ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul” Pola Komunikasi Guru TPQ dalam Meningkatkan Bacaan Al-Qur’an Santri di Rumah Tahfidz Al-Kaustar Nagari Muaro Pingai.” Penelitian ini di Latar belakangi oleh masih adanya santri yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an, seperti kurang tepat dalam pelafalan huruf hijaiyah, belum memahami hukum tajwid dengan baik, serta rendahnya kelancaran membaca Al-Qur’an. Selain itu, perbedaan kemampuan santri dan kurangnya pendampingan belajar dirumah menjadi tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang digunakan guru TPQ dalam meningkatkan bacaan Al-Qur’an santri serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Rumah Tahfidz Al-Kaustar Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive yang terdiri atas 4 orang guru TPQ, 7 orang santri, dan 4 orang tua santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh gambaran yang utuh mengenai pola komunikasi guru TPQ dalam meningkatkan bacaan Al-Qur'an santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TPQ menerapkan empat pola komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy, yaitu pola komunikasi primer, sekunder, linear, dan sirkular. Pola tersebut terlihat melalui penyampaian pesan secara verbal dan nonverbal, penggunaan media pembelajaran, penyampaian arahan secara langsung, serta adanya umpan balik antara guru dan santri. Penerapan pola komunikasi tersebut mendukung perbaikan bacaan Al-Qur’an santri dalam kelancaran membaca, ketepatan makhraj, panjang pendek bacaan, dan penerapan hukum tajwid. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan santri, keterbatasan media pembelajaran, kurangnya pendampingan di rumah, dan lingkungan belajar yang kurang kondusif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul ”Pola Komunikasi Keluarga Dalam Web Series Nurut Apa Kata Mama Season 1” yang disusun oleh Syafiqah Alia Rahmah dengan NIM 4322035 Mahasiswa Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin adab dan Dakwah, Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran komunikasi sebagai elemen yang paling penting dalam membentuk hubungan sosial, khususnya dalam lingkungan keluarga. Keluarga menjadi awal mula terbentuknya pola komunikasi yang mempengaruhi cara individu seseorang menyampaikan, menerima, dan memaknai pesan. Perkembangan media digital turut menghadirkan media audio visual untuk merepresentasikan pola komunikasi keluarga yang relevan dan dekat dengan masyarakat. Salah satunya adalah Web Series produksi BCA dengan judul Nurut Apa Kata Mama ”Season 1”. Penelitian ini menggunakan Family Communication Patterns (FCP) yang menekankan dimensi Orientasi keterbukaan (Conversation Orientation) dan Orientasi Kepatuhan (Conformity Orientation). Adapun tujuan dari penelitian ini Adalah untuk mengidentifikasi pola komunikasi keluarga yang ditampilkan serta menganalisis pesan komunikasi yang disampaikan melalui dialog, perilaku, dan adegan dalam Web Series Tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Isi (Content analysis) yang dipelopori oleh Harold D. Lasswell serta didukung oleh metode observasi dan dokumentasi. Analisis isi digunakan untuk mengkaji dan menafsirkan pesan komunikasi dalam media secara sistematis melalui dialog, narasi, dan visual yang ditampilkan. Metode observasi dilakukan dengan mengamati adegan, dialog, serta interaksi antar tokoh dalam Web Series nurut Apa Kata Mama Season 1, sedangkan metode dokumentasi digunakan untuk melengkapi data melalui sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan referensi ilmiah yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam Web Series BCA Nurut Apa Kata Mama Season 1 terbagi ke dalam dua orientasi utama, yaitu conformity orientation dan convertation orientation. Pada orientasi keterbukaan (convertation orientation), ditemukan pola pluralistik dan konsensual yang ditandai dengan komunikasi terbuka dan dialog dua arah, meskipun pada pola konsensual masih terdapat dominasi orang tua dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, pada orientasi kepatuhan (conformity orientation), tidak ditemukan ditemukan pola protektif yang menekankan kepatuhan serta peran orang tua dalam memberikan perlindungan. Adapun pola laissez-faire juga tidak ditemukan karena setiap permasalahan keluarga direspons melalui keterlibatan aktif orang tua dan intensitas komunikasi yang tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul ”Pola Komunikasi dan Relasi Sosial Antara Siswa Muslim dan Non Muslim di Sekolah Xaverius Bukittinggi” yang disusun oleh Nadia Nurhaliza Nim. 4622055. Pada Program Studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman agama di lingkungan Sekolah Xaverius Bukittinggi yang mempertemukan siswa Muslim dan Non Muslim dalam satu ruang pendidikan yang sama. Perbedaan latar belakang keagamaan tersebut berpotensi menimbulkan jarak sosial apabila tidak diimbangi dengan pola komunikasi yang baik. Namun, di sisi lain, lingkungan sekolah juga menjadi ruang penting dalam menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan saling menghargai. Dalam konteks ini, komunikasi antarsiswa bukan hanya sebatas interaksi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan relasi sosial yang harmonis di tengah perbedaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola komunikasi yang terjalin antara siswa Muslim dan Non-Muslim, serta bagaimana pola tersebut membentuk relasi sosial yang harmonis di lingkungan Sekolah Xaverius Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lingkungan sekolah, wawancara dengan guru dan siswa sebagai informan, serta dokumentasi yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data secara sistematis, serta penarikan kesimpulan berdasarkan temuan di lapangan. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai bentuk komunikasi yang terjadi serta dampaknya terhadap relasi sosial antarsiswa yang berbeda agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antara siswa Muslim dan Non-Muslim di Sekolah Xaverius Bukittinggi terbentuk melalui interaksi sosial yang bersifat terbuka, kerja sama dalam kegiatan akademik, toleransi dalam praktik keagamaan, serta kedekatan emosional melalui kegiatan ekstrakurikuler. Peran guru dan kebijakan sekolah juga menjadi faktor pendukung terciptanya komunikasi yang harmonis dan minim konflik. Pola komunikasi yang inklusif ini berdampak positif dalam membangun relasi sosial yang saling menghargai, memperkuat sikap toleransi, serta menciptakan suasana sekolah yang rukun di tengah keberagaman agama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota”, yang disusun oleh Selamat Askandaria, NIM 4321045, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi sebagai fondasi interaksi sosial dan musyawarah dalam organisasi, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Dalam konteks IMAPAS, komunikasi antaranggota menjadi kunci terciptanya rasa kekeluargaan, namun masih ditemukan hambatan seperti rendahnya umpan balik, miskomunikasi melalui media sosial, serta kecanggungan antara senior dan junior. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tiga pola komunikasi organisasi komunikasi vertikal atas ke bawah, vertikal bawah ke atas, dan horizontal diterapkan dalam IMAPAS serta dampaknya terhadap rasa kekeluargaan anggota. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari ketua, pengurus, dan anggota aktif. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Jadi penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan apa adanya tentang komunikasi organisasi yang dijalankan pada kepengurusan Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam meningkatkan rasa kekelurgaan antar anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal dari atas ke bawah yang diterapkan ketua organisasi masih bersifat satu arah, sehingga anggota kurang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas juga belum optimal karena adanya rasa segan, kurangnya keberanian anggota memberikan kritik, serta rendahnya respon melalui grup WhatsApp. Sementara itu, komunikasi horizontal antaranggota mengalami hambatan akibat senioritas, perbedaan tingkat semester, dan minimnya interaksi informal yang menyebabkan koordinasi kegiatan tidak berjalan maksimal. Hambatan dalam ketiga pola komunikasi tersebut berdampak pada tertundanya beberapa kegiatan, kurangnya partisipasi anggota, serta melemahnya rasa kebersamaan. Meskipun demikian, IMAPAS telah berupaya memperbaiki komunikasi melalui kegiatan kebersamaan, sosial, keagamaan, serta penyusunan grup kerja khusus. Upaya tersebut mulai membangun kembali dinamika komunikasi yang lebih terbuka dan kekeluargaan yang lebih kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pola komunikasi vertikal dan horizontal merupakan kunci utama dalam penguatan solidaritas, koordinasi program, dan kesinambungan organisasi IMAPAS Kota Bukittinggi. Komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan dialogis sangat diperlukan agar organisasi berbasis kekeluargaan seperti IMAPAS dapat berkembang secara harmonis dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul "POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BERIBADAH DINAGARI BALINGKA" yang disusi oleh Kurnia Hayati dengan NIM 4319066 pada program studi Komunikasi dan penyiaran islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Berkomunikasi dengan anak penyandang autisme tentu berbeda dengan anak pada umumnya. Dengan ketidakmampuan mereka dalam hal komunikasi, bahasa dan interaksi sosial mereka juga perlu tahu apa itu sholat dan bagaimana caranya. Bendasarkan hal tersebut orang tua melakukan komunikasi interpersonal dalam mengajarkan sholat wajib Berdasarkan latar belakang tersebut, maka muncul pertanyaan, bagaimana proses komunikasi, interpersonal berdasarkan tahapan proses penetrasi sosial antara orang tua dan anak penyandang autisme dalam mengajarkan sholat wajib di Rumah. apa saja faktor pendukung dan penghambat komunikasi interpersonal tersebut? Teori yang digunakan adalah teori penetrasi sosial yang dipopulerkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Teori ini membahas perkembangan hubungan melalui 4 tahap yaitu tahapan orientasi, tahapan pertukaran pejajakan afektif, tahapan pertukaran afektif dan tahapan pertukaran stabil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif yaitu memberikan gambaran suatu keadaan sejelas mungkin. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi Proses komunikasi interpersonal yang dilakukan orang tua dengan anak pettyandang autisme dalam mengajarkan sholat wajib di Rumah melalui 4 tahapon penetrasi sosial, yaitu tahapan orientasi, tahapan pertukaran pejajakan afektif, tahapan pejajakan afektif dan tahapan pertukaran stabil. Faktor yang mempengaruhi yaitu faktor, kemampuan bahasa dan lingkungan yang baik, sedangkan faktor yang menghambat yaitu faktor kemampuan komunikasi dan gangguan emosi serta tidak konsisten orang tua di rumah. Kata kunci: Pola komunikasi interpersonal, orang tua, anak penvandang autisme. sholat wajib
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Jawa dan Suku Minang di Jorong Timbulun Atas Nagari Lubuk Gadang Kabupaten Solok Sellatan” disusun oleh Rani Umminurasih, NIM 4321006. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Masyarakat Jorong Timbulun Atas, Nagari Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, merupakan komunitas multikultural yang didominasi oleh suku Jawa dan Minang. Keberagaman ini menuntut adanya pola komunikasi antarbudaya yang efektif untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi antar kedua suku serta faktorfaktor yang memengaruhinya. Interaksi antar kedua kelompok etnis ini menjadi penting dikaji karena perbedaan latar belakang budaya, nilai, dan bahasa yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi sehari-hari, terutama dalam konteks sosial kemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, masyarakat dari kedua suku serta pihak yang terlibat dalam kegiatan sosia, budaya maupun agama yang ada di Jorong Timbulun Atas, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pola komunikasi yang terbentuk meliputi pola primer, linear, dan sirkuler. Pola primer terlihat dari penggunaan bahasa daerah dalam kelompok internal dan bahasa Indonesia sebagai penghubung antar suku. Pola linear muncul dalam penyampaian informasi satu arah, seperti saat rapat dan musyawarah. Sementara itu, pola sirkuler terjadi dalam interaksi timbal balik, khususnya dalam kegiatan adat, keagamaan, dan sosial. Kedua, faktor pendukung komunikasi antarbudaya mencakup kemampuan beradaptasi, sikap saling menghargai, toleransi budaya, dan penggunaan bahasa yang sama. Adapun hambatan meliputi perbedaan bahasa, nilai budaya, serta faktor psikologis seperti prasangka dan kesalahpahaman. Kesimpulannya, komunikasi antarbudaya di Jorong Timbulun Atas berlangsung secara dinamis dan harmonis, didukung oleh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Pola Komunikasi Antarbudaya, Suku Jawa, Suku Minang
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi atas nama Desmica Saputri, NIM 4321049, dengan judul “Pola Komunikasi Tokoh Adat Dalam Melestarikan Budaya Randai di Jorong Talaok Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok” Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Jorong Talaok adalah sebuah desa yang terletak di dataran tinggi perbukitan Kabupaten Solok. Kehidupan masyarakat di Jorong Talaok masih sangat tradisional, di mana mereka mempertahankan nilai-nilai, norma, dan aturan yang telah ada sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun. Kehidupan sosial di Jorong Talaok sangat dipengaruhi oleh "Mufakaik", yang lebih dikenal sebagai musyawarah. Biasanya, masyarakat Jorong Talaok menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama. Tokoh adat di Jorong Talaok memiliki peran penting dalam mewariskan dan melestarikan berbagai budaya yang dimiliki daerah tersebut. Salah satu budaya yang masih dijaga di Jorong Talaok adalah budaya Randai. Untuk melestarikan budaya Randai, diperlukan pola komunikasi yang dilakukan secara berulang hingga menjadi ciri khas dalam proses komunikasi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data yang sesuai dengan aspek masalah yang diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang digunakan tokoh adat dalam melestarikan budaya randai di Jorong Talaok. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa pola komunikasi yang dilakukan tokoh adat sudah baik, dimana tokoh adat menggunakan pola roda dan pola rantai. Pola rantai digunakan dalam proses pelestarian budaya randai dijorong talaok dimana informasi disampaikan secara berjenjang dari tokoh adat ke ketua pemuda, lalu dari ketua pemuda ke anggota generasi muda. Ini menunjukkan adanya struktur komunikasi yang terorganisir dan sistematis dalam menyampaikn informasi. Proses ini berulang dan seterusnya menunjukkan adanya sistem penyampaian informasi yang berkelanjutan. Pola roda juga digunakan dalam proses pelestarian budaya randai dijorong talaok dimana tokoh adat berada diposisi sentral para memberikan informasi (mengangkat tema pelestarian budaya) dan memberikan kesempatan para generasi muda untuk memberikan tanggapan serta informasi. Generasi muda tersebut memberikan tanggapannya ke tokoh adat yang menunjukkan generasi muda hanya berkomunikasi ke tokoh adat saja sehingga seluruh informasi tertuju kepada tokoh adat saja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pola Komunikasi Ketua Organisasi Ikatan Pemuda Pemudi Muslim Sumatera Utara di Kota Bukittinggi”, yang di susun oleh Romadon Syaputra, NIM 4321036, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dapat diberikan melalui komunikasi. Pola komunikasi yang digunakan oleh ketua Ikatan Pemuda Pemudi Muslim Sumatera Utara (IPPMSU) di Kota Bukittinggi diteliti dalam penelitian ini. Latar belakang penelitian ini adalah kurang optimalnya pencapaian visi dan misi organisasi, yang diduga sebagai akibat buruknya komunikasi antara ketua dan anggota. Dalam organisasi kepemudaan, pola komunikasi sangat penting untuk menumbuhkan keterlibatan, loyalitas, dan persatuan, terutama dalam konteks organisasi daerah yang berfokus pada keagamaan seperti IPPMSU. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti pola komunikasi yang digunakan oleh ketua Ikatan Pemuda Pemudi Muslim Sumatera Utara (IPPMSU) Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi. Informan pendukung meliputi anggota dan pengurus IPPMSU, sedangkan ketua IPPMSU berperan sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi satu arah (one way communication) terus mendominasi pola komunikasi yang digunakan. Model komunikasi bintang (all-channel communication), di mana keputusan dan instruksi diberikan langsung oleh ketua tanpa partisipasi aktif dari anggota, masih belum sepenuhnya tercermin dalam pola komunikasi saat ini, yang masih di bawah standar. Akibatnya, banyak anggota percaya bahwa mereka tidak terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan organisasi, yang memengaruhi rasa kesetiaan, rasa memiliki, dan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan organisasi. Komunikasi yang terbuka, adil, dan partisipatif antara semua anggota tanpa hambatan hierarkis ditekankan oleh pola komunikasi bintang (all-channel communication). Untuk meningkatkan komunikasi yang inklusif, dialogis, dan terbuka dalam organisasi, IPPMSU harus menganut dan mengembangkan pola komunikasi bintang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “POLA KOMUNIKASI ANAK DAN ORANG TUA BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM FILM MIRACLLE IN CELL No. 7” yang disusun oleh Arya Maulana Disastra dengan Nim 4320003 Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Film Miraclle In Cell No.7 berlatar belakang tentang kisah perjuangan seorang anak yang bernama Kartika yang menuntut sebuah keadilan atas kasus pencemaran nama baik ayahnya. Berfokus kepada bagaimana pola komunikasi yang dilakukan Kartika kepada ayahnya yang memiliki keterbatasan fisik. Berdasarkan konteks diatas maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja pola komunikasi anak dan orang tua melalui teori Roland Barthes yang dilihat dari segi makna konotasi dan denotasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan terhadap film Miraclle In Cell No.7, sedangkan data sekunder diperoleh dari ulasan dan artikel film Miraclle In Cell No.7, dengan menggunakan beberapa langkah yaitu : observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film Miraclle In Cell No.7 terdapat beberap pola komunikasi yang digunakan Kartika kepada ayahnya yang memiliki keterbatsan fisik yaitu pola komunikasi primer mengenai proses komunikasi yang terjadi oleh seorang komunikator kepada komunikan dengan menggunakan symbol atau bahasa isyarat dalam menyampaikan pikiran atau perasaannya. Pola komunikasi sekunder merupakan proses penyampaian pesan menggunakan alat sebagai media kedua setelah menggunakan symbol pada media pertama yang mana. Pola komunikasi linear yaitu pesan yang disampaikan dari suatu medium ke medium lainnya merupakan sebagai titik akhir dan bersifat pasif. Pola komunikasi sirkuler menggambarkan proses komunikasi dengan pola melingkar yang mana dalam proses itu terjadi feedback sebagai penentu utama keberhasilan komunikasi. Dari analisis yang peneliti gunakan yaitu analisis semiotika Roland Barthes memiliki pandangan yang peneliti lihat dari konflik yang sering terjadi dalam dunia nyata.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “POLA KOMUNIKASI PENGASUH TERHADAP ANAK ASUH DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH DI PANTI ASUHAN AL-FALAH PADANG JAPANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA” yang disusun oleh Aulia Rahmi Fajria dengan NIM. 4319046 pada Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Akhlak adalah suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan, oleh sebab itu dalam membina dan membentuk akhlak mulia terhadap anak asuh, pengasuh harus berperan aktif dalam hal itu, kerena anak asuh sedang memasuki fese remaja yang belum paham akan pentingnya menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam dosa besar. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (fiel research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan redaksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti terdapat dua bentuk pola komunikasi pengasuh terhadap anak asuh dalam membina akhlakul karimah, yaitu pola roda dan pola bintang. Dalam pola roda terjadi komunikasi satu arah yang didominasi oleh pengasuh sebagai komunikator dalam kegiatan istima’ dan mau’idzah. Pada pola bintang, pengasuh terhadap anak asuh memiliki kekuatan yang sama untuk saling mempengaruhi satu sama lain. Pada saat berkomunikasi anak asuh memberikan feedback atas apa yang disampaikan oleh pengasuh
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa di SMA S Xaverius Bukittinggi, terindikasi adanya siswa yang memiliki masalah prestasi belajar, dikarenakan kurang baiknya komunikasi yang terjalin antara siswa dengan orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan serta mengetahui tingkat hubungan antar pola komunikasi keluarga dengan prestasi belajar siswa di SMA S Xaverius Bukittinggi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X E, XII F dan kelas XII yang berjumlah 223 orang. Adapun teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling agar pengambilan sampel per kelas merata sesuai dengan jumlah siswa per kelasnya, dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengukuran Pola Komunikasi Keluarga dan dokumentasi data nilai prestasi belajar siswa. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian ini yaitu uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola komunikasi keluarga (X) dan variabel prestasi belajar (Y) dengan nilai signifikansi 0.000 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak. Adapun nilai Pearson Correlation yang diperoleh dari penelitian ini yaitu -0,607, termasuk kepada tingkat hubungan kuat yang berada pada rentang interpretasi 0,60 - 0,799. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan semakin tinggi pola komunikasi keluarga maka semakin rendah prestasi belajar siswa. Begitu juga sebaliknya jika pola komunikasi keluarga rendah maka prestasi belajar siswa
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi atas nama RIVATUL INDAH YANI, NIM 4319008, dengan judul “Pola Komunikasi Antar Budaya Etnis Minang Dan Jawa di Nagari Surian Kabupaten Solok” Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. 2023. Masyarakat Indonesia tergolong dalam masyarakat heterogen karena terdiri dari berbagai keberagaman dalam melakukan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melakukan interaksi baik sesama etnis maupun dengan individu atau kelompok lain berbeda latar belakang budaya maka disitulah tercipta komunikasi antar budaya. Di Surian terdapat berbagai masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda tinggal disana seperti etnis Minang dan Jawa, komunikasi antar budaya masyarakat selalu terjadi dan mereka hidup berdampingan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola komunikasi antar budaya serta faktor pendukung dan penghambat komunikasi antar budaya etnis Minang dan Jawa di nagari Surian Kabupaten Solok. Jenis penelitian menggunakan penelitian lapangan field research. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian etnis Minang dan Jawa. Untuk mempermudah mengetahui pola komunikasi dan faktor pendukung dan penghambat komunikasi di Nagari Surian penulis menggunakan Teknik Snowball Sampling. Berdasarkan hasil penelitian pola komunikasi antar budaya etnis Minang dan Jawa di nagari Surian Kabupaten Solok sudah yaitu Pola komunikasi primer, Pola komunikasi linear, Pola komunikasi Sirkuler. Faktor pendukungnya penguasaan bahasa, sarana komunikasi, kemampuan berpikir dan lingkungan yang baik sedangkan faktor penghambatnya yaitu hambatan teknis, hambatan semantik dan hambatan perilaku.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi atas nama Panca Anggraini, Nim 4319070, berjudul “Pola Komunikasi Orang Tua dalam Pembinaan Anak Putus Sekolah di Kenagarian Ranah Palabi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya” pada Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (Uin) Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi, 2023. Kesibukan orang tua tentang pekerjaan, membuat kurangnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, serta rendahnya peran orang tua dalam memberikan dukungan dan motivasi untuk memperhatikan terhadap pendidikan anak sehingga anak mencari kesibukan sendiri hingga melupakan kewajibannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pola komununikasi orang tua anak putus sekolah, dan mengetahui pola komunikasi orang tua dalam pembinaan anak putus sekolah di Kenagarian Ranah Palabi Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengambil informan dengan menggunakan teknik Snowball yaitu teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik pemeriksaan keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi data dan kecukupan bahan referensi. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk direduksi, disajikan untuk menghasilkan kesimpulan umum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi pola komunikasi orang tua dalam pembinaan anak putus sekolah di Kenagarian Ranah Palabi memiliki faktor pendukung yaitu, perhatian orang tua dan lingkungan keluarga, dan faktor penghambat pola komunikasi orang tua yaitu, pendapatan orang tua dan kurangnya perhatian dari orang tua. pola komunikasi orang tua dalam pembinaan anak putus sekolah di Kenagarian Ranah Palabi adalah komunikasi permassive (bebas) yaitu adanya kepercayaan yang lebih dari orang tua kepada anak untuk melakukan sesuatu, orang tua memiliki sikap mengalah kepada anak, tidak ada hukuman yang diberikan orang tua jika anak melanggar dan tidak ada aturan yang ditetapkan untuk anak. Pola komunikasi otoriter dimana terdapat sikap tegas, pengekangan, kemarahan, dan adanya hukuman bagi yang melanggar. Kata kunci: Pola Komunikasi, Orang Tua, Pembinaan Anak Putus Sekolah
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSkripsi ini berjudul “Pola Komunikasi Pengasuh Dalam Membina Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Musthafawiyah Desa Purba Baru Kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Alfan Mansyur Lubis NIM 4319054 Pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah. Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Merupakan salah satu lembaga swasta yang mempuyai peran penting dalam mengembangkan bakat yang dimiliki santri-santri di pesantren dalam proses pembelajaran dan berbagai macam ekstrakulikuler baik itu pelajaran umum, pelajaran khusus seperti pendidikan Agama islam, Akidah Akhlak, fiqih dan Al-Qur‟an dan hadist. Akan tetapi penulis hanya berfokus pada pola komunikasi yang digunakan guru atau ustadz pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru dalam membina akhlak santri yang mana masih ada beberapa kendala yang di alami oleh pengasuh didalam membina akhlak para santri yaitu masih banyak ditemukan santri yang belum mengetahui akan pentingnya watak, kelakuan, tabiat, perangai, budi pekerti, tingkah laku dan kebiasaan yang baik. Oleh karena itu, perlu pola komunikasi yang lebih baik untuk menegakkan kedisiplinan santri.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yang dinggunkan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi jika diperlukan berkasberkas dalam pengumpulan data, dokumentasi ini didapatkan dari Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwah jenis pola komunikasi yang terjadi di pondok pesantren musthafawiyah terbagi menjadi tiga pola komunikasi, yaitu pola komunikasi roda yang mana sudah adanya komunikasi antara pimpinandengan guru dengan cara mengadakan berkunjung langsung. pola komunikasi lingkaran komunikasi dua arah dengan menggunakan metode tanya jawab, ceramah, dan juga sosialisasi antara guru dan santri, dan pola komunikasi bintang atau semua saluran yang melibatkan semua saluran baik itu pimpinan pondok, guru-guru maupun santri-santri. Kemudian faktor penghambatnya seperti waktu yang terbatas, lingkungan masyarakat, gadget dan tempat khusus untuk pembinaan, dan adapun faktor pendukungnya adalah santri yang akftif, dan penggunaan bahasa yang mudah dipahamiKata Kunci : Pola Komunikasi, membina Akhlak , Santri
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “POLA KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA ANAK INDEKOS DI GANG CEMARA AUR ATAS BUKITTINGGI” yang disusun oleh YESSI INTAN PERMATA SARI dengan NIM 4315.036 pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi . Pola komunikasi antar budaya adalah dimana memiliki saling keterkaitan satu sama lain yang dimana, hubungan dua atau lebih yang mempunyai latar belakang yang berbeda baik dari kampong, Bahasa, maupun sikap dalam melakukan aktivitas dalam sehari-hari. Komunikasi antar budaya di indekos juga berlangsung dengan efektif ditandai dengan adanya pemahaman yang dilakukan sehinga dapat meminimalisir kesalah paham yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antar budaya anak indekos di gang cemara aur atas bukittinggi serta untuk mengetahui komunikasi antar budaya yang dilakukan di indekos gang cemara aur atas bukittinggi.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini mengunakan informan pendukung ibuk kos dan informan kunci anak indekos. Hasil dari penelitian pola komunikasi antar budaya anak indekos di gang cemara aur atas bukittinggi yang digunakan di indekos mengunakan pola komunikasi sirkular dan linear dimana pola komunikasi antar budaya ank indekos di gang cemar aur atas bukittinggi ini lebih Dominan mengunakan pola komunikasi sirkular Kata kunci : Pola Komunikasi, Antar budaya
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini disusun oleh SILVIA ZAHRANI dengan NIM: 4318042 yang berjudul : POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM MEMBIASAKAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID AL- HASAN DESA SIMPANG PADANG KECAMATAN BATHIN SOLAPAN. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena dimana pada lokasi penelitian banyak ditemui anak-anak usia 6-12 tahun yang rutin melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Padahal di usia tersebut anak-anak akan sibuk dengan dunia nya sendiri sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Orang tua yang berhasil membiasakan anak shalat berjamaah di masjid tentu memiliki pola komunikasi tersendiri. Maka perlu diketahui pola komunikasi seperti apa yang digunakan orang tua supaya anak dapat membiasakan diri shalat berjamaah ke masjid. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui tahap observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data tentang pola komunikasi orang tua terhadap anak dalam membiasakan shalat berjamaah, faktor pendukung pola komunikasi orang tua terhadap anak dalam membiasakan shalat berjamaah di Masjid Al- Hasan Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan. Hasil penelitian yang penulis dapatkan menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan orang tua terhadap anak dalam membiasakan shalat berjamaah di Masjid Al-Hasan Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan sangat beragam. Terdapat tiga pola komunikasi yaitu pola komunikasi membebaskan (Permissive) bahwa anak memiliki kebebasan dalam bertindak sesuai keinginan, orang tua selalu mengalah dan memanjakan anak. Kedua, pola komunikasi Otoriter (Authoritarian) yaitu orang tua mengontrol ketat anak, bersikap keras dan suka menghukum anak. Ketiga, pola komunikasi Demokratis (Authoritative) yaitu adanya kesepakatan antara orang tua dan anak, orang tua menghargai pendapat anak. Sedangkan faktor pendukung anak terbiasa melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al-Hasan Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan adalah lokasi masjid yang dekat dari rumah, banyaknya teman-teman yang juga melaksanaan shalat di masjid, serta perlakuan para jamaah yang juga mendorong anak-anak untuk melaksanakan shalat di masjid.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi atas nama Ismi Afifah Kurnia Nim 4316.042, dengan judul “Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Lokal dengan Masyarakat Pendatang Di Jorong Saroha Kabupaten Pasaman Barat”. Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi tahun 2020/2021. Penelitian ini dilatar belakangi dengan kebudayaan lokal di Pasaman Barat dimana memiliki beberapa perbedaan kebudayaan pendatang misalnya dengan kebudayaan Minangkabau, kebudayaan Jawa dan kebudayaan Mandailing, perbedaan ini bisa dilihat dari jenis bahasa masing-masing etnis. Dimana bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang di gunakan manusia untuk berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat),dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan lawan bicaranya maupun orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan berbagai macam bentuk budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang ada dilingkungan tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggambarkan fenomena yang ada dengan informan masyarakat dan kepala jorong. Data dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti akan memperoleh data dengan menggunakan analisis data deskriptif analitik maksudnya data yang diperoleh tidak dituangkan dalam bentuk angka statitik melainkan tetap dalam bentuk kualitatif. Dalam pengolahan data kualitatif ini, peneliti menggunakan proses berpikir indukatif, artinya bahwa pengolahan data bertitik tolak dari data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kemudian diambil kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan hasil penelitian yang peniliti lakukan Adapun pola komunikasi yang peneliti temukan dalam penelitian ini adalah yang pertama pola komunikasi primer misalnya saja cara Masyarakat Mandailing menyapa Masyarakat Melayu dengan suara yang lantang (verbal) dan membalas sapaan dengan mengangkat kepala keatas (nonverbal). Yang kedua pola komunikasi sekunder contohnya saja pada Jorong Saroha memakai kai hitam sebagai penyampian pesan bahwasanya ada kematian. Yang ketiga pola komunikasi Contohnya saja pada Jorong Saroha dimana pada saat mengundang acara pernikahan mereka mengundangnya secara langsung dengan bertatap muka. Keempat pola komunikasi sikular yaitu komunikasi yang dimaksud dengan proses komunikasi sirkular misalnya saja masyarakat Mandailing secara tidak sengaja menggunakan bahasa mandailing jadi menyulitkan masyarakat pendatang untuk memahami maksud dari kata tersebut maka masyarakat Mandailing harus mengulangi kembali pembicaraan dengan bahasa yang mudah dimengarti oleh masyarakat Jawa maupun Masyarakat Melayu. Faktor penghambat pola komunikasi antarbudaya yaitu dimana gangguan dalam berkomunikasi antarbudaya adalah segala sesuatu yang menjadi penghambat laju pesan yang ditukar antara komunikator dengan komunikan, atau paling fatal adalah mengurangi makna pesan antarbudaya. Terdapat 3 faktor penghambat yaitu pertama faktor fisik yaitu gangguan ini biasanya berasal dari luar dan mengganggu transmisi fisik pesan, seperti kagaduhan, interupsi, jarak dan sebagainya. Contohnya saja dalam masyarakat Jorong Saroha yaitu perbedaan nada berbicara antara masyarakat Mandailing kepada Melayu dan Jawa yang kedua yaitu faktor psikologis yaitu gangguan ini timbul karena adanya perbedaan gagasan dan penelitian subyektif diantara orang yang terlibat dalam komunikasi. misalnya saja sebagian masyarakat masih ada yang menutup diri dan tidak mau berbaur dengan masyarakat lainnya. Yang ketiga faktor semantik yaitu gangguan ini terjadi seperti kata-kata atau simbol yang digunakan dalam komunikasi, misalnya saja pada saat masyarakat salah mengartikan maksud dari masyarakat lain dikarenakan perbedaan bahasa antar masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul: Pola Komuniasi Satlantas Kepolisian Resor Pasaman Barat Dalam Mengurangi Angka Kecelakaan Tahun 2019 Di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat yang disusun oleh SUCI LISIA LESTARI MUSDRIANTO, NIM: 4317057. Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang masalah penelitian ini karena di kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat angka kecelakaan masih cukup tinggi dari tahun ke tahun. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Satlantas Polres Pasaman Barat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan rambu-rambu lalu lintas serta sanksi bagi yang melakukan pelanggaran. Namun masih banyak terjadi kecelakaan, karena kurangnya kesadaran dari masyarakat tentang peraturan yang ada dan UU yang berlaku. Penelitian ini saya lakukan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang dilakukan oleh satlantas dalam mengurangi angka kecelakaan yang terjadi di Pasaman Barat. Dalam hal ini metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif.Informan dalam penelitian ini adalah Unit Dikyasa, Kasat Lantas, Kaur Mintu Satlantas Polres pasaman barat. Teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah mencari dan memilah informasi dan menjabarkannya kemudian ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi Satlantas dalam mengurangi angka kecelakaan sudah dilakukan dengan cukup baik. Satlantas melakukan tugasnya dengan cara saling berkomunikasi antar kanit dan kasubnit. Setiap dari kanit bertanggung jawab kepada kepala Kasat Lantas. Hambatan dan upaya terus dilakukan oleh Satlantas Polres Pasaman Barat, untuk tetap memberi kesadaran kepada masyarakat melalui penyuluhan maupun dengan interaksi langsung dengan masyarakat.Hal ini bertujuan agar dapat mengurangi angka kecelakaan di Pasaman Barat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anggun Amelia Fitri, 4316026. Skripsi ini berjudul “Pola Komununikasi Organisasi (Studi Kasus Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi)”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Interaksi yang berada didalam kampus subjeknya adalah mahasiswa yang sedang menempuh proses pembekalan ilmu diperguruan tinggi. Di dalam perguruan tinggi organisasi tidak asing lagi, kebiasaan dalam mengikuti organisasi bagi mahasiswa yaitu untuk menjadi penggerak pembangunan. Dalam penelitian ini, penulis meneliti mengenai bagaimana pola komunikasi dalam organisasi mahasiswa internal kampus dan apa hambatan komunikasi organisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa Instit Agama Islam Negeri Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini yaitu pimpinan dan anggota pengurus organisasi DEMA IAIN Bukittinggi. Metode dalam pengumpulan data penelitian, penulis melakukan teknik wawancara tidak, Obsevasi dan dokumentasi kepada pengurus DEMA-I. Hasil penelitian menunjukan pola komunikasi pada DEMA IAIN Bukittinggi menggunakan komunikasi organisasi dengan pola rantai, pola roda, pola bintang/ semua saluran. Terlihat faktor penghambat dalam organisasi DEMA IAIN Bukittinggi karena situasi dan kondisi pandemi yang mengharuskan melakukan komunikasi secara virtual sehingga kurang maksimal.Saran dalam penelitian Saran dalam penelitian untuk seluruh pengurus DEMA IAIN Bukittinggi diharapkan untuk lebih aktif menyampaikan ide dan gagasannya. Saran untuk seluruh pengurus DEMA IAIN Bukittinggi, menjaga komunikasi antar pengurus untuk menciptakan hubungan harmonis demi tercapainya tujuan bersama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi Ini dengan judul Hubungan Pola Komunikasi Keluarga Broken Home terhadap Perilaku Delinquency Remaja di Nagari Kapau. Ditulis oleh Rini Hernita Nim: 2615.108 Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Semakin buruk pola komunikasi dalam keluarga maka akan semakin tinggi kecenderungan perilaku delinquency pada remaja tersebut. Begitu pula sebaliknya semangkin baik pola komunikasi dalam keluarga maka akan semakin rendah kecenderungan perilaku delinquency yang dialaminya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena adanya orangtua sibuk sehingga tidak menjalin komunikasi yang baik dengan anak dan menyebabkan perilaku delinquency remaja serta banyaknya remaja yang berasal dari keluarga broken home yang mencari kesenangan diluar rumah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga broken home dengan perilaku remaja delinquency. Penelitian ini tergolong pada penelitian kuantitatif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja delinquency di nagari Kapau, dengan jumlah 28 orang remaja dari nagari Kapau. Jumlah sampel pada penelitian ini 28 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Skala Likert. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara positif antara pola komunikasi keluarga broken home dengan perilaku delinquency remaja di nagari Kapau.Hasil korelasi dapat diketahui rhitung sebesar 0.998, dari rtabel dengan degree of freedom (df) = N - Nr, maka 28-2 = 26 diperoleh angka 0.3172. Ini artinya bahwa 0.998 > 0.3172, sehingga hipotesis penelitian Ho ditolak dan Ha diterima, maka diperoleh gambaran bahwa terdapat hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku delinquency remaja di nagari Kapau dengan korelasi “sangat tinggi” dengan nilai korelasi rxy 0.998 yang terletak antara 0,998-1,00. Setelah melakukan perhitungan maka diperoleh nilai koefisien determinasi = 99,6004 %. Artihnya sebesar 99,6004 % variansi pola komunikasi berasosiasi dengan variansi perilaku delinquency remaja di nagari Kapau dan selebihnya ditentukan oleh faktor lain.