PKM KAJIAN KEAGAMAAN KEPUTRIAN PRODI KPI
<p> Kegiatan PKM Kajian Keagamaan Keputrian Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam bertujuan untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa akan pentingnya menjaga pergaulan dalam kehidupan sehari-hari</p>
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
<p> Kegiatan PKM Kajian Keagamaan Keputrian Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam bertujuan untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa akan pentingnya menjaga pergaulan dalam kehidupan sehari-hari</p>
<p> Membantu masyarakat dalam melaksanakan dan mengembangkan program masjid sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masjid pada mas yang akan datang terutama di bidang keagamaan</p>
<p> Memahami peran strategis lembaga Keagamaan di Kota Bukittinggi</p>
<p> Memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang konsep keagamaan moderat</p>
<p> Kegiatan yang dilaksanakan selama menjadi anggota MUINagari Sungai Pua, bertujuan di antaranya mengisi kegiatan-kegiatan Keagamaan yang dilaksanakan oleh Mesjid/ Mushalla/ Surau-surau yang ada di Sungai Pua. Selain itu juga memberikan pembinaan keagamaan pada masyarakat baik secara personal maupun lembaga.</p>
<ol style="border: 0px solid rgb(217, 217, 227); box-sizing: border-box; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-pan-x: ; --tw-pan-y: ; --tw-pinch-zoom: ; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-gradient-from-position: ; --tw-gradient-via-position: ; --tw-gradient-to-position: ; --tw-ordinal: ; --tw-slashed-zero: ; --tw-numeric-figure: ; --tw-numeric-spacing: ; --tw-numeric-fraction: ; --tw-ring-inset: ; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgba(69,89,164,.5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 transparent; --tw-ring-shadow: 0 0 transparent; --tw-shadow: 0 0 transparent; --tw-shadow-colored: 0 0 transparent; --tw-blur: ; --tw-brightness: ; --tw-contrast: ; --tw-grayscale: ; --tw-hue-rotate: ; --tw-invert: ; --tw-saturate: ; --tw-sepia: ; --tw-drop-shadow: ; --tw-backdrop-blur: ; --tw-backdrop-brightness: ; --tw-backdrop-contrast: ; --tw-backdrop-grayscale: ; --tw-backdrop-hue-rotate: ; --tw-backdrop-invert: ; --tw-backdrop-opacity: ; --tw-backdrop-saturate: ; --tw-backdrop-sepia: ; list-style: none; margin: 1.25em 0px; padding: 0px; counter-reset: list-number 0; display: flex; flex-direction: column; color: rgb(55, 65, 81); font-family: Söhne, ui-sans-serif, system-ui, -apple-system, "Segoe UI", Roboto, Ubuntu, Cantarell, "Noto Sans", sans-serif, "Helvetica Neue", Arial, "Apple Color Emoji", "Segoe UI Emoji", "Segoe UI Symbol", "Noto Color Emoji"; font-size: 16px; white-space-collapse: preserve;"> <li style="border: 0px solid rgb(217, 217, 227); box-sizing: border-box; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-pan-x: ; --tw-pan-y: ; --tw-pinch-zoom: ; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-gradient-from-position: ; --tw-gradient-via-position: ; --tw-gradient-to-position: ; --tw-ordinal: ; --tw-slashed-zero: ; --tw-numeric-figure: ; --tw-numeric-spacing: ; --tw-numeric-fraction: ; --tw-ring-inset: ; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgba(69,89,164,.5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 transparent; --tw-ring-shadow: 0 0 transparent; --tw-shadow: 0 0 transparent; --tw-shadow-colored: 0 0 transparent; --tw-blur: ; --tw-brightness: ; --tw-contrast: ; --tw-grayscale: ; --tw-hue-rotate: ; --tw-invert: ; --tw-saturate: ; --tw-sepia: ; --tw-drop-shadow: ; --tw-backdrop-blur: ; --tw-backdrop-brightness: ; --tw-backdrop-contrast: ; --tw-backdrop-grayscale: ; --tw-backdrop-hue-rotate: ; --tw-backdrop-invert: ; --tw-backdrop-opacity: ; --tw-backdrop-saturate: ; --tw-backdrop-sepia: ; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; padding-left: 0.375em; counter-increment: list-number 1; display: block; min-height: 28px;"> <div> 1.Meningkatkan Kesadaran Multikultural:</div> <div> Mengembangkan pemahaman dan menghargai keberagaman budaya, suku, dan agama di masyarakat.</div> <div> Mendorong dialog antarwarga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.</div> <div> </div> <div> 2.Mengoptimalkan Peran Keagamaan dalam Pembangunan Masyarakat:</div> <div> Mendorong kerjasama antaragama untuk mengatasi isu-isu sosial dan kemanusiaan.</div> <div> Memberikan pendampingan keagamaan yang inklusif dan menghormati perbedaan keyakinan.</div> <div> </div> <div> 3. Meningkatkan Akses Pendidikan di Masyarakat:</div> <div> Memberikan bantuan dan dukungan bagi anak-anak yang kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan.</div> <div> Melakukan kegiatan penyuluhan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan di kalangan masyarakat.</div> <div> </div> <div> 4. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal:</div> <div> Membantu pengembangan usaha mikro dan kecil di tingkat lokal.</div> <div> Menyediakan pelatihan keterampilan dan akses informasi untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan daya saing ekonomi mereka.</div> <div> </div> <div> 5. Melestarikan Kearifan Lokal:</div> <div> Mengidentifikasi dan mendokumentasikan warisan budaya dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan.</div> <div> Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan kearifan lokal.</div> </li> </ol>
Peningkatan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Jorong Batu Karak Kenagarian Dilam Kab Solok
Skripsi ini berjudul judul “Peran Labai Dalam Struktur Sosial Masyarakat Kenagarian Gunung Padang Alai: Antara Fungsi Keagamaan Dan Pelestarian Budaya” yang disusun oleh Nadya Fillta Nim. 4622062, pada Program Studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih eksisnya peran Labai sebagai tokoh agama tradisional dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau, khususnya di Kenagarian Gunung Padang Alai. Di tengah perubahan sosial dan arus modernisasi, Labai tidak hanya menjalankan fungsi keagamaan, tetapi juga berperan dalam melestarikan budaya lokal yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Labai dalam struktur sosial masyarakat Kenagarian Gunung Padang Alai, khususnya dalam menjalankan fungsi keagamaan dan pelestarian budaya, serta menganalisisnya menggunakan teori Struktural Fungsional Robert K. Merton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kenagarian Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Informan penelitian terdiri atas Labai, ninik mamak, tokoh agama, perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara yang dilakukan pada tanggal 16-30 Juni 2026, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Labai memiliki peran penting dalam membantu kegiatan keagamaan di surau dan masjid, memberikan nasihat pernikahan, memimpin prosesi kematian, serta menjaga dan mewariskan budaya Minangkabau. Berdasarkan teori Robert K. Merton, fungsi keagamaan merupakan fungsi manifes, sedangkan pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial merupakan fungsi laten. Penelitian ini juga menemukan bahwa modernisasi menjadi tantangan terhadap keberlangsungan peran Labai di masa mendatang.
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “PENGARUH INETENSITAS MENGAKSES KONTEN KEAGAMAAN DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMAHAMAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI” yang disusun oleh Luthfiah Naifah Raihanah Sinurat. 2122332. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech. M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa Generasi Z yang menjadikan platform digital sebagai salah satu sumber utama informasi keagamaan. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana intensitas mengakses konten keagamaan di media sosial berpengaruh terhadap pemahaman agama Islam mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat intensitas mengakses konten keagamaan di media sosial oleh mahasiswa Generasi Z di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi; (2) mengetahui tingkat pemahaman agama Islam mahasiswa; dan (3) menganalisis pengaruh intensitas mengakses konten keagamaan di media sosial terhadap pemahaman agama Islam mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori dan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.772 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2022–2025. Sampel penelitian sebanyak 178 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket intensitas mengakses konten keagamaan dan tes pemahaman agama Islam. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan bantuan SPSS versi 27. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji prasyarat analisis, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas mengakses konten keagamaan di media sosial berada pada kategori tinggi, sedangkan pemahaman agama Islam mahasiswa berada pada kategori baik. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara intensitas mengakses konten keagamaan di media sosial terhadap pemahaman agama Islam mahasiswa Generasi Z di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam mengakses konten keagamaan yang kredibel di media sosial, maka semakin baik pula pemahaman mereka terhadap aspek akidah, ibadah, akhlak, dan nilai-nilai ajaran Islam.
Skripsi ini berjudul “Perubahan Ritual Keagamaan Pada Petani Padi Saat Menjadi Petani Strawberry Di Nagari Balingka Kecamatan Iv Koto Kabupaten Agam” yang ditulis oleh Riadi Rinanda, NIM. 4622021 pada program studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri SjechM. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan ritual keagamaan di kalangan petani padi saat telah menjadi petani strawberry di Nagari Balingka. Ritual tersebut terjadi saat masih menjadi petani padi yang menciptakan solidaritas yang kuat. Tetapi saat kebutuhan yang menekan mereka untuk beralih ke petani strawberry, terjadilah perubahan dari semua ritual-ritual tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk perubahan ritual keagamaan pada petani padi saat menjadi petani strawberry di Nagari Balingka dan faktor penyebab terjadinya perubahan ritual keagamaan di Nagari Balingka. Metode penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini terdiri dari informan terlibat yaitu 7 (tujuh) orang petani strawberry di Nagari Balingka dan informan pendukung dan informan pendukung 2 (dua) orang yang bekerja sebagai penyuluhan pertanian lapangan, dan 1 (satu) orang tokoh adat. Untuk metode pengumpulan data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahann data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa adanya bentuk perubahan ritual keagamaan pada petani padi yang menjadi petani strawberry di Nagari Balingka kecamatan Iv Koto Kabupaten Agam yaitu ritual do’a tolak bala, ritual do’a tanam padi, ritual sedekah bumi,dan ritual do’a meminta hujan. Serta faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan ritual keagamaan di Nagari Balingka ialah karena adanya motivasi ekonomi, adanya harapan masa depan, adanya inovatif individu, adanya permintaan pasar, adanya pengaruh wisata, serta adanya pengaruh lingkungan sosial.
Skripsi ini berjudul “Pernikahan Syekh Sulaiman Arrasuli: Transmisi Paham Keagamaan Kaum Tuo Tahun 1910-1970”, yang disusun oleh Salman Al Faritsi dengan NIM 4422012, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026 M/1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik poligami Syekh Sulaiman Arrasuli, seorang ulama besar dan tokoh sentral kaum tuo di Minangkabau, yang menikah dengan 17 orang istri sepanjang hidupnya rentang waktu 43 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses dan praktik pernikahan poligami tersebut, menjelaskan motif yang melatarbelakanginya, serta mengevaluasi keberhasilan dan ketidakberhasilan transmisi paham keagamaan kaum tuo kepada keturunannya. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer meliputi buku Ayah Kita karya Bahruddin Rusli (1978), kitab Pertalian Adat Dan Syara’ karya Syekh Sulaiman Arrasuli, Daftar Keluarga Besar (2009), Majalah Soearti (1938), serta wawancara dengan cucu dan murid beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami Syekh Sulaiman Arrasuli berawal dari mekanisme perjodohan dan pinangan “siriah nan datang” semenjak pernikahan kedua pada tahun 1910, dengan tetap mempertahankan batas empat istri melalui mekanisme nikah cerai secara musyawarah. Praktik ini dilandasi dua motif utama, pertama, motif sosial-status keulamaan yang menempatkan pernikahan sebagai bentuk pengakuan sosial dan perluasan jaringan kekerabatan. Kedua, motif regenerasi paham kaum tuo di tengah tekanan kaum mudo. Keluarga besar yang terbentuk berfungsi sebagai media transmisi nilai keagamaan melalui surau dan MTI Canduang, namun hasil yang didapat tidak merata, hanya tiga dari lima anak laki-laki yang bertahan dewasa, serta satu anak perempuan yang melanjutkan tradisi dan keilmuan tersebut, yang mana hal ini dipengaruhi oleh faktor demografis, modernisasi, rekonsiliasi ideologis, dan perbedaan orientasi pemikiran setiap individu keturunan.
Skripsi yang ditulis oleh Hidayati dengan NIM 4322054 berjudul "Strategi Dakwah Ustadz Harun Harahap dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Muslim di Kelurahan Sayur Matinggi, Padang Lawas Utara", disusun dalam Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dakwah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengajak, membimbing, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka dapat melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadis. Tujuan dakwah adalah untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari agar terwujud masyarakat yang lebih baik, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini berfokus pada strategi dakwah yang diterapkan oleh Ustadz Harun Harahap untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat Muslim di Kelurahan Sayur Matinggi, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan dakwah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ustadz Harun Harahap menerapkan tiga strategi dakwah untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat Muslim di Kelurahan Sayur Matinggi, yaitu strategi sentimental yang berfokus pada pendekatan emosional dan komunikasi dekat dengan jama'ah/mad'u yang mengikuti pengajian rutin malam senin, strategi indrawi melalui praktik ibadah, keteladanan, dan kegiatan pengajian rutin, serta strategi rasional dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, dan kitab-kitab keislaman.
Tesis ini berjudul "Sinkretisme Keagamaan dalam Tradisi Nazar di Makam Keramat Tukji Nagari Sialang Gaung Dharmasraya Sumatera Barat", disusun oleh Tommy Hardi Putra NIM 40124005, Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, FUAD, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas keberagamaan masyarakat Nagari Sialang Gaung yang tidak terlepas dari tradisi nazar di Makam Keramat Tukji dalam kerangka Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Praktik ini menjadi medan perdebatan teologis antara kelompok tradisionalis yang akomodatif terhadap budaya lokal dan kelompok puritan yang menolaknya sebagai bid'ah dan potensi syirik. Rumusan masalah meliputi: bagaimana pola dan bentuk sinkretisme keagamaan dalam tradisi nazar? bagaimana konstruksi makna religius, spiritual, dan simbolik yang dipahami masyarakat? serta bagaimana implikasi sosial-budayanya terhadap kohesi sosial, sistem nilai keagamaan, dan keberlanjutan tradisi? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan dan non-partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles Huberman Saldana. Informan terdiri atas codiak pandai, tokoh adat (ninik mamak), ulama, peziarah, dan masyarakat sekitar Makam Tukji di Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sinkretisme termanifestasi dalam lima bentuk saling terkait: struktural (legitimasi ABS-SBK), ritual (percampuran doa Islam dan kenduri lokal), simbolik (ukiran Minangkabau, kemenyan, air doa), ideologis (perdebatan tawassul, tauhid, bid'ah), serta sosial-budaya (solidaritas melalui kenduri). Kedua, konstruksi makna berlangsung pada tiga level: individu (harapan, ketenangan batin, negosiasi tradisi dan keraguan teologis), kolektif (lieu de mémoire, solidaritas sosial, identitas nagari), dan simbolik (makam sebagai kedekatan dengan Tuhan, nazar sebagai harapan dan ikhtiar, sedekah sebagai syukur dan solidaritas, kekeramatan Tukji sebagai identitas kolektif, ziarah sebagai penghubung masa lalu-kini). Ketiga, implikasi sosial-budaya bersifat ganda: memperkuat kohesi sosial, solidaritas mekanis (Durkheim), dan redistribusi ekonomi, namun menimbulkan ketegangan antar-generasi akibat perbedaan pandangan keagamaan. Secara teologis, tradisi ini berada di area abu-abu karena klaim maslahah-nya kondisional; sah jika pemahaman masyarakat tetap dalam koridor tauhid (memohon kepada Allah melalui Tukji), namun gugur jika bergeser pada keyakinan bahwa Tukji-lah yang mengabulkan. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan pemurnian niat (tajdīd al-niyyah) agar tradisi tetap berada di atas rel tauhid.
Silpa Amini NIM. 2122453, Skripsi “Pembinaan Akhlak Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas Di SDN 12 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/447 H. Pembinaan akhlak peserta didik merupakan aspek penting dalam pendidikan, terutama dalam menumbuhkan sikap solidaritas di lingkungan sekolah dasar. Fenomena degradasi moral dan melemahnya kepedulian sosial di kalangan peserta didik menunjukkan perlunya upaya pembinaan akhlak yang berkelanjutan dan terprogram. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang ditanamkan serta mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam menumbuhkan sikap solidaritas peserta didik Di SDN 12 Lembah Melintang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi guru pembina ekstrakurikuler keagamaan, guru PAI dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berupa pembelajaran Al-Qur’an seperti tadarus Al-Qur’an, tahfiz, tilawah, baca tulis Al-Qur’an, berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak seperti kepedulian, tolong-menolong, kebersamaan, dan empati. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat menjadi sarana efektif dalam membina akhlak peserta didik serta menumbuhkan sikap solidaritas di lingkungan sekolah
Penelitian ini mengkaji klaim kebenaran tunggal dalam wacana keagamaan melalui kerangka dekonstruksi Jacques Derrida sebagaimana termuat dalam buku Dekonstruksi Spiritual: Merayakan Ragam Wajah Spiritual. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) berpendekatan filosofis-hermeneutis, penelitian ini menganalisis tiga konsep inti Derrida différance, jejak (trace), dan suplemen (supplement) sebagai alat pembongkar absolutisme tafsir keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, klaim kebenaran tunggal dalam agama beroperasi melalui mekanisme logosentrisme, metafisika kehadiran, dan oposisi biner yang secara epistemologis tidak dapat dipertahankan; kedua, différance mengungkap bahwa makna teks keagamaan tidak pernah hadir secara penuh dan selalu terbuka bagi pluralitas penafsiran; ketiga, fanatisme, ekstremisme, dan radikalisme keagamaan memiliki akar epistemologis pada klaim akses eksklusif terhadap kebenaran ilahi. Dekonstruksi Derrida menawarkan alternatif berupa kerendahan hati epistemologis bukan relativisme sebagai fondasi dialog keagamaan yang lebih adil dan transformatif, khususnya dalam konteks pluralisme keagamaan di Indonesia.
Suriyani Imah Hasibuan, NIM 2122138. Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an sebagai Upaya Penguatan Identitas Keagamaan Siswa di Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Raudhatul Mufassirin Indonesia. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan identitas keagamaan siswa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman yang dapat Berdampak keyakinan, praktik ibadah, perilaku, dan pemahaman keagamaan peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat identitas keagamaan adalah melalui pembelajaran tahfidz Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Raudhatul Mufassirin Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran tahfidz dengan mengintegrasikan hafalan dan pemahaman makna Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an serta dampaknya terhadap penguatan identitas keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan desain studi kasus. Lokasi penelitian berada di Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Raudhatul Mufassirin Indonesia. Informan penelitian terdiri dari guru tahfidz, kepala madrasah, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di madrasah dilaksanakan secara terstruktur melalui tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, target hafalan, penggunaan metode Ummi serta evaluasi pembelajran. Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan identitas keagamaan siswa yang terlihat pada munculnya keyakinan doktrinal, praktik ibadah rutin, keterlibatan sosial keagamaan, pembentukan nilai etika dan perilaku Islami, serta berkembangnya pengalaman spiritual pribadi. Selain itu, pembelajaran tahfidz juga berperan dalam membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, jujur, dan memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan Allah SWT. Dengan demikian, pembelajaran tahfidz Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas keagamaan dan pembentukan karakter Islami siswa secara menyeluruh.
Skripsi ini disusun oleh Muhamad Latief Khana, NIM. 2122200 dengan Judul “Strategi Guru PAI Dalam Pembinaan Keagamaan (Akhlak dan Adab) Siswa Melalui Literasi Informasi Di SMP N 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman” Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 1447 H/ 2026 M. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini diantaranya masih ada beberapa siswa yang belum menjalankan salat Zuhur di sekolah, beberapa siswa yang meremehkan pelajaran PAI, dan juga anggapan bahwa pelajaran tersebut tergolong mudah. Sikap semacam ini mencerminkan bahwa pemahaman beberapa siswa tentang pentingnya PAI sebagai landasan pengembangan akhlak, iman, dan kesiapan beribadah kepada Allah Swt. serta adab masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha yang lebih fokus dari guru dan pihak sekolah untuk meningkatkan kesadaran bahwa PAI bukan hanya pelajaran biasa, tetapi juga landasan penting dalam membangun karakter religius bagi para siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Strategi guru PAI dalam pembinaan keagamaan (akhlak dan adab) siswa melalui literasi informasi di SMP N 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Tempat penelitian dilakukan di SMP N 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman pada kelas VII.1 dan waktunya dari tanggal 29 April sampai 18 Mei. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru PAI, wali kelas dan Siswa, Observasi Lapangan, serta dokumentasi. Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Guru PAI Dalam Pembinaan Keagamaan (Akhlak dan Adab) Siswa Melalui Literasi Informasi Di SMP N 2 Batang Anai adalah dengan Strategi Keteladanan, Pembiasaan, Hukuman yang diberikan untuk memberikan efek jera dan rasa tanggung jawab diri siswa untuk tidak merasa bahwa hukuman tersebut adalah rasa benci guru kepada siswa. Pada Strategi Pembiasaan ini siswa setiap pagi di jam awal pelajaran siswa membaca Al-Qur’an dan Tahfiz. Faktor pendukung strategi ini adanya dukungan motivasi dari guru PAI, motivasi dari dalam diri siswa, pelaksanaan sholat zuhur berjamaah, dan Al-Qur’an yang memadai. Namun ada faktor penghambatnya yaitu perpustakaan yang kurang memadai dan memakan waktu untuk mendapatkan bacaan Khususnya Keagamaan serta lingkungan siswa yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehar-hari.
Skripsi ini disusun oleh Rahmadia Fitri NIM 4622011, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Paradoks Nilai Keagamaan Terhadap Kebersihan Lingkungan di Kawasan Objek Wisata Pulau Belibis Kota Solok” Paradoks antara nilai keagamaan dan perilaku kebersihan masih menjadi fenomena yang terlihat di kawasan Wisata Pulau Belibis Kota Solok. Masyarakat setempat secara umum memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dan memahami bahwa kebersihan merupakan bagian dari ajaran agama. Namun, praktik kebersihan yang dilakukan belum sepenuhnya mencerminkan nilai tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana paradoks tersebut terjadi dan bagaimana hubungan antara nilai keagamaan dengan realitas kebersihan lingkungan di kawasan wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Pulau Belibis, Kota Solok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, pengelola wisata, pedagang, masyarakat, dan pengunjung sebagai informan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilengkapi dengan teknik triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara nilai keagamaan yang diyakini masyarakat dengan praktik kebersihan yang dilakukan. Nilai agama tentang kebersihan belum terealisasi secara kuat dalam tindakan sosial masyarakat dan pengunjung, sehingga perilaku kebersihan masih rendah. Berdasarkan teori Tindakan Sosial Max Weber, khususnya tindakan rasional berorientasi nilai, ditemukan bahwa nilai keagamaan belum menjadi motivasi utama dalam tindakan kebersihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor kebiasaan, fasilitas yang terbatas, dan lemahnya budaya kolektif turut memperkuat munculnya paradoks tersebut.
Skripsi ini berjudul "Perubahan Perilaku Sosial Keagamaan pada Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Pasaman Barat: Perspektif Tindakan Sosial Max Weber" yang ditulis oleh Dina Lorenza, NIM. 4622051, pada Program Studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik zikir dalam Tarekat Naqsabandiyah di Surau Baiturrahman Lubuak Landua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, yang dalam praktik sosialnya berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan perubahan perilaku sosial keagamaan jamaah. Zikir tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual dan sosial yang menumbuhkan sikap disiplin, sabar, rendah hati, serta memperkuat solidaritas antarjamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode, Fokus penelitian diarahkan untuk memahami bentuk perubahan perilaku keagamaan jamaah yang berlangsung secara lambat, kecil, dan dikehendaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan zikir secara kolektif membawa perubahan positif terhadap perilaku sosial keagamaan jamaah, antara lain meningkatnya kedisiplinan ibadah, kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Perubahan tersebut terjadi secara bertahap melalui pembinaan spiritual mursyid dan pembiasaan zikir rutin di surau. Dalam perspektif teori tindakan sosial Max Weber, perilaku jamaah mencerminkan empat bentuk tindakan, yaitu tradisional, afektif, rasional nilai, dan rasional instrumental. Di antara keempat bentuk tindakan tersebut, tindakan rasional berorientasi nilai tampak paling dominan karena jamaah melaksanakan zikir dengan kesadaran religius untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Abstrak Skripsi yang berjudul “Strategi Dakwah Penyuluh Agama Dalam Peningkatan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Di Jorong Batang Silasiah Kabupaten Agam.” Disusun oleh Donal Gusti Nim 4321031. Mahasiswa Progrm Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi (UIN Bukittinggi). Dakwah ialah suatu proses untuk memotivasi manusia supaya melakukan perbuatan yang baik dan menjauhi segala bentuk kemungkaran, demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kesempurnaan agama Islam tercermin dari segala aspek kehidupan yang telah diatur secara lengkap dalam Al-Qur'an dan Hadis. Masalah yang dihadapi yaitu perbedaan budaya, variasi tingkat pendidikan, serta tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang agama. Selain itu, terdapat juga tantangan sosial kelompok tertentu yang berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat. Jenis penelitian yang diterapkan oleh peneliti merupakan penelitian kualitatif yang sering disebut dengan istilah naturalistic inquiry (ingkuiri alamiah). Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang terdiri dari bahasa tertulis atau lisan dari individu dan aktor yang dapat diamati. Tujuan penelitian ini adalah untuk tidak menggunakan data numerik, karena bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi secara faktual serta memberikan penjelasan mengenai realitas yang ditemukan selma penelitian. Lokasi yang dipilih oleh penulis untuk penelitian adalah di jorong Batang Silasiah, Kabupaten Agam. Sumber data yang digunakan penulis mencakup sumber primer dan juga sumber sekunder, data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan Penyuluh Agama dan Masyarakat. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari buku, jurnal, serta dokumen dari Sekolah terkait dengan tema penelitian. Teknik yang diterapkan penulis untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan penulis adalah reduksi data, penyajian data, serta pengampilan kesimpulan. Berdasarkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, terdapat 3 jenis pendekatan dalam strategi dakwah. Pertama adalah strategi Sentimetal (al-manhaj al-athifi) yang mengutaakan aspek perasaan dengan tujuan untuk menggerakkan hati orang lain. Yang kedua adalah strategi rasional (al-manhaj al-aqli) yaitu pendekatan dakwah dengan menyoroti aspek pemikiran rasional. Ketiga adalah strategi indrawi (al-manhaj al-hissy) yaitu pendekatan dakwah yang berfokus pada pemanfaatan pancaindra. Tentu saja terdapat berbagai tantanan dalam dakwah yang bisa muncul baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Tantangan internal adalah rintangan yang muncul dari diri da’i itu sendiri. Sedangkan tantangan eksternal adalah rintangan yang berasal dari luar diri da’i.