KEDISIPLINAN IBADAH SHALAT BERJAMA’AH PADA REMAJA PENGGUNA GAME ONLINE DI JORONG TANAH GALO KECAMATAN SANGIR BATANGHARI KABUPATEN SOLOK SELATAN
Sami’un Alim, Nim 2122404 Dengan judul Skripsi: Kedesiplinan Ibadah Sholat Berjemaah Pada Remaja Pengguna Game Online Di Jorong Tanah Galo Kecamatan Sanger Batang Hari Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap pola aktivitas remaja, termasuk meningkatnya intensitas penggunaan game online. Di satu sisi, game online menjadi sarana hiburan dan interaksi sosial, namun di sisi lain penggunaan yang tidak terkendali berpotensi memengaruhi pelaksanaan kewajiban keagamaan, terutama kedisiplinan dalam melaksanakan shalat berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedisiplinan shalat berjamaah remaja pengguna game online, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis implikasi penggunaan game online terhadap perilaku religius remaja di Jorong Tanah Galo, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online memengaruhi kedisiplinan sebagian remaja dalam melaksanakan shalat berjamaah. Pengaruh tersebut terlihat dari kecenderungan menunda pelaksanaan shalat, terlambat mengikuti jamaah, bahkan tidak hadir di masjid ketika permainan belum selesai. Penelitian juga menemukan bahwa rendahnya pengendalian diri, pengaruh teman sebaya, serta kurang optimalnya pengawasan orang tua menjadi faktor yang memperkuat perilaku tersebut. Meskipun demikian, remaja yang memperoleh pembinaan keluarga secara konsisten dan memiliki kesadaran religius yang baik tetap mampu menjaga kedisiplinan beribadah meskipun aktif menggunakan game online. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak game online terhadap perilaku religius tidak bersifat tunggal, tetapi dipengaruhi oleh interaksi antara faktor pribadi, keluarga, dan lingkungan social.