membina kedisiplinan ibadah shalat anak asuhya. Penelitian dilatarbelakangi bahwa sebagian anak asuh masih ada yang tidak melaksanakan shalat fardhu, beberapa anak masih lalai dan tidak tepat waktu dalam melaksanakan shalat fardhu,dan sebagian anak masih ada yang bolong-bolong dalam melaksakan ibadah shalat. Dari permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pembinaan yang bisa dilakukan oleh pengasuh dalam membina ibadah shalat fardhu anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yaitu mengambarkan sebuah fenomenayang terjadi sesuai dengan data yang ada di lapangan . peneliti melakukan penelitian di Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam, dengan informan kunci yaitu ibu Asuh dan informan pendukung Pengurus dan dan anak asuh panti. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artinya data yang muncul berupa data-data tertulis atau lisan dari orang atau prilaku yang diamati yang diproses melalui catatan, kemudian disusun dalam teks. Untuk menguji keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data. Dari penelitian yang telah diakukan ditarik kesimpulan bahwa pengasuh di Panti Asuhan Amanah V Suku Canduang sudah melakukan Pembinaan Kkedisiplinan Beribadah Shalat Fardhu diantaranya dengan cara Membuat aturan tentang disiplin ibadah, Memberikan sanksi atau hukuman,memberikan hadiah dan motivasi,mengawasi kedisiplinan anak, memberikan kesadaran akan pentingnya ibadah kepada anak. Kata Kunci : Pembinaan, Kedisiplinan, ibadah shalat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengawasan merupakan suatu tindakan yang sangat penting untuk dilakukan dalam memastikan suatu kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pengawasan pada hakikatnya pengganti evaluasi, dengan melakukan pengawasan terhadap shalat anak maka orang tua akan tahu apakah anak sudah melaksanakan shalat dengan baik dan tepat waktu atau belum. Jadi pengawasan yang dilakukan berupa dengan menerapkan kedisiplinan dalam pelaksanaan shalat lima waktu. Penelitian penulis lakukan bertempat di Jorong Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, informan pada penelitian ini ada dua yaitu, informan kunci orang tua yang mempunya anak SD usia 7-12 berjumlah 5 orang dan anak usia SD 7-12 berjumlah 5 orang tahun dan informan pendukung kepala Jorong berjumlah satu orang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orangtua, apa saja kendala yang dihadapi dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orangtua, dan bagaimana menanggulangi kendala yang dihadapi dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orang tua di Jorong Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat lapangan, ( Field research ) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dengan menggunakan teknik Snowbal Sampling. Hasil penelitian ditemukan (1). proses pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orang tua yang terdiri dari memberikan teladan dan mengajarkan tata cara shalat, namun tidak semua orang tua yang melakukan hal tersebut. (2) Kendala yang dihadapi dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orang tua berupa orang tusa sibuk dengan pekerjaan, anak sering membantah orangtua, kurangnya agama orangtua mengenai ibadah shalat dan orangtua yang membiarkan anaknya main Hp hingga lupa waktu. (3) Cara menanggulangi kendala dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orangtua yaitu dengan orang tua memberikan telan contoh yang baik terhadap anaknya, orangtua harus sadar akan tanggungjawabnya, orangtua harus pandai membagi waktu dan membatasi anak dalam penggunaan Hp.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Upaya Mamak Dalam Membimbing Ibadah Shalat Lima Waktu Kemenekan Di Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok”. yang disusun oleh Anisa Yusilafita, Nim 2117.123 pada Program studi Pendidikan agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan IAIN Bukittinggi. Upaya mamak adalah suatu usaha atau ikhtiar untuk memecahkan suatu persoalan yang dialami oleh kemenakan yang dilakukan oleh seorang mamak di Minangkabau. Mamak memiliki peranan yang sangat penting dalam membimbing kemenakannya termasuk dalam ibadah shalat lima waktunya sebagaiman pepatah mengatakan “ Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Dan ini juga didukung oleh Al-Quran, Hadis dan UU. Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan di Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok yaitu sebagian kemenakan masih ada yang tidak melaksanakan shalat lima waktu, beberapa kemenakan yang lalai dalam melaksanakan shalat lima waktu, sebagian kemenakan masih ada yang bolong-bolong dalam melaksanakan shalat lima waktu, masih ada kemenakan yang tidak paham bacaan shalat. Dari permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti apa upaya yang bisa dilakukan oleh mamak dalam membimbing ibadah shalat lima waktu kemenakanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan selama dilapangan dengan mengumpulkan data dan informasi langsung dari informan, dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mencoba menggambarkan, memaparkan dan menafsirkan suatu fenomena yang terjadi sesuai dengan data yang ada di lapangan. Peneliti melakukan penelitian di Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, dengan informan kunci yaitu mamak dan informan pendukung yaitu kemenakan dan orang tua yang ada di Nagari Kinari Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok. Dan untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya peneliti melakukan beberapa langkah yaitu reduksi (memilih data), display (menyajikan data), dan verifikasi data(penarikan kesimpulan), dan untuk menguji kredibilitas dan kevalidan data peneliti mengecek data yang sudah diperoleh dari berbagai sumber kemudian dipilih dan disajikan, dari sumber yang berbeda dideskripsikan, dikategorikan mana pandangan yang sama, berbeda, dan mana yang lebih spesifik Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, upaya yang bisa dilakukan mamak dalam membimbing ibadah shalat lima waktu kemenakan adalah dengan memerintahkan kemenakan untuk melaksanakan shalat, memberikan keteladanan (melaksanakan shalat di depannya), memberikan nasehat-nasehat agama, mengajak untuk melaksanakan shalat di masjid dan memberikan reward agar kemenakan rajin melaksanakan shalat, dan memarahi jika tidak shalat. Kendala yang dihadapi Mamak dalam membimbing kemenakan diantaranya kesibukan mamak dalam bekerja, pengetahuan mamak yang juga minim dalam hal agama, dan kemenakan yang terpengaruh dengan media elektronik, dan solusi yang bias dilakukan adalah dengan meminta bantuan kepada orang tua, serta mamak lebih memperdalam pengetahuan agamanya
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini yang berjudul “Pendidikan Ibadah Shalat di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bukittinggi ” yang ditulis oleh Raudhatul Indah NIM 2116112, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultlas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana mewujudkansarana belajar dan proses pembelajaran yang ditegaskandalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Pasal 1(1). Jumlah anak asuh di Panti Asuhan ada 19 anak asuh dan ada ibu asuh dan kakak asuh. Tingkatan pendidikan anak asuh yaitu TK 1, SD 3 orang, MTs 4 orang, MAN 11 orang. Permasalahan yang ditemukan di Panti Asuhan Putri adalah dalam pelaksanaan shalat Subuh, Maghrib dan Isya dilakukan secara berjama’ah di Mushalla Panti Asuhan, tetapi masih ada anak yang tidak melaksanakan shalat berjam’ah, masih ada anak Panti Asuhan melalaikan shalat, masih ada yang meninggalkan shalat wajib dan dalam pembacaan bacaan shalat masih ada sebagian anak Panti Asuhan yang tidak paham dan kurang lancar. Seminggu sekali didatangkan pemateri dari luar biasanya hari Kamis, materi yang diberikan berkaitan dengan ibadah, akidah dan akhlak tetapi sebagian anak Panti Asuhan masih ada yang malas mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti Bagaimana pendidikan ibadah shalat 5 waktu di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bukittinggi. Yang tujuan penelitian ini mengetahui pendidikan ibadah shalat di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bukittinggi yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 28, Aur Tajungkang, Kec. Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. No. Telp. (0752) 22993 Kode Pos. 26136. Informan penelitian ada dua macam yaitu; pertama informan kunci adalah orang yang dijadikan kunci. Informan kuncinya adalah ibu asuh,kedua informan pendukung adalah informan tambahan.informan pendukungnya adalah kakak asuh dan anak panti asuhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi,wawanvara dan dokumentasi. Triangulasi data membandingkan hasil pengamatan dengan hasil dari wawancara. Berdasarkan hasil penelitian penulis, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan Ibadah Shalat di Panti Asuhan ’Aisyiyah Bukittinggi pelaksanaannya cukup baik. Hasil penelitian ada Temuan umumnya tentang profil Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bukittinggi. Temuan khusus berisikan tentang hasil wawancara pelaksanaan pendidikan ibadah shalat di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bukittinggi dimana hasil wawancara pelaksanaan pendidikan ibadah shalat cukup baik. Dalam pembiasaan pelaksanaan shalat biasanya mengajak dan mengingatkan bahwa shalat itu penting jika anak tidak melaksankan shalat maka anak diberi sanksi uang jajan anak dikurangai, Metode yang biasanya diguankan ceramah, tanya jawab, dan praktek. Dalam pelaksanan shalat masih ada yang tidak melaksanakan dan juga ada yang tidak mengikuti shalat berjama’ah. Yang tidak melaksanakan dan tidak mengikuti shalat berjama’ah ibu asuh/ kakak asuh akan memberikan teguran dan uang jajan anak tersebut akan dipotong. Kata Kunci: Pendidikan, Ibadah Shalat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Inggra Fadhilla nim.2615.120, Skripsi ini berjudul “Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Pengamalan Ibadah Siswa di MTsN 2 Bukittinggi“ Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam (IAIN) Bukittinggi 2019. Adapun yang menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian ini adalah adanya sebagian peserta didik yang adab dalam shalat belum bagus seperti tidak menyegerakan ke masjid atau mushalla setelah azan di kumandangkan, tidak mengerjakan shalat tahiyyatul masjid sebelum duduk kebanyakan siswa lebih memilih melakukan kesibukan yang lain, banyak juga peserta didik yang melakukan shalat dengan terpaksa dan masih bermalas-malasan di ruangan kelas walaupun sudah ditegur wali kelas, tidak sedikit pula peserta didik yang masih menyempatkan diri ke kantin. Pengamalan ibadah dari kata dasar “amal”, yang mempunyai arti perbuatan baik yang mendatangkan pahala (menurut ketentuan agama islam), sedangkan pengamalan itu sendiri mempunyai arti proses (perbuatan) melaksanakan; pelaksanaan; penerapan atau proses (perbuatan) menunaikan (kewajiban, tugas). Metode penelitian yang penulis lakukan merupakan salah satu penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas VIII di MTsN 2 Bukittinggi. Adapun yang menjadi informan kunci adalah guru bimbingan dan konseling dan informan pendukung siswa dan guru PAI. Penulis mengumpulkan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Dari penelitian yang dilakukan tersebut maka dapat diketahui bahwa strategi guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan pemahaman tentang pengamalan ibadah shalat siswa sudah berjalan cukup baik dengan memberikan materi tentang shalat secara umum kepada siswa sesuai dengan materi yang dipelajari siswa. Meski sudah diberikan materi terkait dengan ibadah shalat, masih ada yang perlu diperhatikan terkait dengan kesadaran diri siswa untuk melaksanakan ibadah shalat. Hal ini dikarenakan tidak sedikit siswa yang pada saat masuk waktu shalat zuhur masih menyibukkan diri mereka dengan hal-hal yang tidak penting, seperti masih bermain dengan teman di dalam kelas, pergi ke kantin sekolah serta ada yang seolah-olah tidak menghiraukan panggilan adzan. Kebiasaan siswa yang demikian akan menyebabkan siswa tidak disiplin dalam mengerjakan tanggung jawabnya melaksanakan ibadah shalat, akan mempengaruhi teman-temannya yang lain untuk melalaikan shalat, serta akan merugikan diri siswa itu sendiri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Pembinaan Ibadah Shalat Anak oleh Orang Tua di Jorong Padang Kunyik Kamang Mudiak”, maksud dari judul ini adalah suatu bahan penelitian tentang metode pembinaan ibadah shalat yang digunakan oleh orang tua kepada anak yang berumur 7-12 tahun. Motivasi penulis dalam memilih judul ini bahwa dalam ajaran Islam tanggung jawab pelaksanaan pendidikan pertama kali adalah orang tua sebelum anak berkenalan dengan dunia luar. Dilihat dari hubungan dan tanggung jawab orang tua terhadap anak, maka pendidikan itu pada dasarnya tidak bisa dipikulkan kepada orang lain saja, melainkan adanya bimbingan dan arahan dari orang tua. Namun fenomena yang penulis lihat di lokasi penelitian bahwa anak masih banyak yang belum melaksanakan shalat 5 waktu, walaupun seluruh anak sudah di masukkan ke sekolah dan TPA tapi orang tua juga berperan penting dalam membimbing ibadah shalat anak, karna semuanya tergantung keada orang tua. Kenyataanya di lokasi penelitian orang tua banyak yang sibuk dengan pekerjaannya seperti berdagang, bertani dan lain sebagainya. Keadaan seperti itu rutin dilakukan oleh orang tua dalam rangka pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Rutinitas seperti itu memberikan dampak pada pelaksanaan pendidikan shalat yang harus mereka lakukan terhadap anak, dikarenakan pada saat sampai di rumah kondisi badan mereka cukup lelah. Sementara ibadah anak tidak berjalan dengan disiplin, dikarenakan ada yang melakukan shalat dan juga ada yang tidak. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi, yaitu suatu penelitian yang menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan dengan menggunakan alat yang berupa observasi, wawancara yang ditujukan kepada orang tua yang memiliki anak usia 7-12 tahun. Setelah Penulis melakukan penelitian maka didapatlah kesimpulan bahwa, cara yang dilakukan oleh orang tua dalam memberikan pendidikan dan pembinaan ibadah shalat kepada anak terlihat bahwa orang tua sebagian kecil orang tua yang ada mengajarkan tata cara shalat kepada anak di rumah. Dan mereka hanya menyerahkan pendidikan ibadah shalat anak, kepada guru yang mengajar di sekolah-sekolah dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan sebagian yang lain tidak memperhatikan ibadah anak. Adapun kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam pelaksanaan pendidikan ibadah shalat anak di Jorong Padang Kunyik adalah sehari-hari orang tua sibuk berdagang, sehingga sewaktu pulang di rumah kondisi badan mereka sudah lelah. Di samping itu orang tua kurang memahami tentang tata cara shalat yang baik dan benar, orang tua jarang sekali menjadi imam dalam shalat berjamaah di rumah serta orang tua juga jarang menjadikan teladan kepada anak tentang melaksanakn shalat tepat waktu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini atas nama NOVITA SARI, NIM 21156.041, dengan judul “BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN IBADAH ANAK DI JORONG KOTO BARU KUBANG PUTIH KEC.BANUHAMPU, KAB. AGAM”. Maksud dari judul ini adalah bagaimana bimbingan orang tua terhadap pendidikan ibadah anak berupa pelaksanaan shalat lima waktu dan bacaan Al-Qur’an anak di Jorong Koto Baru Kubang Putih Kec.Banuhampu, Kab. Agam Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing pelaksanaan ibadah anaknya berupa pelaksanaan shalat lima waktu, yang mana merupakan kewajiban dan tanggung jawab bagi orang tua untuk mengajarkan akan tata cara dan memerintahkan anaknya untuk melaksanakannya karena ini merupakan tanggung jawab terhadap Allah SWT, agar anak nantinya dapat selamat hidup di dunia dan di akhirat. Selain itu orang tua juga memiliki peran yang penting dalam mengajarkan anak untuk pandai membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi orang yang beragama islam, namu di Jorong Koto Baru Kubang Putih Kec.Banuhampu, Kab. Agam, pendidikan ibadah anak belum terlaksana dengan baik, orang tua banyak yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, rendahnya pendidikan dan perhatian orang tua terhadap anak. Pada hakikatnya orang tualah yang berperan penting untuk kelangsungan pendidikan anaknya, agar anak memperoleh kebahagian di dunia dan akhirat. Penelitian ini adalah field research dengan menggunakan metode kualitatif, yang hanya menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasan manusia. Pengumpulan data penulis lakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dan informan penelitian adalah orang tua yang mempunyai anak usia 7-12 tahun dengan jumlah informan 48 orang. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa (1). Bimbingan orang tua terhadap pelaksanaan shalat lima waktu anak usia 7-12 tahun di Jorong Koto Baru Kubang Putih Kec.Banuhampu, Kab. Agam berupa memperkenalkan kepada anak tata cara shalat yang benar dan memerintahkan anak untuk melaksanakannya. Metode yang digunakan oleh orang tua adalah keteladanan, pembiasaan, memberikan hadiah, dan hukuman. (2). Bimbingan orang tua terhadap bacaan Al-Qur’an anak usia 7-12 tahun di Jorong Koto Baru Kubang Putih Kec.Banuhampu, Kab. Agam berupa mengajarkan anak adab sebelum membaca Al-Qur’an, memasukan anak ke TPA/MDTA, mengajarkan anak untuk pandai baca Al-Qur’an, dan mendatangkan guru ke rumah. Kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam membimbing anaknya di Jorong Koto Baru Kubang Putih Kec.Banuhampu, Kab. Agam adalah berasal dari diri orang tua sendiri seperti pekerjaan, rendahnya pendidikan dan perhatian orang tua, anak seperti malsanya anak dan perkembangan teknologi dan dari masyarakat seperti rendahnya perhatian dan pendidikan masyarakat yang tidak mendukung Kata Kunci: Orang Tua, Ibadah Shalat, Bacaan Al-Qur’an
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tesis dengan judul “Kontribusi Pembelajaran AIK (Al Islam dan Kemuhammadiyahan) Terhadap Pelaksanaan Ibadah Shalat dan AKhlak Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muhammadiyah Muara Bungo. Ditullis oleh Khairul Saleh dengan dibimbing oleh Dr. Ismail, M. Ag. dan Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. Penelitian ini berangkat dari sebuah keprihatinan dan sekaligus harapan. Terhadap Mahasiswa generasi muda bangsa dan agama ini mampu melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat yang benar, sehingga pada akhirnya kelak akan menjadi generasi yang mampu menjawab tantangan dalam berbagai hal. Mahasiswa akan mampu pada bidang akademik yang dipelajari di perguruan tinggi, disamping itu juga Mahasiswa juga dituntut untuk melaksanakann ibadah sesuai dengan tuntunan syariat serta berakhlakul karimah. Rumusan masalah dalam tesis ini ialah: (a). seberapa besar kontribusi pembelajaran AIK terhadap pelaksanaan ibadah mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo? (b). seberapa besar kontribusi pembelajaran AIK terhadap akhlak mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo? (c). seberapa besar kontribusi pembelajaran AIK terhadap pelaksanaan ibadah shalat dan akhlak mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo? Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian Kuantitaif dengan menggunakan pendekatan Korelasi yang disajikan dalam bab pertama dan kedua, yang masing-masing membahas pendahuluan dan tinjauan pustaka, sedangkan dalam paparan data/temuan dan pembahasan penelitian ada dalam bab keempat. Dalam pemabahasan ini penulis menggunakan metode tes, praktek dan angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo yang berjumlah 702 orang. Sedangkan sampel penelitian adalah mahasiswa semester VI reguler yang berjumlah 70 orang. Sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah tes, Praktek Ibadah dan angket (kuisioner) dengan menggunakan teknik analisis statistik. Analisis statistic dilakukan dengan bantuan program SPSS dan analisis statistic manual. Dari hasil pengujian statistik menemukan: (1) Kontribusi pembelajaran AIK (X) terhadap pelaksanaan ibadah shalat mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo (Y1) sebesar 86,1 %. (2) Kontribusi Pembelajaran AIK (X) terhadap akhlah mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo (Y2) sebesar 77, 2 %. (3) Kontribusi Pembelajaran AIK (X) terhadap Pelaksanaan Ibadah Shalat (Y1) dan akhlak mahasiswa (Y2). Berdasarkan hasil uji t hitung dan t table, yaitu t hitung > t table (20,540> 1,995)Y1 dan (15,192 > 1,995) Y2, dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, jadi terdapat kontribusi antara pembelajaran AIK terhadap pelaksanaan ibadah shalat dan akhlak mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo pada tarif signifikansi 95%. Kata Kunci: Pembelajaran, AIK, Pelaksanaan Ibadah Shalat, Akhlak.