Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Syahputri Angriyani Nim 3322053 yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Bank Syariah Dalam Meningkatkan Kepercayaan Nasabah non Muslim (Studi Kasus: BSI KFO Mikrok Pandan Kota).” Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya tingkat kepercayaan nasabah non muslim terhadap produk perbankan syariah, meskipun potensi pasar cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kepercayaan nasabah non muslim pada BSI KFO Mikro Pandan Kota Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pihak micro outlet supervisor dan mitra mikro bank. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan meliputi periklanan (advertising), pemasaran langsung (direct marketing), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relation), dan penjualan pribadi (personal selling). Strategi yang paling efektif dalam meningkatkan kepercayaan nasabah non muslim adalah personal selling dan pemasaran langsung karena adanya interaksi langsung serta penjelasan yang lebih mendalam mengenai produk dan prinsip syariah. Selain itu, kegiatan edukasi dan sosialisasi turut berperan dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap bank syariah. Adapun faktor pendukung dalam meningkatkan kepercayaan nasabah meliputi pelayanan yang baik, komunikasi yang jelas dan transparan, pendekatan interpersonal, serta kemudahan akses informasi. Sementara itu, faktor penghambat yang dihadapi antara lain masih rendahnya pemahaman masyarakat non muslim terhadap konsep perbankan syariah, adanya persepsi negatif atau keraguan, perbedaan karakter nasabah, serta keterbatasan dalam penyampaian informasi yang mudah dipahami.