Abstrak
Skripsi atas nama Elvina Rusanti, NIM 4322004 yang berjudul “Strategi Komunikasi Persuasif Tokoh Masyarakat dalam Menangani Keberadaan Kafe Remang-Remang di Desa Cengar Kabupaten Kuantan Singingi”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh muncul dan berkembangnya kafe remang-remang di Desa Cengar, Kabupaten Kuantan Singingi yang menimbulkan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Keberadaan kafe tersebut tidak hanya berdampak pada ketertiban umum, tetapi juga memengaruhi nilai-nilai moral, budaya, dan keagamaan yang selama ini menjadi pondasi kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini menempatkan tokoh masyarakat sebagai aktor sosial yang memiliki peran penting dalam merespons dan menangani permasalahan tersebut melalui strategi komunikasi persuasif yang berlandaskan nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh tokoh masyarakat serta faktor-faktor yang menghambat penanganan keberadaan kafe remang-remang di Desa Cengar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan adalah teori komunikasi persuasif yang meliputi strategi psikodinamika, sosiokultural, dan konstruksi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat di Desa Cengar menerapkan strategi komunikasi persuasif melalui pendekatan psikodinamika dengan menekankan nasihat keagamaan dan kedekatan emosional, pendekatan sosiokultural melalui penguatan nilai adat dan norma sosial sebagai kontrol sosial, serta pendekatan konstruksi makna dengan membangun pemahaman masyarakat tentang dampak negatif kafe remang-remang terhadap ketertiban sosial. Namun, penerapan strategi tersebut belum sepenuhnya efektif karena dihadapkan pada hambatan berupa faktor ekonomi, lokasi kafe yang sulit diawasi, lemahnya kontrol sosial, serta belum konsistennya penegakan aturan.