Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama RHADA OKTAVIANI, NIM 4317.002 yang berjudul “KOMUNIKASI PERSUASIF ORANG TUA DALAM MEMBIASAKAN IBADAH SHALAT ANAK DI JORONG LIMO KAMPUANG” pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Komunikasi sangat penting bagi manusia untuk berinteraksi antar sesamanya. Komunikasi juga dibutuhkan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak. Dalam mendidik dan membimbing anak orang tua menggunakan perkataan dan bahasa yang baik sehingga mudah di pahami oleh pikiran anak. Dalam membiasakan ibadah shalat anak tentunya dibutuhkan komunikasi persuasif orang tua untuk bimbingan, mengarahkan, dan ajakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak yang meninggalkan ibadah shalat di Jorong Limo Kampuang karena kurangnya komunikasi persuasif dan perhatian orang tua untuk mengajak anak mengerjakan ibadah shalat. Dan tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi persuasif orang tua serta hambatan komunikasi persuasif orang tua dalam membiasakan ibadah shalat anak. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitataif deskriptif. Serta lokasi penelitian adalah di Jorong Limo Kampuang, informan penelitian adalah orang tua yang menpunyai anak usia 7-12 tahun dan peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mendapatkan informasi Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni Komunikasi Persuasif Orang Tua Dalam Membiasakan Ibadah Shalat Anak di Jorong Limo Kampuang, yang terdiri dari, pertama: Komunikasi persuasif orang tua yang menanamkan kedisiplinan, dimana orang tua membiasakan ibadah shalat anak dengan cara mengajak secara baik, memukul, mengancam. kedua: Orang tua yang memberikan pemahaman, dimana dalam membiasakan ibadah shalat anak orang tua membimbing dan mengarahkan. ketiga: orang tua yang membebaskan dan mengikuti kemauan anak, dimana dalam membiasakan ibadah shalat anak orang tua tidak memaksa anak dan tidak juga membatasi. keempat: orang tua yang apatis,dimana dalam membiasakan ibadah shalat anak orang tua tidak terlalu peduli ketika anak tidak mengerjakan ibadah shalat. Hambatan Komunikasi persuasif orang tua dalam membiasakan ibadah shalat anak terdapat dua faktor penghambat, pertama: faktor internal, malas, lelah dan capek, kondisi jiwa masih labil, sulit bangun pagi. Kedua: faktor eksternal, kurangnya waktu orang tua untuk anak, lingkungan, teknologi (handphone, televisi). Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Orang Tua dan Anak, Ibadah Shalat