Abstrak
Suriyani Imah Hasibuan, NIM 2122138. Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an sebagai Upaya Penguatan Identitas Keagamaan Siswa di Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Raudhatul Mufassirin Indonesia. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan identitas keagamaan siswa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman yang dapat Berdampak keyakinan, praktik ibadah, perilaku, dan pemahaman keagamaan peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat identitas keagamaan adalah melalui pembelajaran tahfidz Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Raudhatul Mufassirin Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran tahfidz dengan mengintegrasikan hafalan dan pemahaman makna Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an serta dampaknya terhadap penguatan identitas keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan desain studi kasus. Lokasi penelitian berada di Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Raudhatul Mufassirin Indonesia. Informan penelitian terdiri dari guru tahfidz, kepala madrasah, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di madrasah dilaksanakan secara terstruktur melalui tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, target hafalan, penggunaan metode Ummi serta evaluasi pembelajran. Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan identitas keagamaan siswa yang terlihat pada munculnya keyakinan doktrinal, praktik ibadah rutin, keterlibatan sosial keagamaan, pembentukan nilai etika dan perilaku Islami, serta berkembangnya pengalaman spiritual pribadi. Selain itu, pembelajaran tahfidz juga berperan dalam membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, jujur, dan memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan Allah SWT. Dengan demikian, pembelajaran tahfidz Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas keagamaan dan pembentukan karakter Islami siswa secara menyeluruh.