Abstrak
Banyaknya masalah yang terjadi dan semakin banyak stressor yang timbul, maka semakin meningkat pula stres pada remaja. Berkaitan hal ini, shalat dapat menjadi coping mechanism, yaitu perilaku ketika mengatasi masalah dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan coping stress seseorang serta mengetahui besaran hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan coping stress tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, karena bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau pengaruh antara dua variabel. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas X dan XI MIPA dengan jumlah sampel 60 siswa. Sampel yang diambil menggunakan teknik kuota sampling. Pengambilan data menggunakan instrument angket dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Nilai r hitung (Pearson Correlations) diketahui nilai r hitung untuk hubungan tingkat Religiusitas (X) dengan kemampuan Coping Stress (Y) adalah sebesar 0.479 r tabel df n-2 (60-2) 58 yaitu 0.254, maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan coping stress. Karena r hitung atau Pearson Correlations dalam analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa didapat hasil adanya korelasi yang positif antara tingkat religiusitas (ibadah shalat) dengan kemampuan coping stress siswa di SMAN 2 Payakumbuh. Para peneliti lain yang tertarik mengenai masalah ini disarankan untuk mengkaji kembali masalah ini dengan jangkauan yang lebih luas dan lebih cermat dalam mengendalikan variabel lain yang diperkirakan akan banyak berpengaruh dalam hasil penelitian kelak, sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan secara lebih luas lagi dengan melibatkan faktor-faktor yang lain, seperti jenis kelamin, tipe kepribadian, dan sebagainya.