Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

136 hasil
Subjek: Pembinaan
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

Pembimbing Soal Olimpiade/Kejuaraan Matematika Tingkat SMA/MA Sederajat

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

Olimpiade matematika merupakan salah satu indikator dari kualitas suatu sekolah. Tingginya minat sekolah dan siswa di Sumatera barat meninspirasi prodi pendidikan matematika untuk melakukan pengabdian masyarakat khususnya menyiapkan wadah yang bisa digunakan siswa SMA sederajat sebagai ajang untuk pencarian bakat dan menggali potensi yang ada pada diri mereka.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

Menjadi Anggota MUINagari Sungai Pua Bidang Dakwah

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Kegiatan yang dilaksanakan selama menjadi anggota MUINagari Sungai Pua, bertujuan di antaranya mengisi kegiatan-kegiatan Keagamaan yang dilaksanakan oleh Mesjid/ Mushalla/ Surau-surau yang ada di Sungai Pua. Selain itu juga memberikan pembinaan keagamaan pada masyarakat baik secara personal maupun lembaga.</p>

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pelaksanaan Manasik Sebagai Kesiapan Keberangkatan Jamaah Umrah di Travel Arabia Nusantama Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Analisis Pelaksanaan Manasik Umrah Sebagai Peningkatan Kesiapan Keberangkatan Jamaah Umrah di Travel Arabia Nusantama Raya Padang "yang di tulis oleh Muhammad Rifki Ardian Nim 3622002, Program Studi Manajement Haji dan Umrah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Pelaksanaan manasik umrah merupakan salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci karena berfungsi sebagai sarana pembekalan pengetahuan, mental, spiritual, dan teknis perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manasik umrah sebagai strategi peningkatan kesiapan keberangkatan jamaah umrah di PT. Arabia Nusantama Raya Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan manajer operasional dan jamaah umrah, serta dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan manasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manasik umrah di PT. Arabia Nusantama Raya Padang dilakukan melalui penyampaian materi tata cara ibadah umrah, simulasi praktik manasik, serta pembekalan mengenai persiapan perjalanan. Kegiatan manasik memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman jamaah terhadap rukun dan tata cara umrah, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta meningkatkan rasa percaya diri jamaah dalam melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti frekuensi manasik yang terbatas, jumlah peserta yang besar sehingga pendampingan personal belum optimal, serta perbedaan kebutuhan pembimbingan berdasarkan jadwal keberangkatan jamaah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas pelaksanaan manasik melalui penambahan frekuensi kegiatan, penguatan pendampingan individual, dan pengelompokan jamaah berdasarkan jadwal keberangkatan agar kesiapan jamaah dapat ditingkatkan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Integrasi Nilai Budaya Minangkabau dalam PAI untuk Pembinaan Akhlak Siswa di SDN 01 Batuhampar, kec. Akabiluru, kab. Lima Puluh Kota.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Nuril Arifa Nim. 2122218 dengan judul "Integrasi Nilai Budaya Minangkabau dalam PAI untuk Pembinaan Akhlak Siswa di SDN 01 Batuhampar, kec. Akabiluru, kaab. Lima Puluh Kota." Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak siswa sejak jenjang sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik. Nilai-nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah memiliki keselarasan dengan ajaran Islam sehingga berpotensi menjadi dasar dalam membentuk akhlak mulia siswa. Namun, implementasi integrasi nilai budaya tersebut dalam pembelajaran PAI masih perlu dikaji secara mendalam untuk mengetahui bentuk penerapannya serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi nilai budaya Minangkabau dalam pembelajaran PAI untuk pembinaan akhlak siswa di SDN 01 Batuhampar serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di SD Negeri 01 Batuhampar Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya Minangkabau dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Nilai budaya yang diintegrasikan meliputi kato nan ampek, sopan santun, gotong royong, saling menghormati, dan tolong-menolong yang selaras dengan ajaran Islam. Faktor pendukung terdiri atas dukungan kepala sekolah, keteladanan guru, program budaya dan keagamaan sekolah, kerja sama dengan orang tua serta masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman guru terhadap budaya Minangkabau, kurangnya bahan ajar berbasis budaya lokal, pengaruh media sosial, dan terbatasnya pendampingan orang tua. Secara keseluruhan, integrasi nilai budaya Minangkabau memberikan kontribusi positif terhadap pembinaan akhlak siswa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI MA’HAD AL-JAMI’AH UIN BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya mahasantri yang belum sepenuhnya menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi telah melaksanakan berbagai program pembinaan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai efektivitas program pembinaan akhlakul karimah dalam membentuk perilaku mahasantri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk program pembinaan akhlakul karimah yang diterapkan di Ma’had Al￾Jami’ah UIN Bukittinggi, mengetahui efektivitas pelaksanaan program pembinaan dalam kehidupan sehari-hari, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan program pembinaan akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian dilaksanakan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Ma’had, musyrif, dan mahasantri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan akhlakul karimah di Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, seperti tutorial akidah akhlak, halaqah, muhadarah, pembiasaan ibadah berjamaah, pembinaan kedisiplinan, keteladanan, serta pemberian nasihat oleh musyrif dan musyrifah. Pelaksanaan program tersebut terbukti efektif dalam membentuk akhlakul karimah mahasantri yang ditunjukkan melalui meningkatnya ketaatan beribadah, kepedulian terhadap sesama, sikap amanah dan menepati janji, kesantunan dalam berbicara, penghormatan kepada ustaz, rasa syukur kepada Allah Swt., sikap pemaaf, serta keikhlasan dalam melaksanakan kegiatan. Adapun faktor pendukung meliputi komitmen pengelola Ma’had, kompetensi musyrif, lingkungan asrama yang kondusif, serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesibukan akademik mahasantri, kurangnya konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai akhlak, serta keterbatasan pengawasan akibat banyaknya jumlah mahasantri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program pembinaan akhlakul karimah di Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi telah berjalan dengan efektif dalam membentuk perilaku mahasantri sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, diperlukan peningkatan pengawasan, penguatan pembiasaan, serta sinergi antara pengelola Ma’had dan mahasantri agar nilai-nilai akhlakul karimah dapat diterapkan secara lebih konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RELEVANSI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MTsN 2 LIMA PULUH KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Relevansi Pembelajaran Akidah Akhlak Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Di MTsN 2 Lima Puluh Kota”. Ditulis oleh Halimah Tusa’diah NIM: 2122136. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/ 1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang belum mencerminkan akhlak mulia, seperti kurangnya sikap sopan santun, rendahnya kedisiplinan, kurangnya rasa hormat kepada guru, serta perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai akhlak Islam. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara materi Akidah Akhlak yang dipelajari di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pembelajaran Akidah Akhlak dalam pembinaan akhlak siswa di MTsN 2 Lima Puluh Kota serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pembinaan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam penelitian ini penulis menggambarkan masalah dilapangan sesuai dengan fakta-fakta yang penulis temukan dilapangan. Informan dalam penelitian ini adalah informan kunci yaitu guru Akidah Akhlak. Informan pendukung yaitu kepala sekolah dan siswa kelas VIII MTsN 2 Lima Puluh Kota. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak memiliki relevansi yang kuat dalam pembinaan akhlak siswa. Relevansi tersebut terlihat dari hubungan antara materi yang diajarkan dengan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Akidah Akhlak berperan dalam membentuk akhlak siswa kepada Allah SWT melalui peningkatan kesadaran beribadah dan berdoa, kepada guru melalui sikap hormat dan sopan santun, kepada teman melalui sikap saling menghargai dan bekerja sama, serta kepada lingkungan melalui kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. kendala dalam pembelajaran Akidah Akhlak dalam pembinaan akhlak siswa di MTsN 2 Lima Puluh Kota meliputi: (1) pengaruh penggunaan HP dan media sosial, (2) pengaruh lingkungan pergaulan siswa, (3) kuatnya pengaruh dunia maya di era digital, dan (4) kurang optimalnya pengawasan siswa di luar sekolah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode Pembinaan Akhlakul Karimah Di TPQ Baiturrahmah Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Metode Pembinaan Akhlakul Karimah Di TPQ Baiturrahmah Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam, ditulis oleh Nurul Agustia 2122341 program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini membahas tentang Metode Pembinaan Akhlakul Karimah Di TPQ Baiturrahmah Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakngi oleh pentingnya pembinaan akhlakul karimah pada anak diera digital ini. TPQ sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak melalui pembiasaan dan keteladanan. Berdasarkan observasi awal di TPQ Baiturrahmah, guru membina akhlak peserta didik melalui mengucapkan salam, doa, sopan santun, saling menghormati, shalat berjamaah, serta keteladanan dalam sikap ramah, sabar, dan disiplin. Namun, masih ditemukan beberapa peserta didik yang kurang disiplin dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembinaan akhlakul karimah yang diterapkan di TPQ Baiturrahmah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Adapun informan kunci pada penelitian ini adalah para guru TPQ Baiturrahmah, dan informan pendukung yaitu kepala TPQ, dan beberapa santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisi data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlakul karimah di TPQ Baiturrahmah dilakukan melalui lima metode, yaitu keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian dan pengawasan, serta hukuman yang bersifat edukatif. Kelima metode tersebut diterapkan secara terpadu melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan ibadah, interaksi sehari-hari, dan kegiatan keagamaan sehingga mampu menumbuhkan sikap disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kepedulian, serta kebiasaan beribadah pada peserta didik usia sekolah dasar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK STUDI KASUS GURU DI SMA N 1 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh MHD. Abdul Jalil, NIM. 2122291, dengan judul skripsi “Strategi Orang Tua yang Berprofesi sebagai Guru dalam Pembinaan Akhlak Anak: Studi Kasus Guru di SMA N 1 Bukittinggi”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membina akhlak anak, khususnya pada keluarga yang orang tuanya berprofesi sebagai guru. Orang tua yang berprofesi sebagai guru memiliki peran ganda, yaitu sebagai pendidik di sekolah sekaligus pembina akhlak anak di rumah, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana mereka menerapkan strategi pembinaan akhlak kepada anak-anak mereka sendiri di tengah kesibukan profesinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh orang tua yang berprofesi sebagai guru dalam membina akhlak anak, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bukittinggi selama tiga bulan, mulai bulan Mei sampai Juli 2026. Informan utama penelitian ini adalah empat orang guru SMA Negeri 1 Bukittinggi yang sekaligus berprofesi sebagai orang tua, sedangkan informan pendukung adalah anak dari masing-masing informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh orang tua yang berprofesi sebagai guru dalam membina akhlak anak meliputi lima pola utama, yaitu keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan nilai-nilai positif, komunikasi dan nasihat yang persuasif, pengawasan yang disertai evaluasi dan apresiasi, serta penguatan nilai keagamaan sebagai fondasi utama. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat kesibukan profesi, perbedaan cara pandang antara orang tua dan anak, pengaruh teknologi dan media sosial, serta konflik emosi akibat peran ganda sebagai guru sekaligus orang tua. Hasil triangulasi dengan informan pendukung menunjukkan bahwa strategi-strategi tersebut benar-benar dirasakan oleh anak, sehingga data penelitian ini dapat dinyatakan valid dan kredibel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Guru Agama Dalam Pembinaan Karakter Religius Santri Di Mas Yati Kamang Mudik Agam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemukannya kesenjangan signifikan antara idealisme nilai religius dengan perilaku nyata santri di lingkungan Mas Yati Kamang Mudik , di mana karakter religius belum sepenuhnya terinternalisasi sebagai kesadaran batin melainkan baru sebatas pemenuhan kewajiban formal. Hal ini terlihat dari adanya beberapa santri yang memerlukan pengawasan ekstra atau teguran berulang untuk melaksanakan shalat berjamaah tepat waktu (aspek taqwa), adanya kecenderungan santri yang baru menunjukkan perilaku santun atau menjalankan tugas kebersihan lingkungan hanya ketika berada di bawah pengawasan langsung oleh guru (aspek ikhlas), serta masih sering dijumpai sikap kurang menghargai fasilitas madrasah dan membuang sampah sembarangan (aspek syukur dan cinta). Ditambah lagi dengan ditemukannya beberapa santri yang berperilaku menyontek saat ujian (aspek tawakkal), serta adanya santri yang melanggar aturan yang sama secara berulang kali seperti terlambat dan membawa HP sembunyi-sembunyi meskipun sudah sering dinasihati oleh guru (aspek taubat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi guru agama mengenai pembinaan karakter religius bagi santri di Mas Yati Kamang Mudik Agam Tahun 2026 Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini, penulis menggambarkan bagaimana persepsi guru agama dalam pembinaan karakter religius santri di MAS YATI Kamang Mudik Agam. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informan kunci yaitu guru agama (Akidah Akhlak, Fiqih, Al-Qur'an Hadits, dan SKI) serta informan pendukung seperti kepala sekolah dan santri kelas X yang berkaitan dengan persepsi guru agama dalam pembinaan karakter religius santri. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi guru agama tentang pembinaan karakter religius dinilai sangat mendalam, yang terlihat dari tiga tahap persepsi bimo walgito diantaranya yaitu penyerapan, guru agama sangat peka melihat pentingnya karakter religius sekaligus sadar bahwa perilaku santri masih banyak yang formalitas, kemudian pada tahap pemahaman, guru memaknai dirinya sebagai teladan nyata, bukan cuma pengajar teori, selain itu guru agama juga memahami strategi dan metode yang digunakan untuk membina karakter religius, selain itu guru agama juga memhami kendala pembiasaan karakter tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor internal berupa ketidakstabilan emosi remaja dan heterogenitas asal sekolah (lulusan SMP vs MTs), serta faktor eksternal berupa derasnya pengaruh teknologi internet digital, pergaulan, serta lemahnya sinkronisasi kontrol dan kesinambungan pengawasan dari orang tua saat santri pulang ke rumah. kemudian pada tahap penilaian, guru mengevaluasi karakter santri melalui evaluasi harian dan bulanan, evaluasi harian santri secara otentik dilakukan lewat instrumen nyata, berupa buku absen shalat, dan mengamati prilaku santri sehari-hari, sedangkan evaluasi bulanan dilakukan dengan cara mengadakan rapat setiap bulannya antara guru agama dan guru kepala sekolah membahas terkait dengan karakter religius santri

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD I IBNU SYAM KUBANG PUTIH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Iksan Hakiki Pasaribu, NIM 2122204. "Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kecerdasan Emosional Siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih." Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, kurang percaya diri, kurang memiliki empati, serta belum mampu menjalin hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional siswa masih perlu ditingkatkan. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa melalui berbagai upaya pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina kecerdasan emosional siswa di SD I Ibnu Syam Kubang Putih; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat guru dalam membina kecerdasan emosional siswa; serta (3) solusi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala pembinaan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa SD I Ibnu Syam Kubang Putih. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru Pendidikan Agama Islam membina kecerdasan emosional siswa melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, motivasi, pembinaan disiplin, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai-nilai akhlak Islami dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran; (2) faktor pendukung pembinaan meliputi kerja sama antara guru, kepala sekolah, dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta tersedianya program-program keagamaan, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan; dan (3) solusi yang dilakukan guru meliputi peningkatan komunikasi dengan orang tua, pemberian bimbingan dan pendekatan individual kepada siswa, penguatan pembiasaan keagamaan, serta menjalin kerja sama dengan seluruh warga sekolah dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional siswa. Dengan demikian, upaya guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membina kecerdasan emosional siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya karakter Islami serta perilaku sosial yang positif di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kecerdasan Emosional, Pembinaan, Siswa Sekolah Dasar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode Guru Dalam Pembinaan Nilai-Nilai Akhlak Siswa Melalui Shalat Zuhur Berjamaah Di SMP Negeri 1 Kecamatan Jujuhan llir Kabupaten Bungo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dian Anggraini Dzulfiana NIM. 2122489 Skripsi “Metode Guru Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Melalui Shalat Zuhur Berjamaah di SMP Negeri 1 Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djanil Djambek Bukittinggi 2026 M/1448 H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Shalat zuhur berjamaah merupakan salah satu program keagamaan yang dilaksanakan secara rutin di SMP Negeri 1 Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo sebagai upaya membina akhlak siswa. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peran penting dalam menanamkan akhlak melalui berbagai metode pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan guru dalam pembinaan akhlak siswa melalui shalat zuhur berjamaah, nilai-nilai akhlak yang ditanamkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskripstif. Informan penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan kunci, serta kepala sekolah dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode guru dalam pembinaan nilai-nilai akhlak siswa melalui shalat zuhur berjamaah meliputi metode pembiasaan, keteladanan, nasihat, hadiah (reward), hukuman, pengawasan dan evaluasi. Nilai-nilai akhlak yang ditanamkan melalui kegiatan shalat zuhur berjamaah yaitu, nilai disiplin, tanggung jawab, religius, sopan santun, dan kejujuran. Faktor pendukung dalam pembinaan nilai-nilai akhlak siswa melalui shalat zuhur berjamaah meliputi adanya kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, kerja sama antar guru, jadwal pelaksanaan yang teratur, tersedianya fasilitas ibadah, serta dukungan orang tua siswa. Adapun faktor penghambatnya yaitu, kurangnya pemahaman sebagaian siswa terhadap pentingnya shalat zuhur berjamaah, kurang konsisten dan tegasnya guru pengawas dalam mengawasi siswa, serta keterbatasan fasilitas pendukung berupa kapasitas mushalla yang belum mampu menampung seluruh siswa dan terbatasnya pemasokan air ketika terjadi pemadaman listrik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembinaan Akhlak Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas Di SDN 12 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Silpa Amini NIM. 2122453, Skripsi “Pembinaan Akhlak Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas Di SDN 12 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/447 H. Pembinaan akhlak peserta didik merupakan aspek penting dalam pendidikan, terutama dalam menumbuhkan sikap solidaritas di lingkungan sekolah dasar. Fenomena degradasi moral dan melemahnya kepedulian sosial di kalangan peserta didik menunjukkan perlunya upaya pembinaan akhlak yang berkelanjutan dan terprogram. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang ditanamkan serta mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam menumbuhkan sikap solidaritas peserta didik Di SDN 12 Lembah Melintang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi guru pembina ekstrakurikuler keagamaan, guru PAI dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berupa pembelajaran Al-Qur’an seperti tadarus Al-Qur’an, tahfiz, tilawah, baca tulis Al-Qur’an, berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak seperti kepedulian, tolong-menolong, kebersamaan, dan empati. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat menjadi sarana efektif dalam membina akhlak peserta didik serta menumbuhkan sikap solidaritas di lingkungan sekolah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBINAAN KARAKTER DISIPLIN DAN RELIGIUS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI DI SMA PSM BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Skripsi yang berjudul Judul Skripsi “Pembinaan Karakter Disiplin Dan Religius Siswa Melalui Pembelajaran Pai Di Sma Psm Bukittinggi” yang ditulis oleh Vivi Fitri Nim. 2122.047. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter disiplin dan religius siswa di sekolah menengah atas, khususnya di SMA PSM Bukittinggi. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa pembinaan kedua karakter ini menghadapi tantangan berupa pergeseran budaya remaja dan pola pikir yang memengaruhi tingkat kepatuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan karakter disiplin dan religius siswa kelas X IPS melalui pembelajaran PAI di SMA PSM Bukittinggi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA PSM Bukittinggi dari bulan Januari hingga April 2026. Informan kunci dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS, sedangkan informan pendukung melibatkan Kepala Sekolah dan Guru PAI. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara semi-terstruktur bersama Guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter disiplin dilakukan melalui sosialisasi aturan yang terstruktur berkolaborasi dengan guru BK dan tim ketertiban. Namun, kepatuhan siswa dalam menaati tata tertib serta merawat fasilitas sekolah masih didominasi oleh motivasi ekstrinsik (rasa takut akan sanksi punitif). Sementara itu, pembinaan karakter religius diinternalisasikan secara holistik melalui penguatan akidah berbasis konsep tauhid "Iman Yakin", pembiasaan ritualistik (shalat berjamaah, doa bersama, dan pembacaan ayat pendek), serta integrasi nilai kearifan lokal Minangkabau, yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (konsep Sumbang Bapakaian). Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru dan regulasi sekolah yang tegas, sedangkan faktor penghambat terbesar bersumber dari kendala internal siswa dalam mengendalikan hawa nafsu (rasa malas beribadah dan mengerjakan tugas) serta pengaruh negatif dari teman sebaya (peer pressure).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode Pembinaan Akhlakul Karimah Bagi Siswa Kelas V Oleh Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN 21 Pilubang

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mona Selvia NIM: 2122450. Skripsi “Metode Pembinaan Akhlakul Karimah Bagi Siswa Kelas V Oleh Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN 21 Pilubang” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlakul karimah pada siswa sekolah dasar sebagai fondasi pembentukan karakter sejak dini. Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai akhlak melalui berbagai metode pembinaan. Penelitian inni bertujuan untuk mengetahui metode pembinaan akhlakul karimah yang digunakan oleh guru PAI-BP, faktor kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut pada siswa kelas V di SDN 21 Pilubang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudia teknik analisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun informan penelitian ini ialah guru PAI-BP, wali kelas, kepala sekolah, tenaga pengajar dan siswa kelas V. Hasil penelitian menujukkan bahwa metode pembinaan akhlakul karimah yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti meliputi metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, cerita, serta pemberian reward dan punishment. Adapun kendala yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran siswa siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, serta keterbatasan waktu dalam pembinaan. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan meningkatkan pendekatan personal kepada siswa, bekerja sama dengan orangtua, serta memberikan pembinaaan secara berkelanjutan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail