Abstrak
Banyaknya kehadiran lembaga dalam masyarakat mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap peran lembaga-lembaga sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Yayasan Hubbul Wathan didirikan sebagai respon terhadap keterbatasan pendidikan di Nagari Guguak Tinggi Tabek Sarojo, terutama pendidikan tingkat lanjut, dan inisiatif ini muncul dari keprihatinan tokoh-tokoh masyarakat. Yayasan tersebut berusaha menggalang dana untuk mendukung anak-anak berbakat yang menghadapi kendala ekonomi sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan ialah oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Peneltian kualitatif deskriptif lebih mengedepankan penelitian yang didasarkan pada perasaan serta lebih dominan pada aspek subjektif, metode ini tidak banyak menggunakan hitung-hitungan, angka, maupun statistik. Hanya dengan bermodalkan transkip wawancara dan dokumentasi serta pengamatan seorang peneliti. Secara keseluruhan, penelitian terhadap komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pengurus Yayasan Hubbul Wathan kepada para donatur mengungkapkan bahwa mereka melakukan kegiatan pertemuan secara langsung yang dilakukan sekali tiga bulan dengan diadakannya rapat antara pengurus Yayasan Hubbul Wathan dan donatur, dan pendekatan ini dianggap tepat karena penyuluhan berupa materi mengenai keutamaan berzakat yang disampaikan melalui imbauan dan anjuran tanpa unsur paksaan. Pengurus Yayasan Hubbul Wathan menerapkan berbagai metode dan teknik komunikasi persuasif, termasuk Metode Icing, Metode Integrasi, Metode Asosiasi, Metode Pay Off and Fear Arousing, serta teknik yang digunakan terdiri dari teknik "Putting it up to you, teknik say it flowers, the yes response technique, dan bandwagon technique. Dengan menggunakan metode dan teknik ini, pengurus Yayasan Hubbul Wathan berusaha untuk memotivasi donatur agar mendukung program beasiswa melalui zakat dan kontribusi sukarela.