Abstrak
Pengawasan merupakan suatu tindakan yang sangat penting untuk dilakukan dalam memastikan suatu kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pengawasan pada hakikatnya pengganti evaluasi, dengan melakukan pengawasan terhadap shalat anak maka orang tua akan tahu apakah anak sudah melaksanakan shalat dengan baik dan tepat waktu atau belum. Jadi pengawasan yang dilakukan berupa dengan menerapkan kedisiplinan dalam pelaksanaan shalat lima waktu. Penelitian penulis lakukan bertempat di Jorong Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, informan pada penelitian ini ada dua yaitu, informan kunci orang tua yang mempunya anak SD usia 7-12 berjumlah 5 orang dan anak usia SD 7-12 berjumlah 5 orang tahun dan informan pendukung kepala Jorong berjumlah satu orang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orangtua, apa saja kendala yang dihadapi dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orangtua, dan bagaimana menanggulangi kendala yang dihadapi dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orang tua di Jorong Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat lapangan, ( Field research ) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dengan menggunakan teknik Snowbal Sampling. Hasil penelitian ditemukan (1). proses pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orang tua yang terdiri dari memberikan teladan dan mengajarkan tata cara shalat, namun tidak semua orang tua yang melakukan hal tersebut. (2) Kendala yang dihadapi dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orang tua berupa orang tusa sibuk dengan pekerjaan, anak sering membantah orangtua, kurangnya agama orangtua mengenai ibadah shalat dan orangtua yang membiarkan anaknya main Hp hingga lupa waktu. (3) Cara menanggulangi kendala dalam pengawasan ibadah shalat anak usia SD oleh orangtua yaitu dengan orang tua memberikan telan contoh yang baik terhadap anaknya, orangtua harus sadar akan tanggungjawabnya, orangtua harus pandai membagi waktu dan membatasi anak dalam penggunaan Hp.