ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Keterampilan Regulasi Diri terhadap Kepatuhan Aturan Anak Asuh di Panti Asuhan Kecamatan Tilatang Kamang” yang disusun oleh Azizahtul Hafizah, NIM 2622003, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan keterampilan regulasi diri terhadap kepatuhan aturan anak asuh di Panti Asuhan Kecamatan Tilatang Kamang serta mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan regulasi diri terhadap kepatuhan aturan anak asuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena anak asuh yang masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan dorongan diri, mengatur perilaku, serta mematuhi aturan yang berlaku di panti asuhan. Penelitian ini didasarkan pada teori regulasi diri yang dikemukakan oleh Roy F. Baumeister, yang menjelaskan bahwa regulasi diri merupakan kemampuan individu untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku agar sesuai dengan tujuan serta standar yang berlaku. Dalam konteks penelitian ini, kemampuan regulasi diri yang baik dipandang dapat meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, karena individu mampu mengontrol dorongan untuk melanggar aturan dan bertindak sesuai dengan norma yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 82 anak asuh yang tersebar di empat panti asuhan di Kecamatan Tilatang Kamang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana, uji t, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan regulasi diri anak asuh di Panti Asuhan Kecamatan Tilatang Kamang berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 39% dan rata-rata skor 94. Sementara itu, kepatuhan aturan anak asuh berada pada kategori sedang dan tinggi, masing-masing sebesar 33%, dengan rata-rata skor 102. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh nilai t hitung sebesar 6,890 > t tabel sebesar 1,990 dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan keterampilan regulasi diri terhadap kepatuhan aturan anak asuh di Panti Asuhan Kecamatan Tilatang Kamang. Besarnya kontribusi pengaruh keterampilan regulasi diri terhadap kepatuhan aturan adalah sebesar 36,5%, sedangkan 63,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Artinya, semakin baik keterampilan regulasi diri yang dimiliki anak asuh, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan mereka terhadap aturan yang berlaku di lingkungan panti asuhan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ Perilaku Sosial Keagamaan Dalam Program Pembinaan Anak Asuh Di Panti Asuhan Aisyiah Kota Bukittinggi” yang disusun oleh Willi Yanti NIM 4620038 Program Studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.. Penelitian ini dilatar belakangi bahwa perilaku sosial keagamaan yang dilakukan anak asuh di panti asuhan aisyiyah melalui program pembinaan untuk memberikan pendidikan, perlindungan dan pengasuha kepada anak- anak yang tinggal disana dengan adanya Dukungan dan kasih sayang serta kesehatan dan kesejahteraan , perkembangqn sosial dan emosional. Perilaku sosial keagamaan merupakan sifat seseorang tercermin pada ucapan dan tingkah lakunya sehari-hari seperti perkembangan bicara, emosi, penyesuaian sosial, moral, keperibadian. Metode penelitian yang digunakan peneliti merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, menganalisis, Perilaku Sosial Keagamaan Dalam Program Pembinaan Anak Asuh Di Panti Asuhan Aisyiah Kota Bukittinggi dengan menggunakan teori Tindakan Sosial Max Weber, Informan dalam penelitian ini terdiri dari ketua panti asuhan dan pengurusnya. Untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, metode analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi Hasil dari penelitian ini adalah 1) perilaku sosial keagamaan dalam program pembinaan anak asuh di panti asuahan aisyiyah kota bukittinggi dapat disimpulkan bahwa diadakan pengajian yang mendatangkan guru dari luar kemudian bimbingan yang baik dari pengasuh, bimbingan yang baik dari pengurus kemudian bimbingan dengan baik. Yang bertujuan untuk memberikan arahan dan lebih memahami yang lebih baik mendalam terkait materi pengajian. 2) Tantangan pengasuh dalam pembentukan perilaku sosial keagaan di panti asuhan aisyiah bukittinggi dapat disimpulkan salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keragaman tingkat pemahaman praktik keagamaan di kalangan anak-anak.beberapa Anak telah menunjukkan memiliki dasar yang kokoh dalam memahami islam, sedangkan lainya mungkin masih memerlukan pembinaan lebih lanjut untuk mencapai pemahaman yang serupa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “POLA KOMUNIKASI PENGASUH TERHADAP ANAK ASUH DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH DI PANTI ASUHAN AL-FALAH PADANG JAPANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA” yang disusun oleh Aulia Rahmi Fajria dengan NIM. 4319046 pada Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Akhlak adalah suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan, oleh sebab itu dalam membina dan membentuk akhlak mulia terhadap anak asuh, pengasuh harus berperan aktif dalam hal itu, kerena anak asuh sedang memasuki fese remaja yang belum paham akan pentingnya menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam dosa besar. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (fiel research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan redaksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti terdapat dua bentuk pola komunikasi pengasuh terhadap anak asuh dalam membina akhlakul karimah, yaitu pola roda dan pola bintang. Dalam pola roda terjadi komunikasi satu arah yang didominasi oleh pengasuh sebagai komunikator dalam kegiatan istima’ dan mau’idzah. Pada pola bintang, pengasuh terhadap anak asuh memiliki kekuatan yang sama untuk saling mempengaruhi satu sama lain. Pada saat berkomunikasi anak asuh memberikan feedback atas apa yang disampaikan oleh pengasuh
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ Pemahaman Keagamaan Pada Kegiatan Bimbingan Sosial dan Kerohanian Pada Panti Asuhan Cabang Aisyiyah Matur Kecamatan Matur Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat” yang di susun oleh Nurdeli Indah Sari NIM 4618035. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Universitas Sjeh M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi tentang pemahaman keagamaan bagi anak asuh di dalam melaksanakan kegiatan bimbingan sosial dan kerohanian yang bagaimana dapat dilihat dari tingkahlaku, dan bagaimana anak itu memahami setiap apa yang dipelajari. Pendidikan tidak hanya di dapat dengan pendidikan formal tetapi juga dengan informal seperti kegiatan yang diterapkan di dalam panti asuhan yang merupakan kegiatan tambahan yang menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh anak asuh. Tujuan ini untuk menganalisis bagaimana pemahaman keagamaan pada kegiatan bimbingan sosial dan kerohanian di Panti Asuhan Cabang Aisyiyah Matur. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini ialah anak asuh, pengasuh dan pengurus yang berada dilingkungan panti.teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan teori Struktural Fungsional AGIL yang dikemukakan oleh Talcot Parson. Hasil penelitian berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti dari lapangan di dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh anak asuh dimana terdapat rendahnya pemahaman keagamaan pada sebagian anak asuh dalam melaksanakan kegiatan bimbingan sosial dan kerohanian dimana terdapat sebagian anak-anak yang tidak memahami apa yang dipelajari dilihat dari bagaimana anak itu mengikuti kegiatan tersebut seperti bercanda dengan temannya, tidur, dan ada juga yang tidak mengikuti kegiatan tersebut, disebabkan oleh kegiatan yang padat, rasa jenuh dan juga metode pembelajaran yang kurang menarik. Tetapi ada sebagian anak yang bisa menerapkan apa yang mereka dapatkan sehingga mereka bisa bersaing dengan anak-anak yang berada di luar lingkungan panti.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Penerapan Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Sosial Keagamaan Anak di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh” yang ditulis oleh Helni dengan NIM. 4619053. Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya penerapan pola asuh yang diberikan oleh pengasuh dalam membentuk karakter sosial keagamaan anak di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh. Pada umumnya anak asuh di panti memiliki karakter yang baik sesuai dengan nilai sosial keagamaan yang berlaku, namun pada zaman sekarang rawan sekali bagi anak pada pergaulan maupun faktor lainnya yang merusak karakter dari anak tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu pengasuh dan informan pendukung yaitu pendamping anak asuh di bidang agama, pengurus, anak asuh, pekerja di bidang administrasi dan masyarakat. Data dari hasil penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan untuk melakukan pengamatan mengenai penerapan pola asuh yang diberikan pada anak asuh. Kemudian metode wawancara dilakukan melalui tanya jawab antara dua orang atau lebih. Sedangkan metode dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan bukti berupa video, foto, rekaman, dan dokumen-dokumen lainnya. Hasil penelitian yaitu; pertama penerapan pola asuh dalam membentuk karakter sosial keagamaan anak di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh yang terdapat tiga bentuk pola asuh diantaranya; penerapan pola asuh otoriter di panti dengan cara memberikan aturan yang wajib dilaksanakan oleh anak asuh apabila anak asuh melanggar maka akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang dibuat. Penerapan pola asuh demokratis di panti dengan cara lebih menghargai anak, saling terbuka, memberikan bimbingan serta didikan yang baik terhadap anak asuh. Penerapan pola asuh permisif di panti yaitu kurang peduli terhadap aktivitas anak asuh dan memberikan kebebasan untuk berbuat semaunya. Dari beberapa penerapan pola asuh yang diterapkan yang paling banyak diterapkan yaitu pola asuh otoritatif dan demokratis di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh. Kedua faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pola asuh dalam membentuk karakter sosial keagamaan anak di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh yaitu; faktor pendukung dalam penerapan pola asuh terdiri dari pengaruh lingkungan, dukungan masyarakat, motivasi anak, pengurus dan pengasuh yag berkompeten, fasilitas yang lengkap, adanya senior atau alumni dari Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh. Kemudian faktor penghambat dalam penerapan pola asuh terdiri dari latar belakang anak asuh, teman sebaya, pulang kampung, Handphone. Dari beberapa faktor tersebut karakter anak baik cuman ada beberapa yang nakal, perlu adanya kesadaran diri pada anak ketika mereka tinggal di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Payakumbuh.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Karya tulis dalam bentuk skripsi disusun atas nama M. Yusuf Andi Azmi, NIM 4618036, Prodi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Peran Program Pembinaan Keagamaan Anak Asuh Di Panti Asuhan Kasih Sayang Di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam”. Beberapa anak asuh di panti asuhan tersebut melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pengurus dan pengasuh seperti terlalu sibuk dengan handphone, terlambat shalat berjamaah, mencuri, tidak mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan seperti tahfidz, takziah, yasinan, pengajian, adanya konflik antar anak asuh, dan kurangnya rasa hormat anak asuh kepada pengasuh sehingga pembinaan tersebut tidak berjalan dengan baik. Sedangkan panti asuhan tersebut memiliki anak asuh sebanyak 36 orang yang berasal dari anak yatim, piatu, dan anak kurang mampu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja bentuk kegiatan pembinaan anak asuh berbasis keagamaan dan faktor pendukung serta faktor penghambatnya di panti asuhan kasih sayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menyajikan gambaran yang komprehensif dan mendalam tentang realitas sosial serta fenomena di masyarakat yang menjadi subjek penelitian. Cara pengumpulan data pada penelitian ini yaitu : observasi (pengamatan langsung di lapangan), wawancara, dan dokumentasi. Narasumber utama dalam penelitian ini yaitu pengasuh dan pengasuh panti asuhan, sedangkan informan pendukung yaitu anak asuh. Maka kesimpulan akhir pada penelitian ini bahwa kegiatan pembinaan anak asuh berbasis keagamaan ini telah berjalan dengan baik namun sebagian ada juga yang melanggarnya, jika dilihat bahwa anak asuh selalu diberikan arahan oleh pengasuh dan pengurus agar serius mengikutinya. Adapun faktor pendukung pembinaan yaitu : adanya motivasi dari anak asuh itu, adanya hubungan yang baik antara anak asuh dengan pengasuh, adanya donatur, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya : yaitu latar belakang anak asuh yang berbeda, pergaulan anak asuh, pengaruh teknologi, pengalaman pengasuh yang rendah, kurangnya sopan santun anak asuh kepada pengasuh, minat dan semangat anak asuh untuk mengikuti pembinaan masih rendah, anak asuh susah untuk diatur, serta waktu yang terbatas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “Gambaran Resiliensi Anak Asuh Panti Asuhan Hanifa 3 Kampung Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam.” Disusun oleh Marsal Yunas Muliadi Hasibuan NIM 2617108 program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Intitut Agama Islam Negri IAIN Bukittinggi Tahun 2017. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena anak asuh yang dimasukkan ke panti asuhan dengan memiliki orangtua lengkap namun karena masalah finansial mereka harus hidup di panti asuhan dan tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua oleh karena itu anak asuh kurang mampu dalam mengatasi emosi, tidak stabil dalam mengendalikan emosi, dan adanya rasa kurang percaya diri terhadap lingkungan dan juga ketahanan diri dari sumber stress tambahan yang ada di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif pengumpulan data dalam peneliti ini penulis memperoleh melalui observasi dan wawancara. Pada penelitian ini mengguanakan 8 orang informan kunci 1 orang informan pendukung yaitu ibu asuh. Teknis analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan untuk keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami anak asuh merupakan individu yang resilien karena dominan anak asuh memenuhi 5 aspek dari 7 aspek resiliensi yaitu optimisme, efikasi diri, analisis kausal, empati, reaching out (pencapaian) dan ada satu orang anak asuh yang memenuhi ketujuh aspek individu yang resilien yaitu regulasi emosi, impluse control, optimisme, self efikasi, empati dan reaching out. Selanjutnya pada faktor yang mempengaruhi resiliensi ada tiga yaitu budaya, dukungan sosial, spiritual dari faktor tersebut mayoritas anak asuh menjalankan dengan baik dengan mengambil nilai-nilai dari budaya seperti tutur bahasa dan cara bersikap, dari dukungan sosial seperti meneruskan pendidikan, menjalankan informasi yang di berikan untuk menjadikan diri lebih berkualitas, dan pada faktor terakhir anak asuh memiliki kepercayaan dengan Tuhan (Allah) sebagai penolong dari kesulitan hidup. Kata kunci: Resiliensi, Anak Asuh
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Strategi Komunikasi Antara Guru Dan Anak Asuh Dalam Pembinaan Menghafal Al-Qur’an Di Panti Asuhan Aisyiyah Kabupaten Pasaman Barat” ditulis oleh RATI LAMENI, NIM : 4317048, Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2021. Manusia sebagai makhluk hidup sosial senantiasa ingin berhubungan dengan yang lainnya. Ia ingin mengetahui tentang lingkungan sekitarnya, dan demikian rasa ingin tahu memaksa manusia perlu untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Komunikasi merupakan bagian yang tidak akan terpisahkan dalam kehidupan manusia, karena setiap gerak langkah selalu disertai dengan komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu menggunakan teknis analisis data. Hasil penelitian yang penulis lakukan adalah diperoleh kesimpulan bahwa pertama strategi komunikasi antara guru dan anak asuh berpengaruh besar terhadap jalannya pembinaan menghafal Al-Qur’an, strategi kepercayaan, strategi sanksi, strategi pendekatan Kedua metode pembinaan menghafal Al-Qur’an adalah metode pembiasaan, metode nasehat, dan metode pendekatan. Ketiga faktor pendukung, anak-anak benar-benar niat dari hati, memotivasikan diri sendiri untuk bisa melaksanakannya. faktor penghambat,mempunyai masalah keluarga, kurang perhatian dan kasih sayang sehingga kemauannya lemah, malas dan kurang semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Kata Kunci : Strategi Komunikasi Antara Guru dan Anak Asuh
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh ZUHRIKA, NIM,2615.001 ProdiBimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan judul Upaya pengasuh dalam Mengembangkan Kreativitas anak asuh panti asuhan YPI Darussalam Pangean Kabupaten Kuantan Sengingi Provinsi Riau. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwadi Panti asuhan YPI Darussalam Pangean yang lebih menonjol adalah pengembangan keagamaan seperti tilawatil Qur’an, Ceramah agama dan tahfidz,sedangkan pengembangakan kreativitas yang lain di panti asuhan sedikit.Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Upaya pengasuh dalam Mengembangkan kreativitas anak asuh panti asuhan YPI Darussalam Pangean. Penelitian ini adalah deskiptif kualitatif, yaitu menggambarkan kejadian yang terjadi dilapangan seperti menggambarkan, menuturkan, menafsirkan, suatu fenomena yang berkembang pada masa sekarang. Sedangkan instrumenpenelitian yang dipakai dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah melalui obsevasi dan wawancara. Untuk pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara kepada pengasuh panti asuhan dan anak asuh sebagai sabjek pelitian. Adapun yang menjadi informan pendukung penulisan skripsi ini seperti anak asuh dan pengasuh panti untuk memperoleh informasi awal, kemudian peneliti tindak lanjuti lagi melalui penelitian dan observasi lapangan, terkait Upaya pengasuh dalam mengembangkan kreativitas anak asuh panti asuhan YPI Darussalam Pangean. Untuk validitas informasi penulis melakukan wawancara dengan 1 orang pengasuh dan Tiga orang anak asuh. Hasil penelitian menunjukkan adanyakesenjanganpengasuh dalam mengembangkan kreativitas anak asuh seperti lebih mengutamakan kreativitas pengembangan keagamaan sedangkan untuk kreativitas musik tidak ada sama sekali. Pihak Panti Asuhan kurang mampu dalam mengatur waktu untuk kreativitas keagamaan dan kreativitas musik. Faktor penyebabnya yaitu waktu anak asuh lebih banyak disekolah dibandingkan di Panti Asuhan, fasilitas tidak memadai dalam menerapkan pengembangan kreativitas anak asuh di panti asuhan, selanjutnya adanya faktor dari lingkungan dan keluarga yang kurang mendukung berjalannya pengembangan kreativitas anak panti asuhan. Kesimpulan bahwa pengembangan kreativitas di panti asuhan hanya mengutamakan kreativitas keagamaan sedangkan pengembangan kreativitas musik tidak diterapkan sama sekali seperti nasyid dan rebana di dalam Panti Asuhan YPI Darussalam Pangean. ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh ZUHRIKA, NIM,2615.001 ProdiBimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan judul Upaya pengasuh dalam Mengembangkan Kreativitas anak asuh panti asuhan YPI Darussalam Pangean Kabupaten Kuantan Sengingi Provinsi Riau. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwadi Panti asuhan YPI Darussalam Pangean yang lebih menonjol adalah pengembangan keagamaan seperti tilawatil Qur’an, Ceramah agama dan tahfidz,sedangkan pengembangakan kreativitas yang lain di panti asuhan sedikit.Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Upaya pengasuh dalam Mengembangkan kreativitas anak asuh panti asuhan YPI Darussalam Pangean. Penelitian ini adalah deskiptif kualitatif, yaitu menggambarkan kejadian yang terjadi dilapangan seperti menggambarkan, menuturkan, menafsirkan, suatu fenomena yang berkembang pada masa sekarang. Sedangkan instrumenpenelitian yang dipakai dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah melalui obsevasi dan wawancara. Untuk pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara kepada pengasuh panti asuhan dan anak asuh sebagai sabjek pelitian. Adapun yang menjadi informan pendukung penulisan skripsi ini seperti anak asuh dan pengasuh panti untuk memperoleh informasi awal, kemudian peneliti tindak lanjuti lagi melalui penelitian dan observasi lapangan, terkait Upaya pengasuh dalam mengembangkan kreativitas anak asuh panti asuhan YPI Darussalam Pangean. Untuk validitas informasi penulis melakukan wawancara dengan 1 orang pengasuh dan Tiga orang anak asuh. Hasil penelitian menunjukkan adanyakesenjanganpengasuh dalam mengembangkan kreativitas anak asuh seperti lebih mengutamakan kreativitas pengembangan keagamaan sedangkan untuk kreativitas musik tidak ada sama sekali. Pihak Panti Asuhan kurang mampu dalam mengatur waktu untuk kreativitas keagamaan dan kreativitas musik. Faktor penyebabnya yaitu waktu anak asuh lebih banyak disekolah dibandingkan di Panti Asuhan, fasilitas tidak memadai dalam menerapkan pengembangan kreativitas anak asuh di panti asuhan, selanjutnya adanya faktor dari lingkungan dan keluarga yang kurang mendukung berjalannya pengembangan kreativitas anak panti asuhan. Kesimpulan bahwa pengembangan kreativitas di panti asuhan hanya mengutamakan kreativitas keagamaan sedangkan pengembangan kreativitas musik tidak diterapkan sama sekali seperti nasyid dan rebana di dalam Panti Asuhan YPI Darussalam Pangean. Kata kunci X= Upaya Pengasuh,Y = Mengembangkan Kreativitas Anak Asuh
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ PEMBINAAN AKHLAK ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PADANG BELIMBING KECAMATAN X KOTO SINGKARAK KABUPATEN SOLOK” yang disusun oleh SRI YULI MULHAYATI NIM. 2115.218 pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Latar Belakang penulis melakukan penelitian ini terdapat kesenjangan pada pembinaan akhlak anak asuh panti asuhan Muhammadiyah Padang Belimbing hal ini terlihat dari pengamatan yang dilakukan bahwapanti asuhan Muhammadiyah Padang Belimbing mengadakan pembinaan akhlak terhadap seluruh anak asuh, bentuk kegiatan yang dilakukan panti asuhan Muhammadiyah dalam pembinaan akhlak anak asuh. Misalnya, membiasakan sholat berjamaah, Tahfizul Al-qura‟an, muhadharah, puasa senin kamis akan tetapi masih ada sebagian anak asuh yang berakhlak kurang baik terhadap teman maupun pengasuh yang ada di panti asuhan Muhammadiyah Padang Belimbing. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif (qualitatife research) yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, pemikiran orang secara individual maupun kelompok deskriptif. Subjek penelitian ini meliputi pengasuh yang berada di dalam panti dan anak asuh panti asuhan Muhammadiyah Padang Belimbing. Objek penelitian ini bentuk kegiatan pembinaan akhlak yang diikuti anak asuh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verification. Sedangkan untuk menjamin keabsahan data, penulis menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian yang dilakukan di Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Belimbing menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pembinaan akhlak anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Belimbing adalah membaca dan mengahafal Al- Qur‟an, shalat berjamaah, puasa senin, kamis dan Muhadharah dan adapun faktor penghambat dalam pembinaan akhlak anak asuhadalahlatar belakang kehidupan dan tingkat pendidikan anak asuh yang tidak sama dan berbedanya latar belakang kehidupan anak asuh, watak dan sifat yang berbeda, karena mereka berasal dari lingkungan yang berbeda pula begitu juga dengan karakter, ada yang berwatak keras dan ada yang pendiam dan selain hal tersebut yang lebih dominan yang menjadi penghambat yang dihadapi pengasuh yaitu pengaruh media massa dan faktor lingkungan sekitar.